Home / Fisika / Alat Optik

Alat Optik

  • 18 min read
Loading...

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia 2016

Alat optik adalah alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik dengan memanfaatkan sifat-sifat cahaya, alat optik terbagi menjadi alami dan buatan. Alat optik tidak terlepas dari lensa dan atau cermin. Lensa dan cermin berbeda dalam bentuk dan sifat cahaya yang dihasilkan, cermin berguna untuk merefleksikan cahaya, sedangkan lensa berguna untuk membiaskan cahaya.

Apa yang kalian ketahui tentang alat optik? Apakah kalian tidak pernah menggunakannya? Bagaimana kerja dari alat optik? Seberapa penting sih alat optik dalam kehidupan ini? Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak tulisan ini.

Pengertian Alat Optik

Optik berkaitan dengan penyebaran cahaya, perubahan yang dialami dan dihasilkannya. Terdapat dua cabang utama dalam optik, yaitu fisika optik dan geometri optik.

Fisika optik berkaitan dengan sifat dan karakteristik cahaya. Sedangkan geometri optik berkaitan prinsip-prinsip yang mengatur sifat-sifat cahaya dalam membentuk gambar pada lensa, cermin dan perangkat lainnya yang memanfaatkan cahaya.

Alat optik adalah alat yang bekerja berdasarkan prinsip

Loading...
optik dengan memanfaatkan lensa dan atau cermin untuk melihat objek yang diamati. Lensa/cermin tersebut berguna untuk memanfaatkan sifat-sifat cahaya sehingga objek bisa dilihat oleh mata.

Untuk lebih mengetahui sifat-sifat cahaya, silahkan kamu baca artikel sifat-sifat cahaya. Alat optik sangat berhubungan dengan indera penglihatan manusia, yaitu mata.

Kita dapat melihat dikarenakan adanya pemantulan cahaya ke mata untuk kemudian diproses di otak sehingga kita dapat mengetahui obyek apa yang kita lihat. Oleh karena itu, kita hanya bisa melihat dalam kondisi cahaya yang cukup dan tidak bisa di tempat yang gelap.

Alat optik memiliki prinsip kerja yang sebetulnya sama dengan indera penglihatan kita, yaitu dengan memanfaatkan sifat-sfiat cahaya (seperti pemantulan dan pembiasan). Tapi, perlu diketahui bahwa lensa dan cermin itu berbeda, dalam hal sifat cahaya yang dihasilkan juga berbeda.

Alat optik terbagi menjadi dua jenis, yaitu alami dan buatan. Alat optik alami adalah indera penglihatan kita (mata), sedangkan alat optik buatan dapat berupa kacamata, mikroskop, teropong, dan lup/kaca pembesar.

Sebetulnya masih banyak lagi, tapi pada artikel ini akan dibahas kedua jenis alat optik tersebut.

Cermin

Cermin merupakan benda yang dibuat untuk merefleksikan cahaya dan bayangan. Cermin terdiri dari cermin cekung, cembung, dan datar. Berikut penjelesannya:

Cermin cekung

Cermin cekung juga disebut sebagai cermin konkaf merupakan cermin yang berbentuk lengkung dan dapat memantulkan cahaya pada bagian dalamnya. Cermin ini juga disebut sebagai cermin positif atau cermin konvergen karena sifatnya yang mengumpulkan atau memusatkan cahaya yang jatuh padanya ke titik fokus.

Untuk lebih mudah memahami, perhatikan ilustrasi berikut!

cermin cekung

dimana M merupakan titik pusat kelengkungan cermin dan F merupakan titik fokus cermin. Rumus keduanya sbb:

rumus cermin cekung

dimana f merupakan fokus cermin (cm), s merupakan jarak benda ke cermin (cm), s’ merupakan jarak bayangan ke cermin (cm), h merupakan tinggi benda (cm), h’ merupakan tinggi bayangan (cm), dan M merupakan pembesaran bayangan.

Sifat bayangan yang dihasilkan dari cermin cekung, yaitu:

  • Benda berada di ruang I sifat bayangannya adalah maya, tegak, diperbesar dengan letak bayangan berada di belakang cermin.
  • Benda berada di titik fokus sifat bayangannya adalah maya, tegak, diperbesar dengan letak bayangan di belakang cermin.
  • Benda berada di ruang II sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, diperbesar dengan letak bayangannya berada di depan cermin.
  • Benda berada di pusat kelengkungan cermin sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, sama besar dengan letak bayangan berada di depan cermin.
  • Benda berada di ruang III sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, diperkecil dengan letak bayangan berada di depan cermin.

Perlu juga diketahui bahwa besar penjumlahan antara nomor ruang benda dan bayangan adalah lima. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan posisi benda dan bayangan sehingga dapat diketahui sifat bayangannya.

Cermin cembung

Cermin cembung juga disebut sebagai cermin konveks. Cermin cembung merupakan cermin yang berbentuk lengkung bagian luarnya dan dapat memantulkan cahaya.

Cermin ini juga sebagai cermin negatif atau divergen karena sifatnya dalam menyebarkan cahaya yang jatuh padanya. Berikut ilustrasi mengenai cermin cembung:

cermin cembung

dimana f merupakan jarak fokus (cm), R merupakan jari-jari kelengkungan cermin (cm), dan O merupakan titik pusat optik

Sifat bayangan cermin cembung adalah maya, tegak, diperkecil, terletak di belakang cermin yaitu antara titik O dan F. Jarak bayangan yang dihasilkan selalu lebih kecil daripada jarak bendanya, juga jarak bayangan selalu bernilai negatif.

Jarak fokus cermin cembung dapat dinyatakan dengan rumus, sbb:

rumus cerming cekung

dengan rumus pembesaran bayangan sama dengan pers. (2). Jarak fokus yang bertanda negatif disebabkan letak titik fokus berada di belakang cermin. Nilai s’ selalu bertanda negatif karena benda yang berada di depan cermin cembung selalu membentuk bayangan maya.

Baik cermin cekung maupun cembung memiliki rumus jari-jari kelengkungan yang sama, dapat dinyatakan sbb:

cermin cembung

Cermin datar

Cermin ini adalah cermin yang paling sederhana dan tidak ada lengkungan pada sisi-sisinya. Sifat bayangan yang dihasilkan adalah maya, tegak dan sama besar dengan posisi yang berlawanan terhadap bendanya.

Bayangan yang dihasilkan akan sama besar dengan bendanya. Nilai fokus yang dihasilkan pun tak terhingga.

Jika dua buah cermin datar diletakkan saling berhadapan dan membentuk sudut tertentu, maka banyaknya banyangan yang terbentuk dapat dinyatakan dengan rumus sbb:

cermin datar

dimana n merupakan jumlah bayangan yang terbentuk, dan 1 merupakan sudut yang terbentuk di antara kedua cermin.

Berikut ilustrasi mengenai cermin datar yang membentuk sudut tertentu:

cermin datar

Jika kamu bercermin untuk melihat kamu secara keseluruhan (tinggi badan kamu secara keseluruhan), maka diperlukan panjang minimal atau tinggi dari cermin datar dengan persamaan sbb:

rumus cermin datar

Lensa

Lensa merupakan benda bening tembus cahaya yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian lengkung dan datar dimana berfungsi untuk membiaskan cahaya. Lensa terdiri dari lensa cembung dan cekung. Berikut penjelasannya:

Lensa cembung

Lensa cembung merupakan lensa dengan bagian tengah lebih tebal daripada bagian tepinya. Lensa ini mengumpulkan berkas sinar datang dan mengumpulkan berkas sinar bias.

Lensa ini juga disebut sebagai lensa konvergen atau pun lensa positif. Berikut ilustrasi dari lensa cembung:

lensa cembung

dimana M1 dan M2 merupakan titik pusat kelengkungan lensa, F1 dan F2 merupakan titik fokus (titik api) lensa, O merupakan titik pusat lensa.

Berikut sifat bayangan dan letak bayangan yang dihasilkan dari lensa cembung:

  • Benda yang berada di ruang I sifat bayangannya adalah maya, tegak, diperbesar dengan letak bayangan berada di depan lensa.
  • Benda yang berada di titik fokus sifat bayangannya adalah maya, tegak, diperbesar dengan letak bayangannya berada di depan lensa.
  • Benda berada di ruang II sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, diperbesar dengan letak bayangannya berada di belakang lensa.
  • Benda berada di titik pusak kelengkungan sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, sama besar dengan letak bayangannya berada di belakang lensa.
  • Benda berada di ruang III sifat bayangannya adalah nyata, terbalik, diperkecil dengan letak bayangannya berada di belakang lensa.

Pada lensa cembung semua bayangan maya selalu tegak lurus teradap bendanya. Sedangkan untu bayangan nyata selalu terbalik terhadap bendanya.

Rumus untuk jarak fokus dan perbesaran bayangannya sama seperti pers. (1) dan (2). Lensa cembung memiliki kekuatan untuk mengumpulkan berkas sinar bias.

Kekuatan tersebut dinamakan sebagai kekuatan lensa cembung, dengan rumus sbb:

lensa cembung

dimana 2 merupakan kekuatan lensa cembung dengan satuan dioptri (D), 3 merupakan titik dekat mata normal (biasanya 25 cm), dan PP merupakan Punctum Proximum atau titik dekat mata (bagi penderita rabun dekat), (cm).

Lensa cekung

Merupakan lensa yang bagian tengahnya menghadap ke bagian dalam atau dengan kata lain bagian tengah lebih tipis dibanding bagian tepi. Lensa ini bersifat menyebarkan berkas cahaya atau disebut sebagai divergen.

Lensa cekung merupakan lensa negatif. Berikut ilustrasi mengenai lensa cekung:

lensa cekung

Sifat bayangan yang dihasilkan adalah maya, tegak, diperkecil dan terletak di depan lensa yaitu antara titik pusat optik dengan titik fokus. Jarak bayangan lebih kecil dari jarak benda dan jarak bayangan selalu bernilai negatif.

Jarak fokus lensa cekung dapat dinyatakan dengan rumus seperti pada pers. (3). Lensa cekung memiliki kekuatan untuk menyebarkan sinar.

Semakin kecil jarak fokus lensa, maka semakin besar kemampuannya dalam menyebarkan sinar. Kekuatan tersebut dinamakan sebagai kekuatan lensa cekung dpat dinyatakan dengan rumus, sbb:

rumus lensa cekung

dimana 5 merupakan kekuatan lensa cekung dengan satuan dioptri (D), dan PR merupakan Punctum Remotum merupakan titik jauh mata penderita (bagi penderita rabun jauh), (cm).

Alat Optik

Alat optik terbagi menjadi alat optik alami dan buatan. Alat optik alami adalah indera penglihatan manusia yaitu mata.

Sedangkan alat optik buatan dapat berupa kacamata, mikroskop, teropong, dan lup/kaca pembesar. Berikut penjelesan mengenai jenis kedua alat optik tersebut:

Loading...
Loading...

Mata

Mata merupakan indera penglihatan manusia yang dapat melihat obyek fisik di depannya. Obyek yang berada di depan mata memantulkan cahaya ke mata.

Cahaya tersebut diteruskan melalui kornea, menuju pupil untuk kemudian ditersukan ke lensa mata. Kornea dan lensa mata membelokkan cahaya untuk difokuskan pada retina.

Fotoreseptor (Photoreceptors) pada retina berfungsi mengubah cahaya tersebut menjadi gelombang elektrik untuk diteruskan menuju saraf optik. Saraf optik tersebut meneruskan cahaya menuju otak.

Kemudian, pada bagian lobus oksipital (otak besar) gelombang elektrik tersebut diolah menjadi gambar. Sehingga kita dapat melihat obyek yang berada di depan kita.

Berikut ilustrasi mata manusia agar lebih mudah dalam memahaminya:

mata manusia

Kacamata

Merupakan alat yang digunakan untuk membantu penglihatan seseorang yang menderita cacat mata baik itu berupa rabun dekat, rabun jauh, atau pun mata silindris. Kacamata menggunakan lensa bukan cermin.

Kacamata bekerja dengan memfokuskan obyek yang dilihat agar bayangan tepat jatuh di retina, melalui cara menjauhkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun jauh atau mendekati titik jatuh bayangan pada penderita rabun dekat. Jauh dekatnya bayangan terhadap lensa bergantung pada letak obyek, jarak fokus lensa dan kekuatan lensa yang digunakan.

Rumus untuk jarak fokus dan kekuatan lensa begantung pada jenis lensa yang digunakan dan telah dibahas pada bagian sebelumnya. Berikut penjelasan mengenai cacat mata:

  • Miopi (rabun jauh), merupakan sautu keadaan dimana seseorang tidak bisa melihat benda yang jauh karena bayangan benda jatuh di depan retina. Penderita dapat dibantu dengan menggunakan lensa cekung atau lensa negatif. Rumus kekuatan lensa cekung sebagaimana telah dinyatakan pada pers. (8).
  • Hipermetropi (rabun dekat), merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa melihat benda yang dekat karena bayangan benda jatuh di belakang retina. Penderita dapat dibantu dengan menggunakan lensa cembung atau lensa positif.Oleh karena itu kacamata bagi penderita rabun dekat sering disebut sebagai kacamata plus. Rumus kekuatan lensa cembung sebagaimana telah dinyatakan pada pers. (7).
  • Astigmatisme (silindris), merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa membedakan garis vertikal dan horisontal secara bersamaan karena bola mata tidak berbentuk sferis melainkan melengkung di bagian tertentu. Cacat mata ini memfokuskan sinar pada bidang vertikal menjadi lebih pendek daripada sinar pada bidang horisontal. Penderita dapat dibantu dengan menggunakan kacamata silindris agar bayangan yang terbentuk tepat jatuh di retina.
  • Mata tua (presbiopi), merupakan suatu keadaan dimana kemampuan seseorang dalam mencembungkan atau memipihkan lensa mata semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Titik dekat mata bagi penderita ini lebih besar dari 25 cm, sedangkan titik jauh mata bagi penderita ini berada pada jarak tertentu. Oleh karena itu, penderita merasa kesulitan dalam melihat benda yang berjarak dekat maupun jauh. Penderita dapat ditolong dengan menggunakan kacamata berlensa silindris atau kacamata bifokal (berlensa ganda).

Perlu kamu ketahui bahwa daya akomodasi merupakan daya menebal dan menipisnya lensa mata. Lensa mata mata berada dalam bentuk paling tipis saat mata tak berakomodasi.

Punctum Remotum merupakan titik terjauh yang masih dapat dilihat oleh seseorang saat mata tak berakomodasi. Untuk mata normal berada pada jarak tak terhingga.

Sedangkan Punctum Proximum merupakan titik terdekat yang masih dapat dilihat oleh seseorang saat mata berakomodasi maksimum. Untuk mata normal berada pada jarak 25 cm.

Kamera

Kamera merupakan alat yang digunakan untuk mengambil gambar ataupun video. Kamera memiliki cara kerja yang mirip dengan mata kita.

Lensa pada kamera berguna untuk memfokuskan bayangan dimana bayangan tersebut melewati filter yang akan ditangkap oleh sensor gambar. Jarak antara lensa dengan sensor gambar disebut sebagai jarak fokus.

Sensor gambar atau sensor CCD (charge-coupled device) berguna untuk merubah sinyal analog (bayangan) menjadi sinyal digital (elektrik). Pada CCD terdapat jutaan titik sensor yang dikenal sebagai piksel.

Semakin besar jumlah piksel maka semakin baik gambar yang dihasilkan dan sebaliknya. Kemudian sinyal digital diolah agar gambarnya (bayangan) tersebut bisa dilihat pada layar LCD kamera tersebut.

Berikut ilustrasi sederhana mengenai cara kerja kamera:

prinsip kerja kamera

Mikroskop

Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk melihat benda yang berukuran kecil, seperti benda yang berukuran mikro maupun nano. Intinya benda yang tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung.

Mikroskop memanfaatkan pemantulan dan pembiasan cahaya. Mikroskop terdiri dari lensa cembung yang berada pada lensa okuler (lensar dekat mata pengamat) dan oyektif (lensa dekat obyek yang diamati).

Mikroskop dapat dibedakan menjadi mikroskop sederhana (perbesaran dan tidak sederhana ). Berikut ilustrasi mikroskop:

mikroskop

Rumus perbesaran total mikroskop, yaitu:

rumus mikroskop

dimana 11 merupakan perbesaran lensa okuler, dan 12 merupakan perbesaran lensa obyektif.

Perbesaran lensa okuler, yaitu:

13

dimana 14 merupakan titik dekat mata normal (biasanya 25 cm), 15 merupakan jarak fokus pada lensa okuler (cm).

Sedangkan untuk perbesaran lensa okuler dengan mata berakomodasi maksimum, yaitu:

16

Perbesaran lensa obyektif, yaitu:

17

dimana 18 merupakan jarak bayangan ke lensa obyektif (cm), dan 20 merupakan jarak benda ke lensa obyektif (cm).

Panjang mikroskop, yaitu:

21

dimana d merupakan panjang mikroskop (cm), 22 merupakan jarak bayangan ke lensa obyektif (cm), dan 24 merupakan jarak bayangan ke lensa okuler (cm).

Teropong

Merupakan alat yang digunakan untuk melihat benda yang jaraknya jauh dari pengamat. Prinsipnya hampir sama dengan mikroskop.

Teopong dapat dibedakan menjadi teropong bintang (untuk melihat benda-benda di angkasa) dan bumi (untuk melihat benda-benda di bumi). Berikut ilustrasi mengenai prinsip kerja dari teropong:

kerja teropong

Perbesaran teropong saat mata tidak berakomodasi, yaitu:

28

dimana 29 merupakan jarak fokus lensa obyektif (cm), dan 30 merupakan jarak fokus lensa okuler (cm).

Sedangkan perbesaran teropong untuk mata berakomodasi maksimum, yaitu:

31

dimana 32 merupakan jarak benda ke lensa okuler (cm).

Kaca pembesar

Merupakan alat yang digunakan untuk melihat benda yang berukuran kecil (masih dapat dilihat dengan mata telanjang, namun ukurannya sangat kecil sehingga sulit untuk dilihat) dengan memanfaatkan perbesaran dari lensa yang digunakan dimana menggunakan sebuah lensa cembung. Persamaan untuk perbesarannya baik pada saat mata berakomodasi maupun tidak sama seperti lensa okuler pada mikroskop, pada pers. (10) dan (11).

Jadi, alat optik merupakan suatu alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari alat optik, yaitu pada mata.

Kita menggunakan mata untuk melihat obyek yang ada di depan kita. Alat optik sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan sangat membantu dalam hal melakukan pekerjaan, misalnya jika kita ingin melihat obyek yang jauh maka kita menggunakan teropong agar obyek tersebut dapat terlihat dengan baik.

Demikian, pembahasan artikel ini mengenai alat optik. Semoga dapat mudah dipahami materinya dan menjawab pertanyaan kamu mengenai alat optik.

Contoh Soal Latihan

  1. Sebuah benda dengan tinggi 10 cm berada pada jarak 5 cm dari cermin cekung. Jika jari-jari kelengkungan cermin sebesar 16 cm. Berapa tinggi bayangan benda?

Jawab:

40

2. Seseorang memiliki tinggi badan 170 cm dan dia ingin bercermin di depan sebuah cermin datar. Berapa tinggi cermin yang diperlukan agar orang tersebut dapat melihat dirinya secara keseluruhan?

Jawab:

Sebagaimana pers. (6), maka tinggi cermin yang diperlukan dapat dicari yaitu:

41
  1. Seorang penderita rabun jauh hanya mampu melihat benda sejauh 100 cm. Dia ingin menggunakan kacamata plus. Berapa besar kekuatan lensa yang diperlukan untuk mengatasi rabun jauhnya tersebut?

Jawab:

Berdasarkan pers. (7), maka dapat diketahui kekuatan lensa yang diperlukan, yaitu:

43

Pertanyaan Umum

Apa yang kamu ketahui mengenai alat optik?

Alat optik adalah alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik dengan memanfaatkan lensa dan atau cermin untuk melihat objek yang diamati. Lensa/cermin tersebut berguna untuk memanfaatkan sifat-sifat cahaya sehingga objek bisa dilihat oleh mata.
Alat optik terbagi menjadi dua jenis, yaitu alami dan buatan. Alat optik alami berupa mata kita, sedangkan buatan berupa kacamata, mikroskop, teropong, dan lup/kaca pembesar.

Apa saja jenis dari cacat mata?

Cacat mata dapat dibedakan menjadi:
Miopi (rabun jauh) : merupakan sautu keadaan dimana seseorang tidak bisa melihat benda yang jauh karena bayangan benda jatuh di depan retina. Penderita dapat dibantu dengan menggunakan lensa cekung atau lensa negatif. Rumus kekuatan lensa cekung sebagaimana telah dinyatakan pada pers. (8).
Hipermetropi (rabun dekat) : merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa melihat benda yang dekat karena bayangan benda jatuh di belakang retina. Penderita dapat dibantu dengan menggunakan lensa cembung atau lensa positif.
Oleh karena itu kacamata bagi penderita rabun dekat sering disebut sebagai kacamata plus. Rumus kekuatan lensa cembung sebagaimana telah dinyatakan pada pers. (7).
Astigmatisme (silindris), merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak bisa membedakan garis vertikal dan horisontal secara bersamaan karena bola mata tidak berbentuk sferis melainkan melengkung di bagian tertentu. Cacat mata ini memfokuskan sinar pada bidang vertikal menjadi lebih pendek daripada sinar pada bidang horisontal. Penderita dapat dibantu dengan menggunakan kacamata silindris agar bayangan yang terbentuk tepat jatuh di retina.
Mata tua (presbiopi), merupakan suatu keadaan dimana kemampuan seseorang dalam mencembungkan atau memipihkan lensa mata semakin berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Titik dekat mata bagi penderita ini lebih besar dari 25 cm, sedangkan titik jauh mata bagi penderita ini berada pada jarak tertentu.

Apa perbedaan antara cermin dengan lensa?

Cermin dengan lensa jelas berbeda sebagaimana pembahasan pada materi. Cermin merupakan benda yang dibuat untuk merefleksikan cahaya dan bayangan. Cermin terdiri dari cermin cekung, cembung, dan datar. Sedangkan lensa merupakan benda bening tembus cahaya yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian lengkung dan datar dimana berfungsi untuk membiaskan cahaya. Lensa terdiri dari lensa cembung dan cekung.

Daftar Pustaka

  • Admin – idschool. 2017. Pengertian, Rumus, Contoh Soal, dan Sifat Bayangan pada Cermin Datar. Diperoleh dari https://idschool.net/smp/fisika-smp/pengertian-rumus-contoh-soal-dan-sifat-bayangan-pada-cermin-datar/ (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Admin – idschool. 2017. Pengertian, Rumus, Contoh Soal, dan Sifat Bayangan pada Lensa Cekung. Diperoleh dari https://idschool.net/smp/fisika-smp/pengertian-rumus-contoh-soal-dan-sifat-bayangan-pada-lensa-cekung/ (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Admin – idschool. 2017. Rumus Kekuatan Lensa Cembung dan Cekung. Diperoleh dari https://idschool.net/smp/fisika-smp/rumus-menghitung-kekuatan-lensa-kacamata-pada-penderita-miopi-dan-hipermetropi/ (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Adnminami01. 2019. Rumus Cermin Cekung Lengkap Dengan Contoh Soalnya. Diperoleh dari https://rumusrumus.com/rumus-cermin-cekung/ (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Ahmad. 2020. Cermin Cembung. Diperoleh dari https://www.yuksinau.id/cermin-cembung-pengertian-sifat-rumus/ (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Essilor.co.id. Bagaimana Mata Bekerja? Diperoleh dari https://www.essilor.co.id/vision/how-eyes-work (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Ibadurrahman. Alat Optik. Diperoleh dari https://www.studiobelajar.com/alat-optik/ (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Kelaspintar.id. Mengenal Alat-Alat Optik. Diperoleh dari https://www.google.com/amp/s/www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/mengenal-alat-alat-optik-4267/amp/ (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Murjana, Angga. 2020. Rumus Kekuatan Lensa Beserta Bagian Mata Dan Contoh Soal. Diperoleh dari https://rumusrumus.com/rumus-kekuatan-lensa/ (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Putri, Marissa. 2019. Materi Lengkap Cermin dan Lensa. Diperoleh dari https://m.utakatikotak.com/kongkow/detail/15722/Materi-Lengkap-Cermin-dan-Lensa (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Supervisor Blog MIPA – FISIKABC. 2017. Lensa: Pengertian, Jenis + Gambar, Bagian-Bagian dan Perjanjian. Diperoleh dari https://www.fisikabc.com/2017/11/lensa.html?m=0 (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Supervisor Blog MIPA – FISIKABC. 5 Rumus Penting Pada Cermin Cekung, Contoh Soal dan Pembahasan. Diperoleh dari https://www.fisikabc.com/2017/10/rumus-cermin-cekung.html?m=0 (diakses pada 22 Mei 2020).
  • Thompson, J. Brian, dan Kingslake, Rudolf. Optics. Diperoleh dari https://www.britannica.com/science/optics (diakses pada 22 Mei 2020).

Baca juga

Loading...
Loading...