Home / Fisika / Alat Ukur Panjang

Alat Ukur Panjang

  • 9 min read

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia 2016

Alat ukur panjang merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang. Panjang merupakan besaran pokok dengan satuan internasional berupa meter (m). Panjang didefinisikan sebagai jarak lintasan yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299.792.458 sekon. Terdapat berbagai alat ukur panjang, diantaranya penggaris, meteran, jangka sorong dan mikrometer sekrup. Hasil pengukuran harus valid, akurat dan presisi, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Apakah kamu pernah mengukur panjang? Alat ukur apa yang kamu pakai? Bagaimana cara kerja alat ukur panjang yang kamu gunakan? Ada banyak jenis loh alat ukur fisika yang digunakan untuk mengukur panjang, penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. Lalu, apa saja macam-macam alat ukur panjang itu? Bagaimana cara kerjanya? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Pengertian Alat Ukur

Alat ukur merupakan alat yang digunakan dalam pengukuran untuk mengetahui besaran dari suatu objek yang diukur. Sedangkan pengukuran merupakan kegiatan untuk menentukan besaran dengan berdasarkan satuan yang telah ditetapkan dalam sistem SI (Satuan Internasional).

Hasil pengukuran harus valid, akurat dan presisi, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Alat ukur yang digunakan harus sudah terstandardisasi. Standardisasi merupakan proses untuk membentuk standar yang memiliki karakteristik dan melalui proses tertentu.

Dalam standardisasi terdapat suatu metode. Alat ukur mengukur suatu besaran yang memiliki satuan tertentu.

Besaran merupakan sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Sedangkan satuan merupakan sesuatu yang menyatakan hasil dari pengukuran.

Satuan pengukuran yang valid ditetapkan melalui sistem SI (MKS – Meter Kilogram Sekon).

Sebelum alat ukur digunakan, harus dilakukan standardisasi terlebih dahulu pada alat ukur tersebut. Standardisasi hanya boleh dilakukan oleh lembaga yang berwenang.

Di Indonesia, terdapat salah satu badan standardisasi nasional bernama BSN – KSNSU (Badan Standardisasi Nasional – Komite Standar Nasional untuk Satuan Ukur). Tujuan dari badan standardisasi adalah untuk menyamakan hasil (keluaran) dari alat ukur di Indonesia.

Jadi, jika alat ukur itu digunakan di wilayah yang berbeda dengan alat ukur yang sama, maka hasil yang diberikan pun akan sama. Sehingga hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kalibrasi alat ukur merupakan kegiatan membandingkan atau menyesuaikan kebenaran dari alat ukur (untuk menyatakan hasil pengukuran) dengan satuan standar Internasional sehingga kebenarannya dapat terlacak (traceable) dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalibrasi dimaksudkan agar hasil pengukurannya valid, akurat dan presisi.

Jika tidak dilakukan kalibrasi, maka hasil pengukuran dari suatu alat ukur dapat berebda bahkan sangat berbeda dengan hasil sebenarnya (menjadi tidak akurat). Sehingga hasil pengukuran tidak bisa dipakai (tidak bisa dipercaya) dan hasilnya bersifat tidak valid.

Oleh karena itu, kalibrasi sangat diperlukan pada alat ukur sebelum digunakan.

Sebenarnya kalibrasi dan standardisasi memiliki prinsip yang sama, yaitu sama-sama menetapkan standar ukur agar hasil pengukuran dapat dipertanggungjawabkan. Perbedaannya bahwa kalibrasi adalah penyesuaian alat ukur terhadap alat ukur standar (terstandardisasi).

Sedangkan standardisasi lebih identik pada penetapan satuan ukur dari alat ukur. Urutan standardisasi sbb:

urutan standarisasi

Badan standardisasi primer contohnya BIPM, sedangkan standardisasi sekunder adalah BSN – KSNSU.

Besaran Panjang

Panjang merupakan besaran pokok dengan satuan berupa meter (m). Panjang didefinisikan sebagai jarak lintasan yang ditempuh oleh cahaya pada ruang vakum (dalam waktu 1/299.792.458 sekon).

Panjang merupakan jarak antara dua titik pengukuran, yaitu titik awal dan titik akhir pengukuran. Panjang juga disebut sebagai jarak, lebar, ketinggian, maupun kedalaman.

Jarak merupakan panjang yang horizontal. Sedangkan ketinggian merupakan panjang yang vertikal.

Lebar hampir sama pengertiannya dengan jarak dimana lebar merupakan jarak dari satu sisi ke sisi lain pada suatu permukaan dan diukur tegak lurus terhadap panjang benda. Satuan panjang dapat diturunkan menjadi besaran-besaran lainnya menjadi besaran turunan, seperti luas dan volume.

Panjang merupakan ukuran satu dimensi dari objek yang diukur. Luas merupakan ukuran dua dimensi dari objek yang diukur.

Luas memliki bidang yang mendatar dan terdiri dari panjang dan lebar saja. Luas merupakan turunan pertama dari panjang (turunan pertama dari besaran pokok) dan termasuk kedalam besaran turunan.

Sedangkan volume merupakan luas yang berruang, maksudnya adalah luas yang memiliki tinggi. Volume memiliki bagian panjang, lebar dan tinggi.

Besaran panjang menjadi besaran yang fundamental dalam pengukuran karena menjadi dasar dalam pengukuran yang dapat diturunkan menjadi besaran-besaran lainnya (besaran turunan). Panjang merupakan ukuran jarak dua titik pada objek yang diukur.

Alat Ukur Panjang

Alat ukur panjang merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang. Menurut sistem SI, satuan panjang adalah meter (m). Alat ukur yang akan dibahas pada artikel ini terdiri dari penggaris (mistar), meteran, jangka sorong dan mikrometer sekrup.

Berikut penjelasannya:

Penggaris

Penggaris merupakan alat ukur panjang yang praktis dan sering digunakan baik di kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. Penggaris ada yang terbuat dari besi, kayu, maupun plastik.

Selain digunakan sebagai alat ukur, karena bentuknya penggaris juga digunakan untuk membuat garis lurus atau pola tertentu yang bergantung pada bentuk penggaris itu sendiri. Berikut ilustrasi penggaris:

ilustrasi penggaris

Berdasarkan ilustrasi tersebut, cara menggunakannya cukup sederhana dimana kamu meletakkan titik awal pengukuran pada titik nol dan posisikan penggaris sejajar dengan titik akhir pengukuran. Posisi titik akhir pengukuran akan menunjukkan panjang pengukuran.

Dikarenakan ilustrasi tersebut memiliki satuan cm, maka kamu dapat mengubah menjadi satuan meter (sesuai kebutuhan kamu) dengan membagi angka 100 pada hasil pengukuran dimana 1 meter sama dengan 100 cm.

Meteran

Meteran memiliki cara penggunaan yang sama dengan penggaris. Kedua alat ukur tersebut hanya bisa mengukur jarak yang lurus antara dua titik pengukuran (titik awal dan titik akhir pengukuran). Berikut contoh dari meteran:

meteran

Perbedaaan dengan penggaris bahwa pada meteran ujung pengait dikaitkan pada titik awal pengukuran, kemudian badan meteran digerakkan sesuai dengan panjang objek yang diukur.

Jangka sorong

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda, diameter benda baik diameter luar maupun diameter dalam, dan kedalaman benda. Jangka sorong memiliki ketelitian 0,05 mm.

Ketelitian dari jangka sorong merupakan setengah dari skala terkecil (skala nonius). Satuan yang digunakan dalam jangka sorong adalah mm.

Jika kamu ingin mengubah menjadi meter maka harus dibagi 1000 karena 1 m sama dengan 1000 mm. Jangka sorong bukan hanya digunakan dalam bidang fisika, melainkan juga digunakan dalam bidang teknik baik untuk perencanaan, pembuatan, maupun pengecekan suatu produk.

Berikut ilustrasi dari jangka sorong:

jangka sorong

Jangka sorong terdiri dari rahang bawah, rahang atas, skala utama, skala nonius, baut pengunci rahang (sebagai pengunci kedua rahang dalam pengukuran) dan tangkai pengukur kedalaman. Pada bagian rahang terdiri dai rahang tetap dan rahang geser.

Rahang luar (rahang bawah) berfungsi untuk mengukur jarak (panjang suatu benda), sedangkan rahang dalam (rahang atas) berfungsi untuk mengukur diameter suatu benda. Tangkai pengukur kedalaman digerakkan dengan menggerakkan rahang bawah.

Berikut cara membaca jangka sorong:

  1. Perhatikan angka nol pada skala nonius setelah garis ke berapa dari skala utama dimana satu garis pada skala utama bernilai 1 mm dimana nilai yang didapat menjadi nilai dari skala utama.
  2. Kemudian, perhatikan skala nonius yang berhimpit dengan skala utama. Skala yang berhimpit tersebut dikalikan 0,1 mm.
  3. Kemudian hasilnya dijumlahkan dengan rumus sbb:

rumus jangka sorong

Mikrometer sekrup

Mikrometer sekrup merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda, ketebalan dan diameter benda. Alat ukur ini memiliki tingkat ketelitian sebesar 0,01 mm dan lebih teliti dibandingkan jangka sorong, penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Alat ukur ini ditemukan oleh William Gascoigne pada abad ke-17. Terdapat bagian-bagian penting dari mikrometer sekrup, yaitu anvil, spindle, sleeve, thimble, ratchet, lock nut, dan frame.

Berikut gambar dari mikrometer sekrup:

mikrometer sekrup

Cara menggunakan mikrometer sekrup, sbb:

  1. Menggerakkan spindle sesuai dengan ukuran objek yang diukur. Kemudian menguncinya dengan lock nut.
  2. Setelah itu, dilakukan pembacaan pada skala ukur. Berikut keterangan dari skala ukur:

keterangan skala ukur

dimana satu garis pada skala utama garis atas bernilai 1 mm. Sedangkan pada skala utama garis bawah bernilai 0,5 mm. Nilai satu garis pada skala nonius sebesar 0,1 mm. Untuk lebih jelasnya mengenai pengukuran pada mikrometer sekrup, kamu dapat membaca artikel mikrometer sekrup.

Jadi, alat ukur panjang merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang. Panjang merupakan besaran pokok dengan satuan meter (m).

Panjang didefinisikan sebagai jarak lintasan yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299.792.458 sekon. Terdapat berbagai macam alat ukur panjang, diantaranya penggaris, meteran, jangka sorong dan mikrometer sekrup.

Pengukuran panjang harus dilakukan dengan valid, akurat dan presisi, serta hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.

Demikian, pembahasan artikel ini mengenai alat ukur panjang. Semoga pembahasannya mudah dimengerti dan dapat menjawab pertanyaan kamu terkait alat ukur panjang.

Sekian, terimakasih.

Daftar Pustaka

  • Abdullah, Abid. Cara Membaca Jangka Sorong, Pengertian, Sejarah, Bagian – Bagian, dan Kegunaannya. Diperoleh dari https://informazone.com/jangka-sorong/amp/ (diakses pada 26 Juni 2020).
  • Admin. 2019. Jenis – Jenis Alat Ukur Panjang serta Kegunaannya. Diperoleh dari http://ideide.imajinasi7.com/2019/04/10/jenis-jenis-alat-ukur-panjang-serta-kegunaannya/ (diakses pada 26 Juni 2020).
  • Ahmad. 2020. Jangka Sorong. Diperoleh dari https://www.yuksinau.id/jangka-sorong/ (diakses pada 26 Juni 2020).
  • Almegakm. 2016. Apa itu Kalibrasi dan Kapan Kita Perlu Melakukannya? Diperoleh dari http://analisawarna.com/2016/03/22/apa-itu-kalibrasi-dan-kapan-kita-perlu-melakukannya/ (diakses pada 26 Juni 2020).
  • Andala, Mestika. Definisi Panjang. Diperoleh dari https://www.scribd.com/doc/269360689/Definisi-Panjang (diakses pada 26 Juni 2020).
  • Cara Menghitung. Cara Membaca Jangka Sorong yang Benar. Diperoleh dari https://caraharian.com/cara-membaca-jangka-sorong.html# (diakses pada 26 Juni 2020).
  • Deyan Prashna, Nikita Ciamaudi, Novita Rahmaheni Putri, dan Vika Vernanda. 2019. Presentasi Laporan Akhir Kerja Praktek: Badan Standardisasi Nasional: Komite Standar Nasional untuk Satuan Ukuran (BSN – KSNSU).
  • Ibadurrahman. Jangka Sorong. Diperoleh dari https://www.studiobelajar.com/jangka-sorong/ (diakses pada 26 Juni 2020).
  • Prashna, Deyan. 2020. Mikrometer Sekrup. Diperoleh dari https://bacaboy.com/mikrometer-sekrup/ (diakses pada 26 Juni 2020).

Baca juga