Home / Biologi / angiospermae

Angiospermae

  • 6 min read
Loading...

Penulis : Rizkia Afriani, Mahasiswi IPB Jurusan Biologi

Pengertian Angiospermae

Angiospermae atau disebut juga tumbuhan berbunga merupakan kelompok tumbuhan yang berkembang dengan menggunakan biji. Angiospermae disebut juga kelompok magnoliophyta dengan 8 kelompok tumbuhan darat yang sangat beragam, sekitar 300.000 spesies yang dikenal. Secara etimologis, angiospermae artinya ialah tumbuhan penghasil biji atau tumbuhan berbuah.

Awal periode kretaceous dan kurang lebih 130 juta tahun yang lalu, ditemukan fosil angiospermae dan dominan pada 90 juta tahun yang lalu. Family modern dan beberapa marga modern ditemukan sekitar 75 juta tahun yang lalu.

Fosil angiospermae yang ditemukan paling awal memiliki bunga dan serbuk sari berumur 130 juta tahun, dari awal periode kretaceous. Fosil archaefructus meyakinkan asal angiospermae sekitar 10-20 juta tahun lalu dengan bunga kecil, sederhana, warna tidak mencolok serta sistem polinasi yang sederhana.

klasifikasi Angiospermae berdasarkan analisa filogeni
Gambar 1
Loading...
klasifikasi Angiospermae berdasarkan analisa filogeni

Angiospermae terdiri dari 97% monocot dan eudikot dan 3% terdiri dari sejumlah garis evolusi yang terbentuk sebelum pemisahan monocot dan eudikot. Sebaran wilayahnya yaitu Australasian dan belahan bumi bagian selatan.

Karakter dari kelompok tersebut yaitu serbuk sari dengan aperture tunggal, daun mengandung sel minyak dengan minyak ethereal, yang menjadi dasar aroma pala, merica, dan daun laurel. Kelompok 3% tersebut terdiri dari 5 famili yaitu kelompok Magnoliid, laurel (Lauraceae), pepper (Piperaceae), pipevine (Aristolochiaceae) Calycanthaceae, Nymphaceae (lili air), dan Amborellaceae.

Angiospermae termasuk group tumbuhan yang memiliki karakter khusus pada bunga, buah, dan siklus hidup yang khas.

Angiospermae memiliki sistem reproduksi dengan menggunakan bunga. Bunga memberikan keanekaragaman karakteristik ekternal berhubungan dengan spesies angiospermae.

Fungsi bunga adalah memastikan pembuahan ovul dan pengembangan buah yang mengandung biji. Ada dua jenis sel reproduksi yang dihasilkan oleh bunga, yaitu mikrospora dan megaspora.

Mikrospora akan membelah menjadi butiran-butiran serbuk sari yang merupakan sel jantan dihasilkan pada benang sari (mikrosporofil). Sel-sel betina disebut megaspore yang akan membelah menjadi sel telur, terkandung dalam ovul dan tertutupi oleh karpel bunga (megasporophyl).

Baca juga tulisan lain dari bacaboy:

Bagian-bagian bunga

bagian bagian bunga
  1. Sepal (kelopak bunga) : Merupakan bagian pelindung kelopak bunga yang berukuran kecil seperti daun yang tumbuh di dasar kelopak. Sepal berfungsi dalam melindungi bunga sebelum mekar.
  2. Petal (mahkota bunga) : Merupakan bagian bunga yang memiliki bentuk yang unik dan sering berwarna cerah untuk menarik serangga dan makhluk hidup.
  3. Peduncle : Merupakan bagian tangkai atau batang bunga.
  4. Receptakel : Bagian yang menebal pada bagian bawah bunga sebagai penopang organ bunga.
  5. Putik : Merupakan organ bunga betina yang tersusun atas:
  • Stigma (kepala putik) : Sebagai penerima serbuk sari yang akan memulai proses fertilisasi.
  • Style (tangkai putik) : Apabila serbuk sari mencapai stigma, maka akan terjadi penumbuhan tabung untuk fertilisasi (pembuahan) yang mencapai ovari.
  • Ovari (bakal buah) : Organ tempat ovul untuk pembuahan. Setelah penyerbukan, ovary akan tumbuh menjadi buah.
  • Ovul (bakal biji) : Terletak di dalam ovari. Setelah serbuk sari membuahi sel telur maka ovul akan tumbuh menjadi bij.

6. Benang sari (stamen) : Merupakan organ jantan bunga, yang terdiri dari:

  • Anther (kepala benang sari) : Anther berfungsi dalam produksi serbuk sari yang digunakan dalam pembuahan. Serbuk sari yang telah matang akan diangkut ke dalam putik oleh hewan penyerbuk seperti lebah.
  • Filament : Merupakan tangkai yang menopang anther dan menempelkannya pada bunga.

Proses gametogenesis pada tumbuhan angiospermae

Proses gametogenesis pada tumbuhan angiospermae (berbiji) dibagi menjadi dua, yaitu mikrosporogenesis dan megasporogenesis.

a. Mikrosporogenesis

Merupakan proses pembentukan gamet jantan dalam kepala sari dari sel induk mikrospora. Proses pembentukan gamet jantan yaitu:

Loading...
  1. Sel induk mikrospora membelah secara meiosis I menghasilkan sepasang sel haploid kemudian sel ini membelah secara meiosis II menghasilkan tetrad mikrospora.
  2. Setiap mikrospora mengalami pembelahan secara kariokinesis menghasilakan dua inti haploid berupa inti vegetatif dan inti generatif.
  3. Kemudian inti generatif membelah secara mitosis membentuk dua inti sperma yaitu inti generatif I dan inti generatif II.

Sehingga, sebutir serbuk sari yang telah matang mengandung 3 inti haploid yaitu inti generatif I, inti generative II, dan inti vegetatif. Serbuk sari yang telah matang akan masuk ke dalam putik untuk pembuahan.

b. Megasporogenesis

Merupakan proses pembentukan gamet betina dalam ovary (bakal buah). Sel induk megaspore terdapat dalam ovul yang merupakan bakal biji. Ovul diselubungi oleh ovary. Proses pembentukan gamet betina, yaitu:

  1. Sel induk megaspore berinti diploid dalam ovary akan membelah secara meiosis I, menghasilkan dua sel haploid.
  2. Dua sel haploid tersebut membelah secara meiosis II menghasilkan empat megaspora haploid.
  3. Tiga diantara empat megaspora yang dihasilkan mengalami kematian kemudian yang masih hidup akan mengalami tiga kali mitosis dan mengalami kariokinesis menghasilkan kandung lembaga muda dan 8 inti haploid
  4. 8 inti haploid tersebut terdiri dari 2 kandung lembaga sekunder, 3 antipoda, 2 sel sinergid dan 1 ovum atau sel telur.

Pada proses pembuahan ganda, sel telur (ovum) akan dibuahi oleh sel gamet jantan yaitu inti generatif I mehasilkan zigot.

proses pembuahan ganda menghasilkan individu baru
Gambar 3 proses pembuahan ganda menghasilkan individu baru

Sporofit yang telah matang akan menghasilkan serbuk sari (jantan) dan sel telur (betina) dalam bunga. Kemudian penyerbukan terjadi ketika serbuk sari diangkut oleh serangga, angin, air yanga membawanya menuju stigma (putik).

Gametofit betina tumbuh di dalam ovul sedangkan gametofit jantan dalam bentuk serbuk sari. Butir serbuk sari mulai membentuk tabung yang tumbuh ke dalam ovary ke dalam ovul dan ke mikrogametofit.

pembuahan oleh inti gamet pada ovul
Gambar 4 pembuahan oleh inti gamet pada ovul

Pembuahan terjadi oleh inti vegetatif, inti generatif I dan inti generatif II. Inti vegetatif berfungsi sebagai pemandu inti generatif dalam memasuki ovul. Inti generatif I kemudian membuahi sel telur membentuk zigot sedangkan inti generatif II membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperma.

Zigot yang terbentuk tumbuh menjadi embrio dengan menggunakan endosperma sebagai makanan. Dinding ovary (pericarp) berkembang menjadi buah sedangkan ovul menjadi biji. Saat sudah matang, biji akan berkembang mejadi individu baru.

Contoh Soal Latihan

  1. Bagian bunga yang berfungsi dalam menarik serangga dan biasanya berwarna mencolok adalah?

Jawaban: petal (kelopak bunga)

2. Hasil akhir dari proses mikrosporogenesis antara lain?

Jawaban: inti generatif I, inti generatif II dan inti vegetatif

3. Pembuahan oleh inti generatif II menghasilkan apa dan fungsinya?

Jawaban: Inti generatif II membuahi kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperma yang berfungsi sebagai cadangan makanan bagi perkembangan embrio.

Daftar Pustaka

  • Flowering plant diakses pada https://en.m.wikipedia.org/wiki/Flowering_plant
  • Flower anatomy diakses pada https://www.proflowers.com/blog/flower-anatomy
  • Angiospermae diakses pada https://www.flora.dempstercountry.org/0.division. pages/Angiospermae.html
  • Explain microsporogenesis for 5 marks with diagram diakses pada https://www.top perlearning.com/answer/explain-microsporogenesis-for-5-marks-with-diagram%20/lf8o2eff
  • Microsporogenesis diakses pada http://www1.biologie.uni-hamburg.de/b-online /library/webb/BOT311/Angiosperm/microsporogenesis.htm

Baca juga:

Loading...
Loading...