Home / Ekonomi / Bank Sentral

Bank Sentral

  • 5 min read
Loading...

Penulis : Yulia Dwi Rakhmawati mahasiswa UNAS

Kita semua pasti sudah sering mendengar kata bank dan aktivitas kita sehari-hari juga tidak jarang berhubungan dengan bank. Tentu kita juga tahu kalau setiap negara memiliki bank sentral, tapi apakah kalian tahu sebenarnya apa itu bank sental, apa tugasnya, hingga bagaimana negara mengaturnya?? Yuk kita simak pembahasan mengenai bank sentral berikut ini.

Pengertian Bank Sentral

Sebelum kita membahas mengenai pengertian bank sentral, kita harus tahu dulu pengertian bank secara umum. Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak” dari pengertian tersebut dapat kita ketahui bahwa bank menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya ke masyarakat juga dalam berbagai bentuk produk perbankan.

Bank sentral adalah lembaga keuangan negara yang menjalankan kebijakan publik pada sektor perbankan yang dapat mempengaruhi keadaan

href="https://bacaboy.com/category/ekonomi/">ekonomi negara tersebut. Bank sentral sebagai banker dapat mmberikan pinjaman kepada bank untuk membantu memenuhi kebutuhan pendanaan bank tersebut.

Bank Sentral di Indonesia

Sama seperti negara lain, Indonesia juga memiliki bank sentral yaitu Bank Indonesia. Sebelum Bank Indonesia dinasionalisasikan dan kewenangannya berada dipemerintahan Indonesia, awalnya, Belanda mendirikan sebuah bank yang diberi nama De Javasche Bank pada tanggal 24 Januari 1828 dengan Mr. C. De Haan yang diangkat sebagai Presiden DJB dan C.J Smulders sebagai sekretarisnya. Dalam menjalankan usahanya, DJB memiliki pedoman yang disebut Oktroi.

DJB mencetak uang pertama kali pada tanggal 11 maret 1828. Perjalanan DJB menjadi Bank Indonesia tentu tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama, mulai dari masa penjajahan belanda yang berlangsungnya DJB, kedudukan Jepang Indonesia pada masa itu juga berpengaaruh pada lembaga keuangan di Indonesia, kemudian masa agresi militer Belanda II, sampai pada 28 mei 1951 Perdana Menteri Sukiman Wirdjosandjojo mengumumkan bahwa pemerintah akan menasionalisasikan DJB didepan parlemen.

Pada saat itu, Dr. Howink yang menjabat sebagai DJB kemudian mengundurkan diri dari jabatannya, kemudian digantikan oleh Mr. Syafruddin Prawiranegara sebagai Presiden DJB yang baru. 19 juni 1951 terbentuklah Panitia Nasionalisasi DJB yang bertugas untuk mengkaji usulan mengenai langkah nasionalisasi, menyusun RUU nasionalisasi, serta merancang undang-undang bank sentral di Indonesia. 15 Desember 1951 diumumkanlah Undang-Undang nasionalisasi DJB yaitu UU No. 24 tahun 1951.

Nasionalisasi ini dilakukan dengan pembelian saham DJB sebesar 99,4% atau senilai 8,9 juta Gulden. Rancangan Undang-undang Pokok bank Indonesia yang telah disetujui oleh parlemen pada tanggal 10 April 1953 kemudian disahkan oleh Presiden pada tanggal 29 Mei 1953. Bank Indonesia resmi berlaku pada 1 Juli 1953.

Tujuan Bank Indonesia

Tujuan Bank Indonesia bedasarkan UU Nomor 3 tahun 2004 Pasal 7 ayat 1 adalah untuk mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa, serta nilai rupiah terhadap mata uang negara lain. Kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa dapat dilihat dari laju inflasi, sedangkan kestabilan nilai rupiah terhadap mata uang negara lain dapat dilihat dari nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Kerangka kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia adalah inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter atau inflation targeting framework dengan sistim yang digunakan adalah nilai tukar mengambang atau free floating. Kestabilan nilai tukar sangat berpengaruh pada stabilitas harga dan sistim keuangan di Indonesia, sehingga Bank Indonesia memiliki kebijakan nilai tukar sendiri. Pada UU Nomor 3 tahun 2004 Pasal 7 ayat 2-nya dinyatakan bahwa Bank Indonesia menjalankan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan, serta harus mempertimbangkan kebijakan pemerintah pada bidang ekonomi.

Tugas Bank Indonesia

Bank Indonesia sebagai bank sentral tentu memiliki tugas-tugas khusus, antaraa lain :

Loading...

Melaksanakan dan menetapkan kebijakan moneter

Pada tugas ini, Bank Indonesia memiliki beberapa wewenang, yaitu :

  • Bank Indonesia memperhatikan laju inflasi di Indonesia.
  • Bank Indonesia melaksanakan pengendalian moneter.
  • Bank Indonesia memberikan pinjaman kepada bank untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek.
  • Bank Indonesia menjalankan kebijakan mengenai nilai tukar rupiah sesuai dengan sistim yang berlaku.
  • Bank Indonesia mengelola alat pembayaran luar negeri atau cadangan devisa.

Mengatur dan menjaga sistim pembayaran

Pada tugas ini, Bank Indonesia memiliki beberapa wewenang, antara lain :

  • Membererikan persetujuan dan izin penyelenggaraan jasa sistim pembayaran.
  • Memberikan kewajiban kepada penyelenggara jasa sistim pembayaran untuk melaporkan kegiatannya, supaya Bank Indonesia mudah untuk memantau penyelenggaraan sistim pembayaran.
  • Menetapkan aturan penggunaan alat pembayaran.
  • Mengatur sistim kliring antar bank menggunakan rupiah dan atau valuta asing.
  • Bank Indonesia menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan serta mengedarkan uang rupiah, mengambil dan memusnahkan uang dari peredaran termasuk uang yang sudah tidak layak untuk diedarkan.

Mengatur dan mengawasi bank

Pada tugas ini Bank Indonesia memiliki beberapa wewenang, antara lain :

  • Memberikan serta mencabut izin usaha suatu bank.
  • Memberikan izin untuk melakukan pembukaan, penutupan, serta pemindahan kantor bank.
  • Memberikan persetujuan mengenai kepemilikan serta kepengurusan bank.
  • Memberikan izin kepada bank yang akan menjalankan kegiatan usaha tertentu.
  • Mewajibkan seluruh bank untuk memberikan laporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • Melakukan pemeriksaan pada bank secara berkala atau jika diperlukan.
  • Bank Indonesia dapat menghentikan sementara atas sebagian atau seluruh transaksi apabila diduga terjadi tindak pidana perbankan.
  • Mengatur serta mengembangkan sistim informasi antar bank.

Pertanyaan Umum

Apa yang kamu ketahui mengenai Bank Sental?

Bank sentral adalah lembaga keuangan negara yang menjalankan kebijakan publik pada sektor perbankan yang dapat mempengaruhi keadaan ekonomi negara tersebut.

Apa tujuan Bank Indonesia?

Tujuan Bank Indonesia adalah untuk mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah.

Siapa Presiden DJB yang mengundurkan diri setelah diumumkannya rencana nasionaalisasi DJB?

Dr. Howink yang saat itu menjabat sebagai Presiden DJB.

Apakah tugas Bank Indonesia?

Tugas Bank Indonesia yaitu melaksanakan dan menetapkan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga sistim pembayaran, dan mengatur dan mengawasi bank.

Apa saja tiga wewenang Bank Indonesia pada tugas melaksanakan dan menetapkan kebijakan moneter?

Bank Indonesia memperhatikan laju inflasi di Indonesia, melaksanakan pengendalian moneter, dan memberikan pinjaman kepada bank untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek.

Daftar Pustaka

Astarina, Ivalaina dan Angga Hapsila. 2015. Manajemen Perbankan. Yogyakarta : Deepublish.

Baca juga

Loading...