Home / Biologi / Coelenterata

Coelenterata

  • 6 min read

Fauna adalah istilah yang berkaitan dengan segala jenis binatang yang ada. Selain fauna, bisa juga disebut dengan istilah Animalia. Banyak sekali jenis binatang yang bisa kita temukan. Sel pada Animalia ini telah dibatasi membran (istilah lainnya eukariotik). Selain itu, tubuh Animalia juga bersifat multiseluler (tersusun dari banyak sel). Semua binatang tidak bisa menghasilkan zat makanan sendiri. Ini dikarenakan tidak ada pigmen pada binatang untuk menangkap energi sinar matahari.

Beda dengan tumbuhan yang memiliki pigmen untuk menangkap energi sinar matahari. Kemudian, diproses menjadi zat makanan. Oleh karena itu, kebutuhan binatang berupa makanan didapat dari lingkungannya.

Binatang sifatnya heterotroph, sedangkan tumbuhan bersifat autotrof. Struktur di bagian luar membran sel (tersusun oleh hemiselulosa dan selulosa) hewan tidak memperkuat sel-sel yang ada.

Perlu diketahui bahwa dalam dunia binatang dibagi menjadi dua kelompok, antara lain Invertebrata (binatang tanpa tulang belakang) dan Vertebrata (binatang dengan tulang belakang). Yang menjadi fokus dan dijelaskan dalam tulisan ini adalah Invertebrata. Bagi penggemar Biologi, pelajaran tentang Invertebrata sudah tidak asing di benak mereka.

Invertebrata ialah kelompok binatang yang tidak memiliki ruas-ruas tulang belakang. Lalu, kelompok binatang ini dibedakan menjadi filum Coelenterata, Arthropoda, Echinodermata, Mollusca, Annelida, Nemathelminthes, Porifera, dan Platyhelminthes. Dari semua filum ini yang akan dijelaskan secara detail adalah Coelenterata.

Pengertian Coelenterata

Istilah Coelenterata berasal dari dua kata, antara lain coelos yang artinya rongga, dan enteron artinya usus. Kombinasi dari kedua kata tersebut artinya bukan usus berongga, tapi yang benar adalah hewan berongga.

Coelenterata juga memiliki istilah lain yaitu hewan berongga sentral atau coelenteron. Hewan-hewan yang termasuk filum Coelenterata, yaitu anemon laut, ubur-ubur, hewan karang atau koral, dll.

Ciri-ciri Coelenterata

Filum Coelenterata memiliki ciri-ciri yang unik. Terdapat dua lapisan, yakni lapisan luar dan lapisan dalam. Kedua lapisan pada jaringan embrionya disebut diploblastik. Sel-sel epidermis tersusun pada bagian lapisan luar tubuhnya dan gastrodermis merupakan bagian lapisan dalam. Apa itu gastrodermis?

Gastrodermis merupakan lapisan dalam filum Coelenterata yang dibentuk oleh sel nutrisi fagosit dan sel kelenjar. Satu lubang yang ada pada Coelenterata berfungsi sebagai mulut juga sebagai anus.

Binatang filum Coelenterata memiliki sengat yang dihasilkan melalui sel-sel khusus pada lapisan epidermisnya. Sengat ini menjadi senjata untuk melumpuhkan mangsa dan sebagai perlindungan diri dari serangan musuh.

Cara Hidup Coelenterata

Rata-rata binatang Coelenterata hidup di laut, yang hidup di air tawar hanya sebagian. Sistem reproduksi pada Coelenterata ada dua cara, yakni seksual dan aseksual.

Reproduksi secara seksual itu berupa pembentukan sperma dan ovum, kemudian melebur menjadi zigot, dan berkembang menjadi individu baru. Sedangkan reproduksi secara aseksual adalah tunas yang dibentuk, lalu lepas dari induknya, dan menjadi individu yang baru.

Dalam sistem reproduksi filum Coelenterata ada dua istilah, yaitu hermaprodit dan gonochoris. Hermaprodit adalah individu yang sama menghasilkan sperma dan sel telur. Gonochoris adalah individu penghasil sperma ini terpisah dari individu penghasil sel telur.

Klasifikasi Coelenterata

a. Hydrozoa

Habitat ini ada yang hidup di air laut, ada juga di air tawar. Bentuknya berupa polip, sedikit yang berbentuk medusa dan hidupnya bergerombol. Hewan Coelenterata kelas ini biasanya hidup menempel pada benda yang berada di dalam air, seperti tanaman air.

Reproduksi Hydrozoa secara seksual yaitu dengan membentuk sperma dan ovum. Sedangkan reproduksi secara aseksual yaitu pembentukan tunas. Kebanyakan dari Hydrozoa yaitu Hermaprodit, walaupun ada yang gonochoris.

Contoh-contoh Hydrozoa, antara lain:

    1. Hydra fusca (Hydra coklat)
    2. Hydra attenuate (Hydra bening)
    3. Hydra viridis (Hydra hijau): di air tawar hidupnya tidak bergerombol, misal di sungai dengan arus yang tenang, di kolam.
    4. Obelia.

berupa polip di batu karang yang hidup bergerombol di laut dangkal, ada juga yang berupa medusa. Polip pada cabang-cabangnya yang tegak terdapat dua jenis, yaitu Hidrant dan Gonangium. Hidrant adalah polip Obelia yang berfungsi untuk mengambil dan mencerna makanan. Sedangkan Gonangium adalah polip Obelia yang tugasnya berkembang biak secara aseksual.

b. Scyphozoa

Bentuk tubuh dari Coelenterata kelas ini berupa mangkuk terbalik. Hidupnya di laut dan kebanyakan gonochoris. Kelenjar kelamin (gonade) Scyphozoa mempunyai kantung-kantung ruang gastrikum. Contoh hewan kelas ini adalah ubur-ubur (Aurelia aurita).

Ubur-ubur jantan memproduksi sperma dan ubur-ubur betina memproduksi sel telur (ovum). Ovum (sel telur) yang dibuahi sperma akan membentuk zigot. Lalu, terjadi pembelahan zigot berkali-kali dan membentuk blastula (sekumpulan sel yang berbentuk bola).

Kemudian, blastula tersebut berkembang menjadi larva bersilia atau planula. Sampai menemukan tempat yang sesuai, larva baru menetap dan menjadi polip. Pertumbuhan polip semakin besar dan diikuti tumbuhnya kuncup-kuncup baru. Kuncup-kuncup tersebut satu per satu lepas ke air dan menjadi efira.

Setelah itu, efira menjadi medusa muda. Dan terakhir medusa muda bertumbuh menjadi medusa dewasa.

c. Anthozoa

Contohnya yaitu anemon laut dan hewan-hewan karang, dengan bentuk polip. Hewan-hewan ini tidak mempunyai tangkai. Di perairan tropik bersuhu dua puluh derajat Celcius atau lebih, batu karang bisa tumbuh dengan baik.

Kelas ini terdapat tentakel di sekitar mulut dan berjumlah banyak. Mulutnya bisa memanjang dan berujung pada stomodeum. Lalu, stomodeum memanjang hingga masuk ke rongga gastrovaskuler. Rongga gastrovaskuler ini dibagi menjadi beberapa ruang kompartemen oleh mesenteri.

Peran Coelenterata terhadap Kehidupan

Batu karang yang tumbuh dan berkembang biak di pantai mampu menahan abrasi daratan oleh ombak. Selain itu, perkembangbiakan batu karang ini bisa membentuk taman laut. Taman laut yang sudah terbentuk bisa dinikmati oleh banyak orang sebagai objek wisata bahari.

Bagi orang yang membudidayakan batu karang, hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, cinderamata, juga bisa pembuatan taman.

Pertanyaan

  1. Apa sifat Coelenterata? Dan jelaskan!
  2. Jelaskan peranan Coelenterata bagi kehidupan!
  3. Apa bedanya filum Coelenterata dengan filum yang lain? Jelaskan 1 contoh saja!

Jawaban:

  1. Sifat Coelenterata ialah diploblastik. Bisa hidup baik di perairan tawar maupun perairan laut. Bentuknya bisa berupa polip atau medusa.
  2. Batu karang yang dibudidayakan bisa jadi Sumber Daya Alam. Salah satu hasil dari budidaya batu karang tersebut adalah bahan bangunan.
  3. Perbedaan antara Coelenterata dengan Porifera ada pada reproduksi. Reproduksi Coelenterata terdapat 2 sifat, yakni hermaprodit dan gonochoris. Sedangkan, reproduksi Porifera hanya bersifat hermaprodit. Hermaprodit adalah individu yang sama menghasilkan sperma dan sel telur. Gonochoris adalah individu penghasil sperma ini terpisah dari individu penghasil sel telur.

Daftar Pustaka

  • Pramono, Shidiq, Subardi dan Nuryani. 2009. Biologi Untuk Kelas X SMA dan MA 1. Jakarta: CV. Usaha Makmur
  • Sawaldi. 2011. “Pembelajaran Biologi Dengan Quantum Learning Melalui Komputer Dan Modul Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Kemampuan Memori Siswa”. Tesis. Pendidikan Sains, Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Baca juga