Home / Fisika / fase bulan

Fase Bulan

  • 10 min read
Loading...

Penulis : Ditheosvi Alvira Gusti, Mahasiswi Teknik Elektro PNJ

Ditinjau dan edit kembali oleh Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Univesitas Indonesia, 5 Agustus 2020

Kalian tahu tidak, mengapa Bulan mengalami perubahan bentuk misalnya malam ini terlihat bulat sepenuhnya terang, hari berikutnya hanya terlihat setengah saja bentuk Bulan. Hmmm… tidak tahu? Kalau begitu biar aku beritahukan, hal itu terjadi karena disebabkan oleh fase Bulan.

Jika kalian ingin tahu apa itu fase Bulan dan penasaran mengapa hal ini bisa terjadi, maka dari itu, disimak ya materi bacaboy.com berikut ini karena akan membahas segala hal yang berkaitan dengan fase Bulan.

Pengertian Fase Bulan

Fase bulan merupakan bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat atau lebih lengkapnya sebagai perubahan bentuk bulan jika dilihat dari bumi sebagai akibat dari revolusi bulan mengelilingi bumi dimana membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari. Bulan merupakan satu-satunya satelit alamiah Bumi.

Bulan melakukan gerak rotasi dari arah Barat ke Timur dan juga bergerak mengelilingi Bumi dalam periode

Loading...
waktu tertentu sehingga disebut sebagai satelit Bumi dan merupakan satelit terbesar pada kelompok planet dalam (Merkurius, Venus, Bumi dan Mars) yang hingga saat ini menempati kedudukan sebagai satelit terbesar nomor 5 di dalam sistem tata surya. Bulan bersama bumi mengelilingi matahari.

Fase bulan terjadi akibat penyinaran sinar matahari menuju bumi yang terhalang oleh bulan. Sehingga memiliki bentuk yang berbeda-beda bila dilihat dari bumi. Kecepatan bulan mengelilingi bumi sekitar 3.679 km/jam (berdasarkan kerangka acuan bumi).

gambar bulan

Bulan memiliki tiga jenis gerak yang ketiganya bergerak secara bersamaan dan mempengaruhui penampakan Bulan, yaitu:

1. Gerak Bulan berotasi pada porosnya

2. Gerak Bulan berevolusi atau beredar mengelilingi bumi

3. Gerak Bulan beredar mengikuti bumi mengelilingi matahari

Waktu periode revolusi Bulan sama dengan waktu periode rotasi Bulan yaitu sekitar 29,5 hari sehingga permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi selalu permukaan yang sama. Nah, bila kalian amati Bulan secara seksama kalian akan lihat bahwa bentuk Bulan seperti berubah-ubah, selalu berbeda setiap malamnya.

Faktanya, bentuk dan ukuran Bulan tersebut tidak berubah yang berubah adalah penampakannya yang dipengaruhi oleh luas tidaknya pemukaan Bulan yang disinari Matahari karena Bulan bergerak mengelilingi bumi sehingga bagian Bulan yang terkena sinar Matahari tidak sama. Perubahan penampakan Bulan inilah yang disebut dengan Fase Bulan. Terdapat 8 jenis fase bulan yang dapat dibedakan dimana bagian ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

8 Fase Bulan

Fase Bulan atau perubahan penampakan Bulan ini berlangsung secara periodik yaitu dalam periode waktu satu bulan sinodis atau satu bulan komariyah dimana terjadi pengulangan yang sama seperti dengan keadaan satu bulan sebelumnya dan secara umum terdapat 8 fase Bulan sebagai berikut:

fase bulan

1. Fase Bulan Baru (New Moon)

Fase Bulan baru atau New Moon berada pada satu titik dengan keberadaan Bulan diantara Bumi dan Matahari atau segaris, disebut juga sebagai kondisi konjungsi. Pada fase ini memungkinkan terjadinya gerhana Matahari karena Bulan menghalangi cahaya Matahari ke arah Bumi yang berakibat bagian Bulan yang menghadap ke Bumi tidak terkena sinar atau cahaya Matahari sehingga dari Bumi, Bulan tidak terlihat, tampak gelap secara keseluruhan dan fase gelap ini dinamakan sebagai Bulan mati atau Bulan baru.

Pada kondisi ini pula, bulan berperan sebagai konjungsi atau penghubung antara matahari dengan bumi. Sehingga cahaya matahari tidak sampai ke bumi atau cahaya matahari terhalangi oleh bulan.

Fase ini mengakibatkan bulan tidak terlihat dari bumi. Oleh karena itu dinamakan sebagai fase bulan mati atau pun fase bulan baru.

Pada fase ini memungkinkan terjadinya gerhana matahari.

gerhana matahari

2. Fase Bulan Sabit Awal (Waxing Cresent)

Berbeda dari fase bulan baru, fase bulan sabit awal ini berada pada titik kedua dimana bulan bergerak meninggalkan konjungsi sehingga pada fase ini bagian Bulan yang terkena sinar Matahari hanya sedikit dan berlangsung selama 3 hari serta menyebabkan hanya bagian yang sangat kecil dari sisi kanan bulan saja yang terlihat bersinar menyerupai bentuk Bulan sabit.

Fase bulan sabit terjadi pada hari ke-1, 2 dan 3 setiap bulannya dimana pada fase ini bulan meninggalkan titik konjungsi dan bergerak beberapa derajat dari titik konjungsi sehingga hanya sebagian saja yang tersinari matahari. Akibat dari hal ini bentuk bulan menyerupai sabit jika dilihat dari bumi.

Bagian bulan yang terkena cahaya matahari kurang dari setengah bagiannya.

3. Fase Bulan Separuh/Kuartal Pertama (First Quarter)

Fase Bulan separuh atau kuartal pertama ini berada pada titik ketiga atau seperempat lingkaran dari titik awal yang terjadi pada pekan pertama. Pada bagian ini yang terkena sinar Matahari mencakup setengah bagian Bulan sehingga pada fase ini kita dapat melihat bentuk Bulan dari Bumi berbentuk setengah lingkaran atau Bulan separuh.

Fase ini umumnya terjadi pada hari ke-6, ke-7, ataupun ke-8. Bulan hanya nampak setengah bagiannya saja dari bumi.

Loading...

4. Fase Bulan Cembung Awal (Waxing Gibbous)

Fase Bulan cembung awal atau waxing gibbous terjadi pada hari ke-10, ke-11, dan ke-12. Fase Bulan ini terletak dititik keempat dengan keberadaan Bulan sedikit di belakang Bumi dan bagian Bulan yang terkena sinar Matahari semakin besar sehingga hampir seluruh bagian Bulan terlihat bersinar dan hanya sebagian kecil di sisi kiri Bulan yang gelap dan disebut sebagai Bulan cembung.

Bagian bulan yang terkena cahaya matahari sekitar ¾ sehingga bentuk bulan hampir bulat sempurna. Bentuknya dapat dikatakan cembung.

Posisi bulan berada hampir di belakang bumi. Pada fase ini ¼ bagian bulan tidak terkena cahaya matahari.

5. Fase Bulan Purnama (Full Moon)

Fase bulan purnama atau Full moon berada di titik kelima dimana Bumi terletak diantara Bulan dan Matahari atau disebut juga sebagai kondisi oposisi dan terjadi pada hari ke-13, ke-14 dan ke-15. Kondisi ini menyebabkan seluruh sisi Bulan yang disinari Matahari akan menjadi terlihat dan memungkinkan terjadinya fenomena gerhana Bulan dan fase ini dinamakan Bulan purnama.

Pada fase ini, bulan berada di belakang bumi sehingga cahaya matahari tidak dapat menyinari bulan karena terhalang oleh bumi. Hal ini mengakibatkan bentuk bulan terlihat sempurna atau sepenuhnya.

Pada fase ini, bulan memasuki bayang-bayang bumi dan terdapat dua jenis bayang-bayang bumi, yaitu umbra (bayang-bayang gelap) dan penumbra (bayang-bayang terang). Gerhana bulan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu gerhana bulan total dan sebagian.

Gerhana bulan total terjadi jika bulan memasuki daerah umbra. Sedangkan gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian bulan memasuki umbra dan sebagian lagi memasuki penumbra.

gerhana bulan

6. Fase Bulan Cembung Akhir (Wanning Gibbous)

Fase Bulan cembung akhir atau wanning gibbous berada pada titik keenam dan telah melewati setengah fase putaran dan menuju ke arah barat. Fase ini terjadi di hari ke-17, ke-18, dan ke-19.

Fase Bulan ini menyerupai bentuk pada fase keempat, fase Bulan cembung awal karena Bulan mulai menyusut yang disebabkan cahaya Matahari sedikit tertutupi oleh Bumi dan dari Bumi hampir seluruh bagian Bulan terlihat bersinar dan hanya sebagian kecil di sisi kanan Bulan yang gelap dan berbentuk cembung.

Fase ini hampir menyerupai fase cembung awal.

7. Fase Bulan Separuh/Kuartal Ketiga (Third Quarter)

Fase Bulan separuh kuartal ketiga (Third Quarter) yang terletak di titik ketujuh ini menunjukkan bahwa posisi Bulan telah mencapai tiga perempat putaran fase dan menjadikan Bulan kembali terlihat setengah lingkaran. Keadaan ini terjadi pada pekan terakhir atau fase perbani akhir.

Pada umumnya, fase ini terjadi pada hari ke-21, ke-22, dan ke-23. Fase ini mirip seperti fase kuartal pertama.

8. Fase Bulan Sabit Akhir (Wanning Crescent)

Pada saat berada di titik delapan ini yang artinya Bulan sudah mengitari Bumi hampir satu putaran penuh dan terjadi di pekan terakhir, Bulan kembali terlihat seperti sabit. Fase ini disebut dengan fase Bulan surut atau fase Bulan sabit akhir karena hanya bagian yang sangat kecil dari sisi kiri Bulan saja yang terlihat bersinar dan setelah fase ini, Bulan akan kembali berada pada posisi awal atau berada pada fase Bulan baru (New Moon) dimana Bulan terletak diantara Matahari dan Bumi.

Fase ini terjadi pada hari ke-27, ke-28 dan ke-29. Setelah melewati fase ini bulan kembali ke fase bulan baru. Fase ini mirip seperti fase bulan sabit awal.

Nah itu dia teori mengenai fase Bulan, Gimana nih kalian sudah paham belum? Sudah terjawabkan mengapa kita yang berada di Bumi seolah melihat Bulan dalam bentuk yang berbeda-beda. Dan kalian harus ingat ya bahwa Bulan tidak memiliki banyak bentuk, bentuk Bulan hanya satu dan Bulan terlihat berbeda setiap malamnya dikarenakan terjadinya perubahan penampakan bulan yang dipengaruhi oleh intensitas cahaya Matahari yang disebut dengan fase Bulan.

Agar kalian semakin memahami materi kali ini, yuk kerjakan contoh soal latihan berikut. Selamat mencoba!

Jadi, dapat disimpulkan bahwa bulan merupakan satu-satunya satelit alamiah bumi dan melakukan rotasi serta revolusi mengelilingi bumi. Bulan bersama bumi mengelilingi matahari.

Dalam revolusi bulan terhadap bumi, bentuk bulan selau berbeda-beda dan mengalami suatu fase perputaran. Fase ini dinamakan sebagai fase bulan yang disebabkan terhalangnya sinar matahari menuju bumi.

Fase bulan hanya bisa diamati dari bumi saja. Terdapat 8 fase bulan terdiri dari fase bulan baru, fase bulan sabit awal, fase bulan separuh/kuartal pertama, fase bulan cembung awal, fase bulan purnama, fase bulan cembung akhir, fase bulan separuh/kuartal ketiga, dan fase bulan sabit akhir.

Kedelapan fase bulan kurang lebih berlangsung selama satu bulan (30-31 hari) atau selama periode revolusinya (29,5 hari).

Contoh Soal Latihan

Apa saja tiga jenis gerak Bulan yang dapat mempengaruhi penampakan Bulan?

Tiga jenis gerak Bulan yang mempengaruhi penampakan Bulan adalah gerak Bulan berotasi pada porosnya, gerak Bulan berevolusi atau beredar mengelilingi bumi dan gerak Bulan beredar mengikuti bumi mengelilingi matahari.

Mengapa fenomena gerhana Matahari dapat terjadi pada fase Bulan baru?

Fenomena gerhana Matahari terjadi pada fase Bulan baru karena pada fase ini Bulan terletak diantara Bumi dan Matahari sehingga menghalangi cahaya Matahari ke arah Bumi yang mengakibatkan bagian Bulan yang menghadap ke Bumi tidak terkena sinar atau cahaya Matahari sehingga dari Bumi, Bulan tidak terlihat, tampak gelap secara keseluruhan.

Apa yang dimaksud dengan fase Bulan cembung awal (waxing Gibbous)?

Fase Bulan cembung awal adalah fase Bulan yang berada pada titik keempat yang dengan hampir seluruh bagian Bulan terlihat bersinar dan hanya sebagian kecil dari sisi kiri yang gelap dan terlihat seperti berbentuk cembung.

Daftar Pustaka

  • Kemendikbud. 2017. Fisika Paket C Modul 3 Tata Surya. Jakarta: Kemendikbud
  • Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga
  • Umar, Efrizon. 2004. Fisika dan Kecakapan Hidup Jilid 1. Bandung : Ganeca
  • Zeilik, M. 1988. Astronomy. New York: John Wiley & Sons
  • Bumidatar.id. Kecepatan Diukur dari Kerangka Acuan Tertentu, Termasuk Kecepatan Bumi dan Benda Langit Lainnya. Diperoleh dari https://bumidatar.id/kecepatan-bumi (diakses pada 5 Agustus 2020).
  • Larasati, Zara. 2018. Fisika Kelas 7 | Memahami 8 Fase Bulan dan Gerhana. Diperoleh dari https://blog.ruangguru.com/8-fase-bulan (diakses pada 5 Agustus 2020).

Baca juga:

Loading...