Home / Fisika / fase bulan

Fase Bulan

  • 7 min read

Penulis : Ditheosvi Alvira Gusti, Mahasiswi Teknik Elektro PNJ

Kalian tahu tidak, mengapa Bulan mengalami perubahan bentuk misalnya malam ini terlihat bulat sepenuhnya terang, hari berikutnya hanya terlihat setengah saja bentuk Bulan. Hm tidak tahu? Kalau begitu biar aku beritahukan, hal itu terjadi karena disebabkan oleh fase Bulan.

Jika kalian ingin tahu apa itu fase Bulan dan penasaran mengapa hal ini bisa terjadi, maka dari itu, disimak ya materi bacaboy.com berikut ini karena akan membahas segala hal yang berkaitan dengan fase Bulan.

Pengertian Fase Bulan

Fase bulan merupakan bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat. Bulan merupakan satelit alamiah Bumi. Bulan melakukan gerak rotasi dari arah Barat ke Timur dan juga bergerak mengelilingi Bumi dalam periode waktu tertentu sehingga disebut sebagai satelit Bumi dan merupakan satelit terbesar pada kelompok planet dalam (Merkurius, Venus, Bumi dan Mars) yang hingga saat ini menempati kedudukan sebagai satelit terbesar nomor 5 di dalam sistem tata surya.

Gambar Bulan
Gambar Bulan

Bulan memiliki tiga jenis gerak yang ketiganya bergerak secara bersamaan dan mempengaruhui penampakan Bulan, yaitu:

1. Gerak Bulan berotasi pada porosnya

2. Gerak Bulan berevolusi atau beredar mengelilingi bumi

3. Gerak Bulan beredar mengikuti bumi mengelilingi matahari

Waktu periode revolusi Bulan sama dengan waktu periode rotasi Bulan yaitu sekitar 29,5 hari sehingga permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi selalu permukaan yang sama. Nah, bila kalian amati Bulan secara seksama kalian akan lihat bahwa bentuk Bulan seperti berubah-ubah, selalu berbeda setiap malamnya.

Faktanya, bentuk dan ukuran Bulan tersebut tidak berubah yang berubah adalah penampakannya yang dipengaruhi oleh luas tidaknya pemukaan Bulan yang disinari Matahari karena Bulan bergerak mengelilingi bumi sehingga bagian Bulan yang terkena sinar Matahari tidak sama. Perubahan penampakan Bulan inilah yang disebut dengan Fase Bulan.

8 fase bulan

Fase Bulan atau perubahan penampakan Bulan ini berlangsung secara periodik yaitu dalam periode waktu satu bulan sinodis atau satu bulan komariyah terjadi pengulangan yang sama seperti dengan keadaan satu bulan sebelumnya dan secara umum terdapat 8 fase Bulan sebagai berikut :

Fase bulan
Fase bulan

1. Fase Bulan Baru ( New Moon)

Fase Bulan baru atau New Moon berada pada titik 1 dengan keberadaan Bulan diantara Bumi dan Matahari atau segaris, disebut juga sebagai kondisi konjungsi. Pada fase ini memungkinkan terjadinya gerhana Matahari karena Bulan menghalangi cahaya Matahari ke arah Bumi yang berakibat bagian Bulan yang menghadap ke Bumi tidak terkena sinar atau cahaya Matahari sehingga dari Bumi, Bulan tidak terlihat, tampak gelap secara keseluruhan dan fase gelap ini dinamakan sebagai Bulan mati atau Bulan baru.

Gambar Gerhana Matahari
Gambar Gerhana Matahari

2. Fase Bulan Sabit Awal (Waxing Cresent)

Berbeda dari fase Bulan baru, fase Bulan sabit awal ini berada pada titik kedua dimana Bulan bergerak meninggalkan konjungsi sehingga pada fase ini bagian Bulan yang terkena sinar Matahari hanya sedikit dan berlangsung selama 3 hari serta menyebabkan hanya bagian yang sangat kecil dari sisi kanan bulan saja yang terlihat bersinar menyerupai bentuk Bulan sabit.

3. Fase Bulan Separuh/Kuartal Pertama (First Quarter)

Fase Bulan separuh atau kuartal pertama ini berada pada titik ketiga atau seperempat lingkaran dari titik awal yang terjadi pada pekan pertama. Pada bagian ini yang terkena sinar Matahari mencakup setengah bagian Bulan sehingga pada fase ini kita dapat melihat bentuk Bulan dari Bumi berbentuk setengah lingkaran atau Bulan separuh.

4. Fase Bulan Cembung Awal (Waxing Gibbous)

Fase Bulan cembung awal atau waxing gibbous terjadi pada hari ke 10,11,dan 12. Fase Bulan ini terletak dititik keempat dengan keberadaan Bulan sedikit di belakang Bumi dan bagian Bulan yang terkena sinar Matahari semakin besar sehingga hampir seluruh bagian Bulan terlihat bersinar dan hanya sebagian kecil di sisi kiri Bulan yang gelap dan disebut sebagai Bulan cembung

5. Fase Bulan Purnama (Full Moon)

Fase Bulan purnama atau Full moon berada di titik kelima dimana Bumi terletak diantara Bulan dan Matahari atau disebut juga sebagai kondisi oposisi dan terjadi pada hari ke-13,14 dan 15. Kondisi ini menyebabkan seluruh sisi Bulan yang disinari Matahari akan menjadi terlihat dan memungkinkan terjadinya fenomena gerhana Bulan dan fase ini dinamakan Bulan purnama.

Gambar Gerhana Bulan
Gambar Gerhana Bulan

6. Fase Bulan Cembung Akhir (Waning Gibbous)

Fase Bulan cembung akhir atau wanning gibbous berada pada titik keenam dan telah melewati setengah putaran fase dan menuju ke arah barat. Fase ini terjadi di hari ke-17,18,dan 19.

Fase Bulan ini menyerupai bentuk pada fase keempat, fase Bulan cembung awal karena Bulan mulai menyusut yang disebabkan cahaya Matahari sedikit tertutupi oleh Bumi dan dari Bumi hampir seluruh bagian Bulan terlihat bersinar dan hanya sebagian kecil di sisi kanan Bulan yang gelap dan berbentuk cembung.

7. Fase Bulan Separuh/Kuartal Ketiga (Third Quarter)

Fase Bulan separuh kuartal ketiga (Third Quarter) yang terletak dititik ketujuh ini menunjukkan bahwa posisi Bulan telah mencapai tiga perempat putaran fase dan menjadikan Bulan kembali terlihat setengah lingkaran. Keadaan ini terjadi pada pekan terakhir atau fase perbani akhir.

8. Fase Bulan Sabit Akhir (Waning Crescent)

Pada saat berada di titik delapan ini yang artinya Bulan sudah mengitari Bumi hampir satu putaran penuh dan terjadi di pekan terakhir, Bulan kembali terlihat seperti sabit. Fase ini disebut dengan fase Bulan surut atau fase Bulan sabit akhir karena hanya bagian yang sangat kecil dari sisi kiri Bulan saja yang terlihat bersinar dan setelah fase ini, Bulan akan kembali berada pada posisi awal atau berada pada fase Bulan baru (New Moon) dimana Bulan terletak diantara Matahari dan Bumi.

Nah itu dia teori mengenai fase Bulan, Gimana nih kalian sudah paham belum? Sudah terjawabkan mengapa kita yang berada di Bumi seolah melihat Bulan dalam bentuk berbeda. Dan kalian harus ingat ya bahwa Bulan tidak memiliki banyak bentuk, bentuk Bulan hanya satu dan Bulan terlihat berbeda setiap malamnya dikarenakan terjadinya perubahan penampakan bulan yang dipengaruhi oleh intensitas cahaya Matahari yang disebut dengan fase Bulan.

Agar kalian semakin memahami materi kali ini, yuk kerjakan contoh soal latihan berikut. Selamat mencoba!

Contoh Soal Latihan

Apa saja tiga jenis gerak Bulan yang dapat mempengaruhi penampakan Bulan?

Tiga jenis gerak Bulan yang mempengaruhi penampakan Bulan adalah gerak Bulan berotasi pada porosnya, gerak Bulan berevolusi atau beredar mengelilingi bumi dan gerak Bulan beredar mengikuti bumi mengelilingi matahari.

Mengapa fenomena gerhana Matahari dapat terjadi pada fase Bulan baru?

Fenomena gerhana Matahari terjadi pada fase Bulan baru karena pada fase ini Bulan terletak diantara Bumi dan Matahari sehingga menghalangi cahaya Matahari ke arah Bumi yang mengakibatkan bagian Bulan yang menghadap ke Bumi tidak terkena sinar atau cahaya Matahari sehingga dari Bumi, Bulan tidak terlihat, tampak gelap secara keseluruhan.

Apa yang dimaksud dengan fase Bulan cembung awal (waxing Gibbous)?

Fase Bulan cembung awal adalah fase Bulan yang berada pada titik keempat yang dengan hampir seluruh bagian Bulan terlihat bersinar dan hanya sebagian kecil dari sisi kiri yang gelap dan terlihat seperti berbentuk cembung.

Daftar Pustaka

  • Kemendikbud. 2017. Fisika Paket C Modul 3 Tata Surya. Jakarta: Kemendikbud
  • Tipler, P.A. 1998. Fisika untuk Sains dan Teknik. Jakarta: Erlangga
  • Umar, Efrizon. 2004. Fisika dan Kecakapan Hidup Jilid 1. Bandung : Ganeca
  • Zeilik, M. 1988. Astronomy. New York: John Wiley & Sons

Baca juga: