Home / Fisika / Gelombang Bunyi

Gelombang Bunyi

  • 19 min read
Loading...

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia 2016

Gelombang bunyi dihasilkan dari adanya getaran yang merambat melalui medium rambat. Gelombang bunyi termasuk kedalam jenis gelombang longitudinal. Suara merupakan gelombang bunyi yang didengar oleh si penerima. Cepat rambat gelombang bunyi memiliki banyak perhitungan. Gelombang bunyi dapat dimanfaatkan dalam teknologi SONAR, Ultrasonografi (USG) dan Ekokardiografi.

Apa yang kalian ketahui tentang bunyi? Apa perbedaan antara bunyi dan suara? Bagaimana gelombang bunyi dapat merambat dan apakah ada gelombang bunyi yang tidak dapat didengar oleh manusia? Kalian akan mengetahui jawabannya setelah membaca artikel ini.

Pengertian Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi merupakan bagian dari gelombang longitudinal dimana arah getarannya sejajar/berhimpit dengan arah rambatnya. Gelombang bunyi juga termasuk kedalam kelompok gelombang mekanik dimana dalam perambatannya membutuhkan medium perambatan (seperti zat cair, padat dan udara) dan tidak dapat merambat di ruang hampa.

Gelombang bunyi timbul dari sumber bunyi dan merupakan suatu gangguan mekanik dari kondisi keseimbangan yang merambat melalui medium material elastis.

Loading...
Bagaimana bisa dikatakan adanya gelombang bunyi?

Hal tersebut dapat dibuktikan dari adanya respon si penerima. Jika tidak ada, maka gelombang bunyi akan terus merambat dan tidak diketahui keberadaannya.

Gelombang bunyi berbeda dengan suara. Agar mudah dipahami, suara itu sebagai hasil dari gelombang bunyi yang dapat kita dengar.

Suara merupakan urutan gelombang bertekanan yang merambat melalui medium kompressibel (seperti air dan udara). Sedangkan bunyi adalah bentuk gelombangnya dari sumber bunyi sebelum menjadi suara di penerima.

Jadi, setelah sampai ke si penerima maka gelombang bunyi itu menjadi suara. Suara juga merupakan pemampatan dari energi mekanik pada gelombang bunyi, karena suara adalah gelombang bunyi yang didengar oleh si penerima.

Pengelompokkan Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi dibedakan menjadi 3 berdasarkan frekuensi yang dihasilkan dari sumber bunyi, sbb:

Infrasonik

Merupakan gelombang bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz dan hanya bisa didengar oleh hewan seperti gajah, burung merpati, kuda nil, dsb. Bunyi ini dapat merambat dengan jarak yang sangat jauh dan dapat menembus berbagai hambatan tanpa mengurangi frekuensi secara signifikan (frekuensi tetap berkurang dalam jumlah kecil). Contoh dari suara infrasonik adalah aktifitas gunung berapi, getaran gempa bumi, dsb.

Audisonik

Merupakan gelombang bunyi ini memiliki frekuensi dalam rentang 20 Hz – 20 kHz. Gelombang bunyi ini yang hanya dapat didengar oleh manusia. Namun seiring dengan bertambahnya usia, manusia ada yang tidak mampu mendengar bunyi berfrekuensi rendah (sekitar 20 Hz) atau bahkan berfrekuensi tinggi (sekitaran 20 kHz). Hal tersebut berkaitan dengan kepekaan dari indera pendengarannya. Indera pendengaran manusia berada dalam rentang yang sama atau berfrekuensi sama dengan suara audiosonik.

Ultrasonik

Merupakan gelombang bunyi dengan frekuensi lebih dari 20 kHz. Gelombang ini tidak mampu menembus benda/hambatan dalam perambatannya. Sehingga mudah untuk dipantulkan. Oleh karena itu, gelombang ini dimanfaatkan dalam teknologi sonar dan lainnnya yang memanfatkan pemantulan suara untuk mengetahui keberadaan suatu benda. Bunyi ini hanya mampu didengar oleh hewan-hewan tertentu, seperti kelelawar, lumba-lumba, anjing, tikus, kucing, katak, dsb. Kelelawar memanfaatkan suara ultrasonik yang dikeluarkannya sebagai pemandu dalam pergerakannya di malam hari dimana kelelawar sebagai penghasil dan penerima bunyi ultrasonik.

Perlu kalian ketahui bahwa hewan anjing memiliki pendengaran yang baik atau tajam karena dia mampu mendengar suara infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik. Kecepatan gelombang bunyi di dalam zat padat lebih cepat dibanding pada zat cair maupun udara.

Hal tersebut berkaitan dengan kerapatan medium rambat. Semakin besar kerapatan medium rambat, maka penghantaran gelombang bunyinya akan semakin cepat dan sebaliknya.

Jika dilihat dari ketiga jenis gelombang bunyi tersebut, sehingga dapat diketahui bahwa semakin besar frekuensinya maka semakin kecil panjang gelombangnya dan sebaliknya. Panjang gelombang yang semakin kecil, berhubungan dengan kemampuannya dalam menembus materi yang menghambatnya seperti kertas, dinding, dsb.

Bicara kemampuan berarti bicara juga tentang energi. Sehingga gelombang yang berfrekuensi besar tidak mampu menembus suatu materi (kecil kemungkinannya) dan dapat mengalami pemantulan yang baik untuk kembali ke sumbernya.

Pemantulan tersebut juga membentuk sudut pantul terhadap sumber. Jika kalian bingung, anggap saja pemantulannya seperti pada pemantulan gelombang cahaya dalam hukum Snellius dimana telah dijelaskan pada materi sifat-sifat cahaya.

Perhitungan Gelombang Bunyi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan gelombang bunyi, yaitu intensitas bunyi dan cepat rambat bunyi dengan penjelasan sbb:

Intensitas bunyi

Intensitas bunyi merupakan jumlah energi yang ditransfer oleh gelombang bunyi per satuan waktu terhadap luasan bidang rambatanya. Satuannya adalah 1 dengan persamaan sbb:

Intensitas bunyi

dimana I merupakan intensitas bunyi ( 3 ), P merupakan daya sumber bunyi (Watt), dan A merupakan luas bidang rambat bunyi ( 4 ).

Manusia hanya mampu mendengar intensitas suara dengan minimal 5 dan maksimal 6 . Intensitas bunyi juga memiliki taraf intensitas dengan satuan desibel (dB) dan persamaannya sbb:

7

dimana TI merupakan taraf intensitas (dB), I merupakan intensitas bunyi ( 9 ), dan 8 merupakan intensitas ambang pendengaran manusia sebesar 9 .

Cepat rambat bunyi

Sebagaimana telah diketahui sebelumnya bahwa bunyi dapat merambat melalui medium zat padat, cair maupun gas (udara). Sehingga perhitungan cepat rambatnya pun menjadi beraneka ragam yang disesuaikan dengan medium rambatnya.

Cepat rambat bunyi pada suatu medium rambat sangat dipengaruhi oleh temperatur mediumnya. Semakin tinggi temperaturnya maka semkain rendah cepat rambatnya (berhubungan dengan gerak bebas molekul penyusun medium rambat) dan sebaliknya.

Namun, secara umum perhitungan cepat rambat bunyi dapat dirumuskan sbb:

cepat rambat bunyi

dimana v merupakan cepat rambat bunyi (m/s), s merupakan jarak yang ditempuh oleh gelombang bunyi atau jarak perambatannya (m), dan t merupakan waktu rambatnya (s).

Berikut perhitungan cepat rambat bunyi di berbagai medium rambat:

a. Pada medium zat padat

Contoh medium zat padat seperti besi, baja, meja, kursi, dsb. Perambatannya lebih cepat dibanding medium lainnya yang disebabkan oleh kerapatan molekul penyusun zat padat (sangat rapat).

Sehingga getaran dari gelombang bunyi dapat segera dirambatkan antar molekul tersebut. Persamaan cepat rambatnya sbb:

10

dimana v merupakan cepat rambat gelombang (m/s), E merupakan modulus Young ( 11 ) adalah ukuran kekakuan suatu bahan zat padat, 15 merupakan massa jenis ( 13 ).

b. Pada medium zat cair

Contoh dari medium zat cair berupa air raksa, helium cair, air laut, air tawar, dsb. Cepat rambat bunyi pada medium zat cair memiliki kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan medium zat padat karena kerapatan molekul penyusun zat cair lebih longgar dibandingkan dengan zat padat.

Sehingga perambatan getaran dari gelombang bunyi agak lebih lama sedikit bila dibandingkan pada molekul penyusun zat padat. Persamaan cepat rambatnya, sbb:

Persamaan cepat rambat

dimana v merupakan cepat rambat gelombang (m/s), 16 merupakan modulus Bulk ( 16 ) adalah kecenderungan suatu benda untuk berubah ke segala arah ketika diberi tegangan ke segala arah, dan 19 merupakan massa jenis ( 17 ).

c. Pada medium zat gas

Contoh dari zat gas adalah udara, dsb. Cepat rambat bunyi melalui medium ini memiliki cepat rambat yang paling lama dibanding medium lainnya dikarenakan molekul penyusunnya yang selalu bergerak bebas sehingga memerlukan waktu rambat yang lama antar molekul penyusun gas.

Persamaan cepat rambatnya, sbb:

medium zat gas

dimana v merupakan cepat rambat gelombang (m/s), 23 merupakan konstanta Laplace, R merupakan konstanta gas umum sebesar 24 atau 25 , T merupakan suhu gas (K), dan M merupakan massa molekul relatif gas diukur dalam sma atau satuan massa atom.

Konstanta Laplace merupakan perbandingan kapasitas kalor gas pada tekanan tetap dengan kapasitas kalor gas pada volume tetap. Konstanta Laplace untuk gas monoatomik, sbb:

26

Sedangkan, konstanta Laplace untuk gas diatomik terbagi berdasarkan suhunya yaitu menjadi suhu rendah, sedang dan tinggi dengan rumusnya sbb:

27

Sumber Suara

Suara atau gelombang bunyi yang terdengar dihasilkan dari benda yang bergetar. Kemudian getaran tersebut merambat melalui suatu medium rambat dengan cepat rambat tertentu dalam frekuensi tertentu pada suatu waktu tertentu.

Sebagaimana pembahasan pada gelombang elektromagnetik telah dipaparkan mengenai pengertian frekuensi dan lainnya. Bahwa frekuensi merupakan jumlah banyaknya getaran per satuan waktu.

Getaran yang merambat pada medium tersebut terjadi dalam periode waktu tertentu. Dalam perambatannya, gelombang memiliki suatu panjang gelombang dengan persamaan sbb:

dimana merupakan panjang gelombang (m), v merupakan cepat rambat gelombang (m/s) dan f merupakan frekuensi gelombang (Hz).

Sumber suara bisa juga berasal dari senar ataupun pipa organa terbuka/tertutup. Cepat rambat bunyi pada senar, yaitu

Sumber Suara

dimana F merupakan tegangan tali senar (N), L merupakan panjang tali senar (m), dan m merupakan massa senar (kg).

Gelombang bunyi pada senar

Gelombang bunyi pada senar dapat diilustrasikan pada gambar berikut.

gelombang bunyi senar

Perbandingan frekuensinya menjadi;

27

Gelombang bunyi pada pipa organa terbuka

Gelombang bunyi pada pipa organa terbuka dapat diilustrasikan pada gambar berikut:

gelombang bunyi pada organs terbuka

Loading...

dimana L merupakan panjang pipa organa terbuka. Perbandingan frekuensinya menjadi:

29

Gelombang bunyi pada pipa organa tertutup

Gelombang bunyi pada pipa organa tertutup dapat diilustrasikan pada gambar berikut:

Gelombang bunyi pada pipa organa tertutup

dimana L merupakan panjang pipa organa tertutup. Perbandingan frekuensinya menjadi:

30

Karakteristik Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi memiliki karakteristik dan menjadi pembeda dari gelombang lainnya, yaitu adanya efek doppler dan pelayangan gelombang bunyi. Meskipun gelombang pada dasarnya memiliki karakteristik utama, yaitu gelombang dapat mengalami refleksi (pemantulan), refraksi (pembiasan), difraksi (pelenturan), dan interferensi (perpaduan).

Berikut penjelasan mengenai karakteristik yang terdapat pada gelombang bunyi, sbb:

Refleksi (pemantulan)

Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, bahwa refleksi gelombang hampir mirip dengan pemantulan cahaya pada hukum Snellius. Pada gelombang, juga terdapat hukum refleksi (pemantulan) gelombang dimana menyatakan bahwa:

  1. Sudut datang gelombang sama dengan sudut pantul gelombang.
  2. Gelombang datang, garis normal dan gelombang pantul terletak pada satu bidang datar.

Untuk lebih mudah memahami, perhatikan ilustrasi berikut!

gelombang bunyi yang mengalami pemantulan

Gelombang pantul memiliki energi yang bergantung pada kehalusan permukaan bidang pantul. Semakin halus permukaannya maka energi yang dipantulkan juga semakin baik dalam artian tidak terlalu banyak energi pantul yang terbuang atau terdistribusi pada bidang pantul, dan sebaliknya.

Hal itu juga akan menentukan apakah sudut datang sama atau lebih kecil atau bahkan lebih besar dari sudut pantul. Semakin kasar permukaan, maka sudut pantul lebih besar dari sudut datang dan sebaliknya.

Kalian dapat memahami adanya pemantulan gelombang pada peristiwa gema (suara pantul yang terdengar setelah suara asli) dan gaung (suara pantul yang terdengar bersamaan dengan suara asli).

Refraksi (Pembiasan)

Refraksi merupakan pembelokan gelombang ketika melewati dua medium yang berbeda (misalnya dari medium udara ke air) dan masing-masing medium memiliki indeks bias yang berbeda. Jika medium awal (medium ke-1) memiliki indeks bias lebih besar dari indeks bias medium akhir (medium ke-2) maka pembiasannya akan menjauhi garis normal, dan sebaliknya.

Berdasarkan gambar 4, rumus indeks bias medium satu relatif terhadap medium 2, 31 , yaitu:

32

dimana 33 merupakan sudut datang, 34 merupakan sudut pantul, 35 merupakan panjang gelombang datang (m), 36 merupakan panjang gelombang pantul (m), 47 merupakan cepat rambat gelombang datang (m/s), 38 merupakan panjang gelombang pantul (m/s), 39 merupakan indeks bias medium 1, dan 40 merupakan indeks bias medium 2.

Difraksi (pelenturan)

Difraksi merupakan pelenturan gelombang saat gelombang melewati celah sehingga gelombang terbagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil dan memiliki sifat gelombang yang baru. Difraksi terbagi menjadi dua, yaitu difraksi celah tunggal dan difraksi pada kisi. Difraksi memiliki rumus, sbb:

42

dimana d merupakan jarak antar celah (m), dan N merupakan konstanta kisi (garis/m).

Interferensi (perpaduan gelombang)

Interferensi merupakan perpaduan dua buah gelombang atau lebih yang membentuk gelombang baru dan menghasilkan suatu pola yang konstruktif (saling menguatkan) atau pun destruktif (saling melemahkan). Interferensi memiliki persamaan, sbb:

dimana m merupakan orde gelombang (1, 2, 3, …).

Peristiwa yang Berkaitan dengan Gelombang Bunyi

Terdapat dua peristiwa yang berkaitan dengan gelombang bunyi dan memiliki perhitungan. Peristiwa tersebut adalah efek doppler dan pelayangan bunyi, dengan penjelasan, sbb:

Efek Doppler

Efek Doppler ditemukan oleh fisikawan Austria yang bernama Christian Johanm Doppler pada tahun 1842. Efek ini berkaitan dengan perbedaan baik panjang gelombang maupun frekuensi sumber yang diterima oleh pendengar akibat adanya gerak relatif satu sama lain.

Sebagai contoh ketika kamu mendengar sirene mobil pemadam kebakaran akan semakin menguat jika mobil tersebut semakin mendekati kamu, tetapi setelah ambulannya melewati kamu dan menjauhi kamu maka suara sirene tersebut akan mengecil. Efek Doppler dapat dinyatakan dengan rumus, sbb:

43

dimana 44 merupakan frekuensi yang didengar oleh si penerima (Hz), 46 merupakan frekuensi yang dipancarkan sumber (Hz), 47 merupakan kecepatan bunyi di udara (m/s), 48 merupakan kecepatan pendengar bergerak (m/s), 48 merupakan kecepatan sumber bergerak (m/s).

Terdapat berbagai ketentuan tanda dalam perhitungan efek Doopler, yaitu:

  • 50 bernilai positif ketika menjauhi pendengar dan bernilai negatif jika mendekai pendengar.
  • 51 bernilai positif jika mendekati sumber dan bernilai negatif ketika menjauhi sumber.

Pelayangan bunyi

Pelayangan bunyi merupakan peristiwa interferensi dua buah gelombang bunyi dengan amplitudo sama, tetapi memiliki perbedaan frekuensi yang kecil dan terjadi secara berurutan. Pada pelayangan bunyi, tingkat suara berada pada posisi naik dan turun secara bergantian.

Gelombang bunyi akan saling melemahkan atau menguatkan satu sama lain dimana bergerak di dalam atau di luar dari fasenya. Pelayangan bunyi dapat dirumuskan sbb:

55

dimana 53 merupakan frekuensi bunyi pertama (Hz), dan 52 merupakan frekuensi bunyi kedua (Hz).

Aplikasi Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi memiliki banyak manfaat dalam kehidupan ini, diantaranya pada teknologi SONAR, ultrasonografi (USG), Ekokardiografi, dsb. Berikut penjelasan mengenai aplikasi tersebut:

Teknologi SONAR

SONAR merupakan singkatan dari Sound Navigation and Ranging. Teknologi ini banyak diterapkan untuk mengukur jarak, seperti diterapkan pada perangkat kamera untuk mengukur jarak benda yang akan difoto, pada mobil untuk mengukur jarak benda yang ada di sekitar mobil, maupun pada kapal laut yang digunakan untuk mengukur kedalaman laut.

Prinsip dari teknologi ini adalah dengan memanfaatkan pemantulan gelombang ultrasonik oleh alat transmitter sebagai emitter yang diarahkan ke sasaran kemudian pantulannya diterima oleh sensor sebagai receiver. Gelombang ultrasonik yang dipantulkan memiliki frekuensi lebih dari 20 kHz bahkan sampai 100 kHz (tergantung pada kebutuhan).

Dengan adanya selang waktu antara emitter dengan receiver, dapat dilakukan penentuan jarak dari emitter ke sasaran. Sebagai contoh untuk mengukur kedalaman laut, maka kedalaman laut dapat dirumuskan sbb:

57

dimana d merupakan jarak yang diukur (m), n merupakan indeks bias, v merupakan cepat rambat gelombang ultrasonik (m/s), dan 57 merupakan perbedaan waktu yang diperlukan gelombang ultrasonik dari emitter ke receiver (s).

Ultrasonografi (USG)

Alat USG merupakan teknologi yang digunakan untuk melihat citra organ dalam. Alat ini terdiri dari transducer, monitor dan mesin USG.

Alat ini bekerja dengan menempelkan transducer ke permukaan tubuh yang ingin dilihat citra dalamnya. Pada transducer terdapat kristal piezoelektrik dimana kristal ini diberikan arus listrik dan dapat menghasilkan gelombang ultrasonik.

Kemudian sinyal ditujukan menuju organ sasaran dengan frekuensi dan panjang gelombang tertentu. Setelah itu, gelombang ultrasonik tersebut terpantulkan kembali menuju transducer sebagai suatu gelombang elektronik dimana gelombang tersebut akan diproses oleh mesin USG sehingga menghasilkan suatu citra organ dalam yang ditampilkan pada monitor.

Ekokardiografi

Ekokardiografi merupakan suatu metode pemeriksaan jantung dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonik) untuk mendapatkan citra organ dalam jantung, juga prinsip kerjanya berdasarkan efek Doppler. Metode ini sama dengan metode USG.

Oleh karenanya, ekokardiograf disebut juga sebagai USG jantung. Pada metode ini, klinisi (operator) dapat mengetahui kecepatan dan arah aliran darah.

Selain itu, juga dapat mengetahui adanya kelainan pada jantung, pembuluh darah, aliran darah, dan kemampuan otot jantung dalam memompa darah. Oleh karena diketahui berbagai kelainan/penyakit tersebut, klinisi/dokter dapat melakukan pengobatan yang tepat dan juga melakukan evaluasi terhadap pengobatannya.

Jadi, dapat diketahui bahwa suara berbeda dengan bunyi. Suara merupakan bentuk gelombang bunyi yang didengar oleh manusia.

Bunyi merambat melalui medium rambat. Dalam perambatannya terdapat frekuensi dan energi gelombang bunyi. Bunyi berasal dari getaran.

Energi tersebut tersalurkan melalui perambatan tersebut. Bunyi tidak dapat merambat melalui ruang hampa. Gelombang bunyi memiliki manfaat dalam kehidupan ini.

Dengan demikian, cukup sampai disini pembahasan mengenai gelombang bunyi. Semoga artikel ini dapat membantu pemahaman kalian mengenai gelombang bunyi.

Contoh Soal Latihan

  1. Sebuah kapal penelitian berlayar ke laut yang tidak jauh dari bibir pantai ingin meneliti kedalaman laut. Kapal tersebut dilengkapi dengan teknologi SONAR. Kapal tersebut melepaskan gelombang ultrasonik dengan kecepatan 61 . Gelombang tersebut berhasil diterima oleh sensor SONAR dalam waktu 5 s. Jika indeks bias air laut 4/3, berapakah kedalaman laut tersebut?

Jawab:

62

2. Seorang anak membunyikan sebuah sumber bunyi pertama dan kedua dengan masing-masing berfrekuensi 150 Hz dan 100 Hz secara bersamaan. Berapa besar pelayangan bunyi yang didengar oleh si anak tersebut?

Jawab:

72

3. Sebuah sumber bunyi mengeluarkan gelombang bunyi dengan daya sebesar 100 Watt pada bidang rambat seluas 73 . Berapa besar intensitas yang dihasilkan oleh sumber bunyi tersebut?

Jawab:

75

Pertanyaan Umum

Apa yang kalian ketahui tentang gelombang bunyi?

Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal dimana arah getarannya sejajar/berhimpit dengan arah rambatnya. Gelombang ini termasuk kedalam kelompok gelombang mekanik. Gelombang bunyi dihasilkan dari adanya getaran yang merambat melalui medium rambat dan tidak dalam ruang hampa.

Apa perbedaan antara bunyi dan suara?

Suara merupakan urutan gelombang bertekanan yang merambat melalui medium kompressibel (seperti air dan udara). Sedangkan bunyi adalah bentuk gelombangnya dari sumber bunyi sebelum menjadi suara di penerima. Jadi, setelah sampai ke si penerima maka gelombang bunyi itu menjadi suara. Suara juga merupakan pemampatan dari energi mekanik pada gelombang bunyi. Suara adalah gelombang bunyi yang didengar oleh si penerima.

Apa yang kalian ketahui tentang efek Doppler?

Efek Doppler berkaitan dengan perbedaan panjang gelombang dan frekuensi gelombang bunyi dari sumber yang diterima oleh pendengar. Jadi, semakin sumber mendekati pendengar maka suaranya akan semakin menguat. Tetapi, jika sumbernya menjauhi pendengar, maka suara sumber akan semakin mengecil.

Daftar Pustaka

  • Adistiana, Dwi Kartika. 2018. Fisika Kelas 11 | Pengertian dan Rumus Efek Doppler. Diperoleh dari https://blog.ruangguru.com/pengertian-dan-rumus-efek-doppler (diakses pada 20 Mei 2020).
  • Berg, E. Richard. 2020. Sound. Diperoleh dari https://www.britannica.com/science/sound-physics (diakses pada 20 Mei 2020).
  • Dedy. Pertanyaan: Apa perbedaan bunyi dan suara? Diperoleh dari https://www.pertanyaan.com/threads/12723-Apa-perbedaan-bunyi-dan-suara (diakses pada 20 Mei 2020).
  • Fisika Zone. 2015. Layangan Bunyi. Diperoleh dari https://fisikazone.com/layangan-bunyi/ (diakses pada 20 Mei 2020).
  • Ibadurrahman. Gelombang Bunyi. Diperoleh dari https://www.studiobelajar.com/gelombang-bunyi/ (diakses pada 20 Mei 2020).
  • Ibadurrahman. Gelombang Cahaya. Diperoleh dari https://www.studiobelajar.com/gelombang-cahaya/ (diakses pada 20 Mei 2020).
  • Willy, Tjin. 2018. Ekokardiografi, Ini yang Harus Anda Ketahui. Diperoleh dari https://www.alodokter.com/ekokardiografi-ini-yang-harus-anda-ketahui (diakses pada 20 Mei 2020).
  • Yohanes, William. 2019. Gelombang Bunyi – Fisika Kelas 11. Diperoleh dari https://www.google.com/amp/s/www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/gelombang-bunyi-fisika-kelas-11/amp (diakses pada 20 Mei 2020).

Baca juga

Loading...