Home / Fisika / Hakikat Ilmu Fisika

Hakikat Ilmu Fisika

  • 14 min read

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia

Fisika merupakan ilmu yang mempelajari berbagai interaksi alam baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Fisika adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang kompleks. Hakikat Fisika mempelajari sesuatu hal yang paling mendasar atau makna sebenarnya dari fisika. Fisika secara hakikat dapat terbagi menjadi fisika sebagai produk, fisika sebagai proses dan fisika sebagai sikap. Ilmu fisika menunjukkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dan terus berkembang sampai alam berakhir (kiamat).

Apa yang kamu ketahui tentang Fisika? Apa sih hakikat dari fisika itu? Mengapa Fisika ada? Yuk, cari tahu jawabannya! Artikel ini akan membahas suatu hal mengenai hakikat dari fisika. Yuk, simak!

Pengertian Hakikat Fisika

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hakikat merupakan intisari atau dasar atau pun kenyataan yang sebenarnya. Hakikat berasal dari bahasa Arab, yaitu “Al Haq”. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kata tersebut menjadi “hak” yang berarti kepunyaan.

Secara etimologi, hakikat adalah inti sesuatu, puncak atau sumber dari segala sesuatu. Hakikat dapat berupa kalimat atau pun ungkapan yang menyatakan makna paling dasar atau makna sebenarnya dari suatu hal.

Fisika berasal dari bahasa Yunani, yaitu fysikós. Arti dari kata itu adalah alamiah.

Fisika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang kompleks. Fisika mempelajari gejala-gejala atau interaksi alam baik yang terjadi secara makroskopis (berukuran besar atau dapat dilihat dengan indera penglihatan secara langsung) maupun mikroskopis (berukuran kecil atau tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan secara langsung) dalam lingkup ruang dan waktu.

Fisika mempelajari materi, interaksi antar materi, sifat materi, keberadaan materi itu sendiri, energi, dan masih banyak hal lainnya. Semua peristiwa yang terjadi di alam ini berhubungan dengan fisika.

Fisika menjadi dasar bagi semua interaksi yang terjadi di alam ini. Fisika menunjukan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dalam menciptakan alam ini dengan sempurna.

Dalam fisika, dikenal adanya pengukuran dan semua interaksi dalam fisika melibatkan pengukuran. Interaksi secara mikroskopis yang terjadi di alam memiliki peluang yang dapat dikatakan tidak pasti.

Namun, semua interaksi berjalan dengan baik dan seimbang. Bahasa interaksi dari alam ini adalah matematika.

Semua interaksi yang terjadi di alam ini diterjemahkan dalam bentuk matematika dan dapat dijelaskan secara fisika. Interaksi dalam fisika dapat diketahui melalui eksperimen kemudian menganalisisnya.

Fisika menjadi dasar bagi perkembangan ilmu pengetahuan lainnya yang berkaitan dengan alam. Jadi, dapat dikatakan bahwa hakikat fisika adalah sesuatu yang menjadi paling dasar atau makna sebenarnya dari fisika dimana mempelajari tentang berbagai interaksi alam baik yang terjadi secara makroskopis maupun mikroskopis.

Bentuk Hakikat Fisika

Hakikat fisika menjadi penting untuk menjelaskan berbagai interaksi alam secara detail dan sistematis. Jika kamu ingin mengetahui hakikat fisika, maka kamu harus tahu dulu pengertian dari fisika itu sendiri.

Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa fisika adalah ilmu alam yang mempelajari berbagai interaksi alam baik secara makroskopis maupun mikroskopis. Hakikat fisika membutuhkan pemahaman yang lebih mendalam daripada fisika itu sendiri.

Jika fisika digabungkan dengan ilmu pengetahuan lainnya, maka akan menghasilkan ilmu pengetahuan baru. Contoh, jika fisika digabungkan dengan ilmu astronomi maka akan menghasilkan ilmu astrofisika, jika fisika digabungkan dengan ilmu biologi maka akan menghasilkan ilmu biofisika, jika fisika digabungkan dengan ilmu medis maka akan menghasilkan ilmu fisika medis, dan masih banyak lagi.

Hubungan fisika dengan ilmu lain akan dibahas pada bagian lainnya dalam artikel ini.

Fisika secara hakikat dapat dibedakan menjadi fisika sebagai produk, fisika sebagai proses, dan fisika sebagai sikap. Berikut penjelasannya:

  • Fisika sebagai produk atau dapat juga disebut sebagai kumpulan pengetahuan (a body knowledge).

Maksud dari kata produk di sini adalah berupa hasil dimana manusia, hewan maupun tumbuhan melakukan interaksi untuk dapat berkomunikasi satu sama lain dan saling memenuhi kebutuhan hidup. Begitu pun dengan alam dimana terdapat berbagai interaksi antar materi dengan jumlah yang tak terhingga.

Alam ini terus berkembang. Sehingga jumlah interaksinya tidak dapat diketahui dengan pasti. Meskipun secara eksak (pasti) dapat dihitung berbagai interaksinya, tetapi peluang keberadaannya sangat sulit untuk ditentukan dan dapat dikatakan hanya Tuhan Yang Maha Esa yang mengetahuinya.

Penelitian dalam fisika sangat berperan penting dalam melahirkan berbagai teori fisika. Dari teori tersebut mengatur tentang hukum fisika yang terkait dengan teori tersebut.

Bukan hanya hukum, tetapi juga berkembang mengenai rumus dan permodelannya. Teori dalam fisika dapat berhubungan atau bahkan menghasilkan teori lainnya atau (interaksinya).

Oleh karena itu, fisika juga disebut sebagai produk dalam menghasilkan pengetahuan lainnya, namun tetap saling berhubungan. Dengan demikian, secara hakikat dapat dikatakan bahwa fisika sebagai kumpulan ilmu pengetahuan (a body knowledge) atau pun fisika sebagai produk.

  • Fisika sebagai cara untuk menyelidiki segala sesuatu (a way of investigating) atau fisika sebagai proses.

Fisika sebagai proses memberikan suatu pendekatan mengenai cara-cara yang perlu dilakukan untuk menyusun suatu pengetahuan baru atau bahkan memperbaiki pengetahuan sebelumnya. Pendekatan tersebut berupa cara-cara ilmiah atau dapat berupa metoe ilmiah.

Mengenai metode ilmiah, kamu dapat membaca lebih lanjut artikel metode ilmiah. Fisika sebagai proses juga berkaitan dengan fenomena, dugaan, pengamatan, pengukuran, penyelidikan dan publikasi.

Dengan demikian, fisika sebagai proses dapat membantu menghasilkan pengetahuan atau bahkan memperbaiki berbagai pengetahuan sebelumnya.

  • Fisika sebagai jalan berfikir (a way of think) atau fisika sebagai sikap.

Fisika sebagai sikap sangat diperlukan dalam kegiatan ilmiah. Dalam kegiatan ilmiah diperlukan pengamatan, pengukuran dan penyelidikan (eksperimen) dimana sangat dibutuhkan rasa keingintahuan yang besar, rasa percaya diri, obyektif, jujur dan terbuka.

Berbagai sikap tersebut yang mendasari lahirnya pengetahuan baru atau bahkan memperbaiki pengetahuan sebelumnya. Dengan demikian, hakikat fisika sebagai sikap mendasari proses dan produk fisika itu sendiri.

Perkembangan Ilmu Fisika

Ilmu Fisika terlah berkembang sangat pesat dan akan terus berkembang sampai masa alam ini berakhir (kiamat). Terdapat dua versi dalam sejarah perkembangan ilmu fisika, yaitu versi Richtmeyer dan Jacoub. Berikut penjelasannya:

Perkembangan Fisika menurut Richtmeyer

Menurut Richtmeyer, perkembangan fisika terbagi menjadi 4 periode, dengan penjelasan sbb:

Periode I

Periode ini dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550 dimana pada masa itu belum ada penelitian yang sistematis. Tetapi, perkembangan ilmu pengetahuan berdasarkan pola pikir melalui pengamatan, pengalaman dan pemikiran yang tebatas.

Berikut pembagian periodenya:

  • 2.400.000 SM – 599 SM

Pada periode ini sudah ditemukannya kalender Mesir dimana 1 tahun sama dengan 365 hari. Selain itu, juga ditemukan berbagai teknologi seperti pembuatan jam matahari, perhitungan gerhana, membuat katalog bintang, standar berat, roda kendaraan, dan bahkan bangunan piramida.

  • 600 SM – 530 M

Pada periode ini, perkembangan fisika sangat dipengaruhi oleh perkembangan matematika. Begitu pun dengan astronomi dimana sudah terdapat pengamatan terhadap benda-benda langit seperti gerak benda langit, jarak dan ukuran benda langit.

Pada periode ini pun, terdapat pemikiran Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes, Plato, Socrates, Aristoteles, dan masih banyak lagi ahli yang mendukung perkembangan sains dan berpengaruh sampai saat ini.

  • 530 M – 1450 M

Pada periode ini perkembangan sains (fisika) di Eropa mengalami penurunan. Sebaliknya di Timur Tengah mengalami perkembangan yang pesat baik fisika maupun matematika (kalkulus).

Ilmuwan Timur Tengah saat itu yang mepengaruhi perkembangan sains, seperti Al – Haitham (965 M – 1039 M) dengan karya Almanzir (mengenai optik), Abu Nasr Mansur (960 M – 1036 M) dimana beliau menemukan hukum sains. Pada ilmu astronomi melalui Almagest karya Ptolo Meous yang menjadi teks standar untuk astronomi.

Sedangkan pada ilmu kimia melalui Alchemy.

  • 1450 M – 1550 M

Pada periode ini terdapat teori Heliosentris dari Copernicus yang mengatakan bahwa bumi sebagai pusat alam semesta dan benda-benda langit mengitarinya. Adanya gagasan mengenai sebab-sebab benda bergerak menjadi titik penting dalam revolusi sains.

Periode II

Pada periode ini mulai dilakukan metode penelitian yang sistematis dimana Galileo Galilei menjadi pencetusnya. Beliau memperbaiki teori-teori sebelumnya dan mengembangkan mekanika dimana tidak dibahas lagi mengenai penyebab benda bergerak, melainkan dilakukan pembahasan mengenai proses geraknya itu sendiri (kinematika).

Tak lupa, pada periode ini juga terdapat ilmuwan yang berpengaruh sampai saat ini, yaitu Sir Isaac Newton melalui hukum geraknya. Kamu bisa membaca mengenai hukum gerak Newton pada artikel Hukum Newton (gerak).

Terdapat perkembangan ilmu lain seperti teori kinetik gas, kekekalan momentum sudut, persamaan Lagrange, asas Black, kalorimeter, perkembangan teori arus listrik, dsb.

Periode III

Periode ini dimulai dari tahun 1880an – 1890an. Periode ini juga disebut sebagai periode fisika klasik dimana ditemukan berbagai formula terkait konsep-konsep fisika klasik, seperti formula umum dalam mekanika, fisika panas, listrik – magnet, gelombang, dsb.

Juga terdapat perkembangan mekanika dalam Hamiltonian, teori Maxwell, hukum Faraday, hukum Ohm, dsb dimana konsep-konsep tersebut masih dipakai hingga saat ini.

Periode IV

Periode ini dimulai dari tahun 1890 – sekarang dimana pada masa ini disebut sebagai periode fisika modern. Pada periode ini terdapat berbagai peristiwa alam yang tidak dapat dijelaskan dalam fisika klasik sehingga membutuhkan suatu formula baru.

Periode ini sangat erat kaitannya dengan relativitas dan teori kuantum. Teori relativitas dikembangkan oleh Alberti Einstein pada tahun 1907 – 1915.

Perkembangan teori kuantum diawali oleh Planck dan Bohr kemudian dikembangkan oleh Schödinger, Pauli dan Heisenberg. Teori kuantum sangat mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perkembangan Fisika menurut Jacoub

Menurut Jacoub pada tahun 1968, perkembangan fisika dapat terbagi menjadi 5 periode, dengan penjelasan sbb:

Periode I (zaman purbakala s.d. 1500 M)

Pada zaman in belum adanya metode sistematis dalam melakukan eksperimen dimana hasil perkembangan fisika belum memuaskan dan sifatnya masih bersifat spekulasi dan metafisik. Sehingga dalam eksperimennya belum ditemukan ketelitian.

Periode II (1550 M s.d. 1800 M)

Pada periode ini bisa dikatakan berkebalikan dengan periode I dimana sudah dilakukan metode sistematis dalam bereksperimen dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Galileo Galilei memberikan pandangan modern dalam dunia sains dimana sains harus berdasarkan pada pengamatan dan eksperimen.

Selain beliau, juga terdapat tokoh lain seperti Sir Isaac Newton, Robert Boyle, dsb. Terdapat prinsip yang berkembang dalam periode ini dimana ilmu pengetahuan dapat dikembangkan dan dimajukan berdasarkan eksperimen.

Ilmu pengetahuan dapat diterima jika dapat dipertanggungjawabkan atau bahkan ditolak jika tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Periode III (1800 s.d. 1890)

Periode ini memang sangat singkat dibanding periode lainnya, namun perkembangannya sangat pesat bila dibanding periode lainnya. Periode ini dinamakan sebagai periode fisika klasik dan memberikan dasar bagi perkembangan fisika modern.

Sehingga banyak ilmuwan saat itu mempercayai bahwa mereka telah menemukan semua hukum fisika. Oleh karena itu, penelitian dialihkan pada validasi alat ukur dan memperbaiki metode pengukurannya.

Terdapat berbagai fenomena penting, seperti Rumford dan Joule memberikan dasar teori kinetik gas, Young membuktikan adanya interferensi cahaya berdasarkan teori gelombang Huygens dan corpuscular Newton, Faraday yang membenarkan teori elektromagnetik Maxwell, dsb.

Periode IV (1887 s.d. 1925)

Pada periode ini ditemukannya teori klasik semi modern dan teori kuantum. Adanya teori kuantum disebabkan ditemukannya fenomena mikroskopik yaitu suatu fenomena yang tidak dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang seperti fenomena elektron, neutron, proton, dsb.

Fenomena tersebut tidak dapat dijelaskan dalam fisika klasik. Periode ini dimulai dengan ditemukannya efek fotolistrik pada tahun 1887 oleh Albert Einstein dan karenanya pula beliau berhasil mendapatkan penghargaan nobel bidang fisika.

Periode V (1925 s.d. sekarang)

Pada periode ini terjadi revolusi terkait teori kuantum dimana benar-benar dilakukan perubahan dan tidak lagi bergantung pada teori klasik. Teori ini muncul berdasarkan gagasan yang dikemukakan oleh Brogile, Heissenberg, Schrödinger, Davisson – Germer.

Juga ditemukan prinsip mekanika matriks (Heissenberg), mekanika gelombang (Schrödinger) dan gabungan keduanya (Dirac – Tomonaga) dalam mekanika kuantum relativistik.

Ruang Lingkup Fisika

Fisika memiliki ruang lingkup yang luas dan menjadi dasar bagi perkembangan ilmu lainnya. Fisika timbul dari adanya pengamatan terhadap suatu hal dan rasa keingintahuan yang besar sehingga dapat berkembang menjadi bidang ilmu yang berhubungan dan menghasilkan berbagai bidang ilmu lainnya seperti telah dibahas pada bagian sebelumnya dalam perkembangan ilmu fisika.

Fisika sangat mendukung perkembangan teknologi, ilmu rekayasa (biologi) maupun ilmu tentang suatu zat (kimia). Fisika dapat menjawab berbagai pertanyaan fenomena di alam ini, seperti mengapa benda-benda langit saling bergerak satu sama lain? Mengapa gelombang radio dapat memiliki jangkauan siaran yang jauh? Mengapa sifat-sifat listrik diperlukan dalam sistem komunikasi dan industri? Mengapa buah apel dapat jatuh ke bawah? Mengapa burung dapat terbang?

Fisika sangat berguna bukan hanya dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Tetapi, juga berguna bagi pembelajar fisika itu sendiri.

Fisika dapat melatih pembelajar untuk dapat bersikap jujur, berfikir obyektifk, teliti, kritis serta dapat melakukan kerjasama dengan orang lain. Sehingga pembelajar fisika dapat melakukan perumusan masalah, membuat hipotesis dan mengujinya, serta dapat melakukan analisis terhadap hipotesisnya tersebut atau bahkan sekedar berfikir kritis terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya.

Tentu, berfikir dalam fisika harus didasari dengan logika.

Hubungan Fisika dengan Ilmu Lainnya

Sebagaimana telah dikatakan sebelumnya bahwa fisika merupakan ilmu yang mendasari berbagai perkembangan ilmu pengetahuan lainnya yang berkaitan dengan pengetahuan alam. Fisika juga bisa dikaitkan dengan ilmu lainnya membentuk suatu bidang disiplin ilmu baru.

Disiplin ilmu tersebut seperti:

  • Astrofisika, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu astronomi.
  • Biofisika, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu biologi.
  • Fisika medis, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu kesehatan yang membantu dalam bidang kedokteran.
  • Fisika material, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu material.
  • Geofisika, merupakan gabungan ilmu fisika dengan geologi.
  • Fisika optik, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu optik.
  • Fisika lingkungan, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu lingkungan.

Masih terdapat banyak lagi mengenai penggabungan ilmu fisika dengan ilmu lainnya yang membentuk suatu bidang disiplin ilmu tertentu. Ilmu fisika mendukung penelitian (riset) murni maupun terapan.

Seperti dalam riset astronomi diperlukan optik spektografi dan teknik radio, dalam riset geologi memerlukan metode gravimetri, akustik, listrik dan mekanika, dan berbagai contoh lainnya.

Metode Ilmiah

Dalam mempelajari fisika, diperlukan suatu kerangka berfiikir sistematis yang dinamakan sebagai metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu berdasarkan langkah-langkah sistematis yang dilandasi dengan berfikir rasional dan logis.

Langkah-langkah dalam metode ilmiah, meliputi:

  1. Menuliskan hal-hal yang ingin dicari.
  2. Menetapkan varibel penelitian.
  3. Membuat hipotesis.
  4. Mengumpulkan data melalui penelitian.
  5. Menganalisis hasil penelitian.
  6. Membuat kesimpulan.
  7. Memberitahukan hasil penelitian.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai metode ilmiah, kamu dapat membaca artikel metode ilmiah.

Dengan demikian, fisika menjadi suatu ilmu pengetahuan alam yang mendasar dan kompleks. Fisika ada bersamaan dengan hadirnya alam semesta dan fisika menunjukan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dalam menciptakan alam semesta ini yang berada dalam keseimbangan.

Fisika akan terus berkembang bersamaan dengan alam semesta ini yang terus berkembang dan sampai alam ini berkahir (kiamat).

Sekian, pembahasan artikel ini mengenai hakikat fisika. Semoga materinya mudah dipahami dan dapat menjawab pertanyaan kamu mengenai hakikat fisika.

Terimakasih sudah membaca…

Pertanyaan Umum

Apa yang dimaksud dengan hakikat fisika?

Hakikat fisika adalah sesuatu yang menjadi paling dasar atau makna sebenarnya dari fisika dimana mempelajari tentang berbagai interaksi alam baik yang terjadi secara makroskopis maupun mikroskopis.

Bagaimana pembagian dalam fisika secara hakikat?

– Fisika sebagai produk atau dapat juga disebut sebagai kumpulan pengetahuan (a body knowledge), maksudnya bahwa dengan fisika dapat menghasilkan pengetahuan baru.
– Fisika sebagai cara untuk menyelidiki segala sesuatu (a way of investigating) atau fisika sebagai proses, maksudnya bahwa fisika memberikan suatu pendekatan mengenai cara-cara yang perlu dilakukan untuk menyusun suatu pengetahuan baru atau bahkan memperbaiki pengetahuan sebelumnya (dapat melalui metode ilmiah).
– Fisika sebagai jalan berfikir (a way of think) atau fisika sebagai sikap, maksudnya bahwa dalam fisika sangat dibutuhkan rasa keingintahuan yang besar, rasa percaya diri, obyektif, jujur dan terbuka.

Apa yang dimaksud dengan metode ilmiah?

Metode ilmiah merupakan cara yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu berdasarkan langkah-langkah sistematis yang dilandasi dengan berfikir rasional dan logis.

Bagaimana langkah-langkah dalam suatu metode ilmiah?

Langkah-langkah dalam metode ilmiah, meliputi:
– Menuliskan hal-hal yang ingin dicari.
– Menetapkan varibel penelitian.
– Membuat hipotesis.
– Mengumpulkan data melalui penelitian.
– Menganalisis hasil penelitian.
– Membuat kesimpulan.
– Memberitahukan hasil penelitian.

Seberapa penting fisika dalam kehidupan ini?

Fisika dalam kehidupan ini sangat penting dan tidak bisa dipisahkan karena mengingat bahwa fisika merupakan cabang dari ilmu pengetahuan yang kompleks dan mempelajari gejala-gejala atau interaksi alam baik yang terjadi secara makroskopis (berukuran besar atau dapat dilihat dengan indera penglihatan secara langsung) maupun mikroskopis (berukuran kecil atau tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan secara langsung) dalam lingkup ruang dan waktu. Sehingga secara tidak langsung kita bersentuhan dengan fisika dalam kehidupan ini.

Apakah berbagai disiplin ilmu yang berkaitan atau merupakan gabungan dari fisika?

Disiplin ilmu tersebut, yaitu:
– Astrofisika, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu astronomi.
– Biofisika, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu biologi.
– Fisika medis, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu kesehatan yang membantu dalam bidang kedokteran.
– Fisika material, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu material.
– Geofisika, merupakan gabungan ilmu fisika dengan geologi.
– Fisika optik, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu optik.
– Fisika lingkungan, merupakan gabungan ilmu fisika dengan ilmu lingkungan.
– dsb.

Daftar Pustaka

  • Ibrahim, Adzikra. Pengertian Fisika dan Kegunannya. Diperoleh dari https://pengertiandefinisi.com/pengertian-fisika-dan-kegunaannya/ (diakses pada 26 Mei 2020).
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hakikat. Diperoleh dari https://www.google.com/amp/s/kbbi.web.id/hakikat.html (diakses pada 26 Mei 2020).
  • Murtiyoso. Jawaban dari Apa Perbedaan dari Ilmu Eksak dan Noneksak? Diperoleh dari https://brainly.co.id/tugas/3870336 (diakses pada 27 Mei 2020).
  • Om.makplus. Definisi dan Pengertian Hakikat. Diperoleh dari http://www.definisi-pengertian.com/2015/01/definisi-dan-pengertian-hakikat.html?m=1 (diakses pada 26 Mei 20200).
  • Prashna, Deyan. 2020. Metode Ilmiah. Diperoleh dari https://bacaboy.com/metode-ilmiah/ (diakses pada 27 Mei 2020).
  • Sereliciouz. Hakikat Fisika – Fisika Kelas 10. Diperoleh dari https://www.google.com/amp/s/www.quipper.com/id/blog/mapel/fisika/hakikat-fisika-fisika-kelas-10/amp/ (diakses pada 26 Mei 2020).
  • Sudarmanto, Agus. Asal Usul Perkembangan Fisika yang Tercatat Sejarah. Diperoleh dari https//fst.walisongo.ac.id (diakses pada 27 Mei 2020).
  • Taeris9. Jawaban dari Sebutkan dan Jelaskan 3 Hakikat Fisika! Diperoleh dari https://brainly.co.id/tugas/16661082 (diakses pada 26 Mei 2020).

Baca juga