Home / Biologi / hereditas

Hereditas

  • 7 min read

Author : Niken Triana Putri, Pendidikan Biologi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pengertian Hereditas

Hereditas adalah pewarisan atau penerusan sifat-sifat dari generasi satu ke generasi berikutnya. Kata hereditas berasal dari kata latin yaitu here yang artinya pewaris.

Pewarisan sifat dibawa oleh molekul DNA induk yang membawa informasi berupa kode genetik berupa protein. Protein ini kemudian berinteraksi dengan lingkungan dan menyebabkan pola-pola yang dapat diamati dalam kehidupan.

Melalui mekanisme yang kompleks pada DNA terjadi replikasi yang menciptakan suatu organisme baru. Seluruh organisme atau makhluk hidup dari yang paling kecil seperti bakteri hingga ke eukariot terbesar, menggunakan DNA sebagai faktor utama dari menghasilkan keturunan baru.

Genetika adalah bidang ilmu sains yang khusus mempelajari tentang pewarisan sifat (hereditas) dan variasinya. Genetika terjadi pada berbagai tingkatan, yaitu mulai dari tingkat organisme hingga molekul.

Reproduksi Aseksual dan Seksual

Membahas tentang pewarisan sifat dari induk ke keturunannya memiliki kaitan yang erat dengan reproduksi. Reproduksi terbagi menjadi dua, yaitu secara aseksual dan secara seksual.

Organisme yang melakukan reproduksi aseksual menghasilkan keturunan yang sama persis dengan dirinya. Pada reproduksi aseksual hanya satu individu yang berperan mewariskan gennya kepada keturunannya, misalnya melalui pembelahan sel mitosis.

Berbeda dengan organisme yang bereproduksi secara aseksual, organisme yang bereproduksi secara seksual keturunan yang dihasilkan berasal dari dua induk. Masing-masing induk memiliki keunikan gen, gen-gen tersebut akan bergabung dan mengalir pada tubuh keturunannya.

Baca juga tulisan lain dari bacaboy:

Kromosom dalam Sel Manusia

Tubuh manusia memiliki sel somatik yang terlibat dalam pembentukan gamet. Sel tersebut memiliki 46 kromosom, terdapat dua kromosom pada masing-masing dari ke-23 kromosom. Itu artinya kromosom tersusun secara berpasangan.

Susunan yang ditampilkan oleh kromosom yang berpasangan disebut juga dengan kariotipe. Setiap kromosom berpasangan memiliki ukuran yang sangat panjang, posisi sentromer yang sama, serta pola pewarnaan yang sama.

Ada dua jenis kromosom lain, salah satunya adalah pembentuk jenis kelamin yang tersusun dari kromosom X dan kromosom Y. Kromosom X dan Y disebut juga dengan kromosom seks (sex chromosome). Sementara kromosom lain selain kromosom seks disebut autosom (autosome).

Kromosom
Gambar 1. Kromosom

Identifikasi Pewarisan Sifat

Hukum-hukum pewarisan sifat ditemukan oleh Gregor Mendel melalui persilangan pada tumbuhan kacang ercis. Untuk mengidentifikasi pewarisan sifat pada tanaman tersebut, Mendel menggunakan pendekatan kuantitatif.

Tanaman kacang ercis memiliki banyak variasi yang tampak pada warna bunganya, warna bunga ini kemudian disebut dengan karakter (character). Sementara setiap varian untuk salah satu karakter, yaitu warna ungu atau putih pada bunga disebut sebagai sifat (trait).

Alasan lain ercis digunakan adalah waktu generasinya yang pendek dan pada setiap perkawinan menghasilkan keturunan yang banyak. Hal ini memungkinkan mendel mengatur dan mengontrol perkawinan antar tanaman ercis dengan ketat.

Selanjutnya akan kita bahas mengenai istilah-istilah yang ada pada percobaan mendel. Pertama mendel hanya menggunakan galur murni (true breeding) -yaitu tanaman berbunga hasil dari penyerbukan sendiri- untuk digunakan dalam percobaan pengawinan.

Mendel menyilangkan dua galur murni yang berbeda dengan sifat yang saling kontras, perkawinan ini disebut juga dengan hibridisasi (hybridization). Induk dari galur murni disebut generasi P (Parental generation).

Keturunan yang bersifat hibrid dari hasil persilangan disebut dengan generasi F1 (Filial pertama). Jika F1 dibiarkan melakukan penyerbukan sendiri pada sesamanya, maka akan menghasilkan keturunan kedua yang disebut dengan generasi F2 (Filial kedua).

Hukum Pertama Mendel – Hukum Segregasi

Hukum mendel pertama segregasi yang juga merupakan hukum pertama mendel diartikan dengan hukum pemisahan. Hukum ini mengatakan bahwa gen parental dengan sifatnya masing-masing harus berpisah secara sama atau acak menjadi gamet haploid, sehingga keturunan dari mereka memiliki kesempatan yang sama untuk mewarisi dua alel.

Hukum segregasi terjadi selama proses meiosis. Pada hukum segregasi dikenal dengan dua sifat beda dari masing-masing induk yaitu sifat dominan yang kerap kali muncul dan sifat resesif yaitu sifat yang tertutupi oleh sifat dominan.

Persilangan Kacang Ercis
Gambar 2. Persilangan Kacang Ercis

Kosakata Genetik

Alel identik pada suatu organisme yang membentu suatu karakter disebut homozigot (homozygote) yang berperan sebagai gen pengontrol karakter. Misalnya pada tanaman ecis bunga ungu sel dominan homozigot ditulis dengan (PP), sementara alel resesif (pp).

Organisme dengan dua sifat beda untuk suatu gen disebut heterozigot (heterozygote). Berbeda dengan homozigot, heterozigot bukan berasal galur murni.

Berdasarkan sifat yang teramati pada organisme, yang dapat teramati disebut fenotip (phenotype). Sedangkan sifat yang tidak teramati merupakan susunan genetik yang disebut genotip (genotype).

Hukum Kedua Mendel – Hukum Asortasi

Persilangan antara heterozigot dengan heterozigot disebut dengan persilangan monohibrid. Mendel melakukan identifikasi hukum kedeuanya dengan menggunakan dua karakter berbeda secara bersamaan, hasil dari perkawinan biasanya akan menghasilkan anakan yang bersifat dihibrid.

Hukum asortasi atau pemilahan bebas menyatakan bahwa, sepasang alel bersegresi secara bebas terhadap pasangan-pasangan lain selama pembentukan gamet. Namun hukum ini hanya berlaku pada pasangan alel yang terletak pada kromosom berbeda (bukan kromosom homolog).

Hukum Ketiga Mendel – Hukum Dominansi

Hukum ketiga Mendel dikenal juga sebagai hukum dominansi sederhana. Pada hukum dominansi menyatakan bahwa alel dominan akan lebih tampak daripada alel resesif, sementara alel resesif hanya terlihat pada keadaan kedua alel bersifat resesif.

Persilangan monohibrid berikut menggambarkan hukum dominasi Mendel.

Hukum Ketiga Mendel
Gambar 3. Hukum Ketiga Mendel

Pada tumbuhan kacang polong, sifat gen polong hijau ( R) dominan terhadap polong kuning (r ). Untuk menghasilkan warna pada sifat resesif, kacang polong harus disilangkan dengan sifat dua sifat beda yang heterozigot, yaitu RrYy X RrYy.

Derajat dominansi

Derajat dominasi dan keresesifan pada setiap alel berbeda-beda. Pada persilangan ercis, keturunan F1 terlihat seperti salah satu dari induk, sebab salah satu alel pada pasangan menunjukkan dominansi sempurna (complete dominance).

Pada kondisi seperti ini fenotip heterozigot dan homozigot yang bersifat dominan tidak dapat dibedakan. Sementara jika tidak satu pun alel sepenuhnya dominan dari persilangan F1, maka akan menghasilkan kondisi yang disebut dominansi tidak sempurna (incomplete dominance).

Variasi lain yang ada pada derajat dominansi adalah hubungan dominansi alel-alel yang disebut kodominansi (codominance). Kedua alel sama-sama mempengaruhi fenotip yang terpisah dan dapat dibedakan.

Contoh Soal Latihan

  1. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat, disebut juga dengan ilmu…
  2. Sebutkan dua alasan Mendel menggunakan tanaman ercis sebagai objek pecobaannya!
  3. Seorang ayah memiliki anak laki-laki. Ayah itu memiliki hobi memancing, di setiap kesempatan anak laki-laki ikut untuk memancing. Hingga setelah dewasa anak laki-laki tersebut dapat memancing dengan baik dan seperti ayahnya dahulu, ia mengajarkan anaknya juga untuk memancing. Dari peristiwa tersebut, apakah memancing merupakan suatu sifat yang diwariskan secara genetik?

Jawaban

  1. Ilmu yang mempelajari pewarisan sifat disebut dengan Genetika.
  2. Tanaman ercis terdiri dari banyak varian, alasan ini memungkinkan Mendel untuk mengatur perkawinan pada kacang ercis. Alasan kedua generasi pada kacang ercis berlangsung singkat, oleh karena itu penyerbukan kacang ercis dapat dikontrol dengan baik secara buatan.
  3. Lebah memiliki kemampuan untuk membuat sarang dan hal tersebut diturunkan pada anaknya secara genetik. Sehingga lebah kecil dapat melakukan hal yang sama.

Namun pada manusia, seperti kebiasaan memancing dan kemampuan baik untuk memancing tidak diturunkan secara genetik. Sebab untuk dapat menguasai perilaku tersebut, dibutuhkan pengajaran dan latihan yang memerlukan waktu.

Daftar Pustaka

  • Campbell N.A, Reece J.B, 2012. Biologi, Edisi 8 Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
  • Biologydictionary.net Editors. “Mendel’s Law of Heredity.” Biology Dictionary, Biologydictionary.net, 02 Apr. 2018, https://biologydictionary.net/mendels-law-of-heredity/.
  • Biologydictionary.net Editors. “Heredity.” Biology Dictionary, Biologydictionary.net, 21 Dec. 2016, https://biologydictionary.net/heredity/.

Baca juga: