Home / Sejarah / Imperialisme dan Kolonialisme

Imperialisme dan Kolonialisme

  • 8 min read

Penulis : Nur Aini, Mahasiswi Universitas Indonesia

imperialisme

Imperialisme adalah kebijakan negara berbentuk praktik atau advokasi untuk memperluas kekuasaan dan dominasi, terutama melalui akuisisi teritorial langsung atau dengan memperoleh kontrol politik dan ekonomi di negara (wilayah) lain.

Teori tentang imperialisme

  • Menurut Joseph Chamberlain Imperialisme berarti menetapkan kebijakan idealisme dan filantropi; demi kepentingan politik, dan keserakahan kaum kapitalis.
  • John A. Hobson, A Liberal Inggris terkemuka, mengatakan bahwa Imperialisme berarti menanggung biaya dari negara yang dikuasai sekaligus meraup keuntungan yang lebih tinggi dan tingkat pengembalian yang lebih tinggi, dibandingkan dengan upah domestik.
  • Lenin (1916), menggambarkan Imperialisme sebagai penutupan pasar dunia dan akhir dari persaingan bebas kapitalis yang muncul dari kebutuhan akan ekonomi kapitalis untuk terus-menerus memperluas investasi, sumber daya material, dan tenaga kerja sedemikian rupa sehingga memerlukan ekspansi kolonial.
  • Walter Rodney (1972), memiliki gagasan bahwa imperialisme adalah fase kapitalisme “di mana negara-negara kapitalis Eropa Barat, AS, dan Jepang membangun politik, ekonomi, militer, dan budaya di bagian lain dunia. Satu bagian menjadi pengeksploitasi dan yang lainnya dieksploitasi, satu bagian dikuasai dan yang lain bertindak sebagai tuan, satu bagian membuat kebijakan dan yang lainnya tergantung.

Bentuk-bentuk imperialisme

  1. Koloni: Kebijakan atau praktik negara kaya atau berkuasa yang mempertahankan atau memperluas kontrolnya terhadap negara lain, terutama dalam membangun pemukiman atau mengeksploitasi sumber daya.
  2. Protektorat: Negara memiliki pemerintahan sendiri namun juga dikendalikan oleh kekuatan luar.
  3. Sphere of Influence: suatu negara di mana negara lain memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perkembangannya meskipun tidak memiliki otoritas formal.
  4. Imperialisme Ekonomi: Negara merdeka tetapi masih dibawah kekuasaan negara lain dalam hal bisnis.

Imperialisme Ekologi

Menurut John Bellamy Foster dalam bukunya the Ecological Revolution (2009), mengatakan bahwa apa yang terjadi ketika perusahaan besar lebih mengutamakan hasil dibanding kesejahteraan rakyat adalah seperti ‘imperialisme ekologi’. Sistem imperialisme ini sering terjadi dalam sistem kapitalisme global saat ini.

Menurut Foster, praktik imperialisme ini ditandai ketika perusahaan besar atau sekelompok orang dengan jabatan dan kekuasaan yang penuh bisa memerintah rakyat kecil dan berlaku sewenang-sewenang terhadap mereka. Ini bisa berupa eksploitasi sumber daya alam melalui jalan imperialis yang menekan dan berdampak langsung pada rakyat.

Kolonialisme

Kolonialisme adalah praktik dominasi, berarti menaklukan seseorang atau sekelompok orang. Istilah koloni berasal dari kata latin colonus, berarti petani.

Teori tentang kolonialisme

  • Gayatri Spivak’s (1988). Spivak menyadari bahwa kolonialisme masih ada dan terus terjadi dimana-mana. Menurutnya kolonialisme lebih mementingkan kapitalisme dengan mengutamakan gerakan-gerakan yang bertujuan semata materi.
  • Gandhi (1998) memberikan konsep tentang kolonialisme sebagai inti hibriditas (hubungan dua kebudayaan), perubahan, partikularitas, dan multiplisitas yang dapat mengarah pada semacam dogmatisme metodologis atau logika perkembangan. Selain itu, istilah “kolonial” juga sebagai penanda yang menunjukkan kesamaan historis.

Bentuk-bentuk kolonialisme

  • Kolonialisme pemukim : sejumlah besar imigran membawa perubahan dan menguasai penduduk setempat dalam aspek ekonomi, politik, dan sosial.
  • Kolonialisme eksploitasi : jumlah imigran yang relatif lebih sedikit dan sebagian besar berfokus pada eksploitasi sumber daya negara kolonial.

Pembenaran mengenai kolonialisme dan imperialisme

Konsep kolonialisme terkait erat dengan imperialisme, yang merupakan kebijakan atau etos penggunaan kekuasaan dan pengaruh untuk mengendalikan bangsa atau orang lain, imperialisme adalah dasar dari kolonialisme.

Kekuatan kolonial membenarkan penaklukan/ adanya kolonialisme dengan menyatakan bahwa mereka (bangsa penakluk) memiliki kewajiban hukum dan agama untuk mengambil alih tanah dan budaya masyarakat adat. Bangsa-bangsa penakluk memainkan peran mereka sebagai negara-negara “biadab” seolah-olah beradab, dan berpendapat bahwa mereka bertindak demi kepentingan terbaik orang-orang yang tanah dan rakyatnya mereka eksploitasi.

Terlepas dari kekuatan penjajah yang mengklaim tanah yang sudah dimiliki dan dihuni oleh masyarakat adat, perlawanan merupakan bagian integral dari kisah kolonialisme. Bahkan sebelum dekolonisasi, penduduk asli di semua benua melakukan perlawanan yang keras dan tanpa kekerasan terhadap para penakluk mereka.

Perbedaan kolonialisme dan imperialisme

  • Kolonialisme berarti menaklukkan negara lain sedangkan imperialisme berarti membangun kerajaan di negara lain.
  • Dalam Kolonialisme, terjadi pergerakan besar orang ke wilayah baru dan hidup sebagai pemukim permanen. Imperialisme hanya menjalankan kekuasaan atas wilayah yang ditaklukkan.

Awal mula terjadinya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia

Tujuan dari kolonialisme dan imperialisme (alasan bangsa barat datang ke Indonesia) ?

  • Jatuhnya kota Konstantinopel ketangan Dinasti Utsmani (Ottoman) Turki pada 1453 sehingga jalan ke Laut tengah tertutup dan bangsa Barat mulai mencari negara lain penghasil rempah-rempah dan sampai ke Indonesia
  • Terinspirasi dari kisah perjalanan Marcopolo (1254-1324) yang melakukan perjalanan ke negeri Cina.
  • Khusus bangsa Portugis dan Spanyol memiliki semangat reconquesta. Semangat menaklukkan alam, orang-orang yang berbeda kepercayaan dan keyakinan, dan semangat menyebarkan agama.

Bangsa asing yang pertama datang ke Indonesia

Portugis tiba di Ternate (Maluku) pada tahun 1512. Awalnya orang-orang Maluku menyambut dan sangat menghormati bangsa Portugis karena Portugis membeli rempah-rempah dengan harga yang tinggi dan membantu masyarakat Maluku menghadapi musuh.

Pada saat itu Maluku diperintah oleh Kaicil Darus yang meminta bantuan Portugis untuk membangun sebuah benteng. Pada 1522 Portugis mendirikan kastil Santo Yohanes. Imbalannya dengan perjanjian monopoli perdagangan rempah-rempah.

Ilustrasi perlawanan rakyat maluku terhadap bangsa Portugis.
Ilustrasi perlawanan rakyat maluku terhadap bangsa Portugis. (Sumber gambar: buku IPS Terpadu kelas VIII SMP Jilid 2, penulis Kosim dkk. Hal 90)

Perjanjian itu menyebabkan k esengsaraan karena harga rempah-rempah yang ditetapkan portugis sangatlah murah sehingga rakyat mulai memberontak terhadap Portugis.

Perlawanan Rakyat Indonesia Terhadap Bangsa Portugis

Dimulai dari perlawanan di Demak yang dipimpin oleh Fatahillah, kemudian disusul oleh perlawanan dari Aceh yang dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda, dan berakhir dengan perlawanan dari Maluku yang dipimpin oleh Sultan Babullah pada 1570-1575 yang pada akhirnya berhasil mengusir Portugis.

Awal kedatangan Belanda

Cornelis de Houtman

Pemimpin ekspedisi VOC ke Indonesia yang berhasil mendarat di Banten, Cornelis de Houtman. (Sumber gambar: buku Sejarah SMA kelas XI Drs Sardiman, hal 152)

Belanda tiba pertama kali di Indonesia pada 1596 dipimpin oleh Cornelis de Houtman di Banten. Pada 1602 didirikanlah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yaitu organisasi dagang pemerintah Hindia Belanda dengan hak octroi. Pada 1605, Belanda berhasil memaksa Portugis menyerahkan pertahanannya di Ambon kepada Steven van der Hagen dan di Tidore ke Cornelisz Sebastiansz. Demikian pula, benteng Inggris di Kambelo, Pulau Seram, dihancurkan oleh Belanda. Sejak itu Belanda berhasil mengendalikan sebagian besar wilayah Maluku dan Portugis didorong ke Timor Timur (sejak 1515). Monopoli dan penjajahan pun dimulai yang mengakibatkan kesengsaraan rakyat dan perlawanan dari rakyat.

Penyebab kegagalan dari perlawanan terhadap Belanda

  • Kurangnya persatuan antar daerah di Indonesia untuk mengusir Belanda
  • Kurangnya SDM yang terlatih untuk berperang
  • Persenjataan yang tidak sebanding
  • Terjadinya pengkhianatan dari rakyat Indonesia sendiri

Dampak dari kolonialisme dan imperialisme di Indonesia

dampak kolonialisme di indonesia

Bentuk penyiksaan yang dilakukan oleh kolonial Belanda kepada rakyat Indonesia berupa sistem tanam paksa. (Sumber gambar: buku IPS Terpadu kelas VIII SMP Jilid 2, penulis Kosim dkk. Hal 87)

Dampak dari kolonialisme

  • Penderitaan rakyat diakibatkan kerja paksa, rodi dsb.
  • Perkembangan ekonomi bangsa indonesia yang pada awalnya dihancurkan namun itu yang membuat rakyat Indonesia kemudian memikirkan bagaimana cara terbaik mempertahankan perekonomiannya.
  • Budaya bangsa Barat dan sistem pendidikan yang ditinggalkan kepada Indonesia

Dampak dari imperialisme

  • Indonesia menjadi merdeka dan diakui sebagai negaranya sendiri.
  • Belanda membawa teknologi baru ke Indonesia.
  • Setelah Indonesia menjadi negara merdeka Indonesia memiliki sistem pemerintahan yang lebih baik seperti memilih presiden.
  • Penyebaran agama kristen.
  • Belanda menghancurkan cara hidup damai rakyat Indonesia dengan membawa kekerasan ke dalam bangsa Indonesia.
  • Indonesia dibebani hutang yang besar dan perekonomian yang hancur.

Pertanyaan Umum

  1. Apa permasalahan utama antara yang sejak dari masa kolonial Belanda hingga sekarang belum selesai?

Jawab : Freeport dan kolonialisme Indonesia di Papua. Permasalahan mengenai freeport masih terus berlanjut hingga detik ini, meskipun telah dikeluarkan SUPERSEMAR oleh Soekarno pada tahun 1966 dan dan Undang-undang penanaman modal asing oleh Soeharto tahun 1967 juga ketertindasan dan penganiayaan terhadap bangsa Papua Barat yang masih terjadi. Rakyat Papua Barat masih belum mendapatkan kebebasan dikarenakan masih terus diperebutkan oleh kedua negara (pertikaian Indonesia dan Belanda) yang hendak mengambil alih tanah mereka untuk dijadikan bagian dari negaranya dan sikap pemerintah Indonesia yang dari dahulu terkesan kurang mempedulikan.

2. Apa saja manfaat dari penjajahan bangsa Barat di Indonesia?

Jawab : Memberikan prinsip dan pedoman pemerintahan yang baik, memberikan pengalaman mengatur perekonomian yang tertata, meninggalkan persenjataan yang berguna untuk pertahanan, memberikan gambaran sistem pendidikan yang teratur, menyebarkan agama dan lain lain.

Daftar Pustaka

  • https://www.indonesia-investments.com/culture/politics/colonial-history/item178 —colonialism and imperialism in indonesia
  • https://www.britannica.com/topic/imperialism —what is the meaning of imperialism
  • https://plato.stanford.edu/entries/colonialism/ —what is the meaning of colonialism
  • http://www.differencebetween.net/miscellaneous/difference-between-colonialism-and-imperialism/ —difference between colonialism and imperialsm
  • https://worldhistoryimperialism.weebly.com/4-types-of-imperialism.html —type of imperialism
  • https://www.drishtiias.com/gs-special/gs-special-world-history/colonialism —type of colonialism
  • https://www.google.com/amp/s/www.thejakartapost.com/amp/academia/2018/08/23/commentary-how-bad-how-cruel-were-dutch-to-us.html— imperialism and colonialism of portuguese and spanish in Indonesia
  • https://suarapapua.com/2020/03/07/freeport-indonesia-dan-sejarah-aneksasi-papua-dalam-bingkai-pascakolonialisme-1/ —freeport mengapa sejak zaman belanda masih belum selesai hingga sekarang
  • https://prezi.com/bcddxwvv_1ap/imperialism-in-indonesia/ —Effect of imperialsm in indonesia
  • https://www.nationalgeographic.com/culture/topics/reference/colonialism/ —justification of colonialism and imperialsm
  • Kosim. dkk. 2006. Ilmu Pengetahuan Sosial (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi). Bandung : Grafindo Media Pratama.
  • M, Sardiman, A. 2008. Sejarah 2 SMA Kelas XI. Yogyakarta: Yudhistira.