Home / Fisika / jangka sorong

Jangka Sorong – Cara Menggunakan, Membaca, Bagian & Contoh Soal Latihan

  • 6 min read
Loading...

Ditinjau dan edit kembali oleh Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia, 5 Agustus 2020

Pengertian Jangka Sorong

Alat ukur dalam fisika dapat didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk mengukur suatu besaran fisika. Sedangkan pengukuran merupakan suatu kegiatan yang digunakan untuk menentukan (mengukur) besaran fisika berdasarkan satuan internasional (SI).

Jangka sorong merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang berupa diamater benda (baik diameter dalam maupun luar), dan kedalaman dari bedanya. Selain itu, jangka sorong juga digunakan pada bidang teknik dimana untuk perencanaan, pembuatan atau pun pengecekan suatu produk.

Jangka sorong memiliki ketelitian sebesar 0,05 mm dimana ketelitiannya lebih rendah bila dibandingkan dengan mikrometer sekrup. Ketelitian dari jangka sorong merupakan setengah dari nilai skala terkecil pada jangka sorong, yaitu 0,1 mm.

Fungsi dari mikrometer sekrup tidak jauh berbeda dengan jangka sorong dimana memiliki fungsi untuk mengukur besaran panjang berupa diameter dan ketebalan benda. Penggunaan keduanya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Bagi kamu yang ingin mengetahui

Loading...
mikrometer sekrup, maka kamu dapat membaca artikel mikrometer sekrup.

Pengukuran dengan jangka sorong harus dilakukan secara akurat dan presisi. Akurat merupakan seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya.

Sedangkan, presisi merupakan seberapa dekat serangkaian hasil pengukuran satu sama lain. Sebelum alat ukur digunakan, terlebih dahulu dilakukan kalibrasi alat ukur.

Kalibrasi atau standardisasi memiliki alur yang panjang dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Alur tersebut yaitu standardisasi primer, satndardisasi sekunder, standar transfer, standar kerja, dan standar pengguna.

Pada standar pengguna, pengguna alat ukur harus mengkalibrasi (menyesuaikan) alat ukurnya agar dapat menghasilkan hasil yang standar, biasanya diacukan pada alat ukur sejenis lainnya.

Jangka Sorong

Penemuan jangka sorong diperkuat lagi dengan bukti bahwa bangsa China pada masa Dinasti Han juga telah menggunakannya. Alat yang digunakan pada masa Dinasti Han berbahan dasar dari perunggu dan terdapat pula tanggal pembuatannya. Kemudian Bangsa Eropa tidak hanya memanfaatkan alat tersebut untuk mengukur, tetapi juga digunakan sebagai petunjuk arah.

Sementara itu, untuk jangka sorong yang kita kenal saat ini, berasal dari Perancis tepatnya di kota Oranan sekitar tahun 1600an. Alat ukur tersebut dirangkai oleh ahli Matematika dan Sains yaitu Pierre Vernier. Beliau yang menemukan alat jangka sorong beserta skalanya. Sebelum abad 19, Dedron Nunes bangsawan asal Spanyol memperkenalkan nama skala nonius. Namun pada abad 19, seorang bangsawan asal Perancis mengubah nama skala tersebut menjadi skala vernier kembali.

Jangka sorong adalah alat untuk mengukur jarak, diameter, serta “diameter dalam” suatu objek yang kecil dengan tingkat akurasi cukup tinggi. Skala terkecil dari jangka sorong ialah 0,1 mm, artinya nilai antara dua garis yang berdekatan 0,1 mm.

Sektor-sektor industri yang menggunakan jangka sorong atau vernier caliper diantaranya sektor industri otomotif, teknik mesin, dan sektor industri sejenis lainnya. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang semakin modern, saat ini tersedia jangka sorong versi digital. Jangka sorong digital tentunya lebih praktis dan cepat pengunaannya, tidak perlu menghitung secara manual lagi.

Secara umum jangka sorong memiliki dua bagian, yaitu rahang tetap dan rahang sorong. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar berikut :

bagian jangka sorong

Bagian Jangka Sorong

Berikut keterangan mengenai bagian dari jangka sorong:

Berdasarkan gambar tersebut, jangka sorong memiliki dua rahang, yaitu rahang sorong atas dan rahang sorong bawah, serta ada rahang tetap. Rahang atas dan bawah dapat digerakan sesuai dengan keperluan pengukuran.

Rahang atas dan bawah juga disebut sebagai rahang geser. Sedangkan rahang tetap tidak dapat digerakan.

Obyek yang diukur diletakkan di antara kedua rahang tersebut baik pada rahang atas atau pun bawah. Tombol kunci digunakan untuk mengunci rahang atas maupun bawah pada saat melakukan pengukuran.

Terdapat dua skala pada jangka sorong, yaitu skala utama dan skala nonius. Tangkai pengukur kedalaman digunakan untuk mengukur kedalaman dari obyek yang diukur dimana diatur dengan menggerakkan rahang geser.

Cara menggunakan jangka sorong

1. Kendurkan baut penguncinya. Dengan angka nol pada skala nonius. Perlu kamu ketahui bahwa satu garis pada skala utama bernilai 1 mm.

2. Pastikan rahang dan objek sudah bersih, agar tidak menempel dan terjadi kesalahan dalam pengukuran. Dengan satu garis pada skala nonius. Perlu kamu ketahui bahwa satu garis pada skala nonius bernilai 0,1 mm. Berikut rumus perhitungannya:

Loading...

3. Tutup rahang hingga objek terapit dengan benar.

cara membaca dan menghitung jangka sorong

1. Membaca skala utama, lihat nilai yang terukur lurus atau terhimpit dengan angka nol pada skala nonius.

2. Membaca skala nonius, lihat satu garis skala utama yang bertemu tepat tegak lurus dengan satu garis skala nonius.

cara membaca menghitung jangka sorong

cara membaca dan menghitung jangka sorong

Artinya skala utamanya 81 mm atau 8,1 cm (garis merah). Kemudian skala nonius terletak pada angka 5 (yang menbentuk garis lurus) sehingga skala noniusnya 0,5 mm atau 0,05 cm. Jadi skala utama ditambah skala nonius, 81 mm + 0,5 mm = 81,5 mm atau 8,15 cm.

Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jangka sorong merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur diamater maupun kedalaman suatu benda. Pengukuran harus dilakukan secara akurat dan presisi.

Jangka sorong harus dikalibrasi terlebih dahulu sebelum digunakan. Rumus dari pengukuran jangka sorong telah dijelaskan pada pers. (1).

Alat ukur merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui besaran fisika dari suatu pengukuran yang berdasarkan satuan SI. Selain bidang fisika, jangka sorong juga digunakan pada bidang teknik, seperti untuk perencanaan, pembuatan maupun pengecekan sutau produk.

Contoh Soal Latihan

1. Hitunglah skala pada jangka sorong di bawah ini dalam satuan cm!

Jawaban : Skala utama = 5,1

Skala nonius = 0,06 cm

Jadi 5,1 + 0,06 = 5,16 cm.

2. Hitunglah skala pada jangka sorong di bawah ini dalam satuan mm!

soal jangka sorong 1

soal jangka sorong 1

Jawaban : Skala utama = 48 mm

Skala nonius = 0,2 mm

Jadi 48 + 0,2 = 48,2 mm.

3. Apa perbedaan fungsi dari rahang tetap bawah dan rahang sorong bawah serta rahang tetap

atas dan rahang sorong atas?

Jawaban : Keduanya berfungsi untuk menjepit objek yang hendak diukur, tetapi rahang tetap

dan sorong bawah berdasarkan diameter, ketebalan, atau diameter luar dari objek sementara

rahang tetap dan sorong atas berdasarkan diameter bagian dalam objek.

Daftar Pustaka

  • StudioBelajar.com. Jangka Sorong. Diakses pada 18 Maret 2020, dari https://informazone.com/jangka-sorong/ .
  • GuruPendidikan.com. Jangka Sorong. Diakses pada 18 Maret 2020, dari https://www.gurupendidikan.co.id/jangka-sorong/ .
  • Informazone.com. Cara Membaca Jangka Sorong, Pengertian, Sejarah, Bagian-bagian, dan Kegunaanya. Diakses pada 20 Maret 2020, dari https://informazone.com/jangka-sorong/
Loading...
Loading...