Home / Fisika / jangka sorong

Jangka Sorong ( Cara Menggunakan, Membaca, Bagian & Soal Latihan )

  • 3 min read

Jangka sorong – Pada zaman yunani dan romawi kuno telah ditemukan alat ukur yang mirip dengan jangka sorong, alat tersebut ditemukan di bekas reruntuhan insiden kapal di lepas pantai Italia ( The Greek Giglio Wreck ).

Jangka Sorong

Penemuan jangka sorong diperkuat lagi dengan bukti bahwa bangsa China pada masa Dinasti Han juga telah menggunakannya. Alat yang digunakan pada masa Dinasti Han berbahan dasar dari perunggu dan terdapat pula tanggal pembuatannya. Kemudian Bangsa Eropa tidak hanya memanfaatkan alat tersebut untuk mengukur, tetapi juga digunakan sebagai petunjuk arah.

Sementara itu, untuk jangka sorong yang kita kenal saat ini, berasal dari Perancis tepatnya di kota Oranan sekitar tahun 1600an. Alat ukur tersebut dirangkai oleh ahli Matematika dan Sains yaitu Pierre Vernier. Beliau yang menemukan alat jangka sorong beserta skalanya. Sebelum abad 19, Dedron Nunes bangsawan asal Spanyol memperkenalkan nama skala nonius. Namun pada abad 19, seorang bangsawan asal Perancis mengubah nama skala tersebut menjadi skala vernier kembali.

Jangka sorong adalah alat untuk mengukur jarak, diameter, serta “diameter dalam” suatu objek yang kecil dengan tingkat akurasi cukup tinggi. Skala terkecil dari jangka sorong ialah 0,1 mm, artinya nilai antara dua garis yang berdekatan 0,1 mm.

Sektor-sektor industri yang menggunakan jangka sorong atau vernier caliper diantaranya sektor industri otomotif, teknik mesin, dan sektor industri sejenis lainnya. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang semakin modern, saat ini tersedia jangka sorong versi digital. Jangka sorong digital tentunya lebih praktis dan cepat pengunaannya, tidak perlu menghitung secara manual lagi.

Secara umum jangka sorong memiliki dua bagian, yaitu rahang tetap dan rahang sorong. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar berikut :

bagian jangka sorong

bagian jangka sorong

Cara menggunakan jangka sorong

1. Kendurkan baut penguncinya.

2. Pastikan rahang dan objek sudah bersih, agar tidak menempel dan terjadi kesalahan dalam pengukuran.

3. Tutup rahang hingga objek terapit dengan benar.

cara membaca dan menghitung jangka sorong

1. Membaca skala utama, lihat nilai yang terukur lurus atau terhimpit dengan angka nol

pada skala nonius.

2. Membaca skala nonius, lihat satu garis skala utama yang bertemu tepat tegak lurus

dengan satu garis skala nonius.

cara membaca menghitung jangka sorong

cara membaca dan menghitung jangka sorong

Artinya skala utamanya 81 mm atau 8,1 cm (garis merah). Kemudian skala nonius terletak pada angka 5 (yang menbentuk garis lurus) sehingga skala noniusnya 0,5 mm atau 0,05 cm. Jadi skala utama ditambah skala nonius, 81 mm + 0,5 mm = 81,5 mm atau 8,15 cm.

Contoh Soal Latihan

Soal 1

1. Hitunglah skala pada jangka sorong di bawah ini dalam satuan cm!

Jawaban : Skala utama = 5,1

Skala nonius = 0,06 cm

Jadi 5,1 + 0,06 = 5,16 cm.

Soal 2

2. Hitunglah skala pada jangka sorong di bawah ini dalam satuan mm!

soal jangka sorong 1

soal jangka sorong 1

Jawaban : Skala utama = 48 mm

Skala nonius = 0,2 mm

Jadi 48 + 0,2 = 48,2 mm.

Soal 3

3. Apa perbedaan fungsi dari rahang tetap bawah dan rahang sorong bawah serta rahang tetap

atas dan rahang sorong atas?

Jawaban : Keduanya berfungsi untuk menjepit objek yang hendak diukur, tetapi rahang tetap

dan sorong bawah berdasarkan diameter, ketebalan, atau diameter luar dari objek sementara

rahang tetap dan sorong atas berdasarkan diameter bagian dalam objek.

DAFTAR PUSTAKA

StudioBelajar.com. Jangka Sorong. Diakses pada 18 Maret 2020, dari https://informazone.com/jangka-sorong/ .

GuruPendidikan.com. Jangka Sorong. Diakses pada 18 Maret 2020, dari https://www.gurupendidikan.co.id/jangka-sorong/ .

Informazone.com. Cara Membaca Jangka Sorong, Pengertian, Sejarah, Bagian-bagian, dan Kegunaanya. Diakses pada 20 Maret 2020, dari https://informazone.com/jangka-sorong/