Home / Biologi / jaringan tumbuhan

Jaringan Tumbuhan

  • 9 min read

Penulis : Aldira Dina Tutazqiyah Mahasiwi Biologi IPB

Pengertian jaringan tumbuhan

Salah satu cabang dari ilmu biologi adalah morfologi tumbuhan yang merupakan ilmu yang mempelajari tentang jaringan pada tumbuhan.

Menurut definisinya, morfologi tumbuhan tidak hanya menguraikan bentuk dan susunan tubuh tumbuhan saja, tetapi juga menentukan fungsi masing-masing bagian tersebut dalam kehidupan tumbuhan yang selanjutnya mengetahui dari mana asal bentuk dan susunan tubuh yang beraneka ragam.

Jaringan merupakan kumpulan sel yang memiliki bentuk serta fungsi kegunaan yang sama, ada fungsi yang sama tetapi struktur berbeda atau fungsi yang sama dengan bentuk yang sama.

Bagian-bagian dari suatu tumbuhan sebagai suatu individu biasanya terdiri dari kumpulan jaringan yang kompleks kemudian bergabung membentuk organ, dan organ-organ tersebut akan berkumpul membentuk sistem yang disebut sistem organ yang pada akhirnya menjadi tumbuhan.

Jaringan tumbuhan adalah kumpulan sel-sel serupa yang melakukan fungsi terorganisir untuk tumbuhan. Sekumpulan sel-sel yang memiliki bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama.

Baca juga tulisan lain  dari bacaboy

Jaringan Meristem

Jaringan pada tubuh tumbuhan dewasa yang sel-selnya tetap bersifat embrionik (selalu membelah).

Fungsi :

  • memperbanyak sel.
  • Melakukan diferensiasi menjadi jaringan dewasa.

Ciri sitologi :

  • Berdinding tipis.
  • Kaya protoplasma. Umumnya mempunyai vakuola berukuran kecil.
  • Bentuk sel isodiametrik, terkadang seperti prisma, pipih atau panjang (sel kambium).
  • Sel tersusun rapat tanpa ruang antar sel.
  • Ukuran sel kecil.
  • Selnya berbentuk kubus.

Klasifikasi Meristem :

  • Meristem Apikal : Terdapat diujung pucuk utama, pucuk lateral, dan akar; terutama menyebabkan pertumbuhan memanjang.
  • Meristem Interkalar :Umumnya dijumpai pada pangkal ruas batang tumbuhan Graminae atau monokotil. Berfungsi menambah panjang ruas batang. Jaringan ini merupakan sekumpulan sel meristem primer yang terpisah dari puncak oleh kehadiran jaringan yang telah dewasa.
  • Meristem Lateral :Terdiri dari kambium pembuluh, kambium gabus (felogen). Berfungsi menambah panjang diameter batang/akar.
Klasifikasi Meristem
Klasifikasi Meristem
  • Meristem Primer : Jaringan yang sel-selnya secara langsung berkembang dari sel-sel embrionik (kelanjutan langsung dari embrio). Jaringan ini menghasilkan epidermis, korteks batang dan akar, mesofil daun, dan jaringan pembuluh primer.
  • Meristem Sekunder : Jaringan yang berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi. Jaringan ini menghasilkan jaringan pembuluh sekunder dan periderm. Kambium dan kambium gabus termasuk meristem sekunder. Kambium berkembang sebagai untaian panjang yang melingkar membentuk kambium pembuluh (berkas pengangkut). Kambium yang terdapat pada jaringan pembuluh primer disebut kambium vasikuler. Sementara kambium yang terdapat pada diantara berkas pengangkut disebut kambium intervasikuler.

Jaringan Permanen (Dewasa)

Jaringan permanen (dewasa) berasal dari jaringan meristematik dan kehilangan kemampuan untuk membelah. Jaringan ini telah mengalami deferensiasi.

Ciri sitologi :

  • Tidak aktif membelah diri.
  • Berukuran lebih besar dari pada jaringan meristem.
  • Mempunyai vakuola yang lebih besar.
  • Di sela-sela sel memiliki ruang antar sel.

Berdasarkan fungsinya, jaringan permanen dibedakan sebagai berikut :

Sistem Jaringan Dermal

Epidermis

Epidermis berasal dari meristem primer. Merupakan lapisan terluar dari organ sebelum mengalami pertumbuhan sekunder (epidermis tidak berklorofil, yang berklorofil adalah korteks). Setelah pertumbuhan sekunder, epidermis digantikan oleh gabus.

Fungsi :

  • Penyokong mekanik.
  • Penyerapan dan penyimpan air.
  • Membatasi penguapan.

Ciri sitologi :

  • Susunan sel rapat tanpa ruang antarsel.
  • Terdiri dari sel-sel hidup.
  • Memiliki vakuola yang besar.
  • Tidak berkloroplas.

Bentuk umum :

Merupakan lapisan sel hidup, rapat satu sama lain. Dinding luar agak tebal, dilapisi kutin, kutikula, dan lilin. Dilihat dari permukaan bentuknya bervariasi. Dilihat dari samping berbentuk pipih.

Epidermis sering tertutup lapisan perlindungan lilin untuk menghentikan tumbuhan dari terbakar atau mengering di bawah sinar matahari. Epidermis juga mengandung stoma yang berfungsi mengontrol aliran udara dan air melalui daun, memungkinkan tumbuhan untuk memindahkan air dan nutrisi dari tanah.

Stoma terdiri atas :

  • Sel penjaga (sel penutup)
  • Celah stoma (apertur stoma)
  • Sel tetangga (sel pelengkap)
Stoma
Stoma terdiri atas sel penjaga celah stoma sel tetangga

Gabus (Felogen)

Jaringan tumbuhan yang terlihat pada tumbuhan kayu yang mati dan menjadi lapisan luar kulit kayu. Jaringan ini juga direndam dengan zat lilin khusus untuk melindungi dari serangga, matahari, dan unsur-unsurnya.

Fungsi :

Melindungi jaringan lain yang terdapat di bawahnya agar tidak terlalu banyak kehilangan air.

Ciri sitologi :

  1. Merupakan sel mati.
  2. Disusun dari sel-sel parenkim gabus.
  3. Berbentuk memanjang dan berdinding gabus.

Macam jaringan gabus :

  • Felem merupakan jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus ke arah luar dan sel-selnya mati.
  • Feloderm merupakan jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus ke arah dalam dan sel-selnya hidup.
  • Sistem Jaringan Dasar

Parenkima

Parenkima adalah jaringan yang terdapat di seluruh tubuh tumbuhan. Sel parenkima masih mampu membelah, bahkan pada sel dewasa.

Fungsi :

  • Tempat berlangsungnya fotosintesis.
  • Sebagai jaringan penyokong.
  • Sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

Ciri sitologi :

Parenkima berupa sel hidup. Dinding sel tipis dengan vakuola sentral yang sangat besar, ada yang berdinding tebal, misal endosperm Phoenix, Coffea, Asparagus, Sallaca.

Mereka sering terpisah satu sama lain dan biasanya diisi dengan plastid. Memiliki ruang antar sel dan merupakan bagian terbesar dari tubuh tumbuhan, misal pada korteks dan empulur batang, korteks akar, perisikel akar, tangkai dan mesofil daun, daging buah, komponen xilem dan floem. Jaringan parenkima ketika terluka dapat kembali ke jaringan tumbuhan meristematik untuk menumbuhkan kembali daerah yang rusak.

Bentuk sel parenkima : Polihedral, bintang, tabung.

Bentuk sel parenkima
Bentuk sel parenkima

Berdasarkan fungsinya

  • Parenkim Asimilasi (Klorenkim) : Klorenkim adalah sel parenkim yang berisi kloroplas dan berfungsi untuk fotosintesis. Sel ini biasanya mempunyai sebuah atau beberapa vakuola. Misalnya, parenkim palisade pada daun karet (Ficus elastica).
  • Parenkim Penimbun : Parenkim penimbun adalah sel parenkim yang biasanya berisi leukoplas (cadangan makanan) seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Sel-sel parenkim penimbun tersusun rapat, tanpa ruang antarsel. Parenkim penimbun biasanya terdapat pada empulur batang, akar, umbi, rimpang, buah, dan endosperm biji. Misalnya, parenkim penimbun pada pisang (Musa paradisiaca).
  • Parenkim Air : Parenkim air umumnya terdapat pada tubuh tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit), tumbuhan epifit seperti Orchidaciae, dan tumbuhan sukulen. Umumnya sel berukuran besar, berdinding tipis, lapisan sitoplasmanya tipis, dan mengandung hanya sedikit kloroplas.
  • Parenkim Udara (Aerenkim) : Parenkim udara memiliki banyak ruang antarsel yang berkembang maksimum. Parenkim udara banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan yang tumbuh di tempat yang banyak mengandung air dan tumbuhan yang habitatnya di air (hidrofit). Jaringan ini penting untuk pertukaran udara. Misalnya pada eceng gondok (Eichhornia crassipes).

Berdasarkan asal jaringan

  • Meristem Dasar : Jaringan parenkima pada tubuh primer. Misal pada korteks.
  • Prokambium : Jaringan parenkima pada jaringan pembuluh.
  • Kambium Pembuluh atau Kambium Gabus : Jaringan parenkima pada tubuh sekunder.
  • Berdasarkan perkembangan ruang antarsel
  • Reksigen: Terbentuk karena robeknya protoxilem pada saat pertumbuhan.
  • Lisigen : Terbentuk melalui disintegrasi seluruh sel.
  • Skizogen : Ruang antarsel terbentuk di antara dinding primer dua sel anak dengan dinding primer sel induk. Ruang antarsel dilapisi oleh senyawa yang berasal dari lamela tengah.

Sistem Jaringan Penguat

Kolenkima

Kolenkima berasal dari meristem dasar. Merupakan jaringan penguat pada organ tumbuhan muda dan tumbuhan herba.

Fungsi :

  • Melindungi berkas pengangkut.
  • Memperkuat jaringan parenkima.
  • Menunjang dan memperkokoh bentuk tumbuhan.

Ciri sitologi :

Terdiri atas sel-sel hidup dengan jumlah sel yang terbatas. Penebalan dinding tidak merata. Waktu muda plastis. Terdapat daerah noktah primer. Pada tumbuhan dewasa terjadi sklerefikasi. Kolenkima terletak pada subepidermis organ, tepi dan sisi tulang daun. Biasanya ditemukan dimana pun ada pertumbuhan baru dan sel struktural lainnya belum terbentuk.

Tipe penebalan dinding sel :

  • Angular : Penebalan dinding sel di sudut-sudut sel.
  • Lamelar : Penebalan terutama pada dinding tangensial dan radial.
  • Lakunar : Penebalan pada dinding yang menghadap ruang interselular.
  • Anular : Penebalan dinding seperti cincin.
Tipe penebalan dinding sel
Tipe penebalan dinding sel

Sklerenkima

Sklerenkima adalah jaringan struktural yang mati tetapi dinding dan struktur sel tetap ada.

Fungsi :

  • Sebagai penopang dan pelindung.
  • Sebagai alat untuk bertahan terhadap tekanan dari luar.

Ciri sitologi :

Memiliki dinding sekunder menebal rata dan berlignin. Noktah sempit dengan apertur bulat serta bervariasi dalam bentuk, lokasi, asal, dan perkembangan.

Serat

  • Lumen sempit karena dinding tebal.
  • Serat berbentuk sel panjang dengan kedua ujung runcing.
  • Contoh : serat rami.

Sklereid

  • Sklereid berbentuk isodiametrik, rongga noktah sering berbentuk saluran karena dindingnya sangat tebal.
  • Dapat meluas ke seluruh tanaman untuk memberikan dukungan dan kekuatan pada berbagai organ.
  • Contoh : sel tempurung.

Sistem Jaringan Pembuluh (Vaskuler)

Xilem

Jaringan tumbuhan yang dapat datang dalam beberapa bentuk, tergantung spesiesnya. Jaringan tumbuhan xilem terdiri dari rantai panjang tabung kecil yang disebut pembuluh yang saling berhubungan dan memungkinkan air mengalir tanpa hambatan.

Fungsi : Mengangkut air dan mineral terlarut (solut).

Xilem primer

-Dibentuk oleh prokambium pada tubuh primer.

-Terdiri atas protoxilem dan metaxilem.

-Terdapat bersamaan dengan floem primer, berbentuk berkas pembuluh pada batang, daun, dan bagian bunga.

Xilem sekunder

-Dibentuk oleh aktivitas kambium.

Floem

Jaringan tumbuhan yang terdiri dari berbagai jenis sel yang berbeda yang bekerja bersama menghasilkan hubungan yang terus menerus menghubungkan sel-sel tumbuhan.

Fungsi : Mengangkut fotosintat.

Floem primer

-Dihasilkan oleh prokambium pada tubuh primer.

-Terdiri atas protofloem (dewasa sebelum pertumbuhan memanjang), unsur tapis aktif dalam waktu singkat dan metafloem (dibentuk setelah pertumbuhan memanjang), unsur tapis aktif dalam waktu lama.

Floem sekunder

-Dihasilkan oleh aktivitas kambium.

Struktur floem :

  • Unsur tapis (unsur utama); berbentuk tabung dengan ujung berlubang.
  • Sel pengiring atau sel albumin; berbentuk silinder dengan plasma yang dekat.
  • Serat floem; berbentuk panjang dengan ujung berimpit dan dindingnya tebal.
  • Parenkima floem; selnya hidup, memiliki dinding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah, berisi tepung, damar atau kristal.

Contoh Soal Latihan

  1. Sebutkan jaringan-jaringan penyusun tumbuhan!
  2. Ada berapakah sel penyusun stoma?
  3. Sebutkan pembagian jaringan kolenkima berdasarkan tipe penebalan dinding selnya!

Jawaban

  1. Jaringan meristem, epidermis, parenkima, kolenkima, sklerenkima, xilem, dan floem.
  2. Ada 3 sel penyusun stoma.
  3. Berdasarkan tipe penebalan dinding selnya, kolenkima dibedakan menjadi :

– Angular yaitu penebalan dinding sel di sudut-sudut sel.

– Lamelar yaitu penebalan terutama pada dinding tangensial dan radial.

– Lakunar yaitu penebalan pada dinding yang menghadap ruang interselular.

– Anular yaitu penebalan dinding seperti cincin.

Daftar Pustaka

  • Anatomy of Flowering Plants – Plant Tissues : https://www.toppr.com/guides/biology/anatomy-of-flowering-plants/plant-tissues/
  • Biology Dictionary – Plant Tissues : https://biologydictionary.net/plant-tissue/
  • Plant Tissues : https://www.biology-pages.info/P/PlantTissues.html
  • Meristem and Parenkima Tissues/Sulistyaningsih Y/Presentasi materi jaringan meristem dan parenkima/IPB University.
  • Support and Distributor Tissues/Sulistyaningsih Y/Presentasi materi jaringan penunjang dan penyalur/IPB University.

Baca juga: