Home / Ekonomi / kebijakan fiskal

Kebijakan Fiskal

  • 5 min read
Loading...

Penulis : Bagus Aryo Anggoro, Mahasiswa Matana Jurusan Ekonomi

Pengertian kebijakan fiskal

Kebijakan fisikal merupakan suatu langkah kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan anggaran pemerintah dalam meningkatkan atau mengurangi pengeluraan pemerintah dan subsidi serta meningkatkan atau mengurangi pajak.

Tujuan kebijakan fisikal adalah untuk meningkatkan laju inflasi, mendorong investasi sosial secara optimal, meningkatkan kesempatan kerja dan menanggulangi inflasi/deflasi . Berikut ini alur kebijakan fiskial sebagai berikut :

kebijakan fiskal
kebijakan fiskal

Berdasarkan alur kebijakan fiskal yang di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kebijakan fiskal dapat mempengaruhi permintaan agregat dan penawaran agregat yang akan menentukkan keadaan pasar barang dan jasa yang akan mempengaruhi tingkat harga dan pengerjaaan faktor-faktor produksi dimana tingkat harga dan kesempatan kerja ini akan berdampak pada upah/pendapatan yang di harapkan yang akan berpengaruh pada permintaan agregat dan penawaran agregat.

Baca juga tulisan lain dari bacaboy:

Dalam proses mekanisme kebijakan fiksal ini, peran pemerintah lebih berfokus pada fungsi regulator dan pengaturan mekanisme redistribusi melalui alokasi anggaran guna penanggulangan kemiskinan dan peningkatkan kesejahteraan rakyakt. Proses alokasi dan penetapan anggaran harus mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Raykat (DPR). Kebijakan fiksal ini direncanakan, ditetapkan dan dilaksanakan melalui proses transparan dan prosedur yang relatif panjang dan harus melibatkan peran dan persetujuan berbagai pihak.

persetujuan Dewan Perwakilan Raykat (DPR)

Bentuk Kebijakan Fiksal

  • Penstabil Otomatik : Kebijakan yang mendorong atau menekan pereekonomian ketika di perlukan tanpa melakukan perubahan kebijakan yang di sengaja.
  • Fiskal Diskresioner : Tindakan yang di ambil pemerintah dalam bidang pengeluaran pemerintah atau penerimaan pajak yang secara khusus dapat merubah sistem ekonomi yang ada. Kebijakan Diskresioner di bagi menjadi 2 bagian yaitu kebijakan

1. Kebijakan Fiskal Ekspansioner (expansionaary fiscal policy)

Kebijakan ini merupakan cara meningkatkan pengeluaran atau belanja pemerintah dan/atau menurunkan pajak apabila kondisi perekonomian lesu dari angka pengangguran tinggi sehingga di rasa perlu untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan menurunkan angka pengangguran. Berikut ini alur kebijakan fiskal ekpansioner sebagai berikut :

alur kebijakan fiskal ekpansioner

2. Kebijakan Fiskal Kontraksioner (contractionary fiscal policy)

Kebijakan ini merupakan cara menurunkan pengeluaran atau belanja pemerintah dan/atau menaikkan pajak apabila kondisi perekonomian dalam keadaan inflasi tinggi. Berikut ini alur kebijakan fiskal kontraksioner sebagai berikut :

Kebijakan Fiskal Kontraksioner

Fungsi Kebijakan Fiksal

  1. Fungsi Alokasi : Dalam fungsi alokasi ini, pemerintah mengalokasikan sumber-sumber ekonomi secara efesien agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di bidang sektor produksi dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa (public goods and services).yang di perlukan oleh seluruh masyarakat pada suatu negara tersebut.
  2. Fungsi Distribusi : Dalam fungsi distribusi ini, pemerintah menyeimbangkan antara efisiensi dan pemerataan dalam alokasi sumber daya dengan menggunakan instrumen pajak, jaminan sosial dan pelayaan publik untuk memengaruhi distribusi pendapatan dengan tujuan pemerataan kesejahteraan masyarakat pada suatu negara tersebut.
  3. Fungsi Stabilisasi : Dalam fungsi stabilisasi ini, pemerintah berfokus pada memelihara keseimbangan ekonomi masyarakat pada suatu negara.
  4. Fungsi Pembangunan : Dalam fungsi pembangunan ini, pemerintah menggerakkan proses pembangunan ekonomi agar lebih cepat tumbuh berkembang dan maju pada suatu negara.

Peran Kebijakan Fiksal

  1. Mengatasi defisit anggaran pendapatan dan belanja negara
  2. Mengatasi stabilitas ekonomi makro,
  3. Mengatur jumlah uang yang beredar namun lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
  4. Kebijakan fiksal berperan dalam hal pengelolah pengeluaran

Instrumen Kebijakan Fiskal

Sistem Perpajakan

Merupakan suatu sarana dalam kebijakan fiskal untuk mengatur kegiatan perekonomian pada suatu negara. Dengan menaikkan tarif pajak, pemerintah bermaksud memperkuat kas pemerintah dan dapat memperbesar pengeluaran yang bersifat umun. Sebaliknya, dengan menurunkan tarif pajak, pemerintah bermaksud memberikan kesempatan peruahaan yang berinvestasi, sekaligus meningkatkan konsumsi.

Sistem Perpajakan

Berdasarkan gambar yang di atas, sosialisasi pajak menggunkan mobil pajak keliling. Salah satu intrumen fiksal adalah sistem perpajakan. Bila pemerintah bermaksud memperkuat kas negara, pemerintah dapat menaikkan tarif pajak.

Pengelolaan Anggaran

  1. Anggaran Defisit

Pengeluaran < Pemasukan

Kebijakan pemerintah menetapkan pengeluaran lebih besar dari pemasukan guna memberikan stimulus pada perekonomian. Umunnya sangat baik di gunakan jika keadaan ekonomi sedang resesi.

2. Anggaran Surplus

Pengeluaran > Pemasukan

Kebikan perimntah menetapkan pemasukan lebih besar dari pengeluaran . baiknya polilik anggaran surplus di laksanakan ketika perekonomian di laksanakan , ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansif yang memulai menanas (overbeating) untuk menurunkan tekanan permintaan.

3. Anggran Berimbang

Pengeluaran = Pemasukan

Ketika pemerintah menetapkan pengeluran sama besar dengan pemasukan dengan tujuan untuk menstabilkan ekonomi dan anggaran. Dalam hal ini, pengeluaran di sesuaikan dengan kemampuan.

4. Anggaran Dinamis

Jumlah Anggaran Naik / Turun

Ketika pemerintah menetapkan jumlah anggaran tiap tahun nya mengalami kenaikan maupun menurun secara dinamis pada suatu negara dalam periode waktu tertentu.

Loading...

Contoh Soal Latihan

  1. Berikut ini merupakan tujuan kebijakan fiksal sebagai berikut……..

a. Mendorong peningkatan cadangan kas ratio

Loading...

b. Mencapai keseimbangan suku bunga

c. Mendorong laju inflasi

d. Menjaga stabilitas harga barang dan jas

e. Menjaga stabilitas nilai uang

Jawaban D

2. Kebijakan Fiskal Kontraksioner berkaitan dengan hal berikut…..

a. Penurunan Pajak

b. Penurunan Pengeluaran Pemerintah

c. Penurunan Penawaran Uang

d. Penurunan Nilai Tukar Uang

e. Penurunan Uang yang Beredar

Jawaban B

3. Kebijakan Anggaran yang dapat menimbulkan gejala defisit adalah kebijakan anggaran……..

a. Surplus

b. Berimbang

c. Defisit

d, Dinamis

e. Fungsional

Jawaban A

Daftar Pustaka

  • Alam,S. 2017:”Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI 2” Jakarta: PT Penerbit Erlangga Mahameru.
  • Purnastuti, Losina dan Indah Musikawati 2006 “Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI (Diknas)” yogjakarta : Grasindo

Baca juga:

Loading...
Loading...