Home / Ekonomi / koperasi

Koperasi

  • 12 min read
Loading...

Penulis : Yulia Dwi Rakhmawati – Mahasiswi UNAS

Sejarah Koperasi

Koperasi pertama kali lahir pada tahun 1844 di kota Rochdale, Inggris. Koperasi timbul setelah terjadi revolusi industri yang menyebabkan banyaknya pekerja yang di PHK.

Awalnya, koperasi di Rochdale hanya menyediakan barang-barang yang digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, namun semakin meningkatnya modal yang dimiliki, membuat koperasi memproduksi barang sendiri sehingga memberikan kesempatan kerja untuk para pekerja yang di PHK akibat adanya revolusi industri dan penghasilan tambahan bagi masyarakat yang sudah bekerja.

anggota koperasi
Sumber : History of Cooperatives in the United States

Perkembangan Koperasi di Indonesia

Koperasi pertama di Indonesia adalah koperasi yang berada di Leuwiliang, didirikan pada tanggal 16 Desember 1895 oleh Raden Ngabei Ariawiraatmadja dan kawan-kawan, koperasi ini dulunya dikenal dengan bank penolong yang diberi namaa “De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbanker Inlandsche Hoofden” yang artinya bank simpan pinjam

Loading...
“priyayi” Purwokerto. Gebrakan Ariawiraatmadja didukung oleh E Sieburg selaku Asisten Residen Purwokerto.

Raden Ngabei Ariawiraatmadja
pendiri koerasi di indonesia, Raden Ngabei Ariawiraatmadja

Pada tanggal 11 Juli sampai 14 juli 1947, gerakan koperasi Indonesia menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Tasikmalaya. Gerakan koperasi Indonesia merupakan alat perjuangan di bidang ekonomi dan pembangunan untuk mencapai cita-cita kemerdekaan yaitu terbangunnya masyarakat yang adil dan makmur yang menyeluruh. pada kongres ini ditetapkan bahwa tanggal 12 Juli merupakan hari koperasi Indonesia, dan menetapkan asas koperasi Indonesia adalah kekeluargaan dan gotong royong.

Pengertian koperasi

Koperasi atau dalam bahasa inggris disebut cooperation ini diambil dari kata Co yang berarti bersama dan operation yang berarti bersama, sehingga cooperation berarti bekerja sama. Maksudnya adalah koperasi merupakan bentuk usaha yang dilakukan bersama-sama dalam membentuk, menjalankan, hingga mencapai tujuan bersama.

Menurut UU No. 25/1992 tentang perkopeasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakn seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.

Berdasarkan pengertian koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992 tersebut, koperasi Indonesia memiliki 5 unsur yaitu :

  1. Koperasi adalah badan usaha : Setiap badan usaha pasti berorientasi pada laba, sehingga e=kegiatan koperasipun harus memperoleh laba untuk kelangsungan hidup koperasi tersebut.
  2. Koperasi adalah kumpulan orang dan/atau badan hukum koperasi : Berdasarkan undang –undang perkoperasian, yang dibahas sebagai syarat utama pembentukan koperasi bukanlah modal tetapi minimal anggota. Jadi, koperasi bukanlah kumpulan modal.
  3. Koperasi indonesia adalah koperasi yang bekerja berdasarkan prinsip-prinsip koperasi : Prinsip-prinsip koperasi tertuang dalam undang-undang perkopeasian, yang mana prinsip-prinsip tersebut merupakan jati diri koperasi.
  4. Koperasi indonesia adalah gerakan ekonomi rakyat : Artinya, koperasi merupakan bagian dari perekonomian nasional, sehingga koperasi juga perlu memperhatikan masyarakat umum tidak hanya anggotanya saja.
  5. Koperasi Indoesia berasaskan kekeluargaan : Sehingga keputusan-keputusan yang diambil dalam kegiatan koperasi diambil dengan sisitem kekeluargaan yaitu dengan musyawarah mufakat.

Tujuan koperasi

Berdasarkan Undang-undang perkoperasian UU No. 25 tahun 1992 pasal 3, “koperasi bertujuan mensejahterakan anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”

Jadi tujuan utama koperasi adalah mensejahterkan anggotanya, yang mana anggota koperasi merupakan roda penggerak koperasi. Koperasi juga bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat pada umumnya, berarti koperasi peduli dengan kodisi ekonomi disekitarnya serta ikut berperan dalam memangun perekonomian negara.

Prinsip-prinsip Koperasi

Prinsip koperasi adalah ketentuan pokok yang berlaku dalam koperasi sebagai pedoman kerja koperasi.

Terdapat 7 prinsip koperasi yang merupakan jati diri koperasi berdasarkan UU No. 25/1995 yaitu :

1, Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

Keanggotaan yang ersifat sukarela berarti setiap orang yang bergabung menjadi anggota koperasi tidak berdasarkan paksaan tetapi atas kemauan dan kesadaran diri sendiri. Begitu juga ketika anggota ingin mengundurkan diri, seorang anggota koperasi boleh mengundurkan diri dengan memenuhi syarat koperasi.

Keanggotaan yang bersifat terbuka maksudnya adalah tidak ada diskriminasi, siapa saja dapat bergabung menjadi anggota koperasi dengan memenuhi syarat –syarat yang berlaku.

2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis

Maksudnya adalah pengelolaan koperasi dilakukan atas dasar keputusan anggota karena anggota merupakan pemegang kuasa tertinggi dalam koperasi. Setiap anggota koperasi memiliki hak suara yang sama dalam mengambil mengambil keputusan, merumuskan, megelola, hingga mengevaluasi koperasinya, ini ditunjukkan pada saat rapat anggota. Misalnya pada saat pemilihan pengurus koperasi, setiap anggota berhak memilih dan menympaikan suaranya.

3. Pembagian SHU yang adil, sesuai dengan jasa usaha yang diberikan masing-masing anggota

SHU atau sisa hasil usaha merupakan keuntungan dalam koperasi. Semakin aktif anggota koperasi melakukan transaksi, maka SHU yang diterima akan lebih semakin tinggi dibanding dengan anggota pasif.

4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

Karena pada koperasi, anggota merupakan pemilik sekaliguus pelanggan, maka koperasi tidak membebankan suku bunga yang tinggi karena akan membebani dirinya sendiri dan mengurangi SHU yang akan didapatnya. Modal koperasi tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan tetapi untuk mensejahterakan anggotanya.

5. Kemandirian

Kemandirian berarti bahwa koperasi harus bisa berdiri sendiri, menjalankan usaha sendiri, mengambil keputusan sendiri, dan mampu bertanggung jawab atas apa yang ditentukan. Kemandirian sangan membutuhkan konsistensi anggota untuk terus menjalankan usaha koperasinya secaara bersama-sama. Dalam UU No. 12 tahun 1967 prinsip ini disebut dengan “Swadaya, Swakerta, dan Swasembada”. Swadaya artinya usaha sendiri, swakerta artinya membuat sendiri, dan swasembada artinya dapat mencukupi dengan kemampuan yang dimiliki.

6. Pendidikan perkoperasian

Pendidikan perkoperasian sangat penting dalam mensukseskan koperasi, dengan menumbuhkan pengetahuan mengenai koperasi pada anggotanya. Karena anggota koperasi adalah penentu keberhasilan koperasi sehingga perlu pengetahuan dan wawasan yang luas.

7. Kerja sama antar koperasi

Koperasi memilki beberapa jenis sehingga kegiatan yang dilakukanpun berbeda, juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. namun setiap koperasi memiiki tujuan yang sama yaitu untuk kesejahteraan anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Sehingga jika menjalin kerjasama yang baik antar koperasi tentu akan saling menutupi kekurangan masing-masing hingga dapat memajukan koperasinya.

Jenis Koperasi

Berdasarkan jenis usahanya, koperasi dibagi menjadi tiga yaitu :

  1. Koperasi produksi yaitu koperasi yang menyediakan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi usaha para anggotanya, serta membantu mendistribusikan hasil produksi milik anggotanya. Contohnya, koperasi menyediakan pupuk untuk para anggotanya yang bekerja sebagai petani, kemudian hasil panennya akan ditampung dikoperasi.
  2. Koperasi konsumsi yaitu koperasi yang menyediakan bahan-bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari. Produk-produk yang dijual di koperasi konsumsi biasanya akan dijual dengan harga lebih murah dari pada toko atau supermarket.
  3. Koperasi simpan pinjam yaitu koperasi yang memberikan jasa pinjaman kepada anggotanya dan menerima tabungan atau simpanan uang para anggotanya. Koperasi simpan pinjam juga biasa disebut dengan koperasi kredit, kredit yang diberikan berasal dari dana yang dikumpulkan dari semua anggota.

Berdasarkan status anggotanya, terdapat berbagai jenis koperasi antara lain :

  1. Koperasi pegawai negeri yaitu koperasi yang anggotanya merupakan pegawai negeri
  2. Koperasi sekolah yaitu koperasi yang anggotanya merupakan guru, siswa, dan karyawan. Koperasi sekolah biasanya selain menyediakan berbagai kebutuhan sekolah seperti peralatan tulis, koperasi sekolah juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan uang.
  3. Koperasi pasar yaitu koperasi yang anggotanya merupakan pedang disuatu pasar tradisional, biasanya koperasi pasar menyediakan kredit atau pinjaman untuk membantu menambah modal para anggotaya.
  4. Koperasi unit desa (KUD) yaitu koperasi yang anggotanya adalah masyarakat di suatu desa. KUD biasanya menyediakan barang0barang sesuai dengan mayoritas mata pencaharian masyarakatnya, misalnya pertanian dan perikanan.

Berdasarkan tingkatannya, koperasi dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Koperasi primer yaitu koperasi yang anggotanya merupakan perorangan. Anggota koperasi primer sekurang-kurangnya 20 orang.
  2. Koperasi sekunder yaitu koperasi yang anggotanya merupakan organisasi atau beberapa koperasi primer.

Permodalan koperasi

Koperasi merupakan jenis usaha, sehingga harus memiliki modal untuk kegiatan usahanya. Ada 3 sumber permodalan koperasi yaitu Modal Dasar, Modal Sendiri, dan Modal Pinjaman.

  1. Modal Dasar adalah akumulasi keuangan para pendiri dan anggotanya pada awal pendirian koperasi.
  2. Modal Sendiri didapat dari empat sumber yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan dana hibah.
  • Simpanan Pokok adalah uang yang wajib disetor saat pertama menjadi anggota koperasi. Simpanan pokok tidak dapat diambil selama menjadi anggota koperasi.
  • Simpanan Wajib adalah uang yang dibayarkan oleh anggota koperasi selama menjadi anggota. Besar kecilnya simpanan wajib disesuaikan dengan jenis usaha koperasi.
  • Dana Cadangan adalah uang yang diperoleh dari hasil usaha yang tidak dibagikan kepada anggota.
  • Hibah adalah dana yang didapatkan dari seseorang atau badan yang memberi secara cuma-Cuma dan tidak mengharapkan imbalan.

3. Modal Pinjaman didapat dari dua sember yaitu dari anggota dan dari lembaga keuangan.

  • Pinjaman dari Anggota adalah pinjaman yang diperoleh dari anggota koperasi lain.
  • Pinjaman dari Lembaga keuangan dapat berupa obligasi.

Sisa Hasil Usaha (SHU)

Sisa Hasil Usaha atau SHU koperasi adalah sebagian dari selisih antara seluruh pendapatan total dengan biaya total yang dikeluarkan selama satu periode. Atau kita bisa sebut bahwa SHU adalah keuntungan yang diperoleh koperasi. SHU yang sudah dikurangi dana cadangan, kemudian dibagikan kepada anggota koperasi sesuai dengan jasa usaha setiap anggotanya. Ketentuan pembagian SHU ini berdasarkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) sesuai AD/ART koperasi.

Yang perlu diketahui dalam pembagian SHU antara lain :

  • SHU total koperasi yaitu sisa hasil usaha yang tertera pada laporan keuangan koperasi, baik pada laporan laga rugi maupun neraca.
  • Transaksi anggota yaitu kegiatan ekonomi antara anggota dan koperasinya, dapat berupa jual beli barang dan jasa.
  • Partisipasi modal adalah dana yang diberikan anggota kepada koperasi dalam berpartisipasi pada permodalan koperasi baik dalam bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, dll

Perhitungan Pembagian SHU

SHU per anggota dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

SHUa = JUa + Jma atau

SHUpa = VUa / VUk (JUa) + Sa / TMS (JMa)

Dimana :

SHUa = Sisa Hasil Usaha anggota

JUa = Jasa Usaha anggota

JMa = Jasa Modal anggta

VUa = Volume usaha anggota

VUk = Volume usaha total koperasi

Sa = jumlah simpanan anggota

TMS = total modal sendiri

Pertanyaan Umum

Kapan dan dimana pertama kali koperasi dibentuk atau didirikan?

Pada tahun 1844 dikota Rochdale, Inggris.

Kapan diperingati hari koperasi Indonesia?

Setiap tanggal 12 Juli.

Apa Asas koperasi Indonesia?

Asas koperasi Indonesia adalah kekeluargaan dan gotong royong.

Apa yang dimaksud dengan Simpanan Wajib?

Simpanan wajib adalah uang yang dibayarkan oleh anggota koperasi selama menjadi anggota. Besar kecilnya simpanan wajib disesuaikan dengan jenis usaha koperasi.

Berdasarkan tingkatannya, koperasi dibedakan menjadi berapa?

Berdasarkan tingkatannya, koperasi dibedakan menjadi 2 yaitu koperasi primer dan koperasi sekunder.

Contoh Soal

  1. Koperasi “Sejahtera” memiliki SHU sebesar Rp 50.000.000. Pembagian untuk jasa penjualan 15 % dan jasa modal 20%. Koperasi itu mempunyai total modal sebesar Rp 100.000.000,00 yang terdiri dari:

a.Simpanan wajib Rp 30.000.000

b.Simpanan pokok Rp 20.000.000

c.Cadangan SHU tahun lalu Rp 16.000.000

Sedangkan total penjualan sebesar Rp 18.000.000. Pak Santo merupakan salah satu anggota koperaasi tersebut, Pak Santo mempunyai simpanan sebesar Rp1.000.000 dan transaksi membeli sbesar Rp 2.200.000. hitunglah :

a. besar jasa usaha seluruh anggota

b. jasa modal seluruh anggota

c. bagian SHU Pak Santo

Jawab :

a. Jasa Usaha seluruh anggota

= jasa penjualan x SHU

= 15 % x Rp 50.000.000

= Rp 7.500.000

b. Jasa Modal seluruh anggota

= jasa modal x SHU

= 20 % x Rp 50.000.000

= Rp. 10.000.000

c. Menghitung besarnya SHU yang diterima Pak Santo!

Jasa usaha Pak Santo :

= (Jasa pembelian : total penjualan anggota) x Jasa Usaha seluruh anggota

Loading...

= (Rp1.000.000 : Rp 18.000.000 ) x Rp 7.500.000

= Rp. 416.667

Jasa Modal Pak Santo :

= ( simpanan pak Didik : simpanan seluruh anggota) x jasa modal seluruh anggota

= ( Rp2.200.000 : Rp 50.000.000 ) x Rp10.000.000

= Rp. 440.000

Total SHU yang diterima Pak Santo

= Jasa Usaha pak Santo + Jasa Modal Pak Santo

= Rp 416.667 + Rp 440.000

= Rp 856.667

2. Koperasi “ Merdeka” memiliki data pada akhir tahun sebagai berikut:

-Pendapatan dari anggota = Rp 2.500.000,00

– Pendapatan dari bukan anggota= Rp 700.000,00

– Total beban =Rp 500.000,00

Berdasarkan Rapat Anggota Tahunan, ditetapkan SHU dibagi sebagai berikut :

-Dana cadangan = 35%

– Jasa simpanan = 20%

– Jasa anggota = 30%

– Jasa lain-lain = 15%

Ditentukan, beban dialokasikan pada beban anggota sebesar 70% dan beban bukan anggota sebesar 30% , tentukan besarnya jasa anggota!

Jawab :

SHU seluruh anggota

= Rp.2.500.000 – ( beban anggota x total beban )

= Rp 2.500.000 – (70 % x Rp 500.000)

= Rp 2.500.000 – Rp 350.000

= Rp 2.150.000

Besarnya Jasa anggota

= 30% x SHU seluruh anggota

= 25% x Rp. 2.150.000

= Rp 537.500

3. Sebagian data yang Koperasi “ Sentosa” tahun 2018 sebagai berikut :

– Pendapatan jasa dari anggota Rp 6.000.000

– Pendapatan jasa dari bukan anggota Rp 2.000.000

– Pendapatan lain-lain Rp 450.000

– Beban gaji Rp 2.500.000

– Beban listrik Rp 400.000

– Beban telepon Rp 300.000

– Beban lain-lain Rp 100.000

Tentukan besarnya SHU Koperasi “Sentosa” tahun 2018!

Jawab :

Besarnya SHU koperasi

= total pendapatan – total beban

= Rp. 8.450.000 – Rp 3.300.000

= Rp 5.150.000

4. Data koperasi “Sukses” tahun 2018 sebagai berikut :

– Modal koperasi Rp. 80.000.000

– Total pembelian yg dilakukan oleh anggota Rp. 100.000.000

– SHU sebesar Rp. 70.000.000

Ditentukan SHU dilokasikan untuk Jasa modal 20%, Jasa usaha anggota (pembelian di koperasi) 50%.

Miranda merupakan salah satu anggota koperasi tersebut mempunyai simpanan Rp. 8.000.000 dan melakukan transaksi pembelian sebesar Rp. 10.000.000. Tentukan besarnya SHU yang diterima Miranda!

Jawab :

SHU = Rp. 70.000.000 dibagi menjadi :

– Jasa modal = 20% x Rp.70.000.000,- = Rp. 14.000.000,-

– Jasa usaha = 50% x Rp.70.000.000,- = Rp. 35.000.000,-

SHU Miranda :

– Jasa Modal = ( Rp. 8.000.000 : Rp. 80.000.000 ) x Rp. 14.000.000 = Rp. 1.400.000

– Jasa usaha = (Rp.10.000.000 : Rp. 100.000.000) x Rp. 35.000.000,- =Rp.3.500.000

Total SHU yang diterima Miranda sebesar Rp 1.400.000 + Rp 3.500.000 = Rp 4.900.000.

https://www.youtube.com/watch?v=iiwZOpztJY4

Daftar Pustaka

Sattar. 2018. Ekonomi Koperasi. Yogyakarta : Penerbit Deepublish.

Pitman, Lyyn. 2018. History of Cooperative in the United States. Madison : University of Wisconsin.

Baca juga

Loading...
Loading...