Home / Fisika / Lensa Cekung dan Cembung

Lensa Cekung dan Cembung

  • 10 min read

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia 2016

Lensa termasuk kedalam jenis alat optik. Lensa merupakan benda bening yang dapat membiaskan cahaya. Pada dasarnya, Lensa dapat dibedakan menjadi lensa cekung dan cembung. Lensa cekung memiliki ciri-ciri bagian tengah yang lebih tipis daripada bagian tepi. Sedangkan lensa cembung memiliki ciri-ciri bagian tengah yang lebih tebal daripada bagian tepi. Lensa cekung disebut sebagai lensa negatif. Sedangkan lensa cembung disebut sebagai lensa positif. Sifat pembiasan cahaya kedua lensa diatur dalam bentuk sinar istimewa. Lensa cekung dapat digunakan pada kacamata penderita miopi. Sedangkan lensa cembung dapat digunakan pada kacamata penderita hipermetropi.

Apakah kamu tahu tentang lensa? Apakah kamu pengguna kacamata? Kalo iya, lensa apa yang kamu gunakan? Lensa dapat dibedakan menjadi lensa cekung dan cembung loh… Lantas, apa kedua lensa itu? Bagaimna prinsip kerjanya? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Pengertian Lensa

Lensa berkaitan dengan pembiasan cahaya. Cahaya merupakan bentuk gelombang elektromagnetik (GEM) yang bersumber dari sumber cahaya dan merambat ke segala arah secara radial tanpa memerlukan medium perambatan. Cahaya merambat membawa sejumlah energi.

Satuan terkecil dari cahaya disebut sebagai foton. Cahaya memiliki kecepatan dalam ruang vakum sekitar .

Berdasarkan arah rambatnya, cahaya termasuk kedalam jenis gelombang transversal dimana arah getarnya tegak lurus terhadap arah rambatnya. Cahaya memiliki sejumlah intensitas.

Intensitas cahaya merupakan kekuatan dari pancaran cahaya per satuan luas tertentu (bidang yang dikenai cahaya). Satuan intensitas cahaya dalam sistem SI adalah candela (Cd) dimana 1 Cd didefinisikan sebagai frekuensi cahaya monokromatik sebesar dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 Watt.

Sifat Cahaya

Cahaya memiliki sifat-sifat tertentu, yaitu cahaya dapat merambat lurus, menembus benda bening, cahaya dapat dibelokkan (dibiaskan), cahaya dapat mengalami interferensi, dispersi, difaksi, dan polarisasi. Sifat-sifat cahaya telah diatur dalam hukum Senllius.

Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai sifat-sifat cahaya dan hukum Snellius, maka kamu dapat membaca artikel sifat-sifat cahaya dan hukum Snellius. Sifat-sifat cahaya tampak (cahaya yang dapat dilihat oleh mata manusia) dimanfaatkan pada alat optik untuk suatu keperluan tertentu, yaitu untuk mengamati obyek penglihatan secara mikroskopis dan ada juga untuk mengamati obyek penglihatan secara makroskopis.

Penggunaan sifat-sifat cahaya tersebut bergantung pada kebutuhan. Kata cahaya pada artikel ini dimaksudkan adalah cahaya tampak.

Alat yang bekerja dan memanfaatkan sifat-sifat cahaya dinamakan sebagai alat optik. Terdapat berbagai jenis alat optik, diantaranya cermin dan lensa.

Cermin merupakan alat optik yang digunakan untuk merefleksikan cahaya. Sedangkan lensa merupakan alat optik yang digunakan untuk membiaskan cahaya.

Pada artikel ini akan dibahas alat optik berupa lensa. Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih dalam tentang alat optik, maka kamu dapat membaca artikel alat optik.

Lensa merupakan suatu benda bening yang berfungsi untuk membiaskan cahaya. Lensa dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu lensa cekung dan lensa cembung.

Kedua lensa tersebut memiliki sifat yang berbeda dalam membiaskan cahaya. Sifat lensa dalam membiaskan cahaya dapat diwujudkan dalam bentuk sinar istimewa.

Lensa cekung dapat dimanfaatkan bagi penderita miopi atau rabun jauh. Sedangkan lensa cembung dapat dimanfaatkan bagi penderita rabun dekat atau hipermetropi.

Lensa Cekung

Lensa cekung merupakan suatu lensa dengan bagian tengahnya melengkung ke dalam dimana bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepi. Biasanya, lensa ini disebut juga sebagai lensa negatif, sifatnya divergen karena menyebarkan berkas cahaya.

Nama lain dari lensa cekung adalah lensa konkaf. Terdapat tiga bentuk dari lensa konkaf, yaitu cekung cekung (bikonkaf), cekung datar (plankonkaf), dan cekung cembung (konveks konkaf).

Lensa cekung dimanfaatkan pada kacamata penderita rabun jauh (miopi) dimana penderitanya tidak mampu untuk melihat benda yang jauh tetapi mampu melihat benda yang berjarak dekat. Lensa cekung memiliki dua titik fokus, yaitu titik fokus maya, f2 , terletak di belakang lensa dan titik fokus pasif, f1 , terletak di depan lensa.

Selain itu, lensa cekung juga memiliki titik pusat lensa, O dan jarak fokus merupakan jarak dari titik fokus ke pusat lensa.

Sifat istimewa dari lensa cekung

  1. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus maya. Berikut ilustrasinya:

sifat ke 1 sinar istimewa lensa cekung

  1. Sinar datang yang menuju titik fokus pasif akan dibiaskan seolah-olah sejajar dengan sumbu utama. Berikut ilustrasinya:

sifat sinar istimewa lensa cekung

2. Sinar datang yang menuju titik pusat lensa akan diteruskan, tidak dibiaskan. Berikut ilustrasinya:

sifat istimewa lensa cekung

Sifat cahaya yang dihasilkan adalah maya, tegak, diperkecil, dan bayangannya berada di depan lensa. Rumus jarak fokus lensa cekung sbb:

rumus jarak fokus lensa cekung

dimana 1 merupakan jarak fokus lensa (cm), 2 merupakan jarak benda terhadap lensa (cm), dan 3 merupakan jarak bayangan terhadap lensa (cm). Tanda negatif menunjukkan bahwa lensa cekung bernilai negatif.

Perbesaran lensa cekung dapat dirumuskan sbb:

rumus perbesaran lensa cekung

dimana M merupakan perbesaran bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung (berapa kali), 6 merupakan jarak bayangan terhadap lensa (cm), 11 merupakan jarak benda terhadap lensa cekung (cm), 8 merupakan tinggi bayangan terhadap lensa (cm), dan 10 merupakan tinggi benda terhadap lensa (cm).

Sedangkan kekuatan lensa cekung memiiki rumus sbb:

rumus kekuatan lensa cekung

dimana p cekung merupakan kekuatan lensa dengan satuan dioptri (D), dan pr merupakan punctum remoutum yang merupakan titik terjauh yang masih dapat dilihat bagi penderita rabun jauh (cm).

Lensa Cembung

Lensa cembung juga disebut sebagai lensa konveks dan lensa ini bersifat konvergen yang berarti mengumpulkan berkas cahaya, lensa ini bersifat positif.

Pada dasarnya, lensa cembung memiliki bagian tengah yang lebih tebal dibandingkan dengan bagian tepi. Biasanya. lensa cembung dimanfaatkan pada kacamata penderita rabun dekat (hipermetropi) dimana penderitanya tidak mampu melihat benda yang berjarak dekat, tetapi mampu melihat benda berjarak jauh.

Terdapat 3 bentuk dari lensa cembung, yaitu cembung cembung (bikonveks), cembung datar (plankonveks) dan cekung cembung (konkaf konveks). Lensa cembung teridiri dari bagian-bagian yang menentukan sifat sinar istimewanya, yaitu titik fokus sejati, f1 , yang berada di belakang lensa, titik fokus maya yang berada di depan lensa, f2 , dan titik pusat lensa cembung, O.

Sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung adalah maya atau nyata, tegak (untuk bayangan maya) atau terbalik (untuk bayangan nyata), diperbesar/diperkecil. Untuk mengetahui lebih dalam tentang sifat bayangan yang dihasilkan, maka kamu dapat membaca artikel alat optik.

Sinar istimewa dari lensa cembung

  1. Sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan menuju titik fokus sejati. Berikut ilustrasinya:

sifat sinar istimewa lensa cembung

2. Sinar datang yang menuju titik fokus maya akan dibiaskan sejajar dengan sumbu utama. Berikut ilustrasinya:

sifat sinar istimewa lensa cembung

3. Sinar datang yang menuju titik pusat lensa akan diteruskan tidak dibiaskan. Berikut ilustrasinya:

Rumus jarak fokus lensa cembung sbb:

rumus jarak tempu lensa cembung

dimana f merupakan jarak fokus lensa (cm), s merupakan jarak benda terhadap lensa (cm), dan s merupakan jarak bayangan terhadap lensa (cm). Tanda positif pada jarak fokus menunjukkan bahwa lensa cembung bernilai positif.

Perbesaran lensa cembung dapat dirumuskan sbb:

rumus perbesaran lensa cekung

dimana M merupakan perbesaran bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung (berapa kali), s1 merupakan jarak bayangan terhadap lensa (cm), merupakan jarak benda terhadap lensa (cm), merupakan tinggi bayangan terhadap lensa (cm), dan merupakan tinggi benda terhadap lensa (cm).

Sedangkan kekuatan lensa cembung memiiki rumus sbb:

p cembung

dimana p cembung merupakan kekuatan lensa cembung dengan satuan dioptri (D), dan pp merupakan punctum proximum yang merupakan titik terjauh bagi penderita raun jauh (cm) yang masih bisa terlihat.

Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan bahwa lensa merupakan benda bening yang dapat membiaskan cahaya. Lensa dapat membantu penderita miopi maupun hipermetropi.

Lensa cekung digunakan pada kacamata penderita miopi. Sedangkan lensa cembung digunakan pada kacamata penderita hipermetropi.

Prinsip kerja kedua lensa sebagaimana dinyatakan pada sinar istimewa kedua lensa. Lensa cekung disebut sebagai lensa negatif.

Sedangkan lensa cembung disebut sebagai lensa positif. Sifat bayangan yang dihasilkan oleh lensa cekung adalah maya, tegak, diperkecil, dan bayangannya berada di depan lensa.

Sedangkan pada lensa cembung sifat bayangannya adalah maya atau nyata, tegak (untuk bayangan maya) atau terbalik (untuk bayangan nyata), diperbesar/diperkecil.

Demikian pembahasan artikel ini mengenai lensa cembung. Semoga pembahasannya mudah dimengerti dan dapat menjawab pertanyaan kamu terkait lensa cembung.

Sekian, terimakasih.

Daftar Pustaka

  • Admin. 2017. Pengertian, Rumus, Contoh Soal, dan Sifat Bayangan. Diperoleh dari https://idschool.net/smp/fisika-smp/pengertian-rumus-contoh-soal-dan-sifat-bayangan-pada-lensa-cekung/ (diakses pada 5 Juli 2020).
  • Ibadurrahman. Cermin dan Lensa – Cembung dan Cekung. Diperoleh dari https://www.studiobelajar.com/cermin-lensa-cembung-cekung/ (diakses pada 5 Juli 2020).
  • Prashna, Deyan. 2020. Alat Optik. Diperoleh dari https://bacaboy.com/alat-optik/ (diakses pada 5 Juli 2020).
  • Prashna, Deyan. 2020. Besaran Pokok dan Besaran Turunan. Diperoleh dari https://bacaboy.com/besaran-pokok-dan-besaran-turunan/ (diakses pada 5 Juli 2020).
  • Prashna, Deyan. 2020. Cermin Cembung. Diperoleh dari https://bacaboy.com/cermin-cembung/ (diakses pada 5 Juli 2020).
  • Prashna, Deyan. 2020. Hukum Snellius. Diperoleh dari https://bacaboy.com/hukum-snellius/ (diakses pada 5 Juli 2020).
  • Prashna, Deyan. 2020. Sifat-Sifat Cahaya. Diperoleh dari https://bacaboy.com/sifat-cahaya/ (diakses pada 5 Juli 2020).

Baca juga