Home / Geografi / litosfer

Litosfer

  • 10 min read

Penulis : Febbiyanti Satyabudhi – Universitas Indonesia, Geografi, 2019

Bumi tempat tinggal kita terus mengalami perubahan. Contoh dari perubahan itu antara lain perubahan kondisi fisik akibat tenaga yang berasal dari luar muka bumi ataupun dalam muka bumi. Dalam hal ini menyangkut perubahan fisik di muka bumi. Perubahan fisik muka bumi terkait dengan pembahasan litosfer.

Litosfer berasal dari dua kata bahasa yunani yaitu lithos (batuan) dan sphere (lapisan). Secara singkat litosfer berarti lapisan batuan di struktur paling luar muka bumi. Sebelum mengetahui lebih lanjut terkait dengan litosfer, perlu untuk mengetahui struktur pada setiap lapisan bumi.

Struktur pada setiap lapisan bumi

Struktur pada setiap lapisan bumi

Struktur pada setiap lapisan bumi memiliki komposisi penyusun yang berbeda, lapisan bumi tersusun atas:

Kerak Bumi

Terbagi atas dua bagian yaitu Kerak Benua tebal dari lapisan kerak benua yaitu 20 – 70 km. Penyusun batuan utamanya yaitu granit. Suhu di kerak bumi mencapai 1.200oC, Kerak Samudra tebal dari lapisan kerak samudera 5 – 10 km. Penyusun batuan utamanya yaitu basalt.

Mantel Bumi

Lapisan yang paling tebal menyelimuti inti bumi dengan ketebalan mencapai 2.900 km. Komponen penyusun utamanya terdiri dari mantel bumi yaitu silikat, besi, dan magnesium. Semakin jauh kedalamannya, suhu di mantel bumi terus mengalami pertambahan hingga mencapai 3.000oC. Diantara lapisan kerak bumi dan mantel bumi dibatasi oleh suatu lapisan yang dinamakan lapisan moho.

Inti Bumi

Lapisan inti bumi merupakan lapisan paling dalam yang terletak dikedalaman 2900 km dengan ketebalan mencapai 3300 km. Komponen penyusun utamanya terdiri dari besi dan metal, sehingga memiliki masa jenis paling tinggi daripada 2 lapisan yang lain.

Struktur Lapisan Bumi Berdasarkan Sifat Fisiknya

Struktur Lapisan Bumi Berdasarkan Sifat Fisiknya

Berdasarkan struktur lapisan bumi yang telah dijabarkan sebelumnya, struktur lapisan bumi terbagi lagi atas sifat-sifat fisiknya yang terdiri dari :

Litosfer

meliputi seluruh bagian kerak bumi hingga mantel bumi bagian atas dengan kedalaman 100 km. Batuan pada lapisan ini bersifat kuat, dingin, dan padat. Terbagi atas dua bagian yaitu lapisan silisium alumunium dan lapisan sisilium magnesium.

Astenosfer

meliputi sebagian dari mantel bumi atas dan sebagian mantel bumi bawah dengan kedalaman mencapai 700 km. Batuan pada lapisan ini bersifat kental.

Mesosfer

terdiri dari mantel bumi bawah . Batuan pada lapisan ini bersifat kuat dan padat, hal ini diakibatkan oleh suhu dan tekanan yang sangat tinggi.

Inti bumi

  • Inti bumi luar : Memiliki ketebalan sekitar 2000 km. Lapisan ini tersusun atas besi cair dengan suhu mencapai 2200oC.
  • Inti bumi dalam : berbentuk seperti bola dengan diameter sekitar 1300 km. Lapisan ini tersusun atas besi dan nikel padat dengan suhu mencapai 4500oC.

Batuan Penyusun Lapisan Litosfer

Batuan penyusun lapisan litosfer tersusun atas magma (suatu laturan silika yang memiliki suhu tinggi) di bawah lapisan permukaan bumi. Lapisan magma terus bergerak menuju ke permukaan bumi akibat suhu dan tekanan yang tinggi pada dapur magma. Suhu dan tekanan yang tinggi ini mendorong lapisan magma mencari suatu tempat yang memiliki tekanan yang lebih rendah. Magma yang keluar ini akan mengalami pendingan dan akhirnya membentuk suatu batuan. Berikut merupakan batuan penyusun lapisan litosfer :

Batuan beku

Terbentuk dari kristalisasi (pendinginan) magma ke permukaan bumi. Batuan beku dapat mengalami pelapukan dengan jangka waktu yang lama. Terdapat dua jenis faktor penyebab pelapukan batuan beku, yaitu :

  • Faktor ekstrusif : dimulai dari proses kristalisasi magma di permukaan bumi hingga membentuk batuan beku. Kemudian batuan tersebut terkena paparan sinar matahari, aktivitas biologis (hewan dan tumbuhan), dan faktor iklim (hujam dan angin) yang menyebabkan batuan perlahan hancur dan mengalami pelapukan.
  • Faktor intrusif : dimulai dari proses pengangkatan batuan yang sudah terkristalisasi di bawah permukaan bumi ke atas permukaan bumi melalui pergerakan lempeng bumi, dan mengalami pelapukan di permukaan bumi.

Jenis batuan beku :

  • Batuan beku dalam : Proses terbentuknya dibawah permukaan bumi akibat terisolasi sehingga sulit menggapai permukaan bumi. Proses terjadinya lama dan membentuk kristal-kristal yang besar dan sempurna.

Contoh : granit

  • Batuan beku luar : Proses terbentuknya diatas permukaan bumi akibat faktor erupsi gunung api. Proses terjadinya cepat dan membentuk kristal-kristal yang kecil.

Contoh : basalt

  • Batuan beku korok : Proses terbentuknya diantara dapur magma dan litosfer. Sebagian sudah mengalami pembekuan di bawah permukaan bumi dan terbawa keatas permukaan bumi saat terjadinya erosi gunung api.

Contoh : porfir granit

Batuan sedimen

Batuan beku yang mengalami pelapukan tererosi, kemudian terbawa oleh air sungai dan berpindah tempah hingga akhirnya mengendap menjadi suatu jenis batuan baru. Batuan sedimen terdiri dari :

  • Batuan sedimen klastik : Komponen penyusunnya sama seperti batuan induknya, terjadi akibat aktivitas mekanik (angin, air) mengalami perpindahan dan mengeras membentuk batuan sedimen

Contoh : konglomerat

  • Batuan sedimen organik : Terbentuk akibat endapan sisa-sisa makhluk hidup

Contoh : batu bara

  • Batuan sedimen kimiawi : Komponen penyusunnya berubah karena mengalami aktivitas kimia berupa pengendapan larutan

Contoh : batu kapur (gamping).

Batuan metamorf

Tersusun dari batuan sedimen yang tidak berhasil mengalami pengangkatan ke permukaan bumi, dan terus terpapar oleh suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Batuan metamorf terdiri dari :

  • Batuan metamorf termik : Terjadi saat kenaikan suhu yang tinggi akibat letaknya yang dekat dengan magma

Contoh : marmer

  • Batuan metamorf dinamik : Terjadi saat kenaikan tekanan yang tinggi akibat gaya tektonik

Contoh : topaz

  • Batuan metamorf termik pneumatolitik : Terjadi saat kenaikan suhu dan tekanan yang tinggi akibat campuran bahan-bahan lainnya berupa zat cair, zat gas, dan zat padat.

Dinamika Perubahan Litosfer

Bentuk muka bumi terus mengalami perubahan secara temporal (dari waktu ke waktu). Misalnya : munculnya Gunung Anak Krakatau pada tahun 1927. Penyebab perubahan bentuk muka bumi dipengaruhi oleh dinamika aktivitas litosfer. Penyebab dinamika perubahan litosfer dipengaruhi oleh dua tenaga besar yaitu :

Tenaga endogen

Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam inti bumi. Terdiri dari : tektonisme, vulkanisme, dan gempa bumi

a. Tenaga tektonik

merupakan suatu proses yang terjadi dalam bumi akibat adanya pergerakan pengangkatan atau penurunan pada lempeng bumi. Tenaga tektonik terkait dengan gempa bumi, karena apabila terjadi pada skala besar menyebabkan kerusakan fisik pada permukaan bumi yang mengakibatkan perubahan letak atau bentuk kulit bumi.

Tenaga tektonik terbagi menjadi dua yaitu epirogenetik dan orogenetik. Epirogenetik adalah pergerakan lapisan kerak bumi yang relatif lambat dan memerlukan waktu yang lama. Gerakannya berupa pengangkatan (epirogenetik positif) atau penurunan (epirogenetik negatif) meliputi daerah yang luas. Orogenetik adalah pergerakan lapisan kerak bumi yang relatif cepat dan meliputi daerah yang lebih sempit. Gerakan orogenetik membentuk lipatan dan patahan berupa sinklin dan antinkiln serta horst dan graben.

b Vulkanisme

Merupakan segala kejadian yang berkaitan dengan aktifitas magma. Magma dapat bergerak ke segala arah. Terdapat dua jenis gerakan magma yaitu intrusi magma dan ekstrusi magma.

Intursi magma merupakan magma yang bergerak tetapi tidak sampai permukaan bumi setelah terjadi kristalisasi (pembekuan). Terdapat beberapa tipe intrusi magma yaitu siil, lakolit, korok, dan diatermis. Ekstrusi magma merupakan magma yang bergerak hingga sampai ke permukaan bumi dan dapat menyebabkan terjadinya lautan, daratan, ataupun gunung api. Terdapat beberapa tipe ekstrusi magma yaitu ekstrusi linear, ekstrusi central, dan ekstrusi areal.

c. Seisme (Gempa Bumi)

Gempa bumi adalah suatu peristiwa yang ditandai oleh guncangan secara tiba-tiba akibat tenaga dari dalam bumi.

Berdasarkan penyebabnya, kenis-jenis gempa bumi terdiri dari : gempa tektonik (terjadi akibat gerakan tektonisme berupa patahan atau retakan. Gempa ini bisa sangat kuat dan meliputi wilayah yang luas), gempa vulkanik (terjadi sebelum atau saat gunung api meletus. Gempa ini hanya terasa di sekitar gunung berapi sehingga meliputi wilayah yang kecil dan tidak terlalu kuat dibanding gempa tektonik), dan gempa runtuhan (terjadi karena runtuhnya tanah atau batu. Gempa ini relatif lemah dan hanya terasa di sekitar tempat runtuhan terjadi).

Tenaga eksogen

Terdiri dari sedimentasi (pengendapan), pengikiran, dan pelapukan. Secara umum tenaga eksogen berasal dari tiga sumber, yaitu atmosfer (perubahan suhu dan angin), air (aliran air, hujan, gelombang laut, dan gletser), serta organisme (tumbuhan, hewan, dan manusia).

Pelapukan (Weathering)

Pelapukan merupakan proses penghancuran batuan dari bentuk besar menjadi butiran yang lebih kecil. Pelapukan dibagi menjadi tiga yaitu : [1]pelapukan mekanis yang disebabkan oleh perubahan dan perbedaan suhu yang ekstrem, pembekuan air serta pemuaian; [2]pelapukan kimiawi yang disebabkan oleh air hujan yang mengandung senyawa H2O dan CO2 sehingga memiliki daya larut yang besar, terutama bila mengenai batuan kapur atau karst; dan [3]pelapukan biologis yang disebabkan oleh makhluk hidup. Contohnya aktivitas lumut dan paku pada batuan dan lama-kelamaan bisa menghancurkan batuan tersebut.

Erosi

Erosi adalah proses pengikisan batuan yang dilakukan oleh air, angin, dan gletser. Pengikisan batuan oleh air laut disebut abrasi. Pengikisan batuan oleh angin disebut juga korasi. Angin dapat menghembuskan material-material yang diangkutnya sehingga membentuk kenampakan-kenampakan baru. Sementara itu, erosi oleh gletser disebut erosi glasial. Aliran gletser mampu mengikis palung sungai yang berbentuk V menjadi berbentuk U.

Sedimentasi

adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air, angin, dan gletser. Pengendapan material bisa terjadi di sungai, danau, dan laut. Berikut ini beberapa jenis pengendapan batuan yaitu sedimen fluvial jika pengendapan terjadi di sungai; sedimen limmis jika pengendapan terjadi di danau; dan sedimen marin jika pengendapan terjadi di laut.

Beberapa bentang alam yang terbentuk dari proses sedimentasi sebagai berikut :

Delta

Terbentuk di muara sungai yang lautnya dangkal dan sungainya membawa banyak bahan endapan. Daerah ini biasanya berupa lahan yang subur. Berdasarkan bentuk fisiknya, bentuk delta terdiri dari delta kaki burung, delta busur segitiga (kipas), dan delta kapak.

Meander

Terbentuk di bagian dalam maupun luar lekukan sungai. Pada bagian sungai yang alirannya cepat akan terjadi pengikisan, sedangkan di bagian lain yang alirannya lamban akan terjadi pengendapan. Oleh karena proses ini berlangsung terus-menerus, akibatnya terbentuk alur sungai yang berkelok-kelok.

Danau Tapal Kuda (Oxbow Lake)

Terbentuk akibat proses sedimentasi terus-menerus di meander sungai akibat proses pengendapan. Material sedimen yang mengendap akan memotong alur sungai sehingga menjadi lurus. Cekungan alur sungai yang terpotong akan membentuk genangan air yang menjadi danau. Oleh karena bentuknya seperti tapal kuda disebut danau tapal kuda.

Gumuk Pasir

Terbentuk akibat bentang alam hasil pengendapan oleh angin. Tiupan angin yang kuat di daerah gurun maupun pantai akan membentuk gumuk pasir. Contohnya gumuk pasir di sepanjang pantai barat Belanda yang menjadi tanggul laut negara itu dan gumuk pasir di pantai Parangtritis, Yogyakarta.

Contoh soal litosfer

  1. Secara tektonisme, Indonesia terletak di zona konvergen lempeng….

Lempeng Indoaustralia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.

2. Sebutkan jenis-jenis tenaga eksogen!

Tenaga eksogen terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah :

  • Erosi adalah pengikisan batuan yang dilakukan oleh air, angin, dan gletser
  • Pelapukan adalah proses penghancuran batuan dari bentuk besar menjadi butiran yang lebih kecil
  • Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air, angin, dan gletser. Pengendapan material bisa terjadi di sungai, danau, dan laut.
  • Mass wasting adalah proses jatuhnya material karena pengaruh gravitasi

3. Sebutkan dampak positif dari vulkanisme!

  • Abu panasnya dapat menyuburkan tanah di sekitar lereng gunung api
  • Menyediakan banyak material yang dapat digunakan untuk bahan bangunan
  • Dapat dijadikan objek wisata edukatif
  • Sebagai sarana penelitian ilmiah.

Baca juga