Home / Fisika / Medan Magnet

Medan Magnet

  • 18 min read
Loading...

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia 2016

Medan magnet adalah daerah yang berada di sekitar magnet dan masih terdapat gaya magnet melalui garis-garis gaya magnet. Semakin rapat garisnya maka semakin kuat medan magnetnya dan sebaliknya.

Medan magnet ada yang bersifat permanen atau tetap dan sementara. Suatu benda magnetik dapat dibuat dengan cara digosok, elektromagnetik atau pun melalui induksi magnetik. Hukum Oersted, hukum Biot – Savart dan gaya Lorentz mempengaruhi besaran dari medan magnet.

Apa yang kamu ketahui tentang medan magnet? Bagaimana medan magnet bekerja? Seberapa penting sih medan magnet dalam kehidupan ini? Kamu ingin tahu jawabannya? Yuk, simak tulisan ini mengenai medan magnet…

Pengertian Medan Magnet

Pada tahun 600 SM, bangsa Yunani menemukan suatu benda yang dapat menarik besi di wilayah magnesia. Benda itu selanjutnya dikenal sebagai magnet dimana kata magnet diambil dari wilayah ditemukannya benda tersebut, yaitu Magnesia.

Kekuatan tarik-menarik terhadap besi terdapat pada bagian-bagian ujung benda tersebut yang dinamakan

Loading...
sebagai kutub-kutub magnet dan terbagi menjadi kutub utara dan selatan. Magnet juga telah digunakan oleh bangsa Cina sejak 4500 tahun yang lalu sebagai kompas yang berfungsi dalam navigasi pelayaran karena pada saat itu perdagangan antar negara sedang berkembang.

Medan magnet timbul dari adanya perputaran spin elektron terhadap intinya di dalam atom bahan magnetik. Keberadaan spin ini berkaitan dengan sifat bahan magnetik dimana spin sebenarnya berada dalam ketidakteraturan tetapi ketika dibuat menjadi magnet maka spin tersebut akan dengan cepat mengalami keteraturan membentuk kutub utara dan selatan magnet.

Kemampuan spin dalam membentuk keteraturan tersebut akan menentukan jenis bahan magnetiknya.

Medan magnet adalah suatu daerah yang masih dapat dijangkau oleh gaya magnet. Pada medan magnet terdapat garis gaya magnet, garis ini merupakan garis khayal yang tidak bisa dilihat dengan mata.

Tetapi, lintasannya bisa kamu lihat ketika kamu menaburkan serbuk ferit di dekat magnet (medan magnet) maka akan timbul lintasan medan magnet. Garis ini membentuk suatu lintasan tertutup dimana berasal dari kutub utara magnet dan berakhir di kutub selatan magnet.

Perhatikan ilustrasi berikut!

medan magnet

Gaya magnet merupakan gaya tarik atau pun menolak yang dihasilkan dari medan magnet. Gaya magnet termasuk kedalam gaya tak sentuh (gaya yang terbentuk tanpa adanya sentuhan atau tak saling berkontak langsung).

Juga, gaya magnet yang disimbolkan sebagai tanda panah keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan pada gambar tersebut. Semakin rapat garis gaya magnet tersebut, maka semakin kuat medan magnetnya dan sebaliknya.

Garis Gaya Magnet

Garis gaya magnet tidak akan saling berpotongan satu sama lain, jumlah garis gaya magnet (fluks magnetk) yang keluar dari kutub utara magnet akan sama dengan jumlah garis gaya magnet yang masuk ke kutub selatan magnet.

Jika benda magnetik berada semakin mendekati medan magnet, maka gaya magnet yang dialaminya juga akan semakin kuat, dan sebaliknya. Kekuatan medan magnet bergantung pada bahan magnet tersebut.

Oleh karena itu, bahan magnet dapat dikelompokkan kedalam bagian-bagian tertentu. Garis gaya magnet tidak akan terputus dan membentuk suatu lintasan tertutup serta terus menyambung di dalam medan magnet, sebagaimana gambar 1.

Begitu pun saat di luar magnet, garis gaya magnet akan tetap menyambung sebagaimana garis yang berada di dalam magnet tersebut.

Penyebab Medan Magnet

Medan magnet timbul dari adanya perputaran spin elektron terhadap intinya di dalam atom bahan magnetik. Spin bergerak ke atas dan ke bawah.

Keberadaan spin ini berkaitan dengan sifat bahan magnetik dimana spin sebenarnya berada dalam ketidakteratura. Tetapi, ketika dijadikan magnet maka spin tersebut akan dengan cepat mengalami keteraturan membentuk kutub utara dan selatan magnet, hal itu hanya terjadi pada bahan magnetik.

Kemampuan spin dalam membentuk keteraturan tersebut akan menentukan jenis bahan magnetiknya. Berikut ilustrasinya:

spin magnet

Magnet terdiri dari magnet kecil atau disebut sebagai magnet elementer dimana magnet elementer merupakan spin magnet itu sendiri. Magnet elementer bebas bergerak sehingga susunannya mudah berubah.

Ketika kamu memotong magnet menjadi dua bagian yang lebih kecil, maka kamu akan tetap mendapati sifat magnetnya karena magnet terdiri dari magnet elementer (partikel subatomik).

Benda yang berada pada medan magnet akan ditarik atau pun ditolak oleh magnet. Benda yang dimaksud adalah benda magnetik.

Jika suatu magnet berada dalam medan magnet lain maka akan mengalami gaya tarik menarik atau bahkan tolak menolak. Hal itu bergantung pada kutub magnet yang saling berdekatan.

Jika kutub yang berdekatan adalah berkutub sama (kutub utara dengan kutub utara atau kutub selatan dengan kutub selatan) maka akan terjadi penolakan gaya magnet. Sedangkan jika kutub magnet berkutub berlawanan (kutub utara dengan kutub selatan atau sebaliknya) maka akan terjadi gaya tarik menarik magnet.

Besarnya kekuatan magnet ditentukan oleh jumlah fluksnya yang menentukan kuat medan magnetnya.

Bahan Magnet

Suatu bahan yang mempunyai sifat magnet (sebagaimana gambar 1) disebut sebagai bahan magnet dan mempunyai sifat kemganetan atau disebut sifat magnetik. Bahan magnet dapat dikelompokkan menjadi bahan magnet alami dan buatan.

Berikut penjelasannya:

  • Alami, merupakan magnet dengan sifat magnetik secara alami (sudah tersedia di alam). Contoh, gunung Ida di Magnesia.
  • Buatan, merupakan magnet dengan sifat magnetik yang dibuat oleh manusia. Contoh, besi, baja, nikel, dsb.

Bahan magnet yang dimaksud disini adalah bahan magnet buatan. Bahan tersebut dapat dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu:

  • Permanen campuran, dimana memiliki sifat bahan yang keras dan tentu mempunyai gaya tarik menarik yang kuat. Magnet permanen campuran dibedakan menjadi alkomaks (logam campuran antara besi dan alumunium), alniko (logam campuran antara besi dan nikel), dan tikonal (logam campuran antatra besi dan kobalt).
  • Permanen keramik, dimana memiliki gaya tarik menarik yang kuat dan terbuat dari serbuk ferit. Tipe ini juga disebut sebagai magnadur.
  • Besi lunak, dimana magnet ini bersifat keras dan sementara. Tipe magnet ini disebut stalloy dan terdiri dari 96% besi dan 4% silikon.
  • Pelindung, dimana magnet ini bersifat tidak keras dan sementara. Tipe magnet ini disebut sebagai mumetal dan terbuat dari 74% nikel, 20% besi, 5% tembaga dan 1% mangan.

Kekuatan bahan magnet terbagi menjadi 3 jenis, yaitu feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. Berikut penjelasannya:

  • Feromagnetik, merupakan benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh medan magnet. Benda yang bersifat feromagnetik lebih mudah untuk dijadikan sebagai magnet. Contohnya, besi, kobalt, nikel, alniko, alkomaks, tikonal dsb.
  • Paramagnetik, merupakan benda yang dapat ditarik oleh medan magnet tetapi tarikannya itu lemah tidak sekuat feromagnetik. Contohnya, alumunium, mangan, platina, dsb.
  • Diamagnetik, merupakan benda yang tidak dapat ditarik oleh medan magnet. Contohnya, bismut, timah hitam, emas, dsb.

Berdasarkan jenis-jenis tersebut, maka dapat diketahui bahwa magnet terdapat dua jenis yaitu magnet sementara dan magnet permanen. Berikut penjelasannya:

  • Magnet sementara atau magnet lunak, merupakan benda yang dapat dengan mudah dibuat magnet, namun dapat juga dengan mudah kehilangan sifat magnetiknya (sifat magnetiknya hanya dalam proses pembuatannya). Contoh, magnet pada bel listrik, relay listrik, telepon, pita kaset, magnet pada pengeras suara, dsb.
  • Magnet tetap atau magnet permanen, merupakan benda magnet yang sangat sulit dihilangkan sifat magnetiknya meskipun proses pembuatan magnet sudah dihentikan. Contoh, baja, magnet pada pintu kulkas, dsb.

Pembuatan Magnet

Sebagaimana asalnya, magnet dapat terbagi menjadi magnet alami dan buatan. Kamu dapat membuat magnet buatan mu sendiri, berikut cara yang dapat kamu lakukan:

Menggosok

Cara ini dapat kamu lakukan dengan menggosok-gosok magnet permanen terhadap benda yang ingin kamu jadikan magnet. Perlu diketahui bahwa benda yang ingin dijadikan magnet harus benda magnetik.

Menggosoknya dilakukan secara searah dan tidak berlawanan arah. Gesekan dari medan magnet permanen akan menimbulkan kutub-kutub magnet pada benda yang ingin dijadikan magnet.

Kutub yang terbentuk pada benda yang ingin dijadikan magnet saling berlawanan dengan magnet permanen tersebut. Magnet yang dihasilkan pun bersifat sementara.

Berikut ilustrasi dari membuat magnet dengan cara digosok:

membuat magent dengan cara mengosok

Elektromagnetik

Cara ini merupakan cara untuk membuat medan magnet melalui aliran listrik dan bersifat sementara dimana ketika aliran listrik menghilang maka medan magnet juga akan menghilang. Arus listrik yang dimanfaatkan harus searah atau direct current (DC).

Caranya, yaitu dengan melilitkan kawat terhadap benda logam yang ingin dijadikan magnet kemudian diberi aliran listrrik. Maka benda logam tersebut akan menjadi benda magnetik.

Kutub utara sebagai arah arus mengalir dimana arus listrik mengalir dari kutub posisitf ke negatif. Perhatikan ilustrasi berikut!

membuat magnet dengan cara elektromagnetik

Kutub magnet dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kanan pada gaya Lorentz dimana ibu jari menentukan arah arus listrik (sebagai kutub utara magnet) sedangkan jari yang terselungkup merupakan arah medan magnetnya.

Induksi magnetik

Cara yang satu ini cukup unik dibandingkan cara lainnya karena membuat magnetnya dapat dilakukan tanpa bersentuhan dengan benda logam yang ingin dijadikan magnet. Perhatikan ilustrasi berikut!

membuat magnet dengan cara induksi

Berdasarkan ilustrasi tersebut dapat diketahui bahwa benda logam tersebut dapat menjadi benda magnetik karena pengaruh medan magnet dari magnet permanen sehingga spin pada benda logam menjadi tersusun teratur membentuk kutub utara dan selatan. Semakin dekat jarak magnet permanen terhadap benda logam tersebut, maka sifat magnetik benda logam tersebut akan semakin kuat.

Jika magnet diletakkan semakin menjauhi benda logam, maka sifat magnetiknya akan semakin melemah dan bahkan menghilang seiring dengan waktu. Namun, baja memiliki sifat magnetik yang lebih bagus dibanding benda logam lainnya untuk dijadikan magnet.

Kutub magnet yang terbentuk pada benda yang ingin dijadikan logam berlawanan dengan kutub pada magnet permanen.

Loading...

Rumus Medan Magnet

Terdapat beberapa rumus terkait medan magnet, berikut penjelasannya:

Fluks

Fluks merupakan garis gaya magnet yang tegak lurus terhadap permukaan magnet. Semakin rapat (banyak) garis gaya magnet maka medan magnet akan semakin kuat.

Berikut rumusnya:

rumus medan magnet

dimana B merupakan kerapatan medan magnetik yang memiliki kekuatan medan magnet dan disebut sebagai induksi magnetik dengan satuan Tesla (T) atau Weber per meter persegi ( 1 ), 2 merupakan fluks magnet dengan satuan Weber (Wb), dan A merupakan luas permukaan magnet ( 3 ).

Jika fluks magnet membentuk sudut tertentu terhadap permukaan magnet, maka rumus fluksnya menjadi:

rumus fluks
fluks magnet membentuk sudut tertentu

Fluks magnet dapat diukur dengan menggunakan alat bernama fluksmeter dimana fluks magnet dapat diukur melalui perubahan medan magnet yang melalui kumparan pada alat ini.

Sedangkan intensitas medan magnet, H, dengan satuan (A/m) merupakan gaya magnet berada pada satu titik di dalam medan magnet. Rumusnya dapat dinyatakan sbb:

rumus titik medan magnet

dimana 4merupakan permeabilitas suatu benda (Wb/Am), dengan besar sbb:

5

dengan 7 merupakan permeabilitas relatif (Wb/Am), dan 9 merupakan permeabilitas ruang hampa udara (Wb/Am).

Permeabilitas merupakan kemampuan suatu benda untuk dilewati garis gaya magnet. Semakin mudah untuk dilewati oleh garis gaya magnet, maka besar permeabilitasnya makin tinggi, dan sebaliknya.

Hukum Oersted

Ditemukan oleh Hans Christian Oersted pada tahun 1820 dimana hukum ini menyatakan bila kawat penghantar (konduktor) diberi arus listrik, maka akan timbul medan magnetik di sekitar kawat penghantar (konduktor) tersebut.

Hukum Biot Savart

Penemuan Oersted tersebut diteruskan oleh Jean Baptise Biot dan Felix Savart dimana mereka berhasil menemukan bentuk medan magnet yang dibentuk oleh arus listrik yang stabil, kemudian dikenal sebagai hukum Biot – Savart. Hukum ini menyatakan bahwa induksi magnetik dari suatu kawat penghantar berarus listrik sebanding dengan panjang kawatnya, sebanding dengan kuat arus listrik, sebanding dengan besar sudut antara titik P terhadap kawat listrik, dan berbanding terbalik terhadap jarak kuadrat titik P dengan kawat penghantar.

Perhatikan ilustrasi berikut:

hukum biot

Rumus dari hukum Biot – Savart, yaitu:

Rumus dari hukum Biot

dimana I merupakan kuat arus listrik (A), l merupakan panjang kawat penghantar (m), 11merupakan sudut yang dibentuk dari titik P di luar kawat ke titik yang berada di kawat, r merupakan jarak titik P ke kawat (m), dan k merupakan tetapan dengan memenuhi hubungan sbb:

12

didapat besaran k sebesar 16 .

Induksi magnetik

Rumus induksi magnetik pada kawat penghantar berdasarkan gambar 7 adalah sbb:

induksi magnetik

dimana 9 merupakan konstanta permeabilitas dengan besar 16 , I merupakan kuat arus yang melalui penghantar (A), dan a merupakan jarak titik P ke penghantar (m).

Jika terdapat lilitan kawat pada kawat penghantar, maka rumusnya menjadi:

18

dimana N merupakan banyaknya lilitan.

Solenoida dan Toroida

Solenoida merupakan lilitan kawat yang membentuk kumparan dengan panjang tertentu, seperti diilustrasi pada gambar berikut:

solenoida

Rumus medan magnetik berada di tengah solenoida, sbb:

Rumus medan magnetik berada di tengah solenoid

dimana L merupakan panjang solenoida (m).

Sedangkan, rumus medan magnetik pada ujung solenoida, sbb:

rumus medan magnetik pada ujung solenoida

Toroida pada dasarnya sama dengan solenoida, namun bentuk kumparannya berbeda dimana toroida kumparan membentuk lingkaran atau berupa kumparan tertutup (ujung-ujung solenoida akan saling bertemu membentuk lingkaran). Berikut ilustrasi toroida:

toronoida

Rumus toroida sbb:

Rumus toroida

dengan jari-jari efektif, sbb:

jari-jari efektif

dimana r merupakan jari-jari efektif toroida (m).

Gaya Lorentz

Pada tahun 1820, Hans Christian Oersted melakukan percobaan dengan menggunakan kawat penghatar yang diberikan arus listrik dan dapat menolak jarum jam. Percobaan tersebut, membuat beliau berhasil menemukan hubungan antara arus listrik dan medan magnet.

Namun, penjelasannya kurang memuaskan dan Lorentz menyempurnakannya. Lorentz melakukan koreksi dan menemukan hukum gaya elektromagnetik dan terdapat suatu gaya yang dikenal sebagai gaya Lorentz.

Gaya Lorentz adalah gaya yang disebabkan adanya pergerakan muatan listrik di dalam medan magnet. Arah gaya Lorentz tegak lurus terhadap arus dan medan magnet.

Perhatikan ilustrasi berikut!

menentukan arah gaya lorentz

Gaya Lorentz mempunyai rumus, sbb:

rumus Gaya Lorentz

dimana F merupakan gaya Lorentz (N), B merupakan kuat medan magnet (Tesla) atau (T), I merupakan kuat arus listrik (Ampere) atau (A), l merupakan panjang penghantar atau kawat tempat arus listrik mengalir (m), dan 21merupakan besar sudut yang dibentuk antara medan magnetik dengan arus listrik.

Untuk lebih memahami gaya Lorentz, kamu bisa membaca artikel Gaya Lorentz.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan mengenai medan magnet pada artikel ini, dapat dikatakan bahwa medan magnet merupakan suatu daerah yang berada di sekitar magnet dan masih memiliki gaya magnet yang berada dalam lintasan garis-garis gaya magnet (garis khayal) dimana benda logam yang berada dalam medan magnet akan tertarik oleh magnet. Medan magnet bekerja berdasarkan gaya tarik – menarik atau pun tolak – menolak antar benda magnetik bergantung pada kutub yang saling berhadapan pada magnet dengan benda magnetik lainnya.

Dalam kehidupan ini, sebetulnya kita tidak lepas dari adanya medan magnet seperti kamu dapat menjumpai magnet pada bel listrik, relay listrik, telepon, pita kaset, magnet pada pengeras suara, dsb. Sehingga medan magnet sangat berpengaruh dalam kehidupan ini.

Demikian, penjelasan mengenai medan magnet. Semoga materinya dapat mudah dipahami dan menjawab pertanyaan kamu terkait medan magnet.

Terimakasih sudah membaca…

Pertanyaan Umum

Apa yang kamu ketahui tentang medan magnet?

Medan magnet timbul dari adanya perputaran spin elektron terhadap intinya di dalam atom bahan magnetik. Keberadaan spin ini berkaitan dengan sifat bahan magnetik dimana spin sebenarnya berada dalam ketidakteraturan tetapi ketika dibuat menjadi magnet maka spin tersbut akan dengan cepat mengalami keteraturan membentuk kutub utara dan selatan magnet.
Medan magnet adalah suatu daerah yang masih dapat dijangkau oleh gaya magnet. Pada medan magnet terdapat garis gaya magnet.
Garis ini merupakan garis khayal yang tidak bisa dilihat dengan mata. Tetapi, lintasannya bisa kamu lihat ketika kamu menaburkan serbuk ferit di dekat magnet (medan magnet) maka akan timbul lintasan medan magnet.

Bagaimana magnet dapat terjadi?

Medan magnet timbul dari adanya perputaran spin elektron terhadap intinya di dalam atom bahan magnetik. Spin bergerak ke atas dan ke bawah.
Keberadaan spin ini berkaitan dengan sifat bahan magnetik dimana spin sebenarnya berada dalam ketidakteraturan tetapi ketika dijadikan magnet maka spin tersebut akan dengan cepat mengalami keteraturan membentuk kutub utara dan selatan magnet. Hal itu hanya terjadi pada bahan magnetik.
Kemampuan spin dalam membentuk keteraturan tersebut akan menentukan jenis bahan magnetiknya. Magnet terdiri dari magnet kecil atau disebut sebagai magnet elementer dimana magnet elementer merupakan spin magnet itu sendiri.
Magnet elementer bebas bergerak sehingga susunannya mudah berubah. Ketika memotong magnet menjadi dua bagian yang lebih kecil, maka akan tetap didapati sifat magnetnya karena magnet terdiri dari magnet elementer (partikel subatomik) yang terdiri dari kutub utara dan selatan.

Bagaimana cara membuat magnet?

Membuat magnet dapat dilakukan melalui 3 cara, yaitu menggosok, secara elektromagnetik, atau pun melalui induksi magnetik. Berikut penjelasan singkatnya:
– Menggosok
Cara ini dapat dilakukan dengan menggosok-gosok magnet permanen terhadap benda yang ingin dijadikan magnet. Perlu diketahui bahwa benda yang ingin dijadikan magnet harus benda magnetik.
Menggosoknya dilakukan secara searah dan tidak berlawanan arah. Gesekan dari medan magnet permanen akan menimbulkan kutub-kutub magnet pada benda yang ingin dijadikan magnet.
– Elektromagnetik
Cara ini merupakan cara untuk membuat medan magnet melalui aliran listrik dan bersifat sementara dimana ketika aliran listrik menghilang maka medan magnet juga akan menghilang. Arus listrik yang dimanfaatkan harus searah atau direct current (DC).
Caranya, yaitu dengan melilitkan kawat terhadap benda logam yang ingin dijadikan magnet kemudian diberi aliran listrrik. Maka benda logam tersebut akan menjadi benda magnetik.
– Induksi magnetik
Cara yang satu ini cukup unik dibandingkan cara lainnya karena membuat magnetnya dapat dilakukan tanpa bersentuhan dengan benda logam yang ingin dijadikan magnet.
Benda logam tersebut dapat menjadi benda magnetik karena pengaruh medan magnet dari magnet permanen sehingga spin pada benda logam menjadi tersusun teratur membentuk kutub utara dan selatan. Semakin dekat jarak magnet permanen terhadap benda logam tersebut, maka sifat magnetik benda logam tersebut akan semakin kuat dan sebaliknya.

Contoh Soal

soal 1
soal 2
soal 3

Daftar Pustaka

  • Adistiana, Dwi. Karina. 2018. Fisika Kelas 12 | Menghitung Besar Medan Magnet pada Kawat Lurus dan Kawat Melingkar. Diperoleh dari https://blog.ruangguru.com/menghitung-besar-medan-magnet-pada-kawat-lurus-dan-kawat-melingkar (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Ardra.biz. Fluks Magnetic, Rumus Dan Cara Menghitungnya. Diperoleh dari https://ardra.biz/fluks-magnetic-rumus-dan-cara-menghitungnya/ (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Bitar. 2020. Medan Magnet : Sifat, Satuan, Rumus, Contoh Soal dan jawaban. Diperoleh dari https://www.gurupendidikan.co.id/medan-magnet/#ftoc-heading-5 (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Bitar. 2020. Pengertian Magnet – Induksi, Medan, Bahan, Fungsi, Sifat, Jenis, Prinsip, Cara Membuat. Diperoleh dari https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-magnet/ (diakses pada 28 Mei 2020).
  • Fisikasekolah.com. Medan Magnet Solenoida dan Toroida. Diperoleh dari http://www.fisikasekolah.com/2016/11/medan-magnet-solenoida-dan-toroida.html?m=1 (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Fisikastudicenter.com. Rumus Kuat Medan Magnetik 12 SMA. Diperoleh dari http://fisikastudycenter.com/rumus-fisika/269-rumus-kuat-medan-magnetik-12-sma (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Ibadurrahman. Medan Magnet. Diperoleh dari https://www.studiobelajar.com/medan-magnet/ (diakses pada 28 Mei 2020).
  • Nahampunmarudut. Jawaban dari “Jelaskan cara membuat magnet dengan cara metode induksi”. Diperoleh dari https://brainly.co.id/tugas/14208468 (diakses pada 28 Mei 2020).
  • Nailufar, Nada. Nibras. 2020. Gaya Sentuh dan Gaya Tak Sentuh. Diperoleh dari https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/28/163317769/gaya-sentuh-dan-gaya-tak-sentuh?page=all#page2 (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Nugraha, Trisna. Anggara. Medan Magnet dan Induksi Elektromagnet. Diperoleh dari https://lecturer.ppns.ac.id/anggaratnugraha/medan-magnet-dan-induksi-elektromagnet/ (diakses pada 28 Mei 2020).
  • Prashna, Deyan. 2020. Gaya Lorentz. Diperoleh dari https://bacaboy.com/gaya-lorentz/ (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Priya, Ragil. 2018. Medan Magnet di Sekitar Arus Listrik : Hukum Biot – Savart, Kaidah Tangan Kanan, Solenoida, Toroida. Diperoleh dari http://www.ilmufisika.com/2018/03/medan-magnet-di-sekitar-arus-listrik.html?m=1 (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Rangga, Aditya. 2020. Medan Magnet. Diperoleh dari https://cerdika.com/medan-magnet/#3_Medan_Magnet_Sekitar_Arus_Listrik (diakses pada 28 Mei 2020).
  • Rental, Kencana. Prima. Mengenal Beberapa Hukum Kelistrikan. Diperoleh dari https://www.primakencana.info/mengenal-beberapa-hukum-kelistrikan/ (diakses pada 29 Mei 2020).
  • Saputri, Dwi. Yunisda. 3 Cara Membuat Magnet Sederhana, Lengkap dengan penjelasannya. Diperoleh dari https://m.liputan6.com/citizen6/read/3912810/3-cara-membuat-magnet-sederhana-lengkap-dengan-penjelasannya (diakses pada 28 Mei 2020).
  • Urip.Info. 2016. Sifat Magnet Bahan Akibat Rotasi dan Spin Elektron. Diperoleh dari https://www.urip.info/2016/08/sifat-magnet-bahan-akibat-rotasi-dan.html?m=1 (diakses pada 28 Mei 2020).
  • Wiyonopaolina. Jawaban dari “Apa pengertian feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik beserta contohnya??” Diperoleh dari https://brainly.co.id/tugas/1773207 (diakses pada 28 Mei 2020).

Baca juga

Loading...
Loading...