Home / Geografi / mengapa air laut asin

Mengapa Air Laut Asin?

  • 7 min read
Loading...

Penulis : Siti Nuriyah – Geo Teacher

Seluruh air di bumi, bahkan hujan memiliki kandungan kimia yang disebut sebagai garam. Tetapi tidak seluruhnya terasa asin. Biasanya asin tidaknya air bergantung dari penilaian masing-masing individu.

Seperti eksperimen berikut. Isilah tiga gelas dengan air dari kran! Tambahkan gelas kedua dengan sejumput garam dan gelas ketiga dengan tiga sendok makan, kemudian minum satu persatu.

Gelas pertama terasa tawar, gelas kedua sedikit asin, dan gelas ketiga sangat asin. Karena gelas ketiga sebanding dengan segelas air dari laut. Tetapi air laut tidak dapat dikonsumsi.

Ilmuwan memperkirakan bahwa samudera mengandung 50 juta miliar ton garam terlarut. Jika dibandingkan dengan air danau, air laut 220 kali lebih asin.

Mengapa berbeda? berasal dari mana garam? Mengapa air laut asin? Pertanyaan tersebut akan dijelaskan pada artikel ini.

Asal Mula Air Laut

Jutaan tahun lalu atmosfer dan laut terakumulasi secara berangsur-angsur selama kala geologi dari proses degassing inti bumi. Laut berasal dari akumulasi uap air

Loading...
dan gas-gas lain dari lelehan batuan beku hingga awan-awan di sekitar bumi yang mendingin. Setelah permukaan bumi mendingin, suhu di bawah titik didih, hujan mulai turun dan berlanjut hingga berabad-abad.

Air kemudian mengalir melalui lembah-lembah besar di permukaan bumi, kemudian menjadi lautan jaman purba. Gravitasi bumi mencegah air keluar atmosfer.

Asal Garam

Air laut merupakan larutan mineral garam dan kerusakan materi biologi yang dihasilkan dari kehidupan laut. Kebanyakan diperoleh dari proses seperti pecahan batuan beku kerak bumi melalui pelapukan, erosi, hujan dan aliran yang membawa pencucian mineral ke laut. Beberapa juga dihasilkan dari pecahan batuan dan sedimen di lantai samudra.

Selain itu, ventilasi hidrotermal juga berkontribusi. Ventilasi ini adalah titik keluar dasar samudera tempat air laut yang merembes ke bebatuan kerak samudera menjadi lebih panas, melarutkan beberapa mineral dari kerak, dan mengalir kembali ke laut.

Perkiraan jumlah cairan hidrotermal yang mengalir dari ventilasi ini menunjukkan bahwa seluruh volume lautan dapat meresap melalui kerak samudera dalam waktu sekitar 10 juta tahun. Proses ini sangat penting untuk salinitas. Namun, reaksi antara air laut dan basal samudera, batu kerak samudera, tidak satu arah; beberapa garam terlarut bereaksi dengan batu dan dikeluarkan dari air laut.

Proses lainnya adalah vulkanisme bawah laut, letusan gunung berapi di bawah air. Ini mirip dengan proses sebelumnya dalam air laut yang bereaksi dengan batu panas dan melarutkan beberapa konstituen mineral.

Mengapa Laut tidak Tawar?

Mengapa laut tidak tawar seperti sungai yang bermuara? Karena tingkat salinitas laut merupakan hasil dari beberapa proses dan pengaruh alamiah. Garam dimuat dari aliran yang masuk ke laut hanyalah salah satu faktor.

Awalnya, laut sedikit asin. Tetapi sejak pertama kali hujan turun di permukaan bumi (ratusan juta tahun yang lalu) dan run-off memecah batuan dan mengangkut mineral-mineral ke laut, lautan menjadi lebih asin.

Diperkirakan sungai membawa 4 milyar ton garam ke laut tiap tahun. Sekitar tonasi garam yang sama dari air laut mungkin menyimpan sedimen di bawah laut. Sehingga terjadi keseimbangan antara masukan garam dan pengeluarannya.

Garam terkonsentrasi di laut karena panas matahari menyuling atau menguapkan air murni (H2O) dan meninggalkan garam di lautan. Proses ini merupakan bagian dari siklus hidrologi.

Uap air dibawa menuju darat oleh angin. Ketika uap air bertubrukan dengan massa udara yang lebih dingin, terjadi kondensasi dan terjadi hujan. Hujan menjadi run off ke dalam aliran yang mengangkut air ke lautan. Evaporasi yang berasal dari daratan dan lautan menyebabkan air kembali ke atmosfer sebagai uap air dan siklus memulai lagi.

Loading...

Laut tidak tawar lagi seperti air sungai karena timbunan besar garam melalui evaporasi dan kontribusi garam baru dari daratan.

Loading...
mengapa air laut tidak tawar

Salinitas dan Variabelnya

Salinitas air laut bervariasi, dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti melelehnya es, masukan air laut, evaporasi, dan arus laut yang menyebabkan air garam tercampur secara horizontal dan vertikal.

Air terasin (40 0/00 atau 40 pon garam per 1.000 pon air laut) terjadi di Laut Merah dan Teluk Persian, yang evaporasinya sangat tinggi. Laut Sargasso di Atlantik Utara juga memiliki salinitas tinggi yang lokasinya 2.000 mil dari pulau Canary. Laut ini asin karena memiliki suhu hingga 83oF yang menyebabkan evaporasi tinggi dan lokasinya jauh dari pulau sehingga tidak memiliki masukan air tawar dari sungai.

Salinitas rendah terjadi pada laut di kutub yang air asinnya ditambah oleh melelehnya es dan hujan. Wilayah teluk yang menerima hasil run off dari presipitasi juga memiliki salinitas yang rendah. Misalnya Laut Baltik memiliki tingkat salinitas 5-15 0/00, Laut Hiyam < 20 0/00 karena diisi oleh aliran air tawar sekitar 4,1 milyar galon setiap hari. Setiap wilayah juga bervariasi aliran airnya.

Sungai membawa air yang cukup ke laut hingga menutupi area 1 juta acres hingga kedalaman 197 kaki, yang diambil menggunakan alat perunut radioaktif.

Rata-rata salinitas air laut di dunia berkisar antara 35 0/00 berdasarkan studi analisis kimia dari 77 laut sampel yang dikumpulkan oleh Willian Dittmar tahun 1884. Salinitas tertinggi 36 0/00 terjadi pada lintang 20oLU dan 20oLS, dan rata-rata 35 0/00 terjadi pada wilayah ekuator, dan terendah yaitu 310/00 terjadi pada lintang 60oLS. Di wilayah ekuator lebih banyak kehilangan air oleh evaporasi, tetapi juga sesuai dengan curah hujan karena temperatur tinggi serta angin dapat mempercepat kehilangan penguapan.

Kehidupan Laut Memengaruhi Komposisi Air Laut

Komposisi air laut dan sungai sangat berbeda: (1) 85% sodium dan khlor terdapat di air laut yang menjadikannya terasa asin; (2) sungai lebih banyak kalsium daripada khlorida, tetapi laut mengandung 46 kali lebih banyak khlorida dari pada kalsium; (3) Silika merupakan unsur pokok air sungai tetapi tidak ada pada laut; dan (4) kalsium dan bikarbonat terhitung hampir 50% ada di air sungai lebih sedikit 2% di laut.

Bagian yang berperan dalam hal ini adalah kehidupan laut seperti hewan dan tumbuhan di laut.

Hewan moluska seperti tiram mengekstraksi kalsium dari laut untuk membangun kerang dan kerangkanya. Foraminifera dan crustacean seperti kepiting dan udang mengambil kalsium untuk membangun tubuhnya. Karang koral, umumnya ada di laut tropis yang lebih banyak mengandung limestone (kalsium karbonat) membentuk kerangka koral.

Plankton juga menekan kontrol komposisi air laut. Selain itu, faktor reaksi kimia juga membantu mengubah komposisi air laut. Misalnya pengendapan oleh lantai samudra sebagai kalsium karbonat.

Daftar Pustaka

  • https://oceanservice.noaa.gov/facts/whysalty.html
  • https://www.usgs.gov/special-topic/water-science-school/science/why-ocean-salty?qt-science_center_objects=0#qt-science_center_objects

Pertanyaan Umum

Faktor utama garam di laut berasal dari mana?

Yang paling banyak menjadikan air asin di laut adalah berasal dari aliran sungai.

Mengapa semakin tinggi letak lintang semakin sedikit tingkat salinitasnya?

Karena banyak masukan air tawar yang berasal dari glasier dan hujan, sedangkan sedikit panas sehingga evaporasinya rendah.

Di sungai juga mengalami penguapan yang dapat meninggalkan garam di sungai, tetapi mengapa rasanya tidak asin?

Karena sifat sungai yang selalu mengalir airnya, sementara lautan merupakan tempat muara yang menampung air dari sungai sehingga komposisinya juga berbeda.

Mengapa kandungan kalsium, magnesium, bikarbonat dan silika di lautan lebih sedikit jumlahnya dari pada di air sungai?

Karena unsur-unsur tersebut digunakan untuk kebutuhan hidup organisme, presipitasi kimiawi, atau reaksi kimia-fisika.

Faktor apa saja yang membuat komposisi unsur garam pada air di laut terbuka hampir selalu konstan dari tempat ke tempat lain?

Faktor tersebut adalah sirkulasi dan pencampuran air laut, berat dan jenis dan arus laut, gerakan angin, suhu air, daya larut, serta reaksi biokimia.

Unsur apa saja yang memengaruhi salinitas air laut dan yang paling banyak unsur apa?

Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sodium (Na), Potassium (K), Bikarbonat (HCO3), Sulfat (SO4), Klorida (Cl), dan Bromida (Br). Yang paling banyak berada di laut adalah Klorida (Cl) dan Sodium (Na)

Baca juga

Loading...
Loading...