Home / Fisika / metode ilmiah

Metode Ilmiah

  • 7 min read
Loading...

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA UI 2016

Apa yang kalian ketahui tentang metode ilmiah? Apakah kalian sudah mengeluh sebelum menyusunnya? Atau kalian menganggap tidak perlu dilakukan penyusunan metode ilmiah dalam penelitian kalian? Kalian akan menemukan jawabannya setelah menyimak tulisan ini.

Pengertian metode ilmiah

Metode ilmiah merupakan suatu cara yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu dengan langkah-langkah ilmiah dimana langkah-langkah tersebut bertujuan memudahkan si pengamat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi (menemukan solusi) dan juga disesuaikan dengan tema penelitiannya serta dilandasi dengan pemikiran yang rasional dan logis. Rasa ingin tahu yang besar diperlukan dalam penyusunan metode ilmiah.

Penyusunan metode ilmiah sangat bervariasi dan disesuaikan dengan tujuan dari si peneliti, tetapi ada yang menjadi langkah inti dari metode ilmiah, yaitu merencanakan, mengamati (eksperimen), dan menyimpulkan. Melalui metode ilmiah, si peneliti menjadi fokus dalam menemukan solusi dari penelitiannya dan pemikirannya menjadi terstruktur.

Metode ilmiah perlu dilakukan pengamatan/penelitian/eksperimen agar solusi atas permasalahan yang didapatkan menjadi lebih kuat.

Kesimpulan

Loading...
(hasil yang diperoleh) dari metode ilmiah dikatakan benar jika disertai dengan bukti-bukti yang nyata dan bukan merupakan suatu pernyataan yang subjektif atau kesimpulannya pun dapat dibuktikan kebenarannya oleh peneliti lainnya serta dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga materi lain dari bacaboy:

Unsur metode ilmiah

Metode ilmiah memiliki beberapa unsur, sbb:

  • Karakterisasi (objek penelitian diidentifikasi dan diteliti melalui pengukuran dan pengamatan).
  • Hipotesis (dugaan sementara).
  • Prediksi (penalaran logis dari hipotesis).
  • Eksperimen (percobaan untuk menguji hubungan prediksi dan hipotesis dengan karakterisasi.
  • Evaluasi (penilaian terhadap hasil eksperimen).

Kriteria metode ilmiah

Selain itu, metode ilmiah juga memiliki kriteria tertentu, sbb:

  • Hasil yang didapat berdasarkan fakta.
  • Bebas dari prasangka.
  • Berlandaskan prinsip-prinsip analisis.
  • Terdapat hipotesis.
  • Bersifat objektif.
  • Menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif.

Karakteristik metode Ilmiah

Metode ilmiah pun memiliki karakteristik, sbb:

  • Bersifat analistis dan kritis.
  • Bersifat logis (dapat diterima oleh akal sehat dan firasat).
  • Bersifat obyektif (dapat diterima secara universal dan bukan merupakan hasil rekayasa peneliti).
  • Bersifat empiris (berdasarkan fakta dan bukan opini).
  • Bersifat konseptual (dapat menjelaskan konsep bagaimana fakta terjadi dan keterkaitannya)

Berikut langkah-langkah dalam membuat metode ilmiah

Menuliskan hal-hal yang ingin dicari

Menulis disini dapat dilakukan dengan membuat pertanyaan dari permasalahan yang ingin kamu selesaikan dengan berdasarkan kata tanya apa, kapan, siapa, dimana, mengapa, dan bagaimana (5W+1H dimana bisa keseluruhan digunakan atau sebagian) yang bisa membantu peneliti dalam menuliskan hal-hal yang ingin dicari. Dalam menyusunnya pun berdasarkan pada fakta dan rasa ingin tahu dari si peneliti.

Sehingga si peneliti dapat menemukan suatu permasalahan dari penelitiannya yang dapat diselesaikan dengan langkah-langkah berikutnya. Menuliskan hal-hal yang ingin dicari dapat dalam bentuk pertanyaan ataupun fakta-fakta yang ada.

Dalam contoh kasus:

  • Apa saja perkembangan jaman yang dapat mengakibatkan pemanasan global? (apa)
  • Pemanasan global dapat diakibatkan oleh polusi kendaraan bermotor, efek rumah kaca, penggunaan CFC yang tak terkontrol. (alasan dari mengapa)
  • Bagaimana terjadinya proses pemanasan global? (bagaimana)

Menetapkan variabel penelitian

Variabel penelitian merupakan sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Terdapat tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas (memiliki pengaruh dan menjadi penyebab terjadinya variabel yang lain), variabel terikat (variabel yang disebabkan karena adanya variabel bebas) dan variabel kontrol (variabel yang dibatasi dan dikendalikan pengaruhnya sehingga tidak terpengaruh oleh faktor luar yang tidak diteliti).

Dalam contoh kasus:

Loading...
  • Variabel bebas: perkembangan jaman (teknologi, pengetahuan).
  • Variabel terikat: pemanasan global.
  • Variabel kontrol: membatasi perkembangan jamannya hanya pada teknologi dan pengetahuan, sedangkan budaya dan bidang lainnya tidak menjadi fokus dalam penelitian.

Membuat hipotesis

Menurut Kerlinger (1973), hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap hubungan antara dua variabel atau lebih. Hipotesis dapat bersifat subjektif ataupun objektif. Terdapat dua jenis hipotesis, yaitu hipotesis deskriptif dan relasional.

Hipotesis deskriptif bertujuan memberikan asumsi berupa gambaran dari permasalahan yang sedang diteliti. Sedangkan hipotesis relasional menunjukan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Dalam contoh kasus: Menipisnya lapisan ozon menyebabkan terjadinya pemanasan global dikarenakan kemajuan dari perkembangan jaman.

Mengumpulkan data melalui penelitian

Setelah melakukan hipotesis maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan data melalui penelitian untuk membuktikan apakah hipotesisnya benar atau salah dan tentu harus dilakukan secara objektif bukan subjektif. Dalam melakukan pengamatan, bisa juga menggunakan sumber-sumber lain yang terkait dengan penelitian, seperti internet, buku, dan karya ilmiah lainnya.

Peneliti perlu mengelompokan data-data yang diperoleh kedalam tabel pengamatan dan hasil keluaran yang diperoleh dalam bentuk grafik dimana grafik dapat menunjukan hubungan antar variabel yang telah ditentukan sebelumnya dan mempermudah langkah berikutnya dalam menganalisis hasil penelitian supaya didapatkan kesimpulan dari penelitiannya.

Dalam contoh kasus: Data penelitian yang mendukung bisa berupa volume kendaraan bermotor per tahun (karena polusinya dapat mengakibatkan pemanasan global), pengaruh emisi gas rumah kaca yang dihasilkan, kemajuan jaman lainnya yang mengakibatkan polutan.

Menganalisis hasil penelitian

Setelah melakukan pengamatan, maka peneliti akan mengumpulkan data yang diperoleh (grafik memudahkan peneliti dalam menganalisis) dan menganalisisnya untuk melihat apakah data yang didapat mendukung hipotesis atau tidak. Jika tidak mendukung, maka hipotesisnya berarti gagal dan harus menyusun kembali hipotesisnya yang berdasarkan data pengamatan yang diperoleh.

Bahkan, meskipun data pengamatan mendukung hipotesis banyak peneliti yang mengulang kembali hipotesisnya (meyusun ulang) tersebut agar hasilnya dapat mendekati/sesuai dengan data pengamatan melalui cara yang berbeda dengan sebelumnya.

Dalam contoh kasus: Seiring kemajuan perkembangan jaman, pertumbuhan kendaraan bermotor meningkatkan jumlah polutan yang mengakibatkan penipisan lapisan ozon, emisi dari efek rumah kaca juga mengakibatkan penipisan lapisan ozon dimana mengakibatkan meningkatnya pemanasan global.

Membuat kesimpulan

Kesimpulan yang dibuat harus mengandung hipotesis yang telah dibuat. Kesimpulan harus dibuat secara objektif dan dapat menggambarkan keseluruhan dari penelitian.

Sebelum menarik kesimpulan, penelitian harus dilakukan bukan hanya sekali agar mendapatkan hipotesis yang benar, maka dari itu perlu dilakukan penyesuaian hipotesis terhadap hasil penelitian.

Dalam contoh kasus:

Jadi, dapat disimpulkan bahwa meningkatknya pemanasan global disebabkan adanya penipisan lapisan ozon seiring dengan kemajuan dari perkembangan jaman.

Memberitahukan hasil penelitian

Hal ini menjadi penting agar peneliti lain mengetahui hasil penelitian yang telah Anda lakukan dimana dapat diberitahukan melaui forum ilmiah atau berupa publikasi karya ilmiah. Melalui cara ini, penelitian Anda bisa dijadikan dasar bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama dengan Anda.

Pertanyaan Umum

  • Apa yang dimaksud dengan metode ilmiah? Metode ilmiah adalah suatu cara yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan tertentu dengan langkah-langkah ilmiah dimana langkah-langkah tersebut bertujuan memudahkan si pengamat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi (menemukan solusi) dan juga disesuaikan dengan tema penelitiannya serta dilandasi dengan pemikiran yang rasional dan logis.
  • Bagaimana prinsip yang digunakan dalam metode ilmiah? Metode ilmiah disusun berdasarkan prinsip analisis, objektif, logis, empiris, serta harus dilakukan secara eksperimen dan bukan merupakan opini. Tentunya, metode ilmiah harus konseptual dan tidak mengada-ada (harus jujur).
  • Bagaimana langkah-langkah dalam menyusun metode ilmiah? Sebenarnya tidak ada langkah-langkah yang baku. Tetapi, ada yang menjadi suatu langkah inti dari metode ilmiah, yaitu merencanakan, mengamati (eksperimen) dan menyimpulkan. Dalam artikel ini terdapat beberapa langkah, yaitu menuliskan hal-hal yang ingin dicari, menetapkan variabel penelitian, membuat hipotesis, mengumpulkan data melalui penelitian, menganalisis hasil penelitian, membuat kesimpulan dan memberitahukan hasil penelitian.

Daftar Pustaka

  • Afika, Luki. 2020. Metode Ilmiah. Dilihat dari https://www.yuksinau.id/metode-ilmiah/ (diakses pada 3 April 2020).
  • Bunadi. 2018. Variabel Penelitian (Pengertian, Jenis, Ciri, dan Contoh). Dilihat dari https://alihamdan.id/variabel-penelitian/ (diakses pada 3 April 2020).
  • Khan Academy. The Scientific Method. Dilihat dari (diakses pada 3 April 2020).
  • Science Buddies. Steps of the Scientific Method. Dilihat dari (diakses pada 3 April 2020).
  • Wardani, Febrina Liska. 2019. Contoh Metode Ilmiah dan Langkah-Langkahnya. Dilihat dari https://titikdua.net/contoh-metode-ilmiah/ (diakses pada 3 April 2020).
  • Yusron. 2019. Pengertian Hipotesis. Dilihat dari https://belajargiat.id/hipotesis/ (diakses pada 3 April 2020).

Baca juga:

Loading...