Home / Fisika / Mikrometer Sekrup

Mikrometer Sekrup

  • 6 min read

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia 2016

Pengukuran merupakan kegiatan menentukan besaran fisika berdasarkan satuan Internasional (SI). Alat ukur merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besaran fisika. Alat ukur harus terstandardisasi. Mikrometer sekrup merupakan alat ukur fisika yang digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan maupun diameter suatu benda. Mikrometer sekrup memiliki ketelitian sebesar 0,01 m dan lebih teliti daripada jangka sorong yang memiliki ketelitian sebesar 0,05 mm.

Apa yang kamu ketahui tentang alat ukur fisika? Ada banyak loh alat ukur fisika, salah satunya mikrometer sekrup. Apa itu mikrometer sekrup? Bagaimana cara mengukurnya? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya…

Pengertian Mikrometer sekrup

Alat ukur fisika adalah alat yang digunakan untuk mengukur besaran fisika. Alat ukur dapat berbeda-beda untuk mengukur satu besaran fisika, karena tingkat ketelitiannya.

Alat ukur fisika harus akurat dan presisi, mudah dibaca pembacaannya, serta tidak membingungkan. Hasil yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Pengukuran merupakan suatu kegiatan untuk menentukan besaran fisika berdasarkan satuan ukur internasional (SI). Perlu diketahui bahwa sebelum alat ukur digunakan, alat ukur harus dilakukan standardisasi terlebih dahulu.

Standardisasi ini juga disebut sebagai kalibrasi. Standardisasi memiliki beberapa tahap yaitu standardisasi primer, standardisasi sekunder, standardisasi transfer, standardisasi kerja dan yang terakhir standardisasi (kalibrasi) yang dilakukan oleh pengguna saat sebelum melakukan pengukuran pada alat ukur.

Standardisasi nasional dilakukan oleh BSN – KSNSU (Badan Standardisasi Nasional: Komite Standar Nasional untuk Satuan Ukur) sebagai lembaga yang melakukan standardisasi sekunder dengan tujuan menyamakan hasil keluaran dari alat ukur pada tingkat nasional.

Sedangkan standardisasi primer dilakukan oleh BIPM yang terdapat di Perancis. Salah satu alat ukur yang dilakukan standardisasi adalah mikrometer sekrup.

Mikrometer sekrup merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang suatu benda, ketebalan benda maupun diameter benda. Alat ini ditemukan oleh William Gascoigne pada abad ke-17 untuk mengukur jarak antar bintang dan ukuran benda-benda luar angkasa melalui pengamatan di teleskop.

William Gascoigne

William Gascoigne, Sumber PeopleMaven

Alat ini memiliki ketelitian sampai 0,01 mm. Alat ini lebih teliti dari jangka sorong dimana memiliki ketelitian sampai 0,05 mm.

Jangka sorong juga digunakan untuk mengukur jarak, kedalaman, atau pun diameter dari suatu benda. Namun, bukan berarti jangka sorong tidak teliti, penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dari penggunanya dan objek yang ingin diukur.

Mikrometer sekrup memiliki beberapa bagian yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya dan begitu juga cara mengukurnya karena berbeda dengan alat ukur lainnya. Pengukuran harus dilakukan secara presisi dan akurat.

Akurat dan Presisi

Pengukuran harus dilakukan seakurat dan sepresisi mungkin. Berikut perbedaan akurat dan presisi:

  • Akurat, merupakan seberapa dekatnya hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya dari kuantitas (besaran) yang diukur dimana dalam pengukurannya mengacu pada level kesepakatan antara pengukuran aktual dan absolut. Pada keakurasian terdapat derajat kecocokan, memiliki faktor tunggal dan perkiraan statistik. Dalam pengukuran akan selalu ada kesalahan, kesalahan dalam keakuratan dinamakan sebagai kesalahan sistematik.
  • Presisi, merupakan seberapa dekat hasil pengukuran satu sama lain dari serangkaian pengukuran yang dilakukan (terdapat keberagaman hasil pengukuran). Pada kepresisian terdapat derajat reprodusibilitas, memiliki faktor yang banyak, terdapat keberagaman statistik. Pada kepresisian pun terdapat tingkat kesalahan yang dinamakan sebagai kesalahan acak.

Bagian-Bagian Mikrometer Sekrup

Perhatikan ilustrasi mikrometer sekrup berikut.

micrometer sekrup

Berikut penjelasan bagian-bagian tersebut:

  • Anvil, merupakan poros tetap yang tidak dapat bergerak. Objek yang ingin diukur diletakan diantara anvil dan spindle. Anvil berfungsi untuk menjempit objek yang diukur. Anvil berbentuk silinder pejal.
  • Spindle, merupakan poros bergerak atau poros geser yang berfungsi sebagai penjempit objek yang ingin diukur. Spindle berbentuk batang silindris pejal dan dapat digerakkan (ke kanan atau pun ke kiri) melalui thimble.
  • Lock nut, berperan sebagai pengunci spindle ketika sedang melakukan pengukuran agar spindle tidak bergerak selama pengukuran.
  • Sleeve, merupakan batang nilai ukur yang terdapat skala ukur. Skala ukur ini merupakan skala ukur besar dan juga disebut sebagai skala ukur utama.
  • Thimble, merupakan bagian yang bisa diputar dan terdapat skala nonius (skala ukur kecil) untuk pembacaan alat ukur yang lebih akurat. Bagian thimble juga akan menggerakkan spindle.
  • Ratchet, berfungsi juga sebagai penggerak spindle namun dengan pergerakan yang lebih perlahan (lama) daripada thimble.
  • Frame, merupakan bagian yang menghubungkan bagian anvil dengan bagian-bagian lainnya. Frame berfungsi menjaga objek yang diukur agar tidak bergerak saat dilakukan pengukuran.

Pengukuran pada Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup digunakan dengan cara memutar sekrup untuk menjepit objek yang diukur baik melalui thimble maupun ratchet. Berikut cara menggunakan mikrometer sekrup sebelum dilakukan pengukurannya:

  1. Meletakkan objek diantara anvil dan spindle.
  2. Kemudian menjepit objek dengan cara memutar thimble untuk memutar yang lebih cepat, maupun menggunakan ratchet untuk memutar yang lebih perlahan agar lebih akurat.
  3. Setelah objek terjepit dengan baik, kemudian dilakukan pembacaan skala ukur.

Perhatikan ilustrasi berikut.

keterangan pada skala ukur

Berdasarkan gambar 2, maka pengukurannya sbb:

  • Besar nilai pada skala utama garis atas adalah 1 mm karena thimble berhimpit dengan skala utama garis atas. Setiap garisnya bernilai 1 mm.
  • Besar nilai skala utama garis bawah adalah 1 mm karena karena thimble berhimpit dengan skala utama garis bawah. Setiap garis pada skala utama garis bawah bernilai 0,5 mm. Pada gambar tersebut, thimble berhimpit dengan dua garis dan berarti thimble berhimpit dengan dua garis .
  • Kemudian pada skala nonius, dicari garis yang berhimpit dengan garis horizontal pada sleeve. Berdasarkan gambar tersebut diketahui 0,15 mm dikarenakan setiap garisnya bernilai 0,1 mm.
  • Rumus nilai total pengukuran yang didapat adalah

Rumus nilai total pengukuran

Jadi, nilai totalnya adalah

Rumus nilai total pengukuran

Jadi, alat ukur fisika merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran fisika. Terdapat banyak alat ukur, salah satunya mikrometer sekrup.

Mikrometer sekrup merupakan alat yang digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan maupun diameter dari suatu benda yang memiliki tingkat keakuratan sebesar 0,01 mm. Cara mengukurnya melalui pembacaan skala utama dan skala nonius.

Mikrometer sekrup memiliki ketelitian yang lebih baik daripada jangka sorong.

Demikian, pembahasan artikel ini mengenai mikrometer sekrup. Semoga pembahasannya mudah dimengerti dan dapat menjawab pertanyaan kamu terkait mikrometer sekrup.

Sekian, terimakasih.

Daftar Pustaka

  • Adminami01. 2020. Mikrometer Sekrup – Bagian, Fungsi, Cara Membaca, Cara Menggunakan. Diperoleh dari https://rumusrumus.com/mikrometer-sekrup/ (diakses pada 23 Juni 2020).
  • Deyan Prashna, Nikita Ciamaudi, Novita Rahmaheni Putri, dan Vika Vernanda. 2019. Presentasi Laporan Akhir Kerja Praktek: Badan Standardisasi Nasional: Komite Standar Nasional untuk Satuan Ukuran (BSN – KSNSU).
  • Erapee. 2019. Perbedaan Akurasi dan Presisi. Diperoleh dari https://erapee.com/perbedaan-akurasi-dan-presisi/. (diakses pada 23 Juni 2020).
  • Ibdurrahman. Jangka Sorong. Diperoleh dari https://www.studiobelajar.com/jangka-sorong/ (dikases pada 23 Juni 2020).
  • Nugroho, Adi. Mikrometer Sekrup. Diperoleh dari https://www.studiobelajar.com/mikrometer-sekrup/ (diakses pada 23 Juni 2020).

Baca juga