Home / Ekonomi / pasar monopoli

Pasar Monopoli

  • 8 min read

Penulis : Yulia Dwi Rakhmawati, Manajemen UNAS

Ketika kita berbicara tentang pasar, apa yang ada didalam benak kalian? Ya, banyak orang yang mendefinisikan pasar secara sederhana yaitu sebagai tempat bertemunya penjual dan pambeli untuk melakukan sebuah transaksi jual beli. Nah untuk kali ini, kita akan belajar mengenai salah satu bentuk pasar dalam perekonomian yaitu Pasar Monopoli.

Pengertian pasar monopoli

Kata monopoli berasal dari kata monos dalam Bahasa Yunani berarti satu dan polein berarti menjual sehingga pasar monopoli didefinisikan sebagai pasar dimana hanya ada satu penjual dan tidak ada barang substitusi yang paling mendekati untuk mengganti baraang tersebut. Penjual inilah yang menguasai pasar. Contoh perusahaan monopoli di Indonesia adalah PT. PLN dan PT. KAI.

Ciri-ciri pasar monopoli

Pasar monopoli memiliki beberapa ciri khusus sehingga membedakan dengan pasar lainnya. Ciri-cirinya antara lain :

  1. Hanya ada satu penjual. Sesuai dengan definisi dari pasar monopoli itu sendiri. Nah, karena hanya ada satu penjual di dalam pasar, sehingga penjual dapat menguasai pasarnya.pembeli tidak bisa memilih penjual karena tidak ada yang memproduksinya selain penguasa pasar tersebut.
  2. Tidak memiliki barang pengganti yang sangat dekat. Produk dari pasar monopoli ini unik sehingga tidak ada barang yang bisa menggantikannya.
  3. Sulit bagi penjual baru yang ingin memasuki pasar. Ada beberapa hambatan yang mengakibatkan sulitnya memasuki pasar monopoli ini, seperti : adanya peraturan yang mutlak diatur oleh pemerintah (Undang-Undang), teknologi yang digunakan dalam proses produksi sangat canggih sehingga sulit untuk ditiru, atau karena membutuhkan modal yang sangat besar untuk membangun perusahaan monopoli.
  4. Dapat menentukan harga. Karena perusahaan monopoli ini satu-satunya penjual, maka perusahaan dapat mempengaruhi penentuan harga (price maker/price seller) dengan memperhitungkan jumlah barang yang ditawarkan.
  5. Tidak memerlukan promosi iklan. Perusahaan monopoli tentu masih membuat iklan, tetapi tujuannya bukan untuk menarik minat konsumen tetapi hanya untuk menyampaikan informasi baru tentang produknya. Hal ini karena perusahaan monopoli yang menguasai pasar dan tidak ada pesaing.

Konsep Pendapatan pada Pasar Monopoli

Karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya penjual dalam pasar, maka kurva permintaan pasarnya, sama dengan kurva permintaan untuk produk tersebut. Kurva permintaan pasar, yang menunjukkan jumlah total 1 pembeli yang ingin membeli pada setiap harga, juga menunjukkan jumlah produk yang dapat dijual oleh perusahaan monopoli pada setiap harga.

Sifat dan hukum kurva permintaan pada pasar monopoli tetap sama, jadi perusahaan monopoli dapat memperoleh harga yang tinggi apabila produksinya sedikit, dan akan harga penjualannya akan semakin rendah jika produksinya semakin banyak.

  • Total Pendapatan ( Total Reveue/ TR) : Total Pendapatan adalah jumlah keseluruhan pendapatan yang diperoleh perusahaan dari penjualan barang yang diproduksinya. Total pendapatan dapat diperoleh dengan mengalikan harga (P) dengan Kuantitas barang yaang dijual (Q) sehingga TR = P x Q.
  • Pendapatan Rata-rata ( Average Revenue/ AR) : Pendapataan rata-rata adalah jumlah pendapatan dari seluruh penjualan dibagi dengan unit barang yang dijual. Sehingga AR = TR : Q.
  • Pendapatan Marginal ( Marginal Revenue / MR) : Pendapatan marginal adalah tambahan total pendapatan (TR) yang diperoleh perusahaan dari menjual satu unit lagi barang yang diperjual. Pendapatan marginal dapat diperoleh dari selisih total pendapatan dibagi dengan selisih kuantitas barang yang dijual MR = ΔTR : ΔQ atau MR = TR2 – TR1 : Q2 -Q1.
kurva TR AR MR
  • Total Biaya ( Total Cost / TC) : Total biaya adalah jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi. Total biaya diperoleh dengan menjumlahkan biaya tetap (fixed cost / FC) dan biaya variable (variabl cost / VC). Biaya tetap adalah biaya yang nilainya tetap setiap periode dan tidak dipengaruhi oleh banyaknya produksi. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang nilainya bergantung pada jumlah produksi, semakin banyak produksi semakin tinggi biaya variabelnya. Sehingga TC = FC + VC.
  • Biaya Rata-rata (average cost / AC) : Biaya rata-rata dapat diperoleh dengan membagi total biaya dengan kuantitas produksi. Sehingga, AC = TC : Q.
  • Biaya Marginal (Marginal cost / MC) : Biaya marginal adalah penambahan total biaya setiap menambah satu unit produksi. Biaya marginal dapat diperoleh dari selisih total biaya dengan selisih kuantitas produksi. Sehingga MC = ΔTC : ΔQ atau MC = TC2 – TC1 : Q2 -Q1.

Kondisi Pasar

Untuk bagaimana perusahaan menentukan keuntungan maksimum, kerugian minimum, dan menentukan BEP (break even point) pada pasar monopoli menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan total dan pendekatan marginal.

1 Pendekatan Total

pendekatan total

Pada pendekatan total, laba maksimum (maximum profit) diperoleh ketika total biaya yang dikeluarkan lebih lebih kecil dari total pendapatan TC<TR. Rugi minimum (minium loss) terjadi ketika total biaya lebih besar dari total pendapatan TC>TR. Titik impas (break even point) terjadi ketika TC=TR

2. Pendekatan Marginal

A. Pendekatan marginal maximum profit

pendekatan marginal maximum profit

Pada pendekatan marginal, memaksimalkan keuntungan diperoleh ketika kuantitas produksi yang dihasilkan menunjukkan marginal revenue sama dengan marginal cost.

b. Pendekatan marginal minimum loss

pendekatan marginal minimum loss

c. Pendekatan marginal break even point (BEP)

pendekatan marginal break even point

Dampak Pasar Monopoli

Adanya monopoli pada perekonomian tentu akan menimbulkan dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif yaitu :

Dampak Positif

1.Adanya teknologi yang canggih yang digunakan dalam memproduksi barang monopoli, dapat mengurangi biaya Produksi sehingga bisa meningkatkan keuntungan. Teknologi ini juga mendorong untuk berinovasi dalam memproduksi barang monopoli.

2. Status pemegang monopoli atau penguasa pasar dapat bertahan dengan terus meningkatkan produktivitasnya dengan memproduksi secara masal.

3. Kesejahteraan karyawaan pada perusahaan monopoli relatif baik.

4. Penelitian dan pengembangan akan lebih diperhatikan aktivitas dan kreativitasnya, sehingga perusahaan terus meningkatkan pooduktivitasnya.

Dampak Negatif

1.Karena perusahaan monopoli dapat menentukan jumlah produksi hingga harga produknya sendiri, maka menimbulkan ketidak adilan ketika perusahaan menentukan keuntungan diatas keuntungan normal.

2. Karena perusahaan dapat menentukan jumlah produksinya, perusahaan juga bisa mengurangi produksi output meskipun dibawah permintaan konsumen.

3. Menentukan harga yang lebih tinggi dari harga permintaan konsumen, yang mana ini dapat merugikan konsumen.

4. Dapat terjadi eksploitasi pada pemilik faktor produksi dan konsumen.

Solusi Masalah

Meskipun monopoli dikuasai oleh satu produsen saja, namun pemerintah memiliki peran didalamnya, sehingga pemerintah bisa memberikan solusi unntuk masalah yang ada pada pasar monopoli dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti :

1.Membatasi kebebasan monopolis dengan keikutsertaan pemerintah dalam menentukan jumlah produksi dan tingkat harga.

2. Mengeluarkan regulasi ekonomi untuk monopoli jika keberadaannya tidak dapat dihindari

3. Pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan anti-trust untuk mencegah perusahaan monopoli menyalahgunaakan sifat anti kompetitifnya.

4. Pemerintah juga bisa mengeluarkan kebijakan dengan pengenaan pajak pada perusahaan monopoli.

Contoh Soal Latihan

Perusahaan memproduksi barang sebanyak 350 unit dengan harga Rp 20.000. Kemudian, perusahaan menambah produksi menjadi 510 dengan total pendapatan Rp 9.800.000 tentukan total pendapatan, pendapatan rata-rata, dan pendapatan marginalnya!

Jawab.

Diketahui Q1 = 350 unit, P = Rp 20.000,-

Q2 = 510 unit, TR2 = Rp 9.800.000

  1. Total Pendapatan (TR) = P x Q

= 20.000 x 350

= Rp 7.000.000,-

  1. Pendapatan rata-rata (AR) = TR : Q

= 7.000.000 : 350

= 20.000

  1. Pendapatan marginal MR = ΔTR : ΔQ

= 9.800.000 – 7.000.000 : 510 – 350

= 1.200.000 : 160

= 7.500

Perusahaan mengeluarkan biaya tetap (FC) sebesar Rp 1.500.000 dan biaya variabelnya sebesar 8.000Q. Perusahaan memproduksi barang sebanyak 350 unit dengan harga Rp 20.000. Kemudian, perusahaan menambah produksi menjadi 510 dengan total biaya Rp 6.300.000 tentukan biaya total, biaya rata-rata, dan biaya marginalnya!

  1. Biaya Total (TC) = FC + VC

= 1.500.000 + 8.000(350)

= 1.500.000 + 2.800.000

= Rp 4.300.000

  1. Biaya rata-rata (AR) = TC : Q

= 4.300.000 : 350

= 1.500.000

  1. Biaya marginal MC = ΔTC : ΔQ

= 6.300.000 – 4.300.000 : 510 – 350

= 2.000.000 : 160

= 12.500

Dari dua soal diatas, tentukan laba ataau rugi yang diperoleh perusahaan!

Jawab : Laba/rugi = TR-TC

= Rp 7.000.000 – Rp 4.300.000

= Rp. 2.700.000

TR > TC sehingga perusahaan mengalami Laba sebesar Rp 2.700.000

Daftar Pustaka.

  • Ragan, Cristopher T.S. 2014. Ragan Microeconomic Sixteenth Canadian Edition. Canada : Pearson.

Baca juga tulisan lain dari bacaboy: