Home / Ekonomi / pasar oligopoli

Pasar Oligopoli

  • 6 min read

Penulis : Yulia Dwi Rakhmawati, Mahasiswi UNAS Jurusan Manajemen

Pengertian Pasar Oligopoli

Setelah kita belajar mengenai pasar monopoli, selanjutnya kita belajar mengenai pasar oligopoli. Nah, pada pasar monopoli, penjualnya hanya ada satu. Bagaiamana dengan pasar oligopoli? Jadi, pasar oligopoli adalah pasar dimana hanya ada beberapa atau sedikit penjual biasanya antara dua sampai dengan 10 penjual saja.

Namun, pada pasar oligiopoli biasanya terdapat satu penjual yang cukup besar yang dapat mempengaruhi harga. Pada pasar oligopoli, keputusan atau kebijakan masing-masing perusahaan sangat berpengaruh pada perusahaan lain dan dapat berdampak negatif pada perusahaan itu sendiri, sehingga cukup sulit bagi perusahaan untuk mengambil keputusan.

Jenis barang pada pasar oligopoli bisa homogen dan terdiferensiasi, contoh barang yang homogen dan terdiferensiasi.

Ciri Pasar Oligopoli

Setiap bentuk pasar, tentu memiliki ciri khas masing-masing begitu juga dengan pasar oligopoli. Berikut ini adalah ciri-ciri atau karrakteristik pasar oligopoli.

  1. Pasar oligopoli hanya memiliki sedikit penjual yaitu lebih dari dua penjual namun tidak lebih dari sepuluh penjual, sedangkan konsumen atau pembeli pada pasar oligopoli sangat banyak.
  2. Jenis barang pada pasar oligopoli adalah homogen (satu jenis) dan terdiferensiasi. Karena barangnya homogen, sehingga produk dari perusahaan satu dapat menggantikan produk milik perusahaan lain. Atau dalam kata lain adalah barang substitusi. Barang terdiferensiasi maksudnya adalah walaupun barangnya hanya satu jenis, namun setiap perusahaan memiliki perbedaan atau keunikan masing – masing. Misalnya, ada lima perusahaan otomotif yaitu mobil. Semua perusahaan pada pasar oligopoli memproduksi mobil, namun setiap produknya memiliki perbedaan desain, nama, dll yang berbeda dari produk perusahaan lain.
  3. Ada salah satu perusahaan yang kebijakannya dapat mempengaruhi perusahaan lain, biasanya perusahaan ini adalah perusahaan yang cukup besar diantara perusahaan lain pada pasar oligopoli. Misalnya, perusahaan ini menaikkan harga barangnya, maka perusahaan lain akan ikut menaikkan harga atau sebaliknya. Namun setiap perusahaan masih memiliki kemampuan untuk menentukan harganya sendiri karena setiap produknya memiliki perbedaan masing-masing.
  4. Perusahaan baru yang ingin memasuki pasar akan sulit karena memerlukan modal yang cukup besar untuk melakukan promosi dan perusahaan lama akan melakukan permainan harga untuk menarik konsumen supaya tetap memilih produknya bukan produk yang baru.
  5. Persaingan antar perusahaan sangat ketat. Setiap perusahaan akan melakukan promosi sebaik mungkin untuk menarik pelanggan.

Penentuan Harga pada Pasar Oligopoli

1.Model kurva permintaan bengkok (kinked demand curve)

Sama dengan bentuk pasar lainnya, pasar oligopoli juga ingin memaksimalkan laba dimana laba maksimal pada pasar oligopoli adalah ketika marginal revenue sama dengan marginaal cost, tetapi menetapkan laba maksimal pada pasar oligopoli lebih susah dibandingkan dengan bentuk pasar lain, karena pendapatan marginal perusahaan bergantung pada apa yang dilakukan perusahaan lain.

Contoh saat Toyota memutuskan untuk menuruunkan harga mobil sebagai usaha untuk menyamakan marginal revenue (MR) dengan marginal cost (MC), Nissan akan merespon kondisi ini dengan menurunkan harga mobilnya juga karena jika tidak mengikuti, maka konsumen akan memilih untuk membeli Toyota dengan harga yang lebih murah sehingga akan mengurangi marginal revenue Nissan. Solusinya, Nissan ikut menurunkan harganya atau Nissan tidak perlu mengubah harga, namun bisa memperkenalkan produk barunya untuk menarik konsumen. Kita lihat kondisi ini pada kurva permintaannya.

kurfa permintaan pasar oligopoli

Kurva D1 menunjukan kurva permintaan Toyota saat memutuskan untuk menurunkan harga mobilnya, tetapi tidak direspon oleh perusahaan lain.

Kurva D2 menunjukan kurva permintaan Toyota pada saat memutuskan untuk menurunkan harga mobilnya, namun direspon oleh perusahaan lain yang juga ikut menurunkan harga.

Pada tittik keseimbangan (E/Ekuilibrium) adalah harga yang terbentuk karena adanya respons perusahaan lain.

Kurva tersebut dinamakan kurva permintaan bengkok atau the kinked demand curve.

2. Model Kartel

Kartel adalah gabungan perusahaan yang bertindak seperti perusahaan monopoli, kartel membuat suatu keputusan atau kesepakatan antaraa anggota-anggota kartel tersebut. Biasanya kesepakatannya berbentuk batasan produksi, kesepakatan harga dan daerah distribusi atau penjualan masing-masing perusahaan. Namun pada kenyataannya, kegiatan kartel sering mengalami kegagalan, beberapa faktornya seperti :

  1. Setiap perusahaan terdorong untuk melanggar kesepakatan yang telah ditentukan.
  2. Biasanya, anggota kartel berbeda pendapat mengenai kesepakatannya seperti jumlah produksi, penentuan harga, daeran penjualan, dan pembagian keuntungan.
  3. Adanya ancaman dari perusahaan baru karena mendapat keuntungan dari anggota kartel.

Contoh dari kartel adalah OPEC ( Organization of the Potreleum Exporting Countries) yaitu organisasi yang anggota – anggotanya merupakan negara pengekspor minyak.

kurfa permintaan model kartel

Kurva MC menunjukkan jumlah marginal cost dari seluruh perusahaan anggota kartel.

Titik Qe merupakan output terbaik karena terjadi keuntungan maksimal yaitu pada saat MR = ∑MC

Kurva D menunjukkan permintaan pada perusahaan kartel.

Contoh Soal Latihan

  1. Perusahaan pada pasar oligopoli menaikkan harga produknya memiliki fungsi permintaan Q1= 250 – 5P atau P1 = 50 – 0,2Q1. Ketika menurunkan harga, fungsinya menjadi Q2= 200 – 2P atau P2 = 100 – 0,5Q2.Q adalah output dan P adalah harga (dalam milyar rupiah). Tentukan Harga barang dan output yang terjual

Jawab

Q=> Q1=Q2 atau P1=P2

Maka 50 – 0,2Q = 100 – 0,5 Q

  1. – 100 = -0,5Q + 0,2Q

-50 = – 0,3 Q

Q = 167 Unit

P1 = 50 – 0,2Q

= 50 – 0,2(167)

= 50 – 33,4

P1 = 16,6 M

P2 = 100 – 0,5Q

= 100 – 0,5 (167)

= 100 – 83,5

= 16,5 M

2. Perusahaan oligopoli memiliki dua kondisi permintaan yaitu

  • Qd1 = 190 – 8P => permintaan saat pesaing tidak memberikan reaksi pada keputusan perusahaan
  • Qd2 = 100 – 5P => permintaan saat pesaing memberikan reaksi terhadao keputusan perusahaan.
  • P dalam jutaan rupiah

Tentukan pada saat harga berapa, pesaing akan memberikan reaksi ?

Jawab

Qd1 = 190 – 8P

Jika Q=0 maka P = 20

Jika P=0 maka Q = 180

Qd2 = 150 – 5P

Jika Q=0 maka P = 30

Jika P=0 maka Q= 150

Jadi, pesaing akan bereaksi ketika harga jual Rp 30.000.000,- .

3. Gambarkan kurva untuk contoh soal 2

Nah itulah mengenai pasar oligopoli, mudah kan?

Daftar Pustaka

  • Ragan, Cristopher T.S. 2014. Ragan Microeconomic Sixteenth Canadian Edition. Canada : Pearson.

Baca juga: