Home / Geografi / pembangunan berkelanjutan

Pembangunan Berkelanjutan

  • 7 min read

Penulis : Siti Nuriyah – Geo Teacher

Sejak dimulainya revolusi industri, populasi penduduk meningkat dengan cepat dan produksi telah dikembangkan. Manusia mengeksploitasi kekayaan dari alam dan volume dari limbah dan polusi dibuang ke lingkungan juga meningkat secara berangsur-angsur.

Pemeliharaan support sistem kehidupan dunia menjadi lebih sulit karena percepatan dan keberlanjutan perubahan lingkungan akibat manusia. Sementara itu, perubahan ini merupakan ancaman serius terhadap kelangsungan hidup manusia.

Pada awal abda ke-20 terjadi kecelakaan polusi yang menelan ribuan jiwa di Belgia. Hal terburuk adalah terjadi kelangkaan makanan, krisis energi, polusi lingkungan, peningkatan “krisis ekologi”, keterlambatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kerusuhan masyarakat lokal lingkungan ekosistem.

Hal tersebut menekan manusia untuk menguji kembali ke posisi-nya di ekosistem dan mencari jalan baru untuk kelangsungan hidup dan pembangunan yang lebih lama. Sehingga, konsep Pembangunan Berkelanjutan muncul dan menjadi strategi dasar untuk membangun transformasi sosial-ekonomi dunia.

Pengertian Pembangunan Berkelanjutan

Pengertian Pembangunan Berkelanjutan
(degradasi melalui news.un.org)

Pemikiran istilah “berkelanjutan” pertama muncul pada abad ke-20. Ide dari Pembangunan Berkelanjutan memiliki sejarah panjang di China. Konsep ini menurut filosofi klasik China (berarti surga dan penduduk dalam satu). Seorang kaisar di Dinasti Zhou Barat (1100-771 SM) menyadari bahwa gunung, hutan, dan sungai harus secara rasional digunakan berdasarkan hukum alam daripada meng-eksploitasinya.

Sejak itu, langkah yang bervariasi telah diambil untuk melindungi sumber daya alam, seperti pendirian departemen manajemen yang dirancang, pemaksaan monopoli negara, mengumpulkan pajak berkaitan gunung dan kebun, dan tentang larangan. Setelah itu, penyebab yang berbeda dari degradasi lingkungan, termasuk pertanian, pembalakan, dan pertambangan, didiskusikan di Mesir kuno, Mesopotamia, Yunani, dan peradaban Romawi.

Saat ini perilaku manusia masih menimbulkan dampak terhadap alam. Seperti pertanian yang penting untuk produksi makanan, liburan yang merupakan hal yang harus dibayar setelah berkerja dan belajar, juga ketidakmerataan kesejahteraan. Seperti negara yang miskin masih menghadapi bencana busung lapar sedangkan negara yang kaya terjadi kematian karena obesitas dan diabetes (level II).

Sehingga, definisi dan prinsip dari Pembangunan Berkelanjutan semakin berkembang. Ada dua pandangan yaitu pandangan ahli ekologi yang mengaitkan keberlanjutan dengan pelestarian dan fungsi sistem ekologi, dan pandangan ekonomi yang menganggap keberlanjutan adalah tentang pemeliharaan dan peningkatan standar hidup manusia.

Komisi Dunia tentang Lingkungan dan Pembangunan (Komisi Bruntland) mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai “pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kebutuhan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri”(Komisi Bruntland – lihat Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan, 1987).

Tiga Pilar Pembangunan Berkelanjutan

Inti dari Pembangunan Berkelanjutan adalah kebutuhan mempertimbangkan “tiga pilar” bersamaan, yaitu Masyarakat, Ekonomi dan Lingkungan.

Selain tugas manusia adalah menjalankan bisnis, membangun komunitas, memberi makan penduduk, dan lainnya, nyatanya kita butuh tanah untuk menumbuhkan tanaman, air bersih, oksigen atau proses pembuangan melalui dekomposer bakteri. Kita tidak dapat mengabaikan bahwa kita bergantung pada alam.

Jika kita merusak kapasitas alam untuk menyediakan layanan itu, kita akan menghadapi konsekuensi yang tidak kita persiapkan. Stabilitas jangka panjang dan kesuksesan masyarakat mengandalkan populasi yang sehat dan produktif. Ketiga pilar tersebut saling terhubung dan bergantung sehingga butuh beberapa usaha untuk menjadi konstan.

Pada Juni 1992 di Rio de Janeiro, diadakan Konferensi PBB (lingkungan dan pembangunan), yaitu Rio Earth Summit. Konferensi itu ditandatangani oleh 179 negara tentang pembangunan berkelanjutan, yaitu:

  1. Bidang ekonomi dan sosial, seperti melawan kemiskinan dan mempromosikan rencana urban berkelanjutan;
  2. Konservasi dan manajemen sumber daya, seperti usaha perlindungan penangkapan ikan dan melawan penggundulan hutan;
  3. Penguatan peran kelompok mayoritas, seperti perempuan, pemerintah daerah dan NGO;
  4. Alat implemetasi, seperti penggantian teknologi yang berkelanjutan.

Pengukuran Pembangunan Berkelanjutan

Pengukuran pembangunan berkelanjutan membantu kita dalam dua tugas penting: mengevaluasi kemana kita pergi dan menilai dampak dari kebijakan spesifik, tidak hanya pada generasi saat ini, tetapi juga pada generasi mendatang.

Mengukur pembangunan berkelanjutan sulit, subjeknya luas dan pengaruhnya sangat banyak, seperti perubahan iklim dan perawatan anak, etika bisnis, kebijakan pemerintah dan tren konsumen. Kita tahu bahwa pembangunan berkelanjutan melibatkan variabel ekonomi, sosial, dan lingkungan, semuanya harus diukur sampai batas tertentu.

Pengukuran dilakukan dengan pendekatan modal. Dengan model ini, yaitu:

  1. Semua modal besar seperti saham, obligasi, dan deposito mata uang;
  2. Modal yang diproduksi seperti mesin, bangunan, telekomunikasi dan jenis lain dari infrastruktur;
  3. Modal alam dalam bentuk sumber daya alam, tanah dan ekosistem yang menyediakan layanan seperti penyerapan limbah;
  4. Modal manusia dalam bentuk tenaga kerja yang berpendidikan dan sehat;
  5. Modal sosial dalam bentuk jaringan sosial dan institusi.

Keberlanjutan dalam jangka panjang akan tergantung pada kemampuan negara berkembang untuk meningkatkan investasi dalam sumber daya manusia dan modal yang diproduksi, dan menstabilkan persediaan sumber daya alam mereka.

Tidak semua negara atau kota menggunakan kebijakan yang sama. Dampak lingkungan mungkin selesai tetapi apakah secara sosial sama rata? Yang kaya dapat membayar tuntutan kemacetan yang tidak bisa dimiliki penduduk miskin, atau dampak ekonomi terhadap perbelanjaan dan bisnis.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(Gambar melalui www.unfp.org)

UNDP (United Nation Development Programme) adalah organisasi terkemuka yang bekerja untuk memenuhi SDGs (Sustainable Developmen Goals) tahun 2030. Dihadiri oleh 170 negara dan teritorial mencetuskan tujuan dari pembangunan berkelanjutan. Menurut UNDP terdapat 17 tujuan dari pembangunan berkelanjutan, yaitu:

  1. Mengakhiri kemiskinan di semua bentuknya di manapun.
  2. Mengakhiri kelaparan, mencapai keamanan makanan, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan.
  3. Menjamin kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan di semua kalangan usia.
  4. Mempromosikan pendidikan inklusif dan setara dan mempromosikan kesempatan pembelajaran sepanjang hayat untuk semua.
  5. Mencapai kesetaraan gender dan memberi semua wewenang kepada wanita dan anak perempuan.
  6. Menjamin sanitasi dan manajemen air yang berkelanjutan dan tersedia.
  7. Menjamin akses energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern untuk semua.
  8. Mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang mendukung, inklusif, dan berkelanjutan dan pekerjaan yang penuh, layak dan produktif untuk semua.
  9. Membangun infrastruktur yang kuat, mempromosikan industri yang inklusif dan berkelanjutan, dan inovasi yang membantu berkembang.
  10. Mengurangi ketidaksetaraan di bawah dan di antara negara.
  11. Membuat kota dan perkampungan yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.
  12. Meningkatkan pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.
  13. Mengambil aksi yang mendesak untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya.
  14. Menggunakan sumber daya lautan yang konservatif dan berkelanjutan untuk pembangunan yang berkelanjutan.
  15. Melindungi, memperbaiki, dan mempromosikan penggunaan ekosistem daratan, manajemen hutan yang berkelanjutan, melawan desertifikasi, menghentikan dan membalik degradaasi lahan, dan hilangnya keanekaragaman hayati
  16. Mempromosikan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses untuk keadilan untuk semua dan membangun lembaga yang inklusif, akuntabel, dan efektif pada semua tingkat.
  17. Memperkuat makna implementasi dan kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Pertanyaan Umum

Pendekatan yang seperti apa yang digunakan dalam pembangunan berkelanjutan?

Pendekatan yang digunakan mencakup berbagai aspek kehidupan yaitu keberlanjutan ekologis, ekonomi, sosial, budaya, politik, serta keberlanjutan pertahanan dan keamanan.

Tiap negara memiliki konteks sejarah, ekonomi, sosial, dan politik yang unik, tetapi bagaimana jika prinsip-prinsip dasar dari pembangunan berkelanjutan diterapkan ke semua negara?

Pertumbuhan ekonomi itu penting, tetapi pertumbuhan saja tanpa memahami semua faktor yang berkontribusi pada kesejahteraan termasuk pertimbangan sosial, lingkungan, kelembagaan, dan budaya tidak akan mengurangi kemiskinan.

Beberapa emisi seperti NOx, CO2, SOx, dan O3 di perkotaan mengancam semua aspek, lalu seberapa banyak polusi tersebut yang merugikan masyarakat?

Hilangnya hari kerja untuk orang dewasa dan peningkatan pengobatan asma untuk anak-anak, keduanya membutuhkan biaya untuk ekonomi lokal dan yang lebih luas. Asap juga mempengaruhi nilai dari real estate, dan pertumbuhan tanaman. Ini adalah perhitungan yang rumit di tingkat lokal. Pada tingkat nasional diperkirakan bahwa kerusakan akibat polusi udara seperti di AS berkisar antara $ 71 dan $ 277 miliar per tahun.

Daftar Pustaka

  • https://www.mdpi.com/2071-1050/11/24/7158/htm
  • http://www.sjalfbaerni.is/media/frodleikur/OECD-skyrsla.pdf
  • https://sustainabledevelopment.un.org

Baca juga