Home / Geografi / penginderaan jauh

Penginderaan Jauh

  • 6 min read

Penulis : Febbiyanti Satyabudhi – Universitas Indonesia, Geografi, 2019

Pengertian

Penginderaan jauh adalah ilmu yang digunakan untuk memperoleh informasi mengenai suatu objek atau fenomena di permukaan bumi tanpa melakukan kontak langsung dengan objek atau fenomena tersebut. Dalam penginderaan jauh dibutuhkan sebuah alat berupa sensor untuk mengambil gambar terkait sebuah objek yang tengah dikaji.

Komponen penginderaan jauh

Komponen-komponen dan sistem kerja dari penginderaan jauh, terdiri dari :

sistem kerja dari penginderaan jauh

1, Sumber energi

Dalam penginderaan jauh, matahari merupakan sumber energi utama untuk menggerakan kerja sensor. Sumber energi terdiri dari :

  • Energi Gelombang Elektromagnetik : Disebut juga sebagai sistem pasif karena sensor sangat bergantung pada cahaya dari matahari untuk melakukan identifikasi objek.
  • Energi Gelombang Elektronik Buatan : Disebut juga sebagai sistem aktif karena menggunakan gelombang tertentu dalam memancarkan cahaya buatan untuk melakukan identifikasi objek.

Contoh : radar, sonar, SAR

2. Radiasi dan atmosfer

Proses radiasi (perpindahan) energi gelombang dari sensor menuju suatu objek harus melalui atmosfer yang didalamnya terdapat material penghalang seperti awan, kabut asap, debu, gas, dan uap air.

Material penghalang ini menyebabkan pantulan gelombang ke segala arah, sehingga membuat gelombang sulit menjangkau target. Maka hanya gelombang dengan panjang tertentu yang dapat menembusnya

3. Berinteraksi dengan objek atau target

Objek menyerap gelombang yang dipancarkan oleh sebuah sensor, kemudian gelombang tersebut dipantulkan kembali oleh objek dengan nilai yang berbeda. Perbedaan nilai tersebut nantinya akan menghasilkan kenampakan serta rona warna yang berbeda dari masing-masing objek

4. Proses perekaman pemantulan gelombang ke sensor

Setelah gelombang berinteraksi dengan target yang diteliti, sensor akan merekam nilai gelombang yang dipantulkan oleh setiap objek. Dalam melakukan proses perekaman, sensor membutuhkan kendaraan untuk menerbangkannya, kendaraan yang menjadi tempat sensor saat diterbangkan biasa disebut wahana. Contoh wahana terdiri dari :

  • Pesawat terbang rendah sampai menengah
  • Pesawat terbang tinggi
  • Satelit

5. Proses transmisi data

Nilai pemantulan yang diterima oleh sensor dapat berupa data citra (berupa gambar) atau non citra (berupa grafik). Kemudian, sensor akan mengirim hasil perekaman nilai gelombang ke ground system (di Indonesia : LAPAN) untuk diubah menjadi data image berupa citra atau grafik.

6. Mengintepretasi data image atau citra

Setelah dilakukan proses perubahan data, maka akan didapatkan data image (citra). Langkah selanjutnya yaitu mengintepretasi data citra. Secara garis besar terdapat dua jenis interpretasi yaitu :

  • Interpretasi secara visual, misalnya dengan data foto udara.
  • Interpretasi secara dijital atau numerik, misalnya dengan mengubah data biner dengan bantuan komputer.

7. Hasil analisis

Dilakukan analisis data oleh setiap pengguna, hasil analisis data dipengaruhi oleh pengetahuan tentang disiplin ilmu masing-masing.

Mekanisme Sensor

Sensor merupakan alat yang digunakan untuk melakukan perekaman pada objek yang akan diteliti. Masing-masing sensor memiliki resolusi yang berbeda yang terdiri dari :

  • Resolusi spasial : Digunakan untuk membedakan objek pada suatu ruang. Semakin besar resolusi spasial dari suatu sensor, semakin baik kualitas data image yang dihasilkan, tetapi jangkauan wilayah perekamannya akan semakin kecil.
  • Resolusi temporal : Digunakan untuk membandingkan suatu objek yang sama dari waktu ke waktu. Contoh resolusi temporal yang biasa digunakan oleh satelit meteorologi berupa NOAA yang dapat merekam objek yang sama setiap 12 jam sekali
  • Resolusi spektral : Digunakan untuk merekam objek dalam rentang panjang gelombang tertentu. Semakin panjang gelombang yang terekam, maka semakin baik kualitas gambar yang dihasilkan
  • Resolusi radiometrik : Digunakan untuk membedakan objek berdasarkan kode biner yang didapatkan dari nilai pemantulan masing-masing objek
  • Resolusi termal : Digunakan untuk membedakan objek berdasarkan suhu yang dipantulkan oleh masing-masing objek.

Citra

Berdasarkan jenis kameranya, citra foto terdiri dari citra foto dan citra non-foto.

1. Citra foto

Citra foto merupakan gambar yang dihasilkan oleh sensor kamera. Citra foto terdiri dari :

  • Multispektral : Sebuah instrumen yang dapat menangkap banyak spektrum gelombang. Misalnya dalam satu wahana terdiri dari beberapa kamera, atau satu kamera yang terdiri dari beberapa lensa yang dapat memfilter gelombang inframerah, merah, hijau, biru
  • Foto kamera ganda : Menggunakan dua kamera dengan jenis film yang berbeda yaitu pankromatik dan inframerah.

2. Citra non-foto

Citra non-foto merupakan gambar yang dihasilkan oleh sensor scanner (bukan kamera), dan sistem bekerjanya yaitu seperti mesin scanning dengan memindai setiap sisi di muka bumi. Berdasarkan wahana yang digunakan terbagi menjadi dua yaitu :

  • Citra satelit : Beroperasi di luar angkasa, dengan menggunakan wahana khusus. Contoh dari citra satelit ini yaitu citra satelit meteorologi (cuaca) seperti NOAA, dan citra landsat yang dapat melihat sumber daya di muka bumi
  • Citra dirgantara : Beroperasi di udara dengan menggunakan wahana yang umumnya pesawat. Contoh dari citra satelit ini yaitu citra inframerah termal dan multi spectral scanner (MSS).

Fungsi dari penginderaan jauh

  • Menginformasikan terkait kondisi lahan dan perubahan lahan
  • Menganalisis perairan, cuaca, dan iklim
  • Penyajian model suatu lahan
  • Pemetaan daerah bencana

Contoh Soal Latihan

  1. Saat ini Kota Depok tengah mengalami masalah yang terkait dengan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH). RTH di Kota Depok banyak mengalami perubahan menjadi wilayah terbangun. Untuk itu dibutuhkan informasi perubahan penggunaan tanah dari tahun ke tahun agar diketahui wilayah mana saja yang mengalami perubahan dalam jumlah besar. Jelaskan dengan konsep resolusi!

Pembahasan :

Untuk mengetahui perubahan penggunaan tanah dari tahun ke tahun di Kota Depok dapat menggunakan konsep resolusi temporal untuk mengetahui wilayah mana saja yang mengalami perubahan dalam jumlah besar. Resolusi temporal dapat memberikan data citra suatu objek di permukaan bumi sesuai dengan interval waktu yang diinginkan oleh pengguna.

2. Pesawat udara yang terbang dengan ketinggian 2000 m melakukan pemotretan dengan kameranya yang fokusnya 40 cm, maka foto udara yang dihasilkan memiliki skala…

a. 1 : 100.000

b. 1 : 10.000

c. 1 : 100

d. 1 : 5.000

e. 1 : 50.000

Pembahasan :

Untuk mengetahui skala yang dihasilkan oleh foto udara dibutuhkan sebuah rumus yaitu :

skala foto udara

Diketahui : fokus (f) : 40 cm

Ketinggian (h) : 2000 meter = 200.000 cm

Ditanya : skala foto udara

Jawab : Skala foto udara =

skala foto udara 2

Jadi jawabannya D

3. Untuk pemetaan daerah yang selalu tertutup awan, paling sesuai menggunakan…

a. Foto udara inframerah

b. Foto udara pankromatik

c. Foto udara inframerah termal

d. Citra radar

e. Citra satelit

Pembahasan :

Pemetaan daerah tertutup awan, paling sesuai menggunakan citra satelit meteorologi, contohnya : NOAA. Sedangkan untuk foto udara inframerah, pankromatik, dan inframerah termal merupakan jenis sensor kamera pada citra foto yang umumnya digunakan untuk mendeteksi objek di muka bumi.

Misalnya untuk survei indeks vegetasi di wilayah Kalimantan Selatan, dan mendeteksi jenis tanaman yang sehat atau tidak pada suatu perkabunan. Sedangkan citra radar digunakan untuk mendeteksi objek melalui gelombang radio yang dipantulkan oleh suatu objek. Misalnya untuk memetakan lahan dan penutup lahan.

Jadi jawabannya E

Baca juga