Home / Sejarah / Sejarah Perang Dunia 1

Sejarah Perang Dunia 1

  • 15 min read

Penulis

Nama : Tuvael Daffa Iliasa
Kampus : Kalbis Institute
Jurusan : Penyiaran

Pendahuluan

Perang adalah suatu bentuk pertikaian atau konflik dan mempunyai skala yang sangat besar, karena melibatkan satu negara dengan negara yang lainnya. Biasanya, negara yang berperang itu menginginkan satu hal, yaitu kekuasaan, semakin luas kekuasaannya semakin besar pengaruhnya terhadap dunia. Maka dari itu, negara negara yang ikut andil dalam peperangan saling meng-invasi atau menjajah daerah negara musuh, untuk memperluas kekuatannya dengan tanda bahwa negara musuh sudah menyerah atau kalah.

Kegiatan peperangan ini sudah ada sejak manusia di muka bumi. Dari zaman yunani kuno hingga zaman modern sekarang ini. Selain kekuasaan, pengaruh peperangan juga mempengaruhi berbagi macam aspek, seperti ekonomi, sosial, politik, ideologi, budaya bahkan keadaan geografis bisa berubah karena semua peperangan. Salah satu perang terbesar yang terjadi di dunia ini adalah Perang Dunia I, memakan korban puluhan juta jiwa dan menghancurkan keadaan ekonomi pada saat itu. Beberapa negara besar ikut andil dalam peperangan ini, yang dibagi menjadi 2 aliansi yaitu blok sekutu dan blok sentral.

Penyebab Perang Dunia 1

Di bulan juni tahun 1914, seorang pewaris tahta Austria-Hungaria yang bernama Archduke Franz Ferdinand dibunuh oleh Gavrilo Princip yang dimana dia adalah warga negara Serbia. Pembunuhan ini dilakukan dengan tujuan untuk memerdekakan wilayah wilayah di Slavia Selatan Austria-Hungaria. Dengan memerdekakan beberapa wilayah tersebut maka akan disatukan menjadi kesatuan negara Yugoslavia.

Franz Ferdinand
Franz Ferdinand sumber wikipedia

Dengan adanya peristiwa ini, pemerintah Austria-Hungaria mengeluarkan ultimatum terhadap pemerintah Serbia yang berupa :

– Pemerintah Serbia wajib menghabisi semua kelompok pemberontak Anti Austria dan memecat pejabat publik yang bersalah

– Pemerintah Austria diperbolehkan untuk membantu pemerintah Serbia dalam menindas kelompok pemberontak Anti Austria, sekaligus memberikan hukuman kepada semua orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan putra mahkota Austria-Hungaria

Pemerintah Austria-Hungaria memberikan waktu kepada Serbia untuk memberikan jawaban dari ultimatum tersebut sebelum 48 jam. Namun, jawaban yang diberikan Serbia tidak memuaskan bahkan tidak jelas, dan pada akhirnya Pemerintah Austria-Hungaria menyatakan perang terhadap Serbia pada tanggal 28 Juli 1914.

Invasi Austria Hungaria ke Serbia

Invasi ini dilakukan karena pernyataan perang sudah dikumandangkan kepada Serbia yang tidak memberikan jawaban terkait ultimatum yang diberikan oleh pemerintah Austria-Hungaria. Invasi ini mulai berjalan pada tanggal 11 Agustus 1914. Sebenarnya Serbia sudah pernah menang perang di Balkan pada tahun 1912 dan 1913. Komandan dari pihak Serbia yang bernama Radomir Putnik sudah mengantisipasi invasi dari Austria Hungaria setelah insiden pembunuhan Archduke Franz Ferdinand dan menempatkan tiga bala tentara untuk menahan pasukan Austria Hungaria.

radomir putnik.jpg
Radomir Putnik sumber wikipedia

Pada tanggal 12 Agustus 1914 pasukan Austria Hungaria menyerang melalui jalur perbatasan barat laut dan bertempur di sebuah pegunungan, namun ternyata Serbia berhasil mengusir pasukan Austria keluar dari wilayahnya. Setelah keberhasilan Serbia menahan Invasi Austria Hungaria, pada tanggal 6 November 1914 pasukan Radomir Putnik menyebrangi sungai Danube dan terjadilah peperangan yang kedua, dan lebih sukses dari pada yang pertama. Invasi yang kedua dari Austria Hungaria cukup membuat pasukan Serbia kelelahan, namun dapat menghentikan serangan, sehingga memutuskan untuk mundur ke garis pertahanan yang lebih kuat.

Dua bulan kemudian untuk yang ketiga kalinya, Austria Hungaria kembali meng-invasi Serbia, Austria menyerang habis habisan sehingga Serbia mundur karena terus di serang oleh pasukan Austria, namun Serbia ternyata mundur tepat digaris yang dekat dengan persediaan mereka. Pada 3 Desember 1914 Serbia yang membawa 200.000 tentara melakukan serangan balik pasukan Austria Hungaria yang hanya mempunyai sebanyak 80.000 tentara. Setelah 6 hari bertempur, Serbia memutuskan untuk mundur.

Akibat dari invasi Austria Hungaria kepada Serbia, pasukan Austria Hungaria mengawali invasi dengan membawa 450.000 tentara serta kehilangan dari setengahnya, juga memakan banyak sekali korban jiwa yaitu 28.000 tentara tewas dan 122.000 tentara luka luka. Dari pihak Serbia, memakan korban jiwa sebanyak 22.000 tentara tewas, 91.000 tentara luka luka dan 19.000 tentara hilang atau di tangkap oleh pihak musuh.

Serangan Jerman ke Belgia dan Prancis

Serangan ini terjadi pada tanggal 4 Agustus 1914, sebenarnya target serangan ini hanya kepada Prancis, karena Jerman sudah memperbaharui Rencana Schliefen yaitu menyerang Prancis melalui jalur di negara Belgia, sebelum berjalan ke arah selatan di perbatasan Jerman. Ternyata Prancis pun juga mempunyai rencana yang sama yaitu menyerang Jerman melalui Belgia menuju perbatasan, namun tentu saja pemerintah Belgia tidak ingin ada peperangan di tanahnya.

Jerman Meng-invasi Belgia
Jerman Meng-invasi Belgia

Akhirnya pada tanggal 15 Agustus Jerman pun menyerbu Belgia di kota Liege yang tentu saja sudah banyak tentara yang menjaga ketat supaya bisa mempertahankan kota Liege tersebut. Pada serangan tersebut pemerintah Belgia bekerja sama dengan Prancis menjadi satu aliansi dalam melawan Jerman, meski pada akhirnya banyak tentara Belgia yang mundur ke lokasi bernama Antwerpen. Akibat peperangan banyak menelan korban jiwa yang tidak bersalah dan juga mengeksekusi pendeta di Belgia yang dianggap sebagai provokasi perlawanan sipil.

Setelah urusannya selesai di Belgia, sebagian pasukan Jerman pun akhirnya maju menuju Prancis untuk menyelesaikan invasinya. Prancis bekerja sama dengan Britania Raya untuk menahan gerakan Jerman ke Paris bagian timur dan pecahlah peperangan hebat yang dinamakan Pertempuran Marne, terjadi pada tanggal 5 sampai 12 September 1914. Kerja sama Prancis dan Britania Raya membuahkan hasil yang lumayan memuaskan karena berkat pertahanan kedua negara tersebut Jerman terpukul mundur 50 kilometer ke belakang dan juga sebagian tentara Jerman dipindahkan ke bagian Eropa Timur untuk meng-invasi Rusia, juga menandakan hari hari akhir pertempuran di bagian barat.

Pertempuran Marne
Pertempuran Marne sumber history.com

Invasi Rusia ke Prusia Timur dan Polandia

Front barat sudah seperti tidak ada kabar lagi apa yang terjadi disana, namun pertempuran terus terjadi di front bagian timur. Pada bulan Agustus 1914, Rusia melancarkan invasinya ke Prusia Timur dan juga Polandia yang merupakan daerah jajahan Jerman. Dengan begitu Jerman bertempur melawan dua front sekaligus, dengan front barat yaitu Prancis dan front timur yaitu Rusia. Namun usaha Rusia ketika ingin menguasai daerah tersebut, dihentikan oleh kerja sama Jerman dan Austria pada pertempuran Tannenberg di ujung Agustus 1914.

tannenberg 2.jpg
Pertempuran Tannenberg sumber scholarworks.com

Invasi Gallipoli

Masuk ke bulan Oktober 1914, adalah bergabungnya Kekaisaran Ottoman kedalam Perang Dunia I. Winston Churchill mempunyai rencana untuk menjatuhkan Kekaisaran Ottoman di peperangan besar ini, Churchill yakin dengan menggunakan serangan angkatan laut dapat langsung menyerang Dardanella menuju Konstantinopel, namun itu semua tidak mungkin. Lalu Churchill memerintahkan untuk menyerang Semenanjung Gallipoli untuk membuka selat. Pada 19 Februari 1915 Winston Churchill melancarkan serangan ke Semenanjung Gallipoli dengan cara pemboman jarak jauh dan bekerja sama dengan Prancis menggunakan angkatan laut.

Pertempuran Gallipoli
Pertempuran Gallipoli sumber commons.wikipedia.org

Awalnya semua berjalan lancar, namun di tengah pertempuran, cuaca tiba tiba memburuk dan membuat penyerangan menjadi terhenti. Disaat sedang kacau dan bingung Ottoman terus menyerang balik Inggris dan Prancis, Churchill ingin armada terus maju sehingga tekanan yang diberikannya itu lah membuat Komandan Angkatan Laut Inggris bernama Laksamana Sackville Carden mengalami keruntuhan saraf, lalu digantikan dengan Wakil Laksamana John de Robeck.

Pada akhirnya Ottoman berhasil mempertahankan Gallipoli dari Inggris dan Prancis, beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 18 Maret 1915 Winston Churchill menjalankan serangan yang kedua, dan kali ini Inggris dan Prancis mengalami kegagalan dimana 6 kapal rusak, 3 diantaranya tenggelam karena ranjau yang tidak terdeteksi. Karena keadaan sudah tidak memungkinkan untuk berhasil, John de Robeck menginstruksikan kepada seluruh tentara untuk mundur, namun lagi lagi Winston Churchill menolak dan enggan menunggu bantuan, karena menurutnya jikalau armada ragu ragu untuk maju maka keuntungan itu akan hilang.

Penyerangan ketiga dilakukan pada tanggal 25 April 1914, tentu saja ini salah satu penundaan yang amat sangat fatal karena Ottoman sudah menambah pasukannya untuk memperkuat pertahanan di Galipolli jika mengalami penyerangan terjadi kembali. Kali ini pasukan Inggris dan Prancis melakukan invasi darat karena gagal dua kali melalui jalur laut, dan benar saja Ottoman benar benar melawan hingga titik darah penghabisan untuk mempertahankan Gallipoli.

Winston Churchill
Winston Churchill sumber yellowfootprint.com

Akhirnya pasukan ditarik mundur dan invasi pun dibatalkan dengan alasan pasukan militer yang tidak mampu dan tidak sanggup menjalankan tugas tersebut. Pertempuran Gallipolli ini cukup banyak memakan korban jiwa, jumlah seluruh pasukan yang tewas dari kedua belah pihak berjumlah 250.000 jiwa.

Revolusi Rusia

Pada Perang Dunia I berlangsung, Rusia mengalami keterpurukan yang sangat buruk. Sudah dua tahun bertempur di blok timur namun selalu gagal menembus pertahanan Jerman. Dibawah kekuasaan Tsar Nicholas II Rusia seperti negara tidak jelas yang kalah perang, mengalami krisis ekonomi pula, membuat kebutuhan masyarakatnya sangat kurang apalagi untuk para buruh dan masyarakat miskin. Di tahun 1917 terdapat kelompok bernama Partai Bolshevik yang dipimpin oleh Vladimir Lenin, mereka melakukan demonstrasi untuk menuntut turunnya Tsar Nicholas II dari kedudukannya, serta meminta penghentian perang lebih cepat.

Vladimir Lenin
Vladimir Lenin sumber necessaryagitation.wordpress.com

Di tahun 1917 Rusia berhasil menggulingkan pemerintahan Tsar Nicholas II serta bernegoisasi dengan Jerman, yang awalnya kelompok Borshevik menolak permintaan Jerman, namun ketika mengetahui Jerman melintasi Ukraina tanpa ada nya perlawanan, baru dibuatnya Perjanjian Brest Litovsk pada tanggal 3 Maret 1918. Perjanjian Brest Liovsk ini berisikan tentang genjatan senjata serta pengunduran diri Rusia dari Perang Dunia I. Selain itu, perjanjian ini juga berpengaruh terhadap penyerahan daerah daerah seperti Ukraina, beberapa provinsi di Baltik, beberapa daerah Polandia dan Ukraina bergabung bersama blok sentral.

Perjanjian Versailles

Pada tahun 1919, para pemimpin blok Sekutu menginginkan dunia yang tentram pasca perang di Perjanjian Damai Paris. Mereka tidak ingin ada konflik semacam itu dimasa mendatang supaya tidak menghancurkan dunia tidak menghancurkan masa depan. Mengharapkan setelah kejadian Perang Dunia I ini menjadi “Perang untuk Mengakhiri Semua Perang” yang ditanda tangani pada tanggal 26 Juni 1919 yang dinamakan Perjanjian Versailles.

Perjanjian Versailles
Perjanjian Versailles sumber cdn.statically.io

Perjanjian Versailles ini dirundingkan oleh keempat perwakilan negara yaitu Perdana Menteri David Lloyd George dari Britania Raya, Perdana Menteri Georges Clemenceau dari Prancis, Vittorio Orlando dari Italia, dan Presiden Woodrow Wilson dari Amerika Serikat, dan mereka disebut The Big Four. Perjanjian ini ditulis untuk delegasi Jerman untuk mengganti kerugian perang. Awalnya Jerman menolak, namun akhirnya Jerman menandatangani perjanjian tersebut yang berisi :

– Jerman harus menyerahkan daerah jajahannya kepada prancis yaitu daerah Meupen, Malmedy, dan Meresnet ; kepada Belgia yaitu Prusia Barat dan daerah Posen kepada Polandia. Menyerahkan kota Danzig yang merdeka kepada Liga Bangsa Bangsa

– Penyerahan daerah Saar kepada LBB selama 15 tahun, setelah itu warga Saar diberikan pilihan untuk menetap di Prancis atau di Jerman

– Penyerahan wilayah Jerman kepada pihak sekutu yaitu Inggris, Jepang, dan Prancis

– Jerman harus membayar sebesar 132 miliar mark emas sebagai ganti rugi kerusakan akibat perang yang sudah Jerman lakukan

– Jerman harus memberikan kapal dagang yang mereka miliki kepada pihak Inggris

– Jerman diwajibkan untuk memperkecil angkatan militernya bahkan harus dibatasi, juga Jerman dilarang untuk melakukan wajib militer di Jerman

– Sekutu boleh menduduki daerha Rhein

Dengan harapan Perjanjian Versailles ini menjadi solusi jalan damai beberapa negara, namun terdapat pelanggaran dari perjanjian tersebut. Yang tentunya adalah Jerman merasa tidak adil karena pihak Jerman tidak diundang saat pembahasan perjanjian ini, dan mereka terkena dampaknya kehilangan daerah jajahannya, kekuatan militer yang tidak sekuat biasanya, dan kehancuran ekonomi di Jerman. Adolf Hitler selaku pimpinan partai Nazi tidak tinggal diam dengan perlakuan curang ini, dia terus berjuang dan tercetuslah Perang Dunia II.

Negara Yang Ikut Berperang

Seperti yang sudah dibahas di atas, bahwa negara yang ikut berperang itu dibagi menjadi dua aliansi, yaitu Blok Sentral dan Blok Sekutu. Blok Sentral yang berpusat Aliansi Tiga yaitu Kekaisaran Jerman, Austia Hungaria, dan Italia, lalu Blok Sekutu yang berpusat pada Entente Tiga yaitu Inggris, Prancis, dan Russia.

Namun ketika Austria-Hungaria berperang mempertahankan aliansi, Italia tidak ikut berperang dan melakukan reorganisasi yang hasilnya Italia menjadi bergabung bersama Blok Sekutu. Seiring berjalannya waktu, banyak negara negara yang bergabung di masing masing dua aliansi tersebut. Bulgaria dan Turki di blok Sentral lalu ada Belgia, Serbia, Amerika Serikat, Yunani, India, Rumania, New Zealand, dan Kanada di Blok Sekutu.

Dampak

Perang Dunia I ini merupakan perang terbesar yang mempengaruhi banyak aspek, dari segi ekonomi, sosial, dan politik. Memakan korban sebanyak 21juta jiwa dari keseluruhan pertempuran yang terjadi, berikut dampak dampak yang muncul akibat dari Perang Dunia I :

Aspek Politik

– Berdirinya Liga Bangsa Bangsa

Liga Bangsa Bangsa atau yang biasa di sebut dengan LBB ini lahir setelah Perjanjian Damai Paris ditahun 1919. Organisasi ini didirikan atau diprakarsai oleh presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson, adapun tujuan dari berdirinya LBB ini yaitu :

  • Mewujudkan perdamaian dunia
  • Melakukan pelucutan senjata
  • Mencegah terjadinya perang melalui keamanan kolektif
  • Menyelesaikan konflik negara yang bersitegang melalui diplomasi
  • Memperbaiki kesejahteraan global

LBB ini tergabung dari 42 negara, pada faktanya peranan LBB tidak dapat mencegah Perang Dunia II pada tahun 1930-an, dan akhirnya bubar pada tahun 1945. Beberapa saat kemudian ditahun yang sama Liga Bangsa Bangsa berganti nama menjadi Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB dengan tujuan yang sama.

– Runtuhnya 4 Kekaisaran

Empat negara dengan sistem monarki runtuh akibat Perang Dunia I ini, yaitu Kekaisaran Ottoman, Kekaisaran Russia, Kekaisaran Jerman, dan Kekaisaran Austria-Hungaria. Kehancuran tersebut dikarenakan kemenangan pihak sekutu sehingga sistem kerajaan harus hancur dan mengganti dengan sistem republik, selain itu sistem monarki juga dihapuskan.

– Lahirnya Negara Negara Baru

Beberapa dampak yang saya jelaskan diatas adalah hal negatif, namun terdapat juga dampak positifnya yaitu lepasnya beberapa negara dari tangan penjajah membuat banyak negara yang memerdekakan diri dan mendirikan negara baru seperti Hungaria, Finlandia, Polandia, Yugoslavia, Cekoslavia, dan Rumania.

Aspek Ekonomi

– Hancurnya Industri di Eropa

Beberapa pusat industri di Eropa seperti sandang, pangan, papan harus terpaksa hancur karena gejolak Perang Dunia I yang berlangsung bahkan tidak sedikit yang bangkrut karena kehancuran faktor ekonomi akibat perang panjang selama 4 tahun ini

– Hancurnya Fisik dan Non Fisik

Karena peperangan, negara yang terlibat akan menargetkan untuk mengambil negara serta seluruh infrastruktur yang ada di negara tersebut, termasuk ekonomi. Menghancurkan sistem ekonomi yang ada juga menghancurkan industri dan fasilitas untuk meraih kekuasaan. Untuk memperbaiki ulang pun tidak membutuhkan duit yang sedikit dan itu berpengaruh terhadap sistem ekonomi di negara tersebut.

– Krisis Melaise (1928)

Krisis Melaise adalah penurunan drastis sistem ekonomi yang dimana hampir semua negara mengalaminya. Yang terparah, Amerika Serikat mengalami penurunan ekonomi dari 24 Oktober hingga 29 Oktober 1929. Pasar perdagangan menjadi kacau sehingga berpengaruh terhadap negara maju dan juga negara berkembang.

Aspek Sosial

– Menelan Banyak Korban Jiwa

Perang Dunia I telah menelan banyak korban jiwa, kehilangan orang tersayang demi menjalankan tugas negara, total militer yang gugur terdapat 9juta jiwa, 21juta militer luka luka, dan 7juta militer dinyatakan hilang tidak ada kabar. Tentu ini sangat menyayat hati harus menghilangkan banyak nyawa, namun mereka yang berjuang tidak meninggal sia sia.

– Negara Eropa Banyak Kehilangan Pemuda

Beberapa negara melaksanakan wajib militer kepada laki laki muda dewasa untuk ikut berperang melawan musuh. Ini menyebabkan negara kehilangan banyak pemuda karena tidak sedikit pemuda yang gugur dan hilang semasa Perang Dunia I ini.

Daftar Pustaka

https://www.history.com/topics/world-war-i/world-war-i-history#section_3

https://www.history.com/topics/world-war-i/battle-of-gallipoli-1

https://www.history.com/news/winston-churchills-world-war-disaster

https://www.dosenpendidikan.co.id/perang-dunia-ke-i/#Penyebab_Perang_Dunia_I

http://wwitoday.com/wwiScEventDetail.php?id=135

https://en.wikipedia.org/wiki/World_War_I#German_Offensive_in_Belgium_and_France

https://www.thoughtco.com/world-war-i-battle-of-gallipoli-2361403

Contoh Soal Latihan

Apa yang menyebabkan tercetusnya Perang Dunia I ?

Terbunuhnya putra mahkota Austria-Hungaria Archduke Franz Ferdinan oleh Gavrilo Princip, seorang pemberontak dari Serbia. Setelah itu Austria-Hungaria memberikan ultimatum namun tidak ada jawaban dari Serbia, dan akhirnya Austria-Hungaria memutuskan untuk perang dengan Serbia.

Ada berapa aliansi negara yang berperang pada Perang Dunia I ? Sebutkan negaranya!

Ada 2 aliansi yaitu blok sentral dan blok sekutu. Di dalam blok sekutu terdapat Inggris, Prancis, Russia, Belgia, Serbia, Amerika Serikat, Yunani, India, Rumania, New Zealand, dan Kanada. Serta di blok sentral ada Kekaisaran Jerman, Austria Hungaria, Italia, Bulgaria, dan Turki.

Apa nama pertempuran saat Inggris dan Prancis menyerang Kekaisaran Ottoman ? Jelaskan kronologisnya!

Pertempuran Gallipoli
Kronologisnya :
– 19 Februari 1915
Pasukan Inggris dan Prancis menyerang Semenanjung Gallipoli, namun gagal karena karena cuaca sedang buruk dan mendapat perlawanan yang sengit dari pasukan Ottoman
– 18 Maret 1915
Pasukan Inggris dan Prancis melakukan serangan kedua, namun kembali gagal karena 6 gagal berhasil dihancurkan oleh pasukan Ottoman dan Inggris dan Prancis kembali mundur
– 25 April 1915
Serangan ketiga kembali dilancarkan, namun kembali gagal karena pertahanan yang diberikan pasukan Ottoman sangat kuat, sehingga invasi ke Gallipolli dibatalkan karena ketidakmampuan pasukan Inggris dan Prancis menaklukan daerah Gallipoli tersebut

Baca juga