Home / Sejarah / Perang Dunia 2

Perang Dunia 2

  • 15 min read

Nama : Tuvael Daffa Iliasa
Kampus : Kalbis Institute
Jurusan : Penyiaran

Pendahuluan

Perang Dunia II merupakan perang terbesar sepanjang sejarah sekaligus peperangan yang memakan banyak korban jiwa lebih dari Perang Dunia I. Peperangan ini melibatkan lebih dari 30 negara yang dibagi menjadi dua aliansi yaitu blok sekutu dan blok poros. Negara yang ikut berperang tidak hanya dari benua Eropa saja, melainkan juga dari benua Amerika, Asia, dan Afrika. Selama Perang Dunia II, lahir blok baru yang dimana blok ini tidak berpihak pada blok sekutu ataupun blok sentral, yaitu Gerakan Non Blok.

Selama 6 tahun sepanjang peperangan, banyak sekali kejadian yang menjadi sejarah baru di pertengahan abad 20 ini, kejadian menyedihkan maupun kejadian unik. Pasca Perang Dunia I terjadi, dunia seakan akan mempunyai harapan untuk hidup berdamai tanpa ada konflik karena berdirinya Liga Bangsa Bangsa, namun ternyata tidak sama sekali. Perjanjian Versailles membuat Jerman semakin terpuruk, keadaan ekonomi hancur dan daerah jajahannya hilang, membuat Adolf Hitler pimpinan partai Nazi terus berjuang hingga tercetuslah Perang Dunia II.

Latar Belakang Perang Dunia Ke 2

Banyak aspek yang melatarbelakangi bagaimana tercetusnya Perang Dunia II, dan tentu saja masalah ini seharusnya tidak terjadi karena dunia sudah damai, walaupun tidak damai sepenuhnya karena masih banyak konflik kecil di beberapa daerah. Kegagalan Liga Bangsa Bangsa dalam menciptakan perdamaian dunia pasca Perang Dunia I adalah salah satu faktor mengapa Perang Dunia II itu terjadi, mereka gagal membawa masuk negara negara besar kedalam organisasi, contohnya adalah Amerika Serikat yang menolak karena adanya penolakan senat dalam memberikan otoritas ratifikasi Perjanjian Versailles yang dimana didalam perjanjian tersebut terdapat rencana terbentuknya Liga Bangsa Bangsa.

Lahirnya Imperialisme Jerman dan Jepang juga menjadi salah satu faktor tercetusnya Perang Dunia II ini. Apalagi Jepang mengumumkan dirinya kepada dunia dengan sebutan “Kemakmuran Bersama di Asia Timur”. Tentu saja ini membuat imperialisme Inggris, Prancis,

dan Amerika Serikat menjadi tersinggung. Lahirnya imperialisme Jerman dan Jepang adalah rasa keinginan untuk perlombaan teknologi, ekonomi, senjata, dan juga untuk memenuhi kebutuhan pokok dinegara tersebut. Adanya perbedaan ideologi disetiap negara yang berbeda membuat negara negara tersebut sama sama ingin yang paling berpengaruh terhadap dunia, maka terjadilah konflik besar besaran untuk penyebaran ideologi yang menurut mereka itu benar. Rusia Timur adalah daerah jajahan Jerman yang harus lepas karena Perjanjian Versailles, pelepasan wilayah ini membuat jalur koridor Polandia atau jalur keluar menuju laur, yang dimana ditengah tengahnya terdapat kota Danzig. Adolf Hitler menuntut kota Danzig karena sebagian besar penduduknya adalah warga negara Jerman, namun tentu saja pihak Polandia menolaknya. Akhirnya pada tanggal 23 Agustus 1939 Jerman membuat perjanjian dengan Uni Soviet bahwa Uni Soviet tidak boleh menyerang Jerman begitu juga sebaliknya. Jerman menyerang Polandia pada tanggal 1 September 1939 dan tercetuslah Perang Dunia II.

Invasi Jerman ke Polandia

Pada tanggal 1 September 1939 pukul 4:45 pagi, Jerman menyerbu Polandia di sepanjang 1.750 mil dengan membawa 1,5 juta tentara. Bersamaan dengan itu Jerman langsung membombardir lapangan udara di Polandia, selain itu Jerman juga menyerang angkatan laut Polandia menggunakan kapal perang dan U-Boat di Laut Baltik. Adolf Hitler selaku pemimpin NAZI mengklaim serangan ini sebagai invasi besar besaran dengan tindakan pertahanan, namun Inggris dan Prancis tidak yakin akan hal itu. 2 hari kemudian kedua negara tersebut menyatakan perang terhadap jerman dan terjadilah Perang Dunia II.

Pasukan Jerman menyerang sampai sampai membuat Polandia kewelahan, itu dikarenakan Jerman menggunakan strategi Blitzkrieg atau Perang Kilat. Berhasil menghancurkan garis musuh, dan menangkap para pasukan Polandia oleh pasukan bermotor Jerman, selain itu tank Panzer juga bekerja dengan baik, yaitu maju lebih dalam dan mengulangi pola yang sama. Angkatan udara Jerman bernama Luftwaffe melumpuhkan pasukan udara Polandia, Jerman membombardir kota kota di Polandia tanpa ampun, tanpa pandang bulu dikarenakan tujuan Jerman juga untuk menerror musuh.

Tentara Jerman Invasi Polandia
Tentara Jerman Invasi Polandia, SUmber http://ww2history.com

Pada tanggal 8 September 1939, Jerman berhasil menginvasi sejauh 140 mil lebih dalam dan lebih tepatnya meraka berhasil mencapai di pinggiran Warsawa. Pasukan Polandia berharap bisa mempertahankan negaranya lebih lama, maka dari itu mereka berencana untuk menyerang Jerman di bagian barat, namun pada tanggal 17 September 1939 Uni Soviet menyerbu Polandia melalui bagian timur, dan membuat Polandia tidak ada harapan lagi. Pada akhirnya invasi ini berhasil diduduki oleh Jerman dan Uni Soviet, pemerintah dan pimpinan Polandia pergi meninggalkan negaranya. Lalu Jerman dan Uni Soviet membuat perjanjian untuk membagi bagi zona jajahan mereka, untuk keempat kalinya Polandia di duduki oleh tetangganya sendiri.

Operasi Barbarossa

Meskipun Jerman dan Uni Soviet sudah membuat perjanjian untuk tidak saling menyerang, kecurigaan itu masih ada. Ketika Uni Soviet menginvasi Rumania, Hitler melihat adanya ancaman terhadap pasokan minyaknya di Balkan, lalu Hitler langsung mengambil tindakan yaitu memindahkan 2 divisi lapis baja dan 10 infantri ke Polandia, dan ini merupakan ancaman untuk Uni Soviet. Awalnya Hitler mendapatkan nasihat bahwa jangan berperang di 2 front, karena itu tidak akan berhasil dan terbukti saat Perang Dunia I. Hitler menjadi yakin bahwa Inggris bertahan melawan serangan Jerman, tidak ingin menyerah, akhirnya Hitler membuat “Arahan 21: Kasus Barbarossa” pada bulan Desember 1940.

Peperangan saat Operasi Barbarossa
Peperangan saat Operasi Barbarossa, Sumber https://tentangnazi.wordpress.com

Operasi Barbarossa diluncurkan pada tanggal 22 Juni 1941, Jerman menyerang tepat menuju ke arah timur Uni Soviet, dengan banyak sekali pasukan yang dibawanya. Terdapat tiga kelompok tentara besar dengan jumlah lebih dari tiga juta tentara Jerman, sembilan belas divisi Panzer, tiga ribu tank, dua ribu lima ratus pesawat, dan tujuh ribu artileri ketika penyerangan berlangsung. Invasi ini dimulai dari bagian depan yaitu daerah Tanjung Utara menuju Laut Hitam yang berjarak 2000mil jauhnya.

Pihak Jerman salah memperkirakan, bahwa ternyata tentara Uni Soviet itu tidak bisa diremehkan, namun mereka berhasil di demobilisasi atau dibubarkan saat peperangan terjadi, di hari pertama Operasi Barbarossa berhasil menghancurkan seribu pesawat Uni Soviet, terlepas dari persenjataan yang tangguh dan kuat, tentara Uni Soviet ternyata tidak terorganisir, dan Jerman berhasil memasuki wilayah Uni Soviet sedalam 300mil jauhnya dalam beberapa hari kedepan.

Di bulan pertama operasi, Jerman berhasil memasuki wilayah Uni Soviet lebih jauh, pasukan Panzer berhasil mengepung pasukan di kota Minsk dan Smolensk dan ujung tombak pasukan lapis baja hampir mendekati wilayah Moskow dan Leningrad. Namun, lama kelamaan logistik Jerman sudah mulai tidak jelas arahnya, sementara itu Uni Soviet melakukan serangan yang sangat hebat sehingga membuat Jerman kelelahan.

September di tahun yang sama, Jerman mendapatkan kiriman pasokan yang sangat cukup untuk memperbaharui keadaan mereka dan siap untuk bertempur kembali, yang hasilnya Jerman bertempur pada Pertempuran Kiev di bulan September dan bertempur di kota Bryansk-Vyazma pada bulan Oktober.

Field Marshan Bock dan Adolf Hitler
Field Marshan Bock dan Adolf Hitler

Saat operasi dijalankan, Russia mengalami cuaca buruk. Hujan lebat yang membuat jalanan seperti rawa rawa menghambat serangan Jerman, dan ini adalah kesempatan yang tepat untuk Uni Soviet memperkuat pertahanannya. Lalu salju pun turun dan semakin membuat Jerman terhambat karena tidak siap dengan persiapan cuaca yang tiba tiba, para Jendral mendesak Hitler untuk terus maju. Di bulan Desember saat ingin melancarkan ke Moscow, disana pasukan Uni Soviet sudah siap melakukan serangan ganas untuk menghentikan operasi. Kelelahan melawan serangan dari Uni Soviet, Jerman pun akhirnya putus asa dan menyerah dan memberhentikan operasi pada musim semi 1942, Operasi Barbarossa dinyatakan gagal.

Peristiwa Dunkirk

Dunkirk adalah sebuah wilayah di negara Prancis bagian utara, di tepi laut utara perbatasan Belgia-Prancis. Dunkirk sudah dikenal sebagai tempat yang strategis karena di perbatasannya dekat dengan tiga kekuatan eropa, sering dijadikannya tempat perjalanan dan perdagangan, tidak luput juga dari beberapa peperangan besar.

Dunkirk dalam Peta
Dunkirk dalam Peta

Saat menginvasi Polandia pada tahun 1939, Jerman pun melancarkan kembali invasinya menuju Prancis. Semenjak invasi Polandia, Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman karena perjanjian kedua negara tersebut sudah disepakati oleh Polandia ; akan membantu jika Jerman melakukan serangan.

Karena Inggris dan Prancis adalah sekutu, maka Inggris mengirimkan pasukannya ke Prancis untuk membantu mempertahankan dari serangan Jerman. Prancis menggunakan taktik Maginot Line yaitu membuat benteng pertahanan dengan dilengkapi senjata berat yang dimana menurut para Jendral Prancis itu tidak dapat ditembus.

Jerman pun menyadari akan repotnya menembus taktik tersebut, dan akhirnya lebih dahulu menyerang Belanda dan Belgia. Inggris turut membantu mempertahankan Belgia dari tangan Jerman, namun harus mundur ke sungai Scheldt karena Prancis dan Belgia juga kewelahan.

Evakuasi Dunkirk
Evakuasi Dunkirk

Komandan Inggris yang bernama Jendral John Vereker bertemu dengan komandan tentara pertama prancis sekaligus koordinator pasukan sekutu yang bernama Jendral Gaston Bilotte. Karena Vereker tau bahwa sudah tidak ada lagi pasukan cadangan, akhirnya keputusan yang diambil adalah mengevakuasi seluruh pasukan lewat Selat Channel dan melakukan penarikan mundur dari Dunkirk, kota terdekat dengan pelabuhan yang memadai.

Pada tanggal 20 Mei 1940 Inggris pun melakukan rencana evakusi juga dengan nama Operasi Dinamo dengan mengirim Brigadir Jendral Gerald Whitfield ke Dunkirk untuk mengevakuasi tentara yang kurang penting. Enam hari kemudian Perdana Menteri Winston Churchill memberi perintah agar Operasi Dinamo ini cepat digelar, dan pasukan sebanyak 28.000 sudah berhasil di evakuasi.

Rencana awal, Inggris ingin mengevakuasi 45.000 tentara dalam dua hari sebelum Jerman menghambat proses evakuasi ini. Pada hari pertama Inggris mengirimkan 35 kapal, satu diantaranya adalah kapal penjelajah dan delapan diantaranya adalah kapal perusak, pada akhirnya sebanyak 400 kapal ikut membantu proses evakuasi, termasuk kapal warga sipil yang bisa mengangkut manusia. Saat proses evakuasi sedang berjalan, tiba tiba Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) membombardir Dunkirk dan juga kota kota besar di Prancis, membuat masyarakat sipil tidak bersalah menjadi korban.

Tanpa berfikir panjang Inggris langsung melakukan perlawanan dengan mengirimkan 16 Skuadron dan berhasil menembak jatuh 38 pesawat Jerman dan kehilangan 14 pesawat.

Jenderal John Vereker
Jenderal John Vereker
Gaston Bilotte
Gaston Bilotte

Sangat disayangkan, Angkatan Udara Inggris tidak bisa memaksimalkan performanya dalam melawan Jerman, karena ketika mereka sedang melawan pesawat tempur, pesawat pemboman Jerman menghabisi tentara Inggris yang sedang melakukan proses evakuasi. Namun walaupun begitu, proses evakuasi tetap berjalan. Pada tanggal 28 Mei 1940 sebanyak 17.804 tentara berhasil sampai di Inggris, keesokan harinya 47.310 berhasil dievakuasi, pada 30 Mei 1940 53.823 prajurit Inggris dan Prancis berhasil di evakuasi. Pada akhirnya 75.000 personil berhasil di selamatkan dari Peristiwa Dunkirk. Pasukan Inggris yang dinyatakan hilang dan tewas selama proses evakuasi Operasi Dinamo, diabadikan dalam tugu peringatan yang dibangun di taman kota Dunkirk.

Pemboman Pearl Harbor

Pemboman ini terjadi pada hari minggu tanggal 7 Desember 1941 tepatnya pada pukul setengah delapan waktu hawaii. Saat itu semua seperti hari hari biasanya, bahkan Amerika Serikat pun dalam keadaan netral dengan kata lain tidak ikut andil dalam Perang Dunia II ini. Namun, tiba tiba terdapat pesawat pem-bom milik Angkatan Udara Jepang menukik diatas pulau Ohau dan membombardir pelabuhan yang tengah dilabuhi oleh Angkatan Laut Amerika Serikat ini diikuti 352 pesawat tempur Jepang lainnya, karena ini adalah serangan dadakan dan tidak ada persiapan dari AS, jelas mengalami kekalahan telak.

Pemboman Kapal di Pearl Harbor, sumber
Pemboman Kapal di Pearl Harbor, sumber www.goodfreephotos.com

Alasan Jepang menghancurkan pelabuhan ini adalah karena untuk menghancurkan Armada Pasifik dan moral Angkatan Laut Amerika Serikat, sehingga mereka yakin bahwa tidak akan ada perlawanan ketika Jepang ingin maju untuk menyerang Pasifik bagian selatan. Serangan ini seakan membangunkan macan tidur, Amerika Serikat pun akhirnya ikut andil dalam Perang Dunia II, keesokan harinya pada tanggal 8 Desember 1941 Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.

Akibat dari serangan ini Angkatan Laut Amerika Serikat mengalami kerusakan berupa 8 kapal tempur mengalami kerusakan parah dan 4 diantaranya tenggelam. Jepang juga menghancurkan 3 kapal penjelajah, 3 kapal perusak, 1 kapal latih anti pesawat udara, dan 1 kapal penyebar ranjau. Juga membuat 188 pesawat tempur Amerika Serikat hancur, dan memakan korban jiwa sebanyak 2.403 meninggal dan 1.178 luka luka. Walaupun Jepang sudah merasa menang akan serangan ini, namun ada beberapa fasilitas yang mereka lewatkan adalah tangki minyak, lokasi amunisi, dan fasilitas perbaikan dan tidak ada satupun kapal induk AS yang sedang berlabuh disana.

Pemboman Atom Hiroshima dan Nagasaki

Karena sudah menyatakan perang terhadap Jepang, pada tanggal 6 Agustus 1945 Amerika Serikat menjatuhkan bom atom uranium di kota Hiroshima yang menyebabkan 90% wilayah hancur. Lalu 16 jam kemudian, presiden AS pada saat itu Harry S. Truman memberikan peringatan kepada Jepang untuk menyerah tanpa syarat, kalau tidak, akan ada serangan kedua, namun ternyata peringatan itu tidak digubris sama sekali. Tiga hari kemudian pada tanggal 9 Agustus 1945 AS menjatuhkan bom atom plutonium dan membunuh banyak warga sipil yang tidak bersalah.

Pemboman Atom Kota Hiroshima dan Nagasaki
Pemboman Atom Kota Hiroshima dan Nagasaki, sumber www.businessinsider.com

Peristiwa pemboman atom dikedua kota tersebut membuat warga Jepang seperti menghadapi hari kiamat, pada awalnya separuh wilayah korban berjatuhan saat bom tersebut juga dijatuhkan, namun pada bulan bulan berikutnya jumlah korban semakin meningkat karena efek luka bakar, radiasi nuklir, serta kekurangan gizi. Membutuhkan waktu lama bagi Jepang untuk memperbaiki infrastruktur dan keadaan ekonomi pada saat itu. Pada tanggal 15 Agustus Uni Soviet menyatakan perang terhadap Jepang, namun pada akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat dan menjadi akhir dari Perang Dunia II.

Berakhirnya Perang Dunia ke 2

Berakhirnya Perang Dunia II ini dapat ditandai dengan kekalahan 3 negara kuat yaitu Italia, Jerman, dan Jepang. Kerja sama Jerman dan Italia yang gagal membuat Mussolini selaku pimpinan fasis Italia terbunuh, selain itu Jerman yang harus kalah dipukul mundur oleh Uni Soviet dan membuat Adolf Hitler mati bunuh diri bersama istrinya Eva Braun di bunker rumahnya, dan Jepang yang menyerah tanpa syarat ketika Hiroshima dan Nagasaki di hancurkan oleh Amerika Serikat. Untuk menyangkal kembalinya peperangan, maka tergelarlah beberapa perjanjian perjanjian, yaitu :

Konferensi Postdam

Konferensi ini digelar pada tanggal 17 Juli – 2 Agustus 1945 dihadiri oleh tiga pemimpin besar Eropa yaitu Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman, Pimpinan Uni Soviet Joseph Stalin, dan Perdana Mentri Winston Churchill, dan lagi lagi Jerman harus membayar rugi karena kerusakan perang yang sudah dibuatnya.

Jerman harus membagi 4 pendudukan, bagian Timur untuk Rusia dan bagian Barat untuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis. Kota Berlin juga dibagi menjadi 4 pendudukan, Berlin timur untuk Rusia, Berlin barat untuk Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Lalu ada kota Danzig, Jerman sebelah timur, Sungai Oder, dan Neise diberikan kepada Polandia. Angkatan Jerman juga harus dikurangkan, sudah termasuk pasukan dan peralatannya, tokoh NAZI atau penjahat perang akan dihukum dibawah pengawasan Internasional dan Jerman harus membayar kerugian perang kepada sekutu.

Perjanjian San Fransisco

Perjanjian ini berlangsung pada tahun 1945, dan disahkan pada tanggal 8 September 1951 di Jepang. Perjanjian ini menyatakan bahwa Kepulauan Jepang akan berada dibawah pengawasan Amerika Serikat, Kepulauan Kurile dan Sakhalin diberikan kepada Rusia, dan Mantsyuira dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok, penjahat perang harus dihukum dibawah pengawasan Internasional, dan Jepang harus membayar kerugian perang.

Dampak Perang Dunia Ke 2

Menjadi salah satu peperangan terbesar sepanjang sejarah dengan jumlah kematian paling banyak, berikut adalah dampak yang terjadi karena adanya Perang Dunia II :

  • Lahirnya negara Adidaya yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet
  • Terciptanya sejarah Perang Dingin
  • Pecahnya beberapa negara seperti Korea, Vietnam, dan Jerman akibat Perang Dingin
  • Terbentuknya NATO dan Pakta Warsawa
  • Terbentuknya Perserikatan Bangsa Bangsa

Contoh Soal

1. Apa nama operasi yang dijalankan Jerman untuk menyerang Uni Soviet ? Jelaskan!

Operasi Barbarossa, karena meskipun Jerman dan Uni Soviet sudah membuat perjanjian untuk tidak saling menyerang, kecurigaan itu masih ada. Ketika Uni Soviet menginvasi Rumania, Hitler melihat adanya ancaman terhadap pasokan minyaknya di Balkan, lalu Hitler langsung mengambil tindakan yaitu memindahkan 2 divisi lapis baja dan 10 infantri ke Polandia, dan ini merupakan ancaman untuk Uni Soviet. Awalnya Hitler mendapatkan nasihat bahwa jangan berperang di 2 front, karena itu tidak akan berhasil dan terbukti saat Perang Dunia I. Hitler menjadi yakin bahwa Inggris bertahan melawan serangan Jerman, tidak ingin menyerah, akhirnya Hitler membuat “Arahan 21: Kasus Barbarossa” pada bulan Desember 1940.

2. Mengapa Jepang menghancurkan Pearl Harbor ?

Alasan Jepang menghancurkan pelabuhan ini adalah karena untuk menghancurkan Armada Pasifik dan moral Angkatan Laut Amerika Serikat, sehingga mereka yakin bahwa tidak akan ada perlawanan ketika Jepang ingin maju untuk menyerang Pasifik bagian selatan.

3. Selain kegagalan Liga Bangsa Bangsa dalam menciptakan perdamaian, jelaskan salah satu mengapa Perang Dunia II bisa terjadi!

Lahirnya Imperialisme Jerman dan Jepang juga menjadi salah satu faktor tercetusnya Perang Dunia II ini. Apalagi Jepang mengumumkan dirinya kepada dunia dengan sebutan “Kemakmuran Bersama di Asia Timur”. Tentu saja ini membuat imperialisme Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat menjadi tersinggung. Lahirnya imperialisme Jerman dan Jepang adalah rasa keinginan untuk perlombaan teknologi, ekonomi, senjata, dan juga untuk memenuhi kebutuhan pokok dinegara tersebut.

Daftar Pustaka

  • https://www.history.com/topics/world-war-ii/operation-barbarossa
  • https://www.history.com/topics/world-war-ii/dunkirk
  • https://www.history.com/topics/world-war-ii/potsdam-conference
  • https://www.history.com/topics/world-war-ii/bombing-of-hiroshima-and-nagasaki
  • https://www.history.com/news/why-did-japan-attack-pearl-harbor
  • https://www.history.com/this-day-in-history/germany-launches-operation-barbarossathe-invasion-of-russia
  • https://www.history.com/this-day-in-history/germans-invade-poland
  • https://www.history.com/topics/world-war-ii/world-war-ii-history#section_4
  • https://id.quora.com/Mengapa-Liga-Bangsa-Bangsa-mengalami-kegagalan
  • https://www.dosenpendidikan.co.id/perang-dunia-2/#Latar_Belakang_Perang_Dunia_2