Home / Fisika / perubahan fisika

Perubahan Fisika

  • 6 min read
Loading...

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, Universitas Indonesia 2016

Pengertian Perubahan Fisika

Perubahan fisika disebabkan karena adanya rangsangan sehinga terjadi penambahan atau pengurangan (kehilangan) energi dan hanya pada sifat zatnya saja serta dapat kembali ke bentuk semula.

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata fisika? Sulit? Membosankan? Rumus semua? Eits, jangan terlalu jauh prasangkany. Di fisika, kamu bisa mengetahui bahwa alam itu berbicara loh dengan bahasanya dan juga ada perubahan yang terjadi. Oleh karena itu, kita dapat mengenal suatu gejala yang bernama perubahan fisika. Apa itu ya? Kalian akan mengetahui jawabannya setelah membaca artikel ini.

Materi atau zat merupakan objek yang menempati ruang dan memiliki massa. Perubahan fisika terjadi pada suatu zat atau materi.

Perubahan fisika merupakan suatu perubahan zat yang tidak menyebabkan timbulnya zat baru dimana sifat partikelnya akan tetap sama. Perubahannya hanya terjadi pada tingkat zat dan memungkinkan untuk kembali ke bentuk semula (reversibel) baik itu kembali memadat atau mencair atau

Loading...
pun berupa gas.

Perubahannya dapat berupa perubahan bentuk, ukuran, dan wujud. Perubahan suhu atau tekanan dapat menyebabkan terjadinya perubahan fisika.

Selain itu, pelarutan, pengeringan, perubahan akibat arus listrik, dan perubahan volume juga dapat menyebabkan terjadinya perubahan fisika. Perubahan fisika juga dapat disebabkan oleh perubahan wujud (akibat pemanasan, contoh: es mencair), bentuk (akibat pemotongan atau dengan memberikan tekanan, contoh kayu dipotong untuk menjadi kursi), ukuran (proses penggilingan jagung), volume (akibat suhu, contoh raksa memuai saat menyentuh benda bersuhu tinggi), energi (akibat adanya pemantik, contoh pemakaian energi gas pada kompor gas, pemakain listrik pada benda-benda elektronik) dan pelarutan (karena adanya pencampuran dengan cairan, contoh larutan gula yang berasal dari gula yang dilarutkan bersama air).

Perubahan fisika tidak menyebabkan perubahan molekul dimana ikatan molekulnya tidak berubah. Perubahan fisika hanya menyebabkan perubahan pada penampilan fisik saja dan tidak pada komposisi kimia.

Pada perubahan fisika, energi total zatnya pun masih sama, namun bisa terdapat penambahan energi dari lingkungan sehingga menyebabkan perubahan penampilan (atau bahkan wujud) pada zatnya dan juga penambahan energi tersebut dapat menghilang. Selain bersifat reversibel, perubahan fisika juga bersifat sementara. Sebagaimana ilustrasi berikut ini:

perubahan fisika
Gambar 1. Ilustrasi perubahan fisika

Sebagai contoh, pembekuan air atau pencairan es dimana menggunakan air sebagai objek perubahan fisikanya. Pada saat pembekuan air (padat), wujud air menjadi padat karena adanya penambahan energi dari lingkungan.

Sedangkan pada saat pencairan, penambahan energi tadi menjadi menghilang sehingga mengembalikan ke wujud aslinya air (berupa cairan bukan padatan lagi). Contoh lain dari perubahan fisika adalah lilin yang digunakan untuk penerangan pada saat mati listrik.

Jika diperhatikan, lilin akan meleleh akibat pembakaran dan kembali memadat ketika suhunya mendingin (reversibel). Selain itu juga terdapat contoh lainnya, yaitu pada pembuatan gerabah dari tanah liat. Pembentukannya dengan memberikan tekanan pada tanah liat agar membentuk wujud yang diinginkan.

Setelah dingin dan diberikan panas (energi) agar kokoh, maka wujudnya telah berubah menjadi memadat namun sifatnya masih sama sebelum berubah bentuk. Dengan demikian, perubahan fisika memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan perubahan lainnya.

Ciri perubahan fisika

  • Tidak menimbulkan zat baru.
  • Perubahannya hanya terjadi pada penampilan fisik saja, seperti wujud, ukuran dan bentuk.
  • Dapat kembali ke keadaan semula (reversibel).
  • Tidak mengubah sifat zat.
  • Perubahannya disebabkan oleh adanya penambahan energi.

Pada perubahan fisika, bisa dikatakan adanya penambahan atau pengurangan energi sehingga mengakibatkan penampilannya berbeda. Lalu, adanya energi tersebut dapat diperoleh melalui pemanasan atau pun pendinginan.

Loading...

Sedangkan untuk tekanan, hanya mendeformasi (merubah bentuk) dan tidak menambahkan energi ke sistem (objek yang ditujukan). Berikut merupakan diagram dari perubahan wujud:

Diagram perubahan wujud
Gambar 2. Diagram perubahan wujud

Berdasarkan gambar 1, dapat diketahui bahwa terdapat tiga perubahan wujud zat, yaitu cair, padat dan gas dimana dari ketiganya tersebut dibutuhkan energi dari lingkungan ke sistem dan juga membuang energi dari sistem ke lingkungan (kehilangan energi), dengan penjelasan sbb:

  • Membeku merupakan perubahan wujud dari cair menjadi padat karena adanya penambahan energi dari lingkungan ke sistem.
  • Mencair merupakan perubahan wujud dari padat menjadi cair karena adanya pengurangan energi dari sistem ke lingkungan.
  • Mengkristal merupakan perubahan wujud dari gas menjadi padat karena adanya penambahan energi dari lingkungan ke sistem.
  • Menyublim merupakan perubahan wujud dari padat menjadi gas karena adanya pengurangan energi dari sistem ke lingkungan.
  • Menguap merupakan perubahan wujud dari cair menjadi gas karena adanya penambahan energi dari lingkungan ke sistem.
  • Mengembun merupakan perubahan wujud dari gas menjadi cair karena adanya pengurangan energi dari sistem ke lingkungan.

Sesuai dengan hukum kekekalan energi, bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan melainkan dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya. Sehingga hukum kekekalan energi menjadi landasan (dasar) dalam perubahan fisika.

Energi

Energi merupakan kemampuan untuk merubah bentuk. Oleh karena itu terdapat banyak jenis energi, seperti energi otot manusia, dan energi dari alam (gaya gravitasi, panas alam, dll). Namun, perlu diketahui bahwa besar energi itu berbanding lurus dengan tekanan. Aliran udara akan berjalan dari tekanan rendah (energi rendah) ke tekanan tinggi (energi besar).

Jadi, jika energi yang diberikan besar pada suatu objek, maka tekanan yang diterima pun besar dan sebaliknya. Contoh, pada saat kamu minum dari botol yang berisi air dengan menggunakan sedotan maka sebetulnya kamu telah memberikan energi hisap yang besar (tekanan udara di mulut menjadi kecil) dan membuat tekanan di dalam botol menjadi meningkat sehingga air pun terangkat dan kamu dapat meminum air dari dalam botol tersebut.

Tekanan udara bersifat menekan ke segala arah dan perubahan fisika hanya terjadi jika diberikan rangsangan. Oleh karena itu, perubahan fisika tidak terjadi dengan sendirinya dan tentunya berbeda dengan perubahan lainnya (perubahan kimia).

Contoh Soal Latihan

  1. Bagaimana prinsip dari perubahan fisika?

Jawab: Prinsipnya adalah bahwa perubahan fisika hanya terjadi pada penampilannya saja, seperti bentuk, ukuran dan wujud. Perubahan fisika disebabkan karena adanya penambahan atau pengurangan energi baik dari sistem ke lingkungan atau pun sebaliknya.

Perubahan fisika tidak mengubah sifat zat dan tentu dapat kembali ke bentuk semula (reversibel). Misal, wujud cair berubah menjadi padat maka setelah mencair akan kembali ke wujud cair.

2. Sebutkan sebab-sebab perubahan fisika?

Jawab: Perubahan fisika disebabkan karena adanya perubahan wujud, bentuk, ukuran, volume, dan energi serta karena pelarutan (contoh pada larutan garam).

3. Mengapa perubahan fisika bersifat reversibel?

Jawab: Karena pada perubahan fisika yang terjadi perubahan hanya pada penampilan fisiknya saja, tidak sampai pada perubahan sifat zat seperti pada perubahan kimia. Oleh karena itu, energi yang terdapat pada objek yang mengalami perubahan fisika dapat hilang dan kembali dimana bergantung pada rangsangan yang diberikan pada objek tersebut dan sesuai dengan hukum kekekalan energi.

Daftar Pustaka

  • Al Fatih, Angga. 2020. Perubahan Fisika : Ciri-Ciri, Pengertian, dan Contoh Lengkap. Dilihat dari https://rumus.co.id/perubahan-fisika/ (diakses pada 05 April 2020).
  • Andrew Rader Studio’s. Chemical Changes Versus Physical Changes. Dilihat dari http://www.chem4kids.com/files/matter_chemphys.html (diakses pada 05 April 2020).
  • Lumen. Physical and Chemical Changes to Matter. Dilihat dari https://courses.lumenlearning.com/(diakses pada 05 April 2020).
  • Viandari, Eka. 2019. Kupas Tuntas Perubahan Fisika dan Kimia! Dilihat dari https://www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/kupas-tuntas-perubahan-fisika-dan-kimia/ (diakses pada 05 April 2020).

Baca juga :

Loading...