Home / Biologi / protista

Protista

  • 8 min read

Penulis : Aldira Dina Tutazqiyah, Institut Pertanian Bogor, FMIPA, Biologi Angkatan 2019

Menurut Wikipedia, protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungus, yang dikumpulkan dengan sebutan kingdom protista.

Kingdom protista terdiri dari protista eukariotik. Biasanya uniseluler dan struktur yang kurang kompleks. Protista sering dianggap memiliki kesamaan dengn kelompok eukariota lain, seperti hewan, tumbuhan, dan jamur.

Protista tidak memiliki banyak kesamaan tetapi dikelompokkan bersama karena tidak cocok dengan kerajaan manapun. Beberapa protista mampu melakukan fotosintesis, hidup dalam hubungan timbal balik dengan protista lain, bersel tunggal, membentuk koloni, bersifat mikroskopis, beberapa sangat besar dan bercahaya serta bertanggung jawab atas sejumlah penyakit yang terjadi terhadap tumbuhan dan hewan. Protista hidup di lingkungan perairan, tanah yang lembab, dan dalam eukarita lainnya.

Kingdom Protista
Gambar 1 Kingdom Protista

Karakteristik Protista

Protista merupakan domain eukarya sehingga diklasifikasikan sebagai eukariota. Karakteristik lainnya sebagai berikut:

  • Biasanya hidup di air, tanah, dan daerah lembab.
  • Sebagian besar spesies protista adalah organisme bersel tunggal, namun ada beberapa yang multiseluler seperti rumput laut.
  • Memiliki nukleus yang diikat oleh organel.
  • Bersifat autotrofik atau heterotrofik.
  • Memiliki silia dan flagella sebagai alat gerak.
  • Bereproduksi dengan cara aseksual.

Klasifikasi Protista

Kingdom protista digolongkan menjadi tiga kelompok besar berdasarkan jenis nutrisinya yaitu sebagai berikut:

Protozoa

Merupakan organisme uniseluler yang biasa disebut protista hewan. Seluruh protozoa bersifat heterotrofik, di mana organisme ini memakan organisme lain untuk mendapatkan nutrisi. Terdapat pula protozoa yang bersifat parasit yang hidup di sel organisme yang lebih besar. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki bentuk seperti halnya protozoa yang lain, seperti Amoeba yang dapat mengubah bentuknya tanpa batas dan Paramaecium yang memiliki bentuk seperti sepatu. Contoh lain protozoa adalah Sporozoa, Euglena, dan sebagainya.

Protozoa terbagi menjadi empat kelompok sebagai berikut:

  • Protozoa Amoeba : Kelompok protozoa ini sebagian besar ditemukan dalam badan air. Memiliki pseudopodia yang membantu mengubah bentuk dan menangkap serta menelan makanan. Contohnya Amoeba.
  • Protozoa Bercambuk : Kelompok protozoa ini memiliki flagella dan hidup bebas serta parasit. Contohnya Euglena.
  • Protozoa Bersilia : Kelompok protozoa ini memiliki silia di seluruh tubuhnya untuk membantu penggerak dan nutrisi. Protozoa ini bersifat akuatik. Contohnya Paramaecium.
  • Sporozoa : Kelompok protozoa ini memiliki siklus hidup seperti spora. Contohnya parasit malaria dan Plasmodium.

Menyerupai Jamur

Merupakan organisme saprofitik (memakan benda mati dan membusuk). Organisme ini pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis yaitu jamur lendir atau Myxomycetes dan jamur air. Organisme ini termasuk organisme kecil yang memiliki banyak inti. Biasanya organisme ini ditandai dengan adanya spora yang dapat dilihat langsung oleh mata.

Alga (Ganggang)

Merupakan organisme bersel tunggal atau multiseluler. Organisme ini ikut berperan dalam proses fotosintesis. Biasanya dapat ditemukan di sumber air tawar, danau, atau laut. Memiliki dinding sel yang kaku. Contohnya Volvox, Netrium, Spirogyra, dan sebagainya.

Ganggang terbagi menjadi enam jenis sebagai berikut:

Chlorophyta (Ganggang hijau)

Chlorophyta merupakan ganggang yang paling menyerupai tanaman. Sama seperti tanaman, dinding sel Chlorophyta mengandung selulosa dan menyimpan makanan sebagai cadangan. Chlorophyta bersifat uniseluler atau multiseluler. Kebanyakan Chlorophyta menggunakan flagella sebagai alat gerak.

Phaeophyta (Ganggang coklat)

Phaeophyta bersifat multiseluler. Rumput laut merupakan salah satu organisme laut Phaeophyta. Memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa dan asam alginat (zat yang mirip dengan pektin). Selulosa dan asam pelurus membantu menahan air dan mencegah air laut mengering saat terpapar udara saat surut.

Hidup di lingkungan pasang surut, membuat Phaeophyta memiliki daun yang besar dan rata (daun besar) yang dapat menahan hantaman gelombang. Phaeophyta biasa ditemukan di daerah air dingin.

Rhodophyta (Ganggang merah)

Rhodophyta biasanya ditemukan di air laut yang lebih hangat. Lebih halus dan kecil dari ganggang coklat (Phaeophyta). Rhodophyta mampu tumbuh pada kedalaman yang lebih dalam di lautan, karena ganggang merah menyerap cahaya hijau, ungu, dan biru yang panjang gelombangnya menembus bagian terdalam di bawah permukaan air. Rhodophyta juga memiliki bahan berlendir untuk menahan pengeringan.

Chrysophyta (Diatom)

Kelompok ini terdiri dari diatom dan ganggang emas. Kelompok ganggang ini dapat ditemukan di air tawar maupun air laut. Organisme ini bersifat mikroskopis yang mengapung secara pasif dalam arus air (Plankton). Chrysophyta merupakan salah satu komponen terbesar dari plankton, kumpulan mikroorganisme, telur, dan larva yang mengambang bebas. Sebagai organisme fotosintetik, Chrysophyta menghasilkan sejumlah besar oksigen atmosfer.

Diatom bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual. Diatom memiliki dinding sel yang kaku dengan lapisan luar silika (ditemukan di pasir dan kaca), sel anak yang dihasilkan oleh mitosis harus masuk ke dalam dinding sel asli. Oleh karena itu, setiap generasi diatom lebih kecil dari yang sebelumnya. Pengurangan ukuran berlanjut sampai diatom menghasilkan secara seksual, menghasilkan zigot yang akhirnya tumbuh ke ukuran asli saat matang.

Pyrrophyta (Dinoflagellata)

Pyrrophyta bersifat uniseluler, fotosintesis, dan sebagian besar akuatik. Pyrrophyta memiliki mantel pelindung yang terdiri dari selulosa kaku. Pyrrophyta lebih mudah diidentifikasi, karena adanya dua flagella. Flagella yang lebih panjang mendorong dinoflagellata, sedangkan flagella yang lebih pendek berfungsi sebagai kemudi.

Euglenophytes (Euglenoids)

Kelompok ini dapat ditemukan di air tawar. Organisme ini tidak memiliki dinding sel, namun organisme ini dibangun dengan lapisan protein yang kaya pelikel yang membuat tubuh mereka fleksibel. Memiliki dua flagella, pendek dan panjang. Kedua flagella tersebut bergabung satu sama lain di tubuh paraflagellar yang bengkak. Euglena sebagai penghubung hewan dan tumbuhan. Nutrisinya adalah Myxotrophic, di mana ketika cahaya tersedia itu fotosintesis dan dalam kegelapan itu adalah makanan yang menyerap saprofiktik dari air di sekitarnya.

Euglena
Gambar 2 Euglena

Reproduksi Protista

Protista melakukan reproduksi dengan dua metode sebagai berikut:

Reproduksi Aseksual

Reproduksi aseksual adalah metode utama yang digunakan protista untuk bereproduksi. Reproduksi aseksual membutuhkan satu induk untuk menghasilkan keturunan yang secara genetik identik dengan induknya. Reproduksi aseksual dapat terjadi lebih sering dn menghasilkan pertumbuhan populasi yang lebih cepat.

Jenis reproduksi aseksual yang terjadi pada Protista terbagi menjadi lima jenis sebagai berikut:

  • Fisi Biner : Terjadi ketika Protista tunggal membagi nukleusnya dan kemudian membelah dirinya menjadi dua organisme terpisah.
  • Fisi Berganda : Fisi multipel mirip dengan fisi biner, kecuali nukleus dapat membelah dan membentuk banyak nuklei anak. Organisme kemudian akan membelah menjadi organisme yang terpisah untuk setiap inti yang telah dibuat.
  • Plasmotomi : Pembagian Protista multinukleat menjadi dua atau lebih keturunan multinukleat oleh divisi sitoplasma tanpa divisi nuklir. Jenis reproduksi ini terjadi pada Opalina.
  • Formasi Spora : Beberapa Protista spora dibentuk untuk reproduksi aseksual. Spora memiliki semacam penutup untuk menahan kondisi yang tidak menguntungkan. Saat berkecambah, masing-masing spora memunculkan individu baru. Contohnya jamur lendir.
  • Tunas : Terjadi ketika organisme baru tumbuh dari tubuh organisme induk. Organisme baru dapat terpisah dari induknya atau tetap melekat, membentuk koloni.

Reproduksi Seksual

Reproduksi seksual melibatkan dua proses mendasar yakni meiosis yang mengurangi jumlah kromosom dari 2n menjadi in dan pembuahan atau fusi dua dalam gamet untuk membentuk zigot 2n (telur yang dibuahi). Meiosis sangat penting dalam reproduksi seksual karena mengurangi jumlah kromosom menjadi setengah dalam gamet sehingga setelah pembuahan jumlah kromosom dijag konstan dalam suatu spesies.

Reproduksi seksual yang terjadi pada Protista terbagi menjadi dua metode reproduksi sebagai berikut:

Syngamy : Perpaduan lengkap dua gamet untuk menghasilkan zigot diploid.

Syngamy terdiri dari tiga jenis, yaitu:

  • Isogami : Dua gamet sekering serupa. Misalnya Monocystis.
  • Anisogami : Dua gamet sekering berbeda. Misalnya Ceratium.
  • Oogami : Gamet non-motil besar dibuahi oleh gamet motil yang lebih kecil. Misalnya Plasmodium.

Konjugasi : Penyatuan sementara dua individu untuk bertukar pronuklear halpoid mereka dari inti zigot. Setiap individu dengan nukleus zigot menghasilkan anak perempuan yang mudah diserang oleh pembelahan biner. Reproduksi ini terjadi pada Paramaecium.

Adaptasi Protista Di Lingkungan

Protista dalam beradaptasi dengan lingkungannya beberapa dapat hidup di tempat yang bersuhu ekstrem. Selain itu, beberapa Protista dapat hidup dalam waktu yang lama tanpa adanya air dan oksigen. Beberapa Protista juga beradaptasi dengan cara menempel atau membentuk seperti Amoeba.

Pertanyaan Umum

Apa itu Protista?

Protista merupakan organisme bersel tunggal dan multiseluler yang memiliki nukleus. Sebagian Protista adalah autotrof yang hidup bebas (ganggang) sementara yang lain heterotrofik (Amoeba) atau bahkan parasit (Trypanosoma protozoa).

Apakah semua Protista uniseluler?

Tidak. Tidak semua Protista uniseluler, karena sebagian Protista terdiri lebih dari satu sel yang berarti multiseluler.

Bagaimana cara Protista diklasifikasikan?

Protista secara luas terbagi menjadi tiga subdivisi berdasarkan fitur karakteristik umumnya yaitu alga, cetakan, dan protozoa.

Pembagian enam jenis ganggang

Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, Chrysophyta, Pyrrophyta, Euglenophytes.

Apa saja empat kelompok Protozoa?

Protozoa Amoeba, Protozoa Bercambuk, Protozoa Bersilia, Sporozoa.

Daftar Pustaka

  • General Biology/Classification of Living Things/Eukaryotes/Protists-Wikibooks, open books for an open world: https://en.wikibooks.org/wiki/General_Biology/Classification_of_Living_Things/Eukaryotes/Protists. diunduh Kamis, 7 Mei 2020 Pukul 11.41 WIB.
  • Kingdom Protista-Characteristic and Classification of Protists: https://byjus.com/biology/protista/. diunduh Rabu, 6 Mei 2020 Pukul 06.06 WIB.
  • Kingdom Protista: Characteristics, Grouping, Life-cycle, Videos & Example: https://www.toppr.com/guides/biology/biological-classification/kingdom-protista/. Diunduh Kamis, 7 Mei 2020 Pukul 06.31 WIB.
  • Types of Protist Reproduction-Video&Lesson Transcript|Study.com: https://study.com/academy/lesson/types-of-protist-reproduction.html diunduh Minggu, 10 Mei 2020 Pukul 10.03 WIB.

Baca juga