Home / Kimia / reaksi redoks

Reaksi Redoks

  • 8 min read
Loading...

Penulis : Hilda Rizky Akmalia – Scientific Paper Preceptor

Pengertian Reaksi Redoks

Reaksi redoks bisa dijelakan sebagai reaksi yang melibatkan oksidasi dan reduksi. “Redoks” merupakan gabungan dari kata reduksi dan oksidasi. Konsep reaksi redoks sendiri telah mengalami perkembangan dari pertama kali istilah redoks diperkenalkan. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai perkembangan konsep reaksi redoks.

Pernahkah kalian melihat pagar besi atau benda dari besi yang berkarat? Peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang sangat sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pernahkah kalian berpikir bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi? Untuk mengetahuinya, kalian terlebih dahulu harus belajar mengenai reaksi redoks.

Galvanic Corrosion - What it is and how to prevent it? - Nex Flow ...

Baca juga tulisan lain dari Bacaboy:

Konsep Reaksi Redoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen oleh Unsur atau Senyawa

Konsep pertama reaksi redoks diperkenalkan pada abad ke-18 oleh Lavoisier

Loading...
yang merupakan seorang ilmuwan asal Prancis. Berdasarkan konsep ini, reaksi reduksi diartikan sebagai reaksi pelepasan oksigen dari suatu senyawa, sedangkan reaksi oksidasi diartikan sebagai reaksi pengikatan oksigen oleh suatu unsur atau senyawa.

Konsep ini memandang bahwa reaksi reduksi dan oskidasi dapat terjadi secara terpisah atau tidak selalu terjadi secara bersamaan. Konsep reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen hanya dapat menjelaskan reaksi redoks yang melibatkan oksigen. Berikut ialah contoh reaksi reduksi dan oksidasi berdasarkan konsep pengikatan dan pelepasan oksigen.

contoh reaksi reduksi

Pada reaksi di atas CuO mengalami reduksi karena melepas oksigen, sedangkan H2 mengalami oksidasi karena mengikat oksigen.

Konsep Reaksi Redoks Berdasarkan Pelepasan dan Penerimaan Elektron oleh Unsur atau Senyawa

Konsep ini diperkenalkan oleh Lewis pada awal abad ke-20. Berdasarkan konsep ini, reaksi reduksi didefinisikan sebagai reaksi yang melibatkan penerimaan elektron oleh unsur/senyawa.

Sedangkan, reaksi oksidasi didefinisikan sebagai reaksi yang melibatkan pelepasan elektron oleh unsur/senyawa. Konsep ini memandang bahwa reaksi redoks tidak bisa terjadi secara terpisah, karena pada saat suatu spesi melepas elektron, akan ada spesi lain yang menangkap elektron tersebut sehingga reaksi reduksi-oksidasi selalu terjadi secara bersama-sama.

Contoh reaksi redoks berdasarkan pelepasan dan penerimaan leketron ialah sebagai berikut:

Contoh reaksi redoks berdasarkan pelepasan dan penerimaan leketron

Konsep Reaksi Redoks Berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi

Konsep reaksi redoks berdasarkan serah terima elektron kemudian mengalami perkembangan. Hal tersebut dikarenakan para ilmuwan menemukan bahwa reaksi redoks tidak hanya melibatkan serah terima elektron, namun juga pergerakan elektron yang dapat berlaku untuk senyawa ion dan kovalen.

Pergerakan elektron akan menghasilkan muatan yang berbeda baik muatan penuh maupun muatan parsial dari atom-atom dalam senyawanya. Untuk mengidentifikasi atom yang memiliki muatan positif dan atom yang memiliki muatan negative suatu senyawa, dikembangkan suatu sistem yang disebut bilangan oksidasi (biloks).

Sebelum kita mempelajari konsep reaksi redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi, terlebih dahulu kita harus memahami konsep bilangan oksidasi itu sendiri.

Konsep Bilangan Oksidasi

Bilangan oksidasi merupakan muatan relatif atom dalam suatu senyawa atau ion. Bilangan oksidasi dapat bernilai positif atau negatif. Bilangan oksidasi ditentukan melalui aturan yang telah disepakti. Aturan penentuan bilangan oksidasi dijelaskan sebagai berikut:

Aturan Penentuan BiloksContoh
Bilangan oksidasi atom dari unsur bebas adalah 0 (nol).Bilangan oksidasi atom dari unsur bebas adalah 0 (nol).
Bilangan oksidasi ion monoatom sama dengan muatan ionnya.Bilangan oksidasi ion monoatom sama dengan muatan ionnya
  • Dalam senyawanya, bilangan oksidasi atom golongan IA (Li, Na, K, Rb, dan Cs) adalah +1.
  • Dalam senyawanya, bilangan oksidasi atom IIA (Be, Mg, Ca, Sr, dan Ba) adalah +2.
  • Dalam senyawanya, bilangan oksidasi atom-atom golongan IIIA (B, Al, Ga) adalah +3.
bilangan oksidasi atom golongan IA bilangan oksidasi atom IIA

bilangan oksidasi atom-atom golongan IIIA

  • Bilangan oksidasi atom golongan VIA (S, Se, Te, Po) pada senyawa biner adalah -2.
  • Bilangan oksidasi atom golongan VIIA (F, Cl, Br, I) pada senyawa biner umumnya adalah -1.
  • Bilangan oksidasi atom golongan VIIA kecuali F dalam senyawa-senyawa oksihalogen adalah +1 hingga +7.

Contoh:

  1. Bilangan oksidasi Cl dalam senyawa klorit ClO2 adalah +3
  2. Bilangan oksidasi Br dalam senyawa luorid BrO3 adalah +5
  3. Bilangan oksidasi I pada senyawa asam periodat H5IO6 adalah +7
Bilangan oksidasi Hidrogen pada senyawanya adalah +1 kecuali pada senyawa hidrida (NaH, CaH2, AlH3) adalah -1.Bilangan oksidasi Hidrogen pada senyawanya
Dalam senyawanya, oksigen (O) selalu mempunyai bilangan oksidasi -2. Pengecualian untuk senyawa biner luoride, peroksida, dan superoksida.
  1. Bilangan oksidasi O dalam H2O dan Na2O = -2
  2. Bilangan oksidasi O dalam senyawa fluorida OF2 = +2
  3. Bilangan oksdiasi O dalam senyawa peroksida H2O2 dan Na2O2 = -1
  4. Bilangan oksdiasi O dalam senyawa superoksida KO2 dan CsO2 = -1/2
Jumlah semua bilangan oksidasi atom-atom dalam senyawa netral adalah 0 (nol), sedangkan jumlah semua bilangan oksidasi atom-atom dalam ion poliatom sama dengan muatan ionnya.
MgCl2= 0
(+2) + [2 x (-1)]= 0
2 – 2= 0
NH4+= +1
(-3) + [4 x (+1)]= +1
(-3) + 4= +1
Logam transisi dapat memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi. Nilai bilangan oksidasi logam transisi ditentukan menggunakan aturan-aturan bilangan oksidasi atom sebelumnya.Fe mempunyai bilangan oksidasi +2 dalam FeO dan +3 dalam Fe2O3.

Contoh penentuan bilangan oksidasi logam transisi:

KMnO4= 0
[biloks K] + [biloks Mn] + [4 x biloks O]= 0
(+1) + [biloks Mn] + [4 x (-2)]= 0
(+1) + [biloks Mn] + (-8)= 0
Biloks Mn + (-7)= 0
Biloks Mn= +7

Reaksi Redoks Berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi

Menurut konsep reaksi reaksi redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi, reaksi reduksi diartikan sebagai reaksi yang menyebabkan suatu spesi (senyawa/unsur/ion) mengalami penurunan bilangan oksidasi. Sedangkan, reaksi oksidasi diartikan sebagai reaksi yang menyebabkan suatu spesi (senyawa/unsur/ion) mengalami kenaikan bilangan oksidasi.

Selain reaksi redoks, pada konsep perubahan bilangan oksidasi ini juga dikenal reaksi non-redoks, reaksi autoredoks, dan reaksi anti-autoredoks. Berikut penjelasan dari ketiga reaksi tersebut:

Reaksi Non-Redoks

Reaksi non-redoks merupakan reaksi kimia biasa dimana atom-atom yang terlibat dalam reaksi tidak mengalami perubahan bilangan oksidasi

Loading...

Contoh:

MgCl2(s) + Na2SO4(aq) → MgSO4(aq) + 2NaCl(g)

Reaksi Redoks

Reaksi redoks merupakan reaksi kimia dimana atom-atom yang terlibat dalam reaksi mengalami perubahan bilangan oksidasi.

Contoh:

Reaksi redoks

Reaksi Autoredoks (disproporsionasi)

Reaksi autoredoks adalah reaksi redoks dimana jenis atom yang sama mengalami oksidasi dan reduksi sekaligus dalam reaksi tersebut.

Contoh:

Reaksi autoredoks

Reaksi Anti-autoredoks (komproporsionasi)

Reaksi komproporsionasi adalah reaksi redoks dimana zat yang menjadi hasil reduksi dan hasil oksidasi adalah zat yang sama.

Contoh:

Reaksi Anti-autoredoks

Contoh Reaksi Redoks Dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanpa kita sadari, reaksi redoks seringkali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari:

Reaksi Pembakaran

Reaksi pembakaran merupakan reaksi redoks yang sangat umum terjadi. Salah satu contoh reaksi pembakaran adalah pembakaran gas metana (CH4). Berikut persamaan reaksi yang terjadi:

CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)

Perkaratan

Perkaratan terjadi ketika atom pada permukaan logam besi teroksidasi oleh oksigen dan uap air di udara. Oksigen akan tereduksi dan membentuk oksida dengan logam. Berikut persamaan reaksi yang terjadi:

4Fe(s) + 3O2(g) + 2H2O(l) → 2Fe2O3.H2O(s)

Hujan Asam

Hujan asam merupakan salah satu contoh reaksi autoredoks yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hujan asam disebabkan oleh gas NO2 dari asap pabrik, pembangkit listrik tenaga batu bara, dan emisi gas buang kendaraan bermotor.

Hujan asam

Hujan asam

Gas NO2 yang terdapat di udara bereaksi dengan air hujan menghasilkan asam nitrit dan asam nitrat yang turun bersama air hujan. Reaksi yang terjadi sebagai berikut:

2NO2(g) + H2O(l) → HNO2(aq) + HNO3(aq)

Contoh Soal Latihan

Untuk menambah pemahaman mengenai reaksi redoks, coba kerjakan soal-soal berikut ini!

1) Bilangan oksidasi Mn yang sama dengan bilangan oksidasi Cr dalam K2Cr2O7 terdapat pada senyawa….

  1. KMnO4
  2. K2MnO4
  3. MnSO4
  4. MnO
  5. MnO2

2) Bilangan oksidasi N dari -3 sampai dengan +5. Senyawa atau ion di bawah ini yang tidak dapat mengalami reaksi disproporsionasi adalah….

  1. N2 dengan NO2
  2. N2 dengan NH3
  3. NO2 dengan NO3
  4. NH3 dengan NO3
  5. N2O3 dengan NO2

3) Periksalah apakah reaksi di bawah ini merupakan reaksi redoks/bukan, tunjukkan perubahan bilangan oksidasinya!

(1) 2Na(s) + 2H2O(l) → 2NaOH(aq) + H2(g)

  1. Al2O3(aq) + 6H+(aq) → 2Al3+(aq) + 3H2O(l)
  2. MnO2(s) + 4H+(aq) + 2Cl(aq) → Mn2+(aq) + Cl2(g) + 2H2O(l)

Daftar Pustaka

  • Johari, J.M.C., & Rachmawati, M. 2017. ESPS Kimia SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
  • Nugraha, D.A., Binadja, A., & Supartono. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks Bervisisets, Berorientasi Konstruktivistik. Journal of Innovative Science Education, (Online), 2(1): 27-34, (http://journal.unnes.ac.id)
  • The Electrochemical Society. 2018. Corrosion and Corrosion Prevention. Diakses 1 April 2020, (https://www.electrochem.org/)

Baca juga:

Loading...
Loading...