Home / Fisika / Resistor

Resistor

  • 8 min read
Loading...

Penulis : Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia 2016

Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat arus listrik. Juga, resistor merupakan alat yang digunakan untuk mengukur resistansi. Perilaku resistansi diatur melalui hukum Ohm. Resistor dapat dibedakan menjadi resistor tetap dan variabel. Selain itu, juga terdapat thermistor dan LDR. Menentukan resistansi dapat dilakukan dengan menggunakan multimeter atau pun melalui garis warna pada badan resistor. Satuan dalam sistem SI dari resistansi adalah ohm (). Resistansi termasuk kedalam besaran turunan.

Apa yang kamu ketahui tentang resistor? Apakah kamu pernah menggunakannya? Apa saja jenis-jenis resistor? Bagaimana cara memakainya? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Pengertian Resistor

Komponen elektronika terbagi menjadi dua jenis, yaitu komponen aktif dan pasif. Pertama, komponen aktif yang merupakan komponen yang berfungsi untuk menguatkan atau mengarahkan arus listrik. Komponen ini memerlukan arus listrik untuk dapat beroperasi. Contoh dari komponen aktif adalah transistor, trisistor, dioda, IC (Integrated Circuit),

Loading...
dsb.

Sedangkan komponen pasif merupakan komponen elektronika yang tidak memerlukan sumber arus listrik untuk beroperasi. Contoh dari komponen pasif, yaitu resistor, kapasitor, dan induktor.

Resistor merupakan komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk menghambat dan mengatur arus listrik atau dapat dikatakan resistor merupakan alat yang digunakan untuk mengukur resistansi atau hambatan. Untuk lebih singkatnya, resistor berfungsi sebagai pembatas arus listrik, pengatur arus listrik, pembagi tegangan listrik dan penurun tegangan listrik.

Satuan resistansi dalam sistem SI adalah ohm (). Resistansi termasuk kedalam besaran turunan.

Resistansi diatur dalam hukum Ohm yang menyatakan bahwa kuat arus pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial pada ujung-ujung penghantar dan berbanding terbalik dengan hambatannya (resistansi). Berikut rumus dari hukum Ohm:

rumus hukum ohm

dimana 1 merupakan kuat arus listrik (A), 2 merupakan tegangan listrik (volt), dan r merupakan hambatan listrik ().

Untuk lebih lengkapnya mengenai hukum Ohm dan arus listrik, kamu dapat membaca artikel arus listrik.

Jenis-Jenis Resistor

Terdapat dua jenis resistor, yaitu resistor tetap (fixed resistor), dan resistor variabel (variable resistor). Selain itu, juga terdapat thermistor dan LDR. Berikut penjelasannya:

Resistor tetap

Jenis ini merupakan resistor dengan nilai hambatan yang tetap dan disimbolkan dengan kode warna. Resistor tetap terdiri dari resistor berkomposisi karbon, resistor film karbon, dan resistor film logam.

Berikut penjelasannya:

  • Resistor berkomposisi karbon, merupakan resistor dengan komposisi bahan terdiri dari karbon yang dicampur dengan bubuk isolasi sebagai pengikatnya dimana hal itu dilakukan untuk mendapatkan nilai resistansi yang diinginkan. Semakin banyak komposisi karbon, maka resistansinya akan semakin kecil, dan sebaliknya. Nilai resistansinya beragam mulai dari 1 s.d. 200 M dengan daya 1/10 s.d. 2 W.
  • Resistor film karbon, merupakan resistor yang terdiri dari film karbon dan diendapkan pada substrat isolator. Semakin banyak komposisi film karbon maka akan kecil nilai resistansinya. Resistor jenis ini memiliki nilai toleransi yang rendah dan rendahnya kepekaan terhadap suhu. Sehingga resistor ini dapat bekerja pada rentang suhu 2 . Rentang nilai resistor ini antara 1 s.d.10 M. Resistor ini bekerja pada daya 1/6 s.d. 5 W.
  • Resistor film logam, dilapisi dengan film logam tipis ke substrat keramik dan dipotong dalam bentuk spiral. Besar resistansinya dipengaruhi oleh panjang, ketebalan dan lebar dari spiral logam. Ini merupakan jenis resistor terbaik dibandingkan jenis resistor tetap lainnya.

Resistor variabel

Resistor variabel merupakan resistor dengan nilai resistansi yang bisa berubah dan diatur sesuai dengan keperluan yang terdiri dari potensiometer, rheostat, dan trimpot. Berikut penjelasannya:

  • Potensiometer, merupakan jenis resistor variabel dengan nilai resistansi yang dapat diubah melalui tuas pada potensiometer. Rentang nilai resistansinya pun dapat dilihat secara langsung pada potensiometer sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menggunakannya karena jika hambatannya melebihi rentang nilai yang ditetapkan maka potensiometernya akan terbakar dan rusak.
  • Rheostat, merupakan resistor variabel yang terdiri dari lilitan kawat resistif serta dapat beroperasi pada tegangan dan arus yang tinggi. Pengatur resistansinya dapat diatur melalui penyapu yang terdapat pada rheostat.
  • Trimpot, merupakan jenis resistor variabel yang berfungsi sama seperti potensiometer dengan ukuran yang lebih kecil. Cara mengatur resistansinya dengan cara memutar porosnya bisa menggunakan obeng kecil atau alat bantu lainnya.

Thermistor (Thermal Resistor)

Thermistor merupakan jenis resistor dengan nilai resistansinya yang dipengaruhi oleh suhu. Terdapat dua jenis themistor, yaitu NTC (Negative Temperature Coefficient) dan PTC (Possitive Temperature Coefficient).

LDR (Light Dependent Resistor)

LDR merupakan jenis resistor dengan nilai resistansinya dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang mengenainya. Nilai resistansinya akan meningkat jika tidak menerima cahaya (kondisi gelap) sehingga pada kondisi gelap peran LDR sebagai penghambat arus listrik.Sedangkan pada kondisi terang, LDR memiliki nilai resistansi yang menurun dan berfungsi sebagai penghambat arus listrik.

Cara Mengukur Resistansi

Alat yang digunakan untuk mengukur resistansi adalah multimeter. Multimeter dapat dibedakan menjadi multimeter digital dan analog.

Mengukur resistansi dengan menggunakan multimeter analog dilakukan dengan cara menghubungkan kedua probe pada kedua kaki resistor. Kemudian jarum multimeter akan menunjukkan skala ukur.

Besar resistansinya dapat dicari dengan rumus berikut:

cara mengukur resistansi

Sedangkan pada multimeter digital dilakukan dengan menghubungkan kedua probe dengan kedua kaki resistor. Kemudian multimeter akan menunjukkan besaran resistansinya.

Cara Membaca Resistansi pada Resistor Tetap

Cara membaca besar resistansi dari resistor berdasarkan garis warna diperlukan keahlian khusus karena setiap garis warna memiliki nilai yang berbeda-beda. Berikut ilustrasi dari resistor:

Loading...

resistor

Loading...

Berikut keterangannya:

  • Garis ke-1 menunjukkan angka pertama resistor.
  • Garis ke-2 menunjukkan angka kedua resistor.
  • Garis ke-3 menunjukkan angka ketiga resistor.
  • Garis ke-4 menunjukkan orde dari angka resistor.
  • Garis ke-5 menunjukkan nilai toleransi dari resistan.

Tabel nilai resistor

Sedangkan berikut merupakan tabel nilai resistor:

nilai resistor

Dikarenakan nilainya berurut dari 0 s.d 9 maka warna angka resistansinya dapat dihafal dengan singkatan, yaitu Hi Co Mer Or Kun Jau Bir Ung Bu Put. Nilai toleransi menentukan rentang nilai dari resistansi.

Resistor dapat saja terdiri kurang dari 5 garis warna, namun perlu kamu ingat bahwa garis yang terletak paling kanan dengan posisi paling jauh dari garis lainnya dan terletak di sebelah kanan (karena dijadikan sebagai acuan) menunjukkan garis toleransi. Jadi, ketika kamu mengukur resistansinya maka perhatikan garis tersebut dan mulai menghitung resistansi pada garis yang berada paling kiri kemudian diikuti dengan garis berikutnya.

Contoh pengukuran resistansi dari resistor berdasarkan garis warna

Sebuah resistor terdiri dari 5 garis dengan garis paling kiri berwarna cokelat kemudian garis berikutnya berwarna ungu, biru, kuning, dan emas. Berapakah besar resistansinya?

Perhitungannya dengan mengabaikan garis toleransinya dulu. Berikut nilai dari garisnya:

garis warna resistor

Maka besar resistansinya adalah 10 .

Dikarenakan toleransinya sebesar 5%, maka nilai resistansinya menjadi

12

Nilai toleransi dimaksudkan adalah nilai plus-minus, maka nilai toleransi yang didapat dijumlahkan dan dikurangkan dengan resistansinya. Ini juga menunjukkan perubahan nilai resistansi kapasitor yang masih diperbolehkan dari nilai toleransi sebenarnya dan terjadi akibat kesalahan operasional resistor.

Nilai resistansi menunjukkan bahwa resistor masih dalam keadaan baik. Besar resistansi dari resistor tersebut berdasarkan toleransinya adalah

besar resistansi

Jadi, nilai resistansinya sekitar 15

Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan bahwa resistor merupakan suatu komponen eletronika pasif yang digunakan untuk menghambat arus listrik dan mengukur nilai resistansi dari rangkaian listrik. Resistansi diatur melalui hukum Ohm.

Besar resistansi akan sebanding dengan beda potensialnya (tegangan). Resistor dapat dibedakan menjadi resistor tetap dan variabel.

Resistor film logam merupakan resistor terbaik bila dibandingkan dengan kedua jenis resistor tetap lainnya. Menentukan besar resistansi dapat diukur dengan menggunakan multimeter baik (analog maupun digital), maupun dengan membaca garis warna pada resistor.

Nilai toleransi menunjukkan perubahan nilai resistor dari nilai asli resistor yang diperbolehkan. Nilai toleransi disebabkan adanya kesalahan dalam menggunakan resistor dan nilai toleransi menunjukkan bahwa resistor masih dalam keadaan baik.

Demikian pembahasan artikel ini mengenai resistor. Semoga pembahasannya mudah dimengerti dan dapat menjawab pertanyaan kamu terkait resistor.

Sekian, terimakasih.

Daftar Pustaka

  • Kho, Dickson. Pengertian Komponen Elektronika Aktif dan Komponen Elektronika Pasif. Diperoleh dari https://teknikelektronika.com/pengertian-komponen-elektronika-aktif-komponen-elektronika-pasif/ (diakses pada 4 Juli 2020).
  • Kho, Dickson. Pengertian LDR (Light Dependent Resistor) dan Cara Mengukurnya. Diperoleh dari https://teknikelektronika.com/pengertian-ldr-light-dependent-resistor-cara-mengukur-ldr/ (diakses pada 4 Juli 2020).
  • Murjana, Angga. 2020. Cara Membaca Resistor. Diperoleh dari https://rumusrumus.com/cara-membaca-resistor/ (diakses pada 4 Juli 2020).
  • Pengertian Nilai Toleransi dan Kapasitas Daya Resistor Lengkap. Diperoleh dari https://www.tambangilmu.com/2016/08/pengertian-nilai-toleransi-resistor.html?m=1 (diakses pada 4 Juli 2020).
  • Prashna, Deyan. 2020. Arus Listrik. Diperoleh dari https://bacaboy.com/arus-listrik/ (diakses pada 4 Juli 2020).
  • Resistor: Pengertian, Fungsi, Kode Warna, Macam-Macam dan Gambar. Diperoleh dari https://jagad.id/resistor/#Penggunaan (diakses pada 4 Juli 2020).

Baca juga

Loading...
Loading...