Home / Biologi / sistem ekskresi manusia

Sistem Ekskresi Manusia

  • 8 min read
Loading...

Manusia mempunyai sistem metabolisme tubuh yang lengkap. Saat melakukan aktivitas sistem metabolisme tubuh manusia bekerja sebagaimana mestinya sesuai dengan fungsi masing-masing.

Proses metabolisme tubuh manusia berlangsung secara terkoordinir oleh organ-organ tubuh. Proses metabolisme menghasilkan energi dan zat-zat tertentu. Zat-zat tersebut ada yang berguna, tetapi ada juga zat sisa yang tidak berguna.

Pengertian Sistem Ekskresi Manusia

Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh. Zat sisa metabolisme harus dikeluarkan agar tidak menjadi racun bagi tubuh. Sistem yang bertugas mengeluarkan zat sisa metabolisme disebut sistem ekskresi. Sistem eksresi pada manusia dibentuk oleh beberapa organ, yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.

Baca juga materi lain dari Bacaboy:

Sistem ekskresi merupakan sistem pengeluaran sisa metabolisme tubuh yang diserap dan diangkut oleh darah dan dikeluarkan bersama urin, pernapasan, dan keringat. Organ-organ ekskresi di dalam tubuh bekerja maksimal untuk mengeluarkan zat sisa hasil metabolisme yang tidak berguna dari dalam tubuh.

Fungsi Sistem
Loading...
Ekskresi

  • Membantu menghilangkan produk limbah seperti urea, amonia asam urat, dan produk lain melalui urin.
  • Membantu menjaga tingkat osmotik darah dan plasma.
  • Membantu menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
  • Membantu metabolisme obat-obatan yang tidak dimetabolisme di hati.

Organ Sistem Ekskresi

Setiap organisme hidup menghasilkan limbah di dalam tubuhnya dan memiliki mekanisme untuk mengeluarkannya. Pada manusia, timbunan dan pembuangan limbah diurus oleh sistem ekskresi manusia yang terdiri dari struktur berikut :

Ginjal

Ginjal adalah organ utama sistem ekskresi. Setiap ginjal pada tubuh manusia berpasangan pada setiap individu. Urin merupakan zat yang dikeluarkan oleh ginjal. Ginjal merupakan organ yang berperan penting dalam sistem ekskresi pada tubuh manusia dengan output asam dan urea yang merupakan senyawa hasil pemecahan protein dalam tubuh, serta berfungsi menyeimbangkan garam, air dalam darah.

Ginjal menghasilkan urin primer dan urin sekunder. Ginjal dapat membuang zat sisa yang ada di dalam darah kemudian dikeluarkan melalui urin.

Bagian-Bagian Ginjal :

  • Kulit ginjal (Korteks); merupakan lapisan luar.
  • Sumsum ginjal (Medula); merupakan lapisan dalam.
  • Pelvis; merupakan bagian yang bertanggung jawab untuk membawa urin dari ginjal ke ureter.

Nefron

Unit struktural dan fungsional ginjal adalah nefron. Setiap ginjal terdiri dari jutaan nefron yang semuanya berfungsi bersama untuk menyaring urin dan mengeluarkan produk limbah. Setiap ginjal terdiri dari bagian-bagian berikut :

Kapsul Bowman : Merupakan bagian pertama dari nefron yang strukturnya berbentuk cangkir dan menerima pembuluh darah. Filtrasi glomerulus terjadi disini. Sel-sel darah dan protein tetap berada dalam darah.

Tubulus Proksimal : Tubulus proksimal terbentuk dari Kapsul Bowman yang memanjang ke bawah. Air dan bahan yang dapat digunakan kembali dari darah sekarang diserap kembali ke dalamnya.

Loop Henle : Bagian ini urin menjadi pekat ketika air diserap kembali.

Tubulus Konvolusi Distal : Lopp of Henle yang mengarah ke tubulus konvolusi distal merupakan tempat hormon ginjal menyebabkan efeknya.

Saluran Pengumpul : Tubulus konvolusi distal dari setiap nefron mengarah ke saluran pengumpul. Saluran pengumpul bersama-sama membentuk pelvis ginjal tempat urin mengalir ke ureter dan kemudian ke kandung kemih.

Struktur nefron

Gambar 1 Struktur nefron

 Fungsi Nefron :

  • Filtrasi glomerulus air dan zat terlarut dari darah.
  • Reabsorbsi air berbentuk tabung dan melestarikan molekul kembali ke dalam darah.
  • Sekresi tubular ion dan produk limbah lainnya dari kapiler sekitarnya ke tubulus distal.

Proses Pembentukan Urin :

Filtrasi : Penyaringan lewatnya cairan melalui filter untuk menghilangkan kotoran. Filtrasi terjadi pada glomerulus. Hasil dari proses filtrasi berupa urin primer. Tekanan darah memaksa plasma, bagian cair dari darah melalui dinding kapiler di glomerulus. Plasma mengandung air, glukosa, asam amino, dan urea. Sel-sel darah dan protein terlalu besar untuk melewati dinding sehingga mereka tinggal di dalam darah. Cairan yang sekarang disebut filtrat terkumpul dalam kapsul dan memasuki tubulus proksimal.

Reabsorbsi : Selama reabsorbsi, zat-zat yang dibutuhkan dalam filtrat bergerak kembali ke aliran darah. Reabsorbsi terjadi di tubulus proksimal. Dimana glukosa dan nutrisi lainnya, air, dan bahan ion esensial keluar dari tubulus proksimal dan memasuki kapiler sekitarnya. Biasanya 100% glukosa diserap kembali. Reabsorbsi melibatkan difusi dan transpor aktif yang menggunakan energi dalam bentuk ATP. Cairan yang mengandung limbah yang tersisa setelah reabsorbsi adalah urin sekunder yang merupakan hasil dari proses reabsorbsi.

Augmentasi : Proses pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Hasil dari proses augmentasi adalah urin sesungguhnya.

Komponen sistem urin

Gambar 2 Komponen sistem urin

Ginjal melakukan sejumlah fungsi homeostatik :

  • Mempertahankan volume cairan ekstraseluler.
  • Mempertahankan keseimbangan ionik dalam cairan ekstraseluler.
  • Mempertahankan pH dan konsentrasi osmotik cairan ekstraseluler.
  • Mengeluarkan produk sampingan metabolisme toksik seperti urea, amonia, dan asam urat.

Kulit

Kulit adalah organ terbesar di tubuh. Fungsi utamanya adalah melindungi berbagai organ tubuh. Fungsi spesifik kulit terutama tergantung pada epidrmis.

Epitel pada epidermis ini merupakan pembungkus utuh seluruh permukaan tubuh dan ada kekhususan setempat bagi terbentuknya turunan kulit, yaitu rambut, kuku, dan kelenjar-kelenjar. Kulit membantu dalam ekskresi dengan cara berkeringat. Keringat diproduksi oleh kelenjar keringat dan berfungsi untuk mendinginkan tubuh saat kepanasan. Kulit menghilangkan senyawa seperti NaCl dan sejumlah urea.

Loading...

Kelenjar Keringat :

  • Kelenjar ekrin; kelenjar yang menghasilkan keringat yang tidak mengandung protein dan lemak serta banyak ditemukan di tangan, kaki, dan kening.
  • Kelenjar apokrin; kelenjar yang menghasilkan keringat yang mengandung protein dan lemak. Biasanya dapat ditemukan di ketiak dan alat kelamin.

Lapisan epidermis

Merupakan jaringan epitel yang berasal dari ektoderm. Lapisan epidermis terdiri dari dua lapisan, yaitu :

  • Lapisan tanduk : Lapisan tanduk terdiri dari banyak lapisan sel-sel mati, pipih, dan tidak berinti serta sitoplasmanya digantikan oleh keratin. Sel-sel yang paling permukaan merupakan sisik zat tanduk yang terdehidrasi yang selalu terkelupas.
  • Lapisan malpighi :Lapisan malpighi terdiri dari sel-sel yang tidak keratin yang dapat hidup, berbeda dengan lapisan luar (atas) yang terdiri dari sel-sel yang tidak keratin, berinti, dan tidak dapat hidup.

Lapisan dermis

Merupakan lapisan kulit berupa jaringan ikat agak padat yang berasal dari mesoderm. Lapisan dermis lebih tebal dari pada lapisan epidermis.

Lapisan bawah kulit

Merupakan lapisan yang memiliki letak dibagian bawah dermis, antara lapisan jaringan ikat di bagian bawah kulit terhadap dermis yang telah dibatasi dengan sebuah sel-sel lemak.

Struktur kulit

Gambar 3 Struktur kulit

Paru-paru

Paru-paru adalah organ pernapasan utama yang membantu mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Tetapi, dalam proses ini juga berfungsi menghilangkan sejumlah air dalam bentuk uap.

Zat sisa yang dikeluarkan paru-paru adalah karbon dioksida dan air yang dihasilkan dari proses pernapasan. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbon dioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbon dioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung.

Paru-paru pada manusia berjumlah sepasang dalam rongga dada yang dilindungi tulang rusuk. Paru-paru kanan memiliki 3 gelambir atau lobus, sedangkan paru-paru kiri memiliki 2 gelambir atau lobus.

Paru-paru kiri lebih kecil daripada paru-paru kanan sehingga dapat memberikan tempat untuk jantung. Percabangan saluran yang masuk ke paru-paru disebut bronkus. Masing-masing bronkus bercabang membentuk bronkiolus. Tempat terjadinya pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida adalah alveolus. Paru-paru juga dibungkus oleh selaput tipis yang disebut pleura.

Struktur paru-paru

Gambar 4 Struktur paru-paru

Hati

Hati memiliki fungsi penting dalam ekskresi. Dapat dikatakan sebagai garis pertahanan pertama dalam hal hormon, lemak, alkohol, dan obat-obatan. Hati terletak di dalam tulang rusuk dan berada dibagian kanan perut. Hati berperan dalam menghilangkan kelebihan lemak dan kolesterol yang penting untuk kesehatan tubuh.

Hati juga akan menghasilkan produk sampingan berupa cairan empedu. Empedu ini kemudian disalurkan ke usus untuk memecah lemak selama pemcernaan dan membantu membuang limbah sisa dalam bentuk feses.

Fungsi :

  • Menghasilkan urea dan amonia
  • Menghasilkan getah empedu
  • Merombak sel-sel darah merah yang sudah tua
  • Mensintesis beberapa zat
Struktur hati

Gambar 5 Struktur hati

Contoh Soal Latihan

  1. Sebutkan struktur lapisan kulit!
  2. Paru-paru dilindungi oleh selaput tipis yang disebut..
  3. Sebutkan zat-zat dalam tubuh yang merugikan dalam proses ekskresi!

Jawaban

  1. a. Lapisan epidermis : lapisan tanduk dan lapisan malpighi.

b. Lapisan dermis.

c. Lapisan bawah kulit.

2. Pleura.

3. a. Urea, asam urat, amoniak.

b. Garam anorganik.

c. Bakteri dan obat-obatan.

Daftar Pustaka

  • Excretory Products – Human Excretory System : https://www.toppr.com/guides/biology/excretory-products/human-excretory-system/
  • Excretory System – Excretion In Humans : https://science.jrank.org/pages/2626/Excretory-System-Excretion-in-humans.html
  • Human Excretory System : https://www.cliffsnotes.com/

Penulis : Aldira Dina Tutazqiyah Mahasiswi IPB Jurusan Biologi

Baca juga

Loading...
Loading...