Home / Biologi / sistem pencernaan manusia

Organ Sistem Pencernaan Manusia ( Urutan Proses & Fungsi )

  • 6 min read
Loading...

Penulis : Maratudzzakiyah A. Mahasiswi IPB Jurusan Biologi

Makanan adalah salah satu hal yang dinikmati oleh hampir semua orang, makanan manis yang menyenangkan, makanan asin yang nikmat dan makanan asam yang menyegarkan.

Diluar untuk memenuhi rasa lapar dan keinginan menyantap makanan enak, inti dari proses makan ini sebenarnya adalah memenuhi kebutuhan makhluk hidup akan energi. Proses pengambilan energi dan nutrisi dari makanan ini memerlukan sebuah sistem. Sistem ini adalah suatu kumpulan organ yang kemudian kita kenal sebagai sistem pencernaan.

sistem pencernaan manusia
sistem pencernaan manusia

Pengolahan Energi pada Setiap Makhluk Hidup

Sistem pencernaan adalah suatu keistimewaan yang hanya dimiliki oleh hewan. Hewan membutuhkan sistem pencernaan karena hewan mendapatkan karbon, energi, dan asupan nutrisi melalui komponen kompleks dari makanan.

Tumbuhan di lain pihak mendapatkan hal tersebut melalui penyerapan langsung molekul untuk memenuhi kebutuhannya,

Loading...
dan mengikat energi dari sinar matahari melalui fotosintesis.

Cendawan juga tidak memiliki saluran pencernaan, mereka dapat menyerap nutrisi dari substratnya atau mengeluarkan enzim yang kemudian memecah senyawa kompleks hingga dapat mereka serap. Hewan berbeda dengan fungi, hewan memerlukan suatu sistem khusus, kita melakukan pencernaan di dalam tubuh kita, sehingga dibutuhkan rongga untuk melakukan aktivitas ini.

Prinsip kerja dari sistem pencernaan adalah memecah makanan menjadi potongan yang lebih kecil, kemudian lebih kecil lagi, hingga didapatkan molekul yang dapat dimasukkan dalam sel tubuh, tujuannya mengambil nutrisi, air, dan elektrolit dari makanan dan memasukkannya ke dalam sel tubuh yang membutuhkan lalu membuang sisa makanan yang tidak digunakan kembali ke alam (Sherwood 2010).

Bila diumpamakan sistem pencernaan adalah terowongan satu arah yang sangat panjang yang berliku dan memiliki modifikasi khusus di desain untuk mengakomodasi makanan yang melewatinya.

Setiap hewan memiliki sistem pencernaan yang berbeda, untuk memenuhi kebutuhan mereka. Spesifikasi dari setiap organ sistem pencernaan ini adalah hasil dari evolusi panjang yang menghasilkan keberagaman bentuk dan fungsi untuk menjawab perbedaan kebutuhan setiap jenis makhluk.

Sebagai contoh yang paling sering disebutkan, adalah sistem pencernaan koala yang merupakan herbivora yang memiliki sekum lebih panjang dari anjing hutan yang merupakan karnivora, hal ini sebab koala memiliki diet yang terdiri atas dedaunan, yang mengandung banyak polisakarida kompleks seperti selulosa yang hanya dapat dipecahkan oleh bakteri simbiotik.

Sekum pada koala menjadi tempat koloni bakteri melakukan pemecahan ini. Karnivora tidak membutuhkan tempat khusus ini, karena mereka tidak memiliki diet berbasis dedaunan.

Sistem Pencernaan Manusia

Sistem pencernaan manusia sendiri memiliki susunan yang kompleks untuk memenuhi kebutuhan khusus kita. Terdiri atas saluran pencernaan yang dilewati oleh makanan dan kelenjar pencernaan yang mendukung pencernaan dengan menghasilkan enzim dan zat pendukung lainnya.

Sistem Pencernaan Manusia
Sistem Pencernaan Manusia

Kelenjar pencernaan

Kelenjar ini diantaranya adalah hati, yang memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai zat, dan berperan dalam menghasilkan bile, yang akan dikonsentrasikan dalam kantung empedu, dan kemudian di lepaskan dalam saluran pencernaan.

Kelenjar lainnya adalah pankreas yang menghasilkan enzim hidrolitik, serta melakukan sekresi ion bikarbonat dan air untuk menetralisir keasaman makanan yang telah diolah di dalam lambung. Terakhir adalah kelenjar saliva. Terdapat tiga jenis kelenjar saliva, parotid, submandibular dan sublingual. Saliva terdiri atas mucin, air, ion, dan enzim seperti amilase dan RNAse (Robbins 2007).

Mulut

Permulaan dari saluran pencernaan adalah mulut, yang dilengkapi dengan gigi untuk mengunyah, kelenjar saliva yang menghasilkan saliva, serta lidah yang memiliki kemampuan mengecap rasa makanan dan mengantar makanan menuju pangkal mulut. Begitu makanan mencapai pangkal mulut maka kita akan secara otomatis melakukan gerakan menelan dan makanan akan memasuki kerongkongan, setelah melewati faring.

Kerongkongan

Otot kerongkongan lalu mengantarkan makanan menuju lambung dengan kontraksi ritmis yang dikenal dengan sebutan gelombang peristaltik hingga mencapai spinchter pertama diujung esophagus yang merupakan pintu menuju lambung.

Loading...

Lambung

Lambung adalah kantung yang terdiri dari lapisan gastric mucosa yang menghasilkan asam lambung dan lapisan otot yang akan berkontraksi untuk mencampurkan makanan. Asam lambung terdiri dari banyak komponen kompleks, yang akan membunuh mikroba tidak menguntungkan dan menghancurkan makanan. Lambung juga merupakan tempat penyerapan gula sederhana dan air.

Usus halus

Setelah beberapa jam di dalam lambung, makanan selanjutnya akan melewati pyloric spinchter dan masuk ke usus halus. Usus memiliki panjang hingga sembilan meter.

Usus halus juga dilengkapi oleh tonjolan villi di permukaan dalam usus, diperkirakan luas permukaan usus halus dapat mencapai 4500 meter kuadrat. Luas permukaan yang besar ini menyebabkan usus halus menjadi organ utama terjadinya proses penyerapan dan pemecahan molekul paling banyak.

Usus besar

Proses lain yang terjadi di dalam usus halus adalah eliminasi bahan sisa, tetapi fungsi ini lebih menonjol pada usus besar. Penyerapan terakhir terjadi di lokasi ini, penyerapan yang terjadi adalah penyerapan air dan garam mineral, diakhiri dengan pembusukan yang dibantu oleh mikroba (Rogers 2011).

Sistem pencernaan manusia memiliki begitu banyak mikroba, hingga sistem pencernaan menjadi lokasi tubuh manusia dengan kandungan mikroba tertinggi, bukan hanya E. coli saja, terdapat berbagai jenis mikroba lain dalam perut manusia, seperti kelompok Bacteriodetes atau Firmicutes. (Xu, et. al. 2007).

Kita membutuhkan mikroba untuk memecah polisakarida yang tidak dapat kita olah karena ketiadaaan enzim pengolah tersebut dalam tubuh kita.

Anus dan rektum

Pencernaan kemudian akan diakhiri dengan pembuangan sisa sisa makanan tersebut, rektum merupakan tempat berkumpulnya sisa-sisa makanan yang telah membusuk, dan anus adalah bukaan dimana feses akan dikeluarkan kemudian.

Anus tersusun atas otot kuat yang pada kondisi normal akan berkontraksi dan ketika akan dilakukan pembuangan akan melakukan relaksasi.

Contoh Soal

1. Jelaskan secara singkat perjalanan makanan setelah memasuki mulut hingga usus halus!

2. Sebutkan tiga jenis kelenjar saliva, dan kandungan saliva!

3. Mengapa sistem pencernaan merupakan sistem yang penting?

Jawaban

1. Makanan akan melewati mulut, dikunyah gigi, dicampurkan saliva, didorong lidah hingga menuju pangkal mulut, hingga tertelan dan melewati kerongkongan. Makanan tiba ke lambung dimana ia dicernai menggunakan asam lambung yang kaya akan enzim, diaduk oleh lapisan otot lambung dan setelah beberapa jam akan memasuki usus halus.

2. Saliva submandibular, parotid, dan sublingual, kandungannya saliva adalah mucin, air, ion, dan enzim seperti amilase dan RNAse

3. Sistem ini penting, karena berkat sistem inilah kita dapat menyerap energi dari lingkungan dengan efektif bersama dengan nutrisi yang sangat penting. Energi dan nutrisi ini adalah dua hal yang dibutuhkan tubuh untuk terus bertumbuh, berkembang dan beraktivitas, tanpa sistem pencernaan ini kita tidak akan mampu mengambil hal tersebut. Kita tidak bisa mengharapkan pencernaan sederhana untuk tubuh kita yang kompleks.

Daftar Pustaka

  • Campbell NA, Reece JB, et. al. 2009. Biology 8th edition. Boston(US) : Benjamin Cummings/Pearson.
  • Hoffman G. 2009. Digestive System. New York(US) : Marshall Cavendish Corporation
  • Isaacson P, Judd MA. Carcinoembryonic antigen (CEA) in the normal human intestine : a light and electron microscopic study: Gut. 18 : 786-791.
  • Robbins E. 2007. Digestive Glands. Retrieved from http://education.med.nyu.edu/Histology/coursematerials/syllabus/DigestiveGlands.html
  • Rogers K. 2011. The Digestive System. New York(US) : Britannica Educational Publishing.
  • Sherwood L. 2010. Human Physiology: From Cells to Systems, Seventh Edition. Belmont(CA) : Brooks/Cole.
  • Xu J, Mahowald M, Ley RE,, et. al. 2007. Evolution of symbiotic bacteria in the distal human intestine. PLOS Biology. 5(e156)
Loading...
Loading...