Home / Geografi / Tanah

Tanah

  • 8 min read

Penulis : Febbiyanti Satyabudhi – Geografi UI, 2018

Sebagian dari kita sering mengamati berbagai macam warna tanah di permukaan bumi, ada tanah yang memiliki warna merah, coklat, hingga hitam serta memiliki tekstur halus hingga kasar. Tanah merupakan bagian yang paling besar menyelimuti sebagaian besar permukaan bumi. Pembahasan mengenai tanah merujuk pada istilah pedosfer yang membahas lapisan tanah yang ada di seluruh permukaan bumi. Tanah adalah suatu wujud alam yang terbentuk dari campuran hasil bahan-bahan pelapukan organik, anorganik, batuan, dan udara yang menempati bagian atas dari litosfer.

Proses Pembentukan Tanah

Sebelum terbentuknya menjadi tanah, mula-mula tanah berwujud batuan yang perlahan-lahan mengalami pelapukan hingga berubah wujud menjadi tanah. Proses terbentuknya tanah sangat dipengaruhi oleh bahan induk. Bahan induk pembentukan tanah secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu batuan beku dan batuan sedimen. Kedua bahan tersebut mengalami proses pengahncuran akibat pelapukan secara fisika, kimia, dan biologis.

Faktor Pembentukan Tanah

Beragamnya warna serta tekstur tanah di lapisan permukaan bumi disebabkan oleh faktor pembentukan yang menyertainya. Secara garis besar faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah terbagi menjadi dua yaitu aktif dan pasif.

  1. Aktif : Faktor pembentukan tanah yang dipengaruhi oleh iklim dan organisme tanah
  2. Pasif : Merujuk pada lokasi tempat terdapatnya bahan induk dan waktu berlangsungnya pembentukan tanah tersebut.

Profil Tanah

Profil tanah adalah irisan vertikal tanah dari lapisan paling atas hingga ke batuan induk tanah. Membahas mengenai profil tanah tidak terlepas untuk membahas horizon tanah yang memiliki pengertian lapisan tanah yang hampir sejajar dengan permukaan lahan dan secara genetik berbeda dengan lapisan didekatnya dalam hal sifat fisik, kimia, dan biologi. Bagian horizon yang mengandung akar tanaman disebut solu. Profil dari tanah yang berkembang lebih lanjut biasanya memiliki horizon-horizon sebagai berikut:

Horizon O

Disebut sebagai lapisan tanah humus, karena tersusun dari sisa-sisa bahan organik seperti jasad hewan, tumbuhan, manusia yang sudah lapuk. Lapisan humus sangat gembur dan subur karena mengandung banyak bahan organik serta memiliki daya serap tinggi. Humus umumnya berwarna hitam atau coklat tua dan memiliki fungsi sebagai media terbaik bagi tanaman pangan berumur pendek.

Horizon A

Disebut sebagai zona eluvasi (pencucian). Tersusun dari campuran bahan organik dan bahan mineral. Umumnya memiliki warna hitam terang atau coklat.

Horizon E

Disebut sebagai zona eluvasi dimana telah terjadi pencucian yang sangat intensif sehingga kadar bahan organik tanah, liat silikat, Fe, dan Al sangat rendah. Tetapi kadar debu kuarsa (seskuoksida), pasir, serta mineralresisten lainnya sangat tinggi, sehingga berwarna agak terang.

Horizon B

Disebut sebagai zona iluvasi (penimbunan) karena terakumulasi mineral dan hara yang tercuci dari horizon A atau E. Pada lapisan ini hanya ada sedikit bahan organik. Memiliki warna yang cerah dan berfungsi bagi tanaman berumur panjang.

Horizon C

Disebut sebagai regolith. Lapisan tanah yang bahan penyusunnya masih serupa dengan batuan induk atau belum terjadi perubahan. Tanaman akar tidak menembus ke dalam lapisan ini.

Horizon R

Disebut sebagai lapisan bedrock. Horizon ini disusun oleh batuan induk

Horizon tanah
Horizon R

Warna Tanah

Sering kita melihat dan mengamati tanah memiliki warna yang berbeda di satu tempat dengan tempat lainnya. Ada yang memiliki warna merah hingga warna hitam. Warna tanah merupakan petunjuk untuk mengetahui sifat tanah, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat dalam tanah tersebut. Intensitas warna tanah dipengaruhi oleh tiga faktor berikut:

Kandungan bahan organik tanah

Makin tinggi kandungan bahan organik tanah, maka warna tanah akan makin menggelap (kelam) dan sebeliknya jika makin sedikit kandungan bahan organic tanah maka warna tanah akan tampak lebih terang.

Jenis mineral dan jumlahnya

Tanah yang mengandung mineral kaolin, kuarsa, feldspar, kapur dapat menyebabkan warna putih pada tanah. Jenis mineral feldspar menyebabkan beragam warna dari putih sampai merah. Hematit dapat menyebabkan warna tanah menjadi merah sampai merah tua.

Kadar air tanah dan tingkat hidratasi

Tanah dengan kadar air yang lebih tinggi atau lebih lembab hingga basah menyebabkan warna tanah menjadi lebih gelap (kelam). Sedangkan tingkat hidratasi berkaitan dengan kedudukan terhadap permukaan air tanah, yang ternyata mengarah ke warna kelabu biru hingga kelabu hijau.

Klasifikasi Tanah di Indonesia

Pusat Penelitian Tanah (PPT) membuat sistem klasifikasi tanah dengan tujuan memetakan jenis tanah di Indonesia khususnya pada lokasi-lokasi transmigrasi. Sistem klasifikasi yang digunakan di Indonesia mengacu pada soil taxonomy USDA. Berikut ini merupakan klasifikasi-klasifikasi tanah di Indonesia:

Tanah Aluvial

Memiliki tekstur yang beranekaragam, memiliki pH asam hingga netral, tingkat kesuburan relatif sedang hingga tinggi, dan cenderung berada di daerah dataran aluvial sungai, pantai, dan daerah cekungan.

Tanah Aluvial - Punya Banyak Manfaat untuk Pertanian
sumber gambar : https://www.99.co

Regosol

Termasuk kedalam tanah muda karena belum ada perkembangan horizon tanah, mengandung bahan induk yang berasal dari vulkanis piroklastis atau pasir pantai, memiliki tekstur yang halus (pasir), strukturnya berbutir tunggal, memiliki pH netral, kesuburannya sedang, dan terdapat di daerah gunung api muda dan gumuk pasir pantai.

tanah-regosol - SAKTI DESAIN
Sumber Gambar : https://saktidesain.com

Litosol

Tanah mineral yang hanya mengalami sedikit perkembangan profil, memiliki tekstur berpasir, tingkat kesuburannya sangat bervariasi, dan umumnya dijumpai pada wilayah perbukitan, pegunungan, dan daerah yang memiliki kemiringan lereng miring hingga curam.

Tanah Litosol
Sumber Gambar : http://hedisasrawan.blogspot.com

Grumusol

Tanah yang memiliki tekstur lempung berat, bila basah sangat lekat dan bila kering retak-retak, dan umumnya terdapat pada wilayah yang memiliki curah hujan sekitar 2500 mm/tahun.

Sumber Gambar : https://www.infokekinian.com

Tanah Sawah

Sering disebut sebagai tanah mandiri karena berada di daerah persawahan selama ratusan tahun, sehingga perkembangan profil khas. Memiliki ketebalan yang sangat bervariasi tergantung permeabilitas tanah.

Tanah sawah
Sumber Gambar : https://www.youtube.com

Gambut

Terbentuk akibat proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuhan rawa, memiliki ketebalan lebih dari 0,5 meter dengan warna coklat hingga kehitaman, kandungan organiknya lebih dari 30%, dan memiliki pH yang sangat asam.

Latosol

Terbentuk dari batuan gunung api yang mengalami proses pelapukan. Memiliki tekstur lempung dengan konsistensi gembur hingga agak teguh dengan tekstur lempung. Warna tanahnya coklat merah hingga kuning.

Podsolik

Berasal dari batuan pasir kuarsa, tuff vulkanik, dan bersifat asam. Memiliki ciri tanah yang kandungan mineralnya telah berkembang dengan tekstur tanah lempung gingga berpasir, bersifat asal dengan pH <5,5. Memiliki tingkat kesuburan cenderung rendah hingga sedang dengan warna tanah merah hingga kuning, dan sangat peka terhadap erosi.

Podsol

Berasal dari batuan induk pasir dengan tekstur lempung hingga berpasir. Memiliki sifat sangat asam sehingga tingkat kesuburan tanah ini rendah. Memiliki persebaran di wilayah Papua Barat dan Kalimantan Tengah.

Tanah Andosol

Berasal dari bahan induk abu vulkanik, memiliki warna coklat hingga hitam, memiliki kandungan organic yang tinggi sehingga bersifat subur, sangat gembur, kejenuhan basa tinggi, daya absorpsi sedang, dan peka terhadap erosi.

Tanah Mediteran Merah Kuning

Berasal dari batuan limestone. Banyak tersebar di wilayah yang beriklim subhumid, memiliki tekstur geluh hingga lempung, memiliki pH agak netral hingga basa, daya absorbs sedang, dan peka terhadap erosi.

Contoh Soal Latihan

Ciri tanah andosol yang banyak ditemukan di pulau jawa

– Mineral mudah lapuk
– Kaya akan unsur hara
– Tanahnya sangat subur sehingga dapat digunakan sebagai areal pertanian
– Banyak mengandung abu vulkanik
Tanah andosol merupakan tanah yang berasal dari abu gunung api. Tanah ini sangat mudah ditemukan di lereng-lereng gunung api seperti di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Minahasa. Tanahnya yang kaya akan unsur hara membuat beberapa tanaman hijau cocok ditanam diatasnya

Tanah yang bahan induknya berasal dari sisa-sisa bahan pepohonan yang terendam di rawa-rawa dinamakan apa?

Tanah gambut. Tanah gambut terbentuk di lahan rawa yang mana terdapat tumbuhan yang sudah luruh dan mengalami pembusukan. Tanah gambut memiliki kadar keasaman yang tinggi serta kondisi yang anaerob.

Daftar Pustaka

  • Indratmoko, Satria. 2020. Slide Presentasi Kuliah Kerja Lapang 1 : Materi Tanah. Depok : Universitas Indonesia
  • Matri Pedosfer. Quipper. https://www.quipper.com/id/blog/mapel/geografi/materi-pedosfer-kelas-10/#gsc.tab=0.
  • Prolog Materi Tanah. Zenius Education. https://www.zenius.net/prologmateri/geografi/a/1151/jenis-tanah
  • Soal UN dan Jenis-jenis tanah. http://geograpik.blogspot.com/2018/03/soal-un-jenis-jenis-tanah.html

Baca juga