Home / Fisika / tata surya

Tata Surya

  • 9 min read
Loading...

Penulis : Rian, Mahasiswa Universitas Indonesia Jurusan Fisika

Ditinjau dan edit kembali oleh Deyan Prashna, Departemen Fisika, FMIPA, Universitas Indonesia, 5 Agustus 2020

Pengertian Tata Surya

Tata surya ialah kumpulan benda langit yang terdiri atas matahari dan semua objek yang terikat dengan gaya gravitasi.

Tata surya merupakan sebuah sistem yang terdiri dari matahari, planet, asteroid, dan satelit yang bergerak mengelilingi matahari dimana matahari berperan seagai pusat dari tata surya.

Tata surya berada dalam galaksi Bima Sakti (Milky Way) dimana galaksi ini terdiri dari miliaran bintang dengan diameter sekitar 100.000 tahun cahaya. Sungguh sangat luas sekali alam semesta ini dan tak terhingga!

Tata Surya terletak di sabuk minor yang bernama orion. Alam semesta ini berasal dari ledakan yang sangat dahsyat sebagaimana dalam teori Big Bang.

Dari ledakan tersebut terbentuklah benda-benda langit yang menyusun galaksi-galaksi.

Kita semua mengetahui hampir keseluruhan anggota tata surya. Matahari sebagai pusat, diikuti delapan planet, sabuik asteroid diantara Mars dan Jupiter, sabuik kuiper yang beranggotakan

Loading...
pluto dan teman-temannya, serta jauh diluar itu ada lapisan berisi objek2 besar beku tempat komet bersal yaitu Awan Oort. Masing-masing planet memiliki ciri khas tersendiri, dan kita akan membahasnya satu-satu.

Matahari sebagai bintang yang sangat panas. Planet-planet dan semua benda angkasa di Tata Surya memiliki gaya gravitasi masing-masing sehingga posisi mereka akan selalu seimbang.

Planet-planet melakukan rotasi dan revolusi pada periode tertentu. Semakin jauh posisi planet dari matahari, maka semakin lama periode revolusinya, dan sebaliknya.

Planet dalam Tata Surya dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam merupakan kelompok planet dengan posisi yang paling dekat dengan matahari.

Contohnya, Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan planet luar merupakan kelompok planet dengan posisinya setelah Mars. Contohnya Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Pengelompokkan planet dalam dan luar didasarkan atas adanya sabuk asteroid di antara Mars dan Jupiter. Terdapat ribuan asteroid yang mengelilingi Matahari dan terletak diantara Mars dan Jupiter.

Planet tata surya dalam ukuran yang diskalakan
Planet tata surya dalam ukuran yang diskalakan

Perbandingan ukuran dan jarak

Biasanya di dalam astronomi, para ahli sering menggunakan satuan jarak seperti AU (Astronomical Unit, jarak dari matahari ke bumi = 150,000,000 km), atau parsec (1 parsec = 206,265 AU) untuk jarak objek yang lebih jauh lagi.

Kita akan menjabarkan ukuran masing-masing objek, lalu mencoba menyekalakannya agar mendapat interretasi seberapa jauh sebesar perbadingan objek itu sebenarnya. Diameter matahari = 1,391,016 km; diameter bumi = 12,742 km; jarak bumi ke matahari = 149,600,000 km (dibulatkan menjadi 150.000.000 untuk 1 AU). Dari bumi ke Jupiter 793,751,290 km.

Untuk perbandingan agar mudah dibandingkan: Bumi kira-kira 1.3 cm, dan matahari = 1.5 meter. Dengan skala yang kita pertahankan, maka merkurius berjarak 64 m dari matahari, venus 120 m, bumi 172 m, mars 269 m. bagaimana dengan planet jovian? Harusnya berkali lipat bukan, karena jarak yang diisi sabuk asteroid. Jarak jupiter dengan matahari dalam skala ini adalah = 0,92 km, dan ukuranya kira-kira 15 cm.

Perbandingan sifat antar planet

Planet dari Venus menuju Mars, disebut planet Terrestrial. Sementara dari Jupiter sampai Uranus disebut Jovian. Disebut terrestial (latin terra = bumi) karena memiliki struktur bebatuan dan ukuran kecil serta massa yang juga kecil. Selain Merkurius, tiga lainnya memiliki atmosfer dengan kandungan berbeda-beda. Sementara Jovian, semuanya memiliki permukaan gas, ukuran raksasa, dan jangan lupa banyaknya bulan yang dimiliki planet-planet Jovian. Terrestrial terletak bagian dalam relatif dari sabuk asteroid, sementara semua Jovian terletak bagian luarnya. Lalu terpikir oleh kita, kenapa bisa sebegitu teraturnya tatanan planet kita?

Kembali ke awal pembentukan tata surya, sisi jauh memiliki pengaruh gaya gravitasi matahari (atau pusat cakram ketika awal-awal pembentukan) sehingga memiliki kesempatan mengumpulkan massa lebih banyak. Dan ketika objek semakin besar, maka semakin kuat untuk menangkap unsur-unsur gas yang berada disekitar objek.

Baca juga:

Semenjak misi teleskop Kepler dijalankan per 2014, kita telah menemukan lebih dari 4000 planet yang mengitari bintang di luar tata surya kita. Sebutan planet ini adalah eksoplanet. Menariknya, beberapa diantara planet tersebut diketahui mengitari dua buah bintang atau disebut double-star-system seperti sistem Kepler-47 dengan tiga planet dan dua bintang.

Susunan Tata Surya

Tata surya terdiri dari Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Berikut penjelasannya:

Matahari

Matahari merupakan bintang panas raksasa dan menjadi pusat bagi Tata Surya. Matahari memiliki diamater sekitar 1,4 juta km dengan massa 332. 830 kali dari bumi.

Matahari terdiri dari 3 bagian, yaitu inti, fotosfer, kromosfer, dan korona. Inti Matahari sangat padat dan memiliki suhu sekitar 15 juta Kelvin dimana pada inti tempat terjadinya reaksi fusi nuklir dan menghasilkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik (GEM). Bagian fotosfer memiliki suhu sekitar 6.000 K dengan ketebalan sekitar 300 km.

Sedangkan pada bagian kromosfer memiliki ketebalan sekitar 2.000 km dengan suhu sekitar 4.500 K. Kemudian, bagian terluar matahari adalah korona dengan ketebalan sekitar 700.000 km dan suhunya dapat mencapai 1 juta Kelvin.

Merkurius

Merkurius merupakan planet terdekat dengan matahari dan berjarak sekitar 58 juta km. Planet ini merupakan planet terkecil di Tata Surya. Diameter planet ini sekitar 4.862 km.

Planet ini membutuhkan 88 hari untuk berevolusi dan 59 hari untuk berotasi. Suhu di planet ini sangat ekstrim dimana pada siang hari dapat mencapai 180’C , sedangkan malam harinya dapat mencapai 450’C.

Planet ini tidak memiliki satelit alami.

Venus

Venus berjarak sekitar 158 juta km dari matahari dan merupakan planet paling terang setelah matahari dan bulan. Komposisi planet ini dan gaya graviasinya mirip dengan bumi.

Loading...

Namun, tekanannya dapat 92 kali lebih tinggi dari bumi. Planet ini membutuhkan 224,7 hari untuk berevolusi.

Planet ini merupakan planet terpanas di tata surya dengan suhunya dapat mencapai 735 K.

Bumi

Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya yang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Pada planet ini terdapat oksigen, karbon dioksida dan lapisan ozon yang mendukung kehidupan.

Dibutuhkan waktu selama 365,26 hari untuk berevolusi. Bentuk bumi oval akibat rotasi dari bumi itu sendiri.

Rotasi bumi mengakibatkan terjadinya siang dan malam. Sedangkan revolusi bumi mengakibatkan terjadinya pergantian musim.

Bumi memiliki diameter sebesar 12.756 km dengan keliling 40.070 km. Suhu di bumi stabil untuk kehidupan bila dibandingkan dengan planet lainnya.

Mars

Planet ini merupakan planet terkecil kedua setelah merkurius dengan diameter 6.800 km. Revolusi planet ini selama 687 hari dengan periode rotasinya selama 24,6 jam.

Planet ini berwarna merah (disebut juga sebagai planet merah) sebagai akibat dari oksidasi besi di permukaan. Karakteristik dari planet ini yaitu memiliki lapisan atmosfer yang tipis, terdapat kawah, arus lahar gunung berapi, padang pasir, lembah, dsb.

Kata Mars diambil dari bahasa Romawi yang berarti dewa perang. Planet ini memiliki satelit alami yang benama Phobos dan Deimos dengan bentuk yang tidak beraturan.

Jupiter

Jupiter merupakan planet terbesar dalam sistem Tata Surya dengan massa seperseribu massa matahari dan 2,5 kali dari massa seluruh planet di Tata Surya. Planet ini mampu menampung 1.300 kali bumi dan planet ini berdiameter 142.800 km.

Planet ini merupakan bola gas raksasa dengan kandungan gasnya terdiri dari hidrogen dan helium. Planet ini berotasi selama 9,8 jam dan 12 tahun untuk berevolusi.

Pada planet ini pun terdapat sabuk gas berwarna merah yang menyebabkan terjadinya badai besar di permukaannya.

Saturnus

Planet ini merupakan planet terbesar kedua dalam sistem Tata Surya. Planet ini memiliki cincin yang melingkarinya.

Cincin ini terdiri dari gas beku dan berbagai butiran. Butiran tersebut menurut para ahli berasal dari satelit alami Saturnus yang berbenturan dengan planet lainnya.

Planet ini membutuhkan waktu revolusi selama 29,46 tahun dengan rotasi selama 10 jam 40 menit 24 detik. Pada setiap 378 hari, planet in berada dalam satu garis lurus dengan matahari dan bumi.

Uranus

Planet ini merupakan planet terbesar ketiga dalam sistem Tata Surya. Planet Uranus merupakan planet terdingin dengan suhu minimal mencapai -224’C.

Waktu yang dibutuhkan planet ini untuk berotasi selama 11 jam dengan revolusi selama 4 tahun. Arah rotasi planet ini ke depan menghadap matahari.

Hal tersebut diakibatkan adanya tumbukan dengan objek langit sehingga arah rotasinya menjadi bergeser. Objek tersebut menjadi hancur dan membentuk cincin tipis di sekeliling Uranus.

Jarak planet ini dari matahari adalah 2,78 juta km dengan diameter 50.100 km.

Neptunus

Planet ini merupakan planet terbesar keempat dalam sistem Tata Surya. Planet Neptunus merupakan planet paling berangin di Tata Surya.

Planet ini juga memiliki cincin tipis yang mengelilinginya. Badai sering terjadi di planet ini.

Planet ini 17 kali lebih besar dari bumi. Jarak planet ini dari matahari adalah 4,45 juta kilometer.

Periode revolusi planet ini adalah 164,8 tahun dengan waktu rotasi selama 16,1 jam. Atmosfer terluar dari planet ini sangat dingin dengan suhu mencapai -218’C.

Kesimpulan

Tata Surya merupakan sebuah sistem yang terdiri dari matahari, planet, asteroid, dan satelit yang bergerak mengelilingi matahari dimana matahari berperan seagai pusat dari Tata Surya. Tata Surya berada dalam galaksi Bima Sakti.

Planet-planet dalam tata surya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Urutan dari planet merkurius sampai Mars merupkan planet dalam, sedangkan urutan dari planet Jupiter sampai Neptunus merupakan planet luar.

Terdapat satuan ukuran dan jarak tertentu yang digunakan dalam sistem Tata Surya.

Daftar Pustaka

  • Canegie Science | Earth & Planet Laboratory. “Steam World: The Mystery of How Gas Giant Form) https://dtm.carnegiescience.edu/news/steam-worlds-mystery-how-gas-giants-form diakses 2 April 2020
  • Murray, Steve. “Third Planet Found Orbiting Binary Star-System Kepler 47” https://skyandtelescope.org/astronomy-news/third-planet-found-orbiting-binary-star-system/ diakses 3 April 2020
  • NASA Exoplanet Archieve. “Exoplanet and Candidates Statistics” https://exoplanetarchive.ipac.caltech.edu/docs/counts_detail.html diakses 2 April 2020
  • NASA Solar System Exloration. “By The Number | Sun” https://solarsystem.nasa.gov/solar-system/sun/by-the-numbers/ diakses 2 April 2020
  • NASA Solar System Exlopration. “Oort Cloud” https://solarsystem.nasa.gov/solar-system/oort-cloud/in-depth/ diakses 3 April 2020
  • NASA Solar System Exlopration. “Jupiter’s Moon” https://solarsystem.nasa.gov diakses 3 April 2020
  • NASA Solar System Exlopration. “Encladus” https://solarsystem.nasa.gov/moons/saturn-moons/enceladus/in-depth/ diakses 3 April 2020
  • NASA Space Place. “Asteroid and Meteor” https://spaceplace.nasa.gov/asteroid-or-meteor/en/ diakses 3 April 2020
  • PBS. “Terrestrial and Jovian Planet https://www.pbs.org/wgbh/nova/teachers/activities/3113_origins_07.html diakses 2 April 2020
  • Redd, Nola Taylor. “Asteroid Belt: Fact & Formation” https://www.space.com/16105-asteroid-belt.html Sdiakses 3 April 2020
  • Space[dot]com. “Dwarf planets: Science & Fact About the Solar System’s Smaller Worlds” https://www.space.com/15216-dwarf-planets-facts-solar-system-sdcmp.html diakses 3 April 2020.
  • The Planet. “Distance Between Planet” https://theplanets.org/distances-between-planets/ diakses 3 April 2020
  • Hanna, Yomi. 2020. Planet Tata Surya Dibagi Menjadi Planet Dalam dan Planet Luar, Apa Perbedaan Keduanya? Diperoleh dari https://bobo.grid.id/amp/08679490/planet-tata-surya-dibagi-menjadi-planet-dalam-dan-planet-luar-apa-perbedaan-keduanya (diakses pada 5 Agustus 2020).
  • Mirza, Muhammad. Sistem Tata Surya dan Planet-Penjelasan, Ciri, dan Gambarnya. Diperoleh dari saintif.com/sistem-tata-surya/amp/ (diakses pada 5 Agustus 2020).

Baca juga:

Loading...
Loading...