Home / B. Indonesia / teks negoisasi

Teks Negoisasi

  • 9 min read
Loading...

Penulis: Binti Muroyyanatul `A.,S.Pd., alumnus Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah, Universitas Negeri Malang

Pengertian Teks Negoisasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi diartikan sebagai proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain. Jadi, dapat dikatakan bahwa teks negosiasi merupakan suatu teks yang menjelaskan proses atau kejadian yang berisi tawar-menawar antara dua pihak atau lebih untuk menyepakati suatu perbedaan kepentingan.

Negosiasi biasanya dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan keinginan atau kepentingan tertentu antara pihak satu dengan yang lain. Negosiasi merupakan hal yang wajar dilakukan seseorang dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai kesepakatan sehingga masing-masing pihak dapat meraih tujuan yang diinginkan.

Mahsun (2018:20) menjelaskan bahwa teks negosiasi merupakan salah satu jenis teks transaksional yang memiliki tujuan sosial untuk menegosiasikan hubungan, informasi barang, dan layanan atau jasa.

Negosiasi penting dilakukan dalam kehidupan sebagai salah satu bentuk usaha meraih suatu tujuan yang

Loading...
diinginkan, khususnya yang berhubungan dengan pihak lain. Melalui negosiasi, seseorang dituntut untuk bisa memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Negosiasi membutuhkan kemampuan mempengaruhi orang lain melalui argumen dan persuasi. Negosiasi dapat terjadi jika unsur-unsurnya terpenuhi.

Unsur-Unsur dalam Teks Negosiasi

  1. Topik atau masalah yang dinegosiasikan. Topik atau masalah ini biasanya berupa perbedaan pendapat atau perbedaan kepentingan antara satu pihak dengan pihak lain.
  2. Negosiator pertama, merupakan pihak pertama yang melakukan negosiasi. Negosiator 1 ini bisa berupa perseorangan atau kelompok.
  3. Negosiator kedua, merupakan pihak kedua yang diajak bernegosiasi. Negosiator 2 ini bisa berupa perseorangan atau kelompok.
  4. Kesepakatan atau ketidaksepakatan antarnegosiator. Kesepakatan yang dihasilkan dari proses negosiasi dapat berwujud tiga hal, yaitu (1) lebih menguntungkan negosiator 1, (2) lebih menguntungkan negosiator 2, atau (3) menguntungkan kedua belah pihak.
Contoh negosiasi formal yang dilakukan dalam rapat redaksi
Gambar 1. Contoh negosiasi formal yang dilakukan dalam rapat redaksi

Bentuk Negosiasi

Negosiasi banyak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh beragam lapisan masyarakat. Negosiasi dapat menggunakan ragam bahasa lisan maupun ragam bahasa tulis. Selain itu, negosiasi dapat bersifat formal maupun nonformal. Negosiasi yang menggunakan ragam bahasa lisan menghendaki adanya orang kedua atau teman bicara yang berada di depan pembicara sedangkan negosiasi yang menggunakan ragam bahasa tulis tidak mengharuskan teman bicara berada di depan mata (Arifin dan Tasai, 2009).

Negosiasi yang menggunakan ragam bahasa lisan sangat terikat pada kondisi, situasi, ruang, dan waktu. Unsur-unsur gramatikal kalimat biasanya tidak terlalu diperhatikan. Yang penting dalam negosiasi lisan adalah gerak, mimik, anggukan, dan intonasi. Contoh negosiasi yang menggunakan ragam bahasa lisan yaitu negosiasi antarteman atau kelompok sebaya, kakak dengan adik, pedagang dengan pembeli di pasar atau toko, antaranggota keluarga di rumah, dan sebagainya. Negosiasi-negosiasi tersebut menggunakan ragam bahasa lisan dan cenderung bersifat nonformal.

Ada pula negosiasi yang menggunakan ragam bahasa lisan, tetapi bersifat formal. Contoh yang dapat ditemui yaitu negosiasi antarpihak yang membicarakan bisnis besar, negosiasi yang terjadi dalam rapat di kantor, negosiasi dalam rapat petinggi sekolah, lembaga resmi pemerintah, negosiasi di persidangan, dan sebagainya. Negosiasi-negosiasi tersebut biasanya terikat dengan situasi formal yang harus diperhatikan para negosiator.

Negosiasi yang menggunakan ragam bahasa tulis tidak terikat pada kondisi, situasi, ruang, dan waktu, tetapi harus memperhatikan unsur-unsur gramatikal kalimat. Negosiasi yang menggunakan ragam bahasa tulis biasanya berbentuk proposal, surat penawaran, surat pengajuan, dan sebagainya. Proposal, surat penawaran, dan bentuk negosiasi tulis lain harus memperhatikan setiap kata atau kalimat yang digunakan agar sesuai dengan aturan ragam bahasa tulis yang berlaku. Susunan kalimat dan struktur isi harus diperhatikan dengan baik.

Struktur dan Contoh Teks Negosiasi

Pada dasarnya, setiap teks dalam bahasa Indonesia memiliki struktur pembuka, isi, dan penutup. Demikian halnya dengan negosiasi. Teks negosiasi memiliki struktur orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup.

Namun, dalam praktiknya, khususnya dalam komunikasi lisan, tidak semua struktur itu terjadi, apalagi dalam negosiasi sehari-hari. Struktur yang muncul hanya intinya saja, yang penting tujuan sudah tercapai. Demikian pula dalam kehidupan sehari-hari, apabila kita hendak melakukan negosiasi, kita tidak perlu menulis terlebih dahulu teks negosiasi yang akan kita lakukan. Negosiasi tersebut dapat berjalan secara spontan.

Struktur Keterangan Contoh
OrientasiBerisi pengenalan negosiasi yang terjadi, meliputi siapa yang bernegosiasi, di mana negosiasi terjadi, dan apa yang dinegosiasikan. Bagian orientasi dapat pula berupa sapaan atau salam.Suatu hari, Rosi dan Risma ingin menyiapkan es buah sebagai santapan berbuka puasa. Mereka memutuskan untuk berbelanja buah ke pasar. Setelah berkeliling, mereka berhenti di satu penjual buah.
Risma  : “Permisi, Bu.”
Penjual : “Silakan, Mbak.”
PengajuanBerisi pengajuan awal dari negosiator pertama kepada negosiator kedua tentang hal yang ingin dinegosiasikan.Risma   : “Bu, kami mau membeli buah.”
Penjual : “Iya, Mbak. Silakan dipilih. Ini ada semangka, blewah, bengkoang, jeruk. Mbak mau buah apa?
Rosi      : “Kami mau beli blewah, Bu.”
PenawaranBerisi tawar-menawar antara negosiator pertama dengan negosiator kedua tentang hal yang dinegosiasikan. Dalam bagian ini, masing-masing negosiator mengemukakan pendapat yang kuat untuk melemahkan pendapat lawan sehingga pengajuannya disepakati.Risma  : “Blewahnya berapa, Bu?”
Penjual : “Rp15.000, 00 per kg, Mbak.”
Rosi       : “Wah, apa tidak bisa dikurangi, Bu?”
Penjual : “Harganya memang segitu, Mbak. Ini kan lagi Ramadan, jadi banyak permintaan sementara buahnya terbatas.”
Risma  : “Tolong dikurangi sedikit, Bu. Lagipula ini sudah agak keriput sehingga tidak terlalu segar.”
Penjual : “Memangnya Mbak mau beli banyak?” Risma  : “Kami mau beli 3 buah, Bu.”
Penjual : “Ya sudah. Saya turunkan jadi Rp12.000,00 ya, Mbak?”
Rosi      : “Dikurangi lagilah, Bu. Kami kan beli cukup banyak.”
KesepakatanBerisi keputusan akhir antara negosiator pertama dan negosiator kedua tentang hal yang dinegosiasikan. Kesepakatan ini dapat berupa persetujuan maupun ketidaksetujuan.Risma  : “Kami akan beli 4 buah jika harganya turun jadi Rp10.000,00, Bu. Bagaimana?” Penjual : “Baiklah kalau begitu. Saya setuju. Tapi kita jadi langganan ya?”
Risma  : “Iya, Bu.”
PenutupBerisi reorientasi atau kata-kata penutup setelah negosiasi berakhirRisma  : “Ini uangnya, Bu.”
Penjual : “ Ini buahnya. Terima kasih.”
Risma  : “Sama-sama, Bu.”  
Risma dan Rosi pun pergi, kemudian belanja kebutuhan lain. Setelah itu, mereka pulang dan bersiap membuat es buah.

Kaidah Kebahasaan Negosiasi

Berdasarkan karakter dan fungsi negosiasi, teks negosiasi memiliki kaidah kebahasaan yang melekat erat dengan bentuknya. Berikut kaidah kebahasaan negosiasi.

  1. Negosiasi merupakan teks yang banyak dipraktikkan seseorang dalam komunikasi sehari-hari sehingga lebih banyak berbentuk percakapan. Oleh karena itu, teks negosiasi banyak menggunakan kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. Kalimat langsung merupakan kalimat yang menggunakan rujukan atau kutipan langsung pembicara. Kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang tidak menggunakan kutipan langsung pembicara melainkan dinarasikan.

Kalimat langsung

Kalimat tidak langsung

“Berapa harga blewah, Bu?” tanya Risma.

Risma menanyakan harga blewah kepada penjual.

“Buah ini sudah saya jual murah, Mbak,” kata penjual.

Penjual itu mengatakan bahwa buahnya dijual murah.

2. Negosiasi memiliki tujuan agar pengajuan seseorang disepakati oleh lawan sehingga negosiasi banyak menggunakan kalimat persuasif. Kalimat persuasif merupakan kalimat yang berfungsi untuk mempengaruhi orang lain. Kalimat ini biasanya ditandai dengan penggunaan kata mohon, harap, sebaiknya, dan sebagainya.

Loading...

3. Negosiasi sering kali menggunakan kalimat bersyarat sebagai penawaran yang diberikan pada lawan agar menuruti pengajuan negosiator. Kalimat bersyarat biasa ditandai dengan kata jika, maka, seandainya, dan sebagainya.

4. Negosiasi merupakan teks dialogis, artinya percakapan antarpihak sehingga sering menggunakan kata sapaan, seperti Pak, Bu, Anda, Saudara, dan sebagainya. Negosiasi juga banyak menggunakan kata ganti, seperti aku, saya, kamu, dia, mereka, dan sebagainya.

5. Negosiasi menggunakan bahasa yang santun agar pengajuan negosiator disepakati pihak lawan. Kesantunan berbahasa ini ditunjukkan dengan sapaan yang baik, ucapan permisi, permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan sebagainya.

Contoh negosiasi nonformal yang terjadi di pasar
Gambar 2. Contoh negosiasi nonformal yang terjadi di pasar

Contoh Soal Latihan

  1. Negosiasi dilakukan untuk ….
  2. Struktur negosiasi yang berupa pernyataan dari negosiator pertama untuk meminta negosiator kedua untuk melakukan sesuatu sesuai keinginannya disebut…
  3. Perhatikan kutipan berikut!

Ami : “Bisa bicara sebentar, Pak?” (1)

Pak Edi : “Ada apa, ya?” (2)

Ami : “Begini, Pak. Saya, ‘kan, sudah cukup lama bekerja di perusahaan ini. Bolehkah saya minta kenaikan gaji?” (3)

Pak Edi : “Memangnya kamu sudah berapa tahun kerja di sini?” (4)

Ami : “Masa Bapak lupa? Saya sudah sekitar tiga tahun kerja di sini dan sejak masuk belum pernah mengalami kenaikan gaji.” (5)

Pernyataan yang berisi penyampaian maksud negosiasi ditandai dengan nomor….

4. Sebutkan contoh negosiasi yang terjadi di sekolah!

5. Buatlah kalimat tidak langsung berikut menjadi kalimat langsung!

Reno menanyakan pada Rafi tentang hadiah yang akan mereka peroleh jika mengikuti lomba cerdas cermat dan berhasil menang.

Kunci Jawaban

  1. Mencapai kesepakatan.
  2. Pengajuan
  3. Kalimat nomor 3
  4. Negosiasi tempat dan waktu belajar kelompok, negosiasi pembagian tugas, negosiasi pilihan jajan di kantin, negosiasi hadiah untuk siswa berprestasi, dan sebagainya.
  5. “Jika kita mengikuti lomba cerdas cermat itu, lalu berhasil menang, apa hadiah yang akan kita peroleh, Fi?” tanya Reno.

Pertanyaan Umum

Apa yang disebut dengan teks negosiasi?

Teks negosiasi adalah suatu teks yang berisi tentang proses tawar-menawar antara dua pihak atau lebih yang memiliki perbedaan kepentingan untuk mencapai suatu kesepakatan.

Apakah seseorang perlu menulis teks negosiasi sebelum melakukan negosiasi?

Tidak perlu. Sebab, negosiasi dalam kehidupan sehari-hari dapat berjalan secara spontan. Teks negosiasi merupakan bentuk tertulis dari negosiasi yang telah terjadi. Namun, untuk negosiasi tertentu yang bersifat khusus, yang perlu ditulis bukan proses jalannya negosiasi, tetapi argumen penguat yang harus dikumpulkan agar negosiasi berhasil mencapai kesepakatan yang menguntungkan.

Unsur apa yang harus ada dalam negosiasi?

Ada 4 hal yang harus ada dalam negosiasi dan teks negosiasi, yaitu (1) masalah yang melatarbelakangi adanya negosiasi, yaitu perbedaan kepentingan antara dua pihak atau lebih, (2) pihak negosiator pertama yang melakukan pengajuan, (3) pihak negosiator kedua yang menjadi lawan negosiator pertama, dan (4) kesepakatan atau ketidaksepakatan yang terjadi antarnegosiator setelah melakukan proses negosiasi.

Bagaimana struktur teks negosiasi?

Struktur negosiasi terdiri atas: (1) orientasi, berisi pengenalan atau pendahuluan dalam negosiasi, (2) pengajuan, berisi pernyataan pertama dari negosiator pertama untuk mengungkapkan hal yang diajukan, (3) penawaran, berisi beragam argumen tawar-menawar antara negosiator pertama dan negosiator kedua, (4) kesepakatan, berisi hasil akhir atas negosiasi yang dilakukan, dan (5) penutup.

Bagaimana strategi yang dapat dilakukan agar negosiasi berhasil?

Negosiator dapat menggunakan bahasa yang santun, menggunakan sapaan yang sopan, dan menggunakan argumen yang kuat dan bersifat persuasif, ajakan, atau bujukan sehingga lawan mau mengikuti permintaan negosiator.

Daftar Pustaka

  • Arifin, E.Z. dan Tasai, S.A. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Pressindo.
  • Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V 0.3.2 Beta (32).
  • Mahsun. 2018. Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Baca juga

Loading...
Loading...