Home / Biologi / tumbuhan monokotil

Tumbuhan Monokotil

  • 7 min read

Penulis : Rizkia Afriani, Mahasiswi Biologi IPB

Pengertian Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil atau biasa disebut monocot merupakan subklas dari tumbuhan berbunga (angiospermae), dengan biji hanya mengandung satu kotiledon atau satu daun embrionik.

Monokotiledon memiliki spesies sekitar 60.000. Family dari kelompok ini dengan jumlah spesies terbesar adalah anggrek, lebih dari 20.000 spesies. Sekitar setengah dari jumlah spesies termasuk dalam jenis rerumputan (Poaceae), yang merupakan family monokotil yang paling penting.

Monokot membentuk kelompok monofiletik, artinya mereka terbagi dalam sejarah evolusi yang sama. Dipercaya secara meluas, monocot berasal dari eudikot primitive.

Beberapa fosil monokot paling awal yang diketahui adalah serbuk sari yang berasal dari zaman Apatia pada zaman Kapur awal (125 juta-113 juta tahun lalu). Studi molekular (penggunaan DNA) menunjukkan bahwa monokot mungkin berasal paling awal 140 juta tahun yang lalu.

Evolusi diversifikasi diantara monokotil, terutama tidak adanya kambium vaskular yang khas dan daun yang berurat-pararel dari pada daun yang berurat-jala. Hal ini menunjukkan kelompok ini merupakan kelompok kosmopolitan dalam pendistribusannya di daratan. Mereka juga tumbuh di danau, kolam, dan sungai, dan terkadang mengambang bebas tetapi lebih sering berakar ke dasar perairan.

Beberapa monokot tumbuh di zona intertidal di sepanjang pantai, dan beberapa tumbuhan laut terendam berakar ke dasar laut yang cukup dangkal di sepanjang pantai.

Baca juga tulisan dari bacaboy:

Karakteristik tumbuhan monokotil

1.Kotiledon tunggal

Kotiledon tunggal
Gambar 1 kotiledon tunggal monokoti

Kotiledon merupakan daun pertama yang diproduksi oleh tumbuhan. Kotiledon tidak dianggap sebagai daun sejati dan disebut biasanya dengan daun biji, karena mereka bagian dari biji atau embrio tumbuhan. Tumbuhan monokot memiliki embrio dengan kotiledon tunggal.

Kotiledon dalam monokotil dengan struktur yang disebut scutellum dan merupakan hasil perkembangan embrio. Scutellum terhubung ke embrio oleh jaringan pembuluh/angkut.

2. Batang

Monokot memiliki batang melingkar dengan cabang lateral. Batang tidak memiliki kutikula tebal dan epidermis berlapis tunggal.

struktur batang monokotil

Bagian melintang batang monokot terdiri dari bagian-bagian:

a. Epidermis : Epidermis adalah lapisan parenkim cuticularised uniseriate terluar dengan stomata. Tersusun dari sel-sel berbentuk barel teratur tanpa epidermal rambut batang.

b. Hypodermis : Hypodermis adalah bagian epidermis internal, yang tersusun rapi dari oleh sklerenkim tanpa ruang antar sel. Hal ini memberikan kekuatan mekanik pada tumbuhan.

c. Ground tissues (jaringan dasar) : Jaringan dasar merupakan jaringan parenkim yang tidak berdiferensiasi mrnjadi korteks, endodermis, prickle, dan empulur seperti pada dikotil. Sel-selnya lebih kecil dan berbentuk polygonal, tersusun rapat (menuju pusat) atau tersusun longgar (menuju perifer). Jaringan pembuluh tersebar di dalam jaringan ini serta sel-selnya mengandung bahan cadangan makanan.

d. Vascular bundles (jaringan pembuluh/angkut) : Merupakan konjoint, kolateral, dan tertutup. Terdiri dari 2 jenis yaitu besar dan lebih kecil yang tersebar pada jaringan dasar tanpa urutan (atactostele). Jaringan pengangkut besar terletak kearah pusat dengan jumlah lebih sedikit dan pembuluh pengangkut kecil kearah pinggir dengan jumlah yang lebih banyak. Jaringan pengangkut memiliki garis oval dan dikelilingi oleh skelerenkim yang membungkus xylem dan floem.

  • Xylem : Terdiri dari pembuluh, trakeid, parenkim xylem, dan serat xylem. Pembuluh (vessel) berbentuk Y dengan pembuluh metaxylem dua putaran besar membentuk lengan dan pembuluh protoxylem tahunan atau spiral yang berukuran lebih kecil, membentuk dasar.
  • Floem : Terdiri dari pembuluh, sel-sel pengiring, parenkim floem dan serabut. Pembuluh terdiri dari dua bentuk yaitu sel tapis dan pembuluh tapis.

3. Bunga

Bagian bunga biasanya dalam kelipatan tiga, dan butiran serbuk sari memiliki aperture tunggal (atau alur).

bunga monokotil
Gambar 3 bunga monokotil

Bunga monokotil berbeda dengan eudikot terutama dalam jumlah masing-masing spesies. Jumlah kelopak atau sepal bunga monokot paling sering memiliki tiga atau kelipatannya.

4. Akar

Akar monokot tidak memiliki kambium vaskular (daerah perkembangan xylem sekunder dan floem, atau jaringan vaskular sekunder) dan tidak memiliki daerah penebalan sekunder.

akar monokotil

Akar monokot pada dasarnya mirip dengan eudikot. Banyak eudikot yang memiliki akar tunggang atau beberapa akar yang kuat, dengan beberapa percabangan, semua berasal dari akar embrionik (radikula). Taproot atau akar primer dalam sistem tersebut memiliki kambium pembuluh dan menebal oleh adanya pertumbuhan sekunder.

Sistem perakaran semacam ini tidak ditemukan pada tumbuhan monokotil. Akar primer yang berasal dari radikula embrio tidak berkembang sehingga tidak ada akar primer yang dihasilkan.

Sistem akar monokotil bersifat adventif yaitu akar lateral berasal dari batang atau dari hypocotyl (daerah transisi antara akar dan batang dalam embrio). Akarnya berbentuk silinder (ramping) dan berakar serat.

Struktur akar monokotil

a. Epiblema atau lapisan piliferous (Rhizodermis)

Merupakan lapisan terluar dari akar muda yag berdinding sel tipis. Beberapa sel tumbuh menjadi rambut akar. Baik epiblema dan rambut akar tidak memiliki kutikula. Mereka berfungsi dalam penyerapan air dan garam mineral. Pada akar yang tua, epiblema terlepas atau menjadi kedap udara. Akar memiliki satu lapis sel atau uniseluler.

b. Korteks

Merupakan wilayah sel parenkim yang sangat luas melingkupi ruang antar sel untuk pertukaran gas. Sel-sel korteks digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan. Kortek terdiri dari beberapa lapisan sel yang memiliki ruang antar sel.

Pada akar yang lebih tua, lapisan korteks menjadi berdinding tebal. Korteks akar monokotil memiliki tiga fungsi yaitu konduksi air dari rambut akar ke jaringan, sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, dan lapisan terluar korteks menghasilkan eksodermis sebagai pelindung akar yang lebih tua.

c. Endodermis

Endodermis berfungsi terutama dalam pengaturan keluar masuknya cairan.

Memiliki lapisan tunggal yang merupakan batasan dalam dengan korteks. Sel-sel berbentuk barel yang tidak terdapat ruang antar sel.

Sel-sel endodermal muda memiliki strip internal suberin dan lignin yang disebut sebagai pita kaspari. Namun, sulit dibedakan karena penambahan penebalan pada sel endodermal.

d. Pericycle

Merupakan sel yang terletak di bawah endodermis yang merupakan batas luar jaringan pembuluh. Pada monokotil, perikel tidak membentuk kambium dan hanya menghasilkan akar lateral. Perikel berupa sel parenkim berdinding tipis pada akar muda namun menebal di beberapa monokotil.

e. Pembuluh vaskular/angkut

Kumpulan vaskular tersusun dalam bentuk cincin di sekitar empulur sentral terdiri dari xylem dan floem.

f. Empulur

Merupakan pusat akar monokotil. Terdiri dari sel parenkim (berdinding tipis atau berdinding tebal) yang mungkin bulat atau bersudut. Terdapat ruang antar sel diantara sel empulur.

5. Daun

Daun monokotil
Gambar 5 Daun monokotil

Daun monokotil memiliki vena yang sejajar satu sama lain seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Namun tidak berarti semuanya memiliki vena yang sejajar.

Monokotil memiliki daun seperti rumput yang sempit. Vena berasal dari pangkal daun dan sejajar satu sama lain di setiap lobus daun.

Contoh Soal Latihan

  1. Mengapa monocot disebut juga monokotiledon?

Jawaban: karena monokotiledon berasal dari katanya sendiri yang berarti biji memiliki satu buah kotiledon

2. Sifat dari vaskular bundles atau pembuluh angkut pada batang monokot ?

Jawaban: Konjoint, kolateral, dan tertutup

3. Mengapa akar pada monokot disebut akar adventif?

Jawaban: karena akar berasal dari batang atau dari hypocotyl (daerah transisi antara akar dan batang dalam embrio) bukan dari akar primer.

Sumber Pustaka

  • Function of the cotyledons diakses pada https://www.saps.org.uk/
  • Monocotyledon diakses pada https://en.wikipedia.org/wiki/Monocotyledon
  • Monocotyledon diakses pada https://www.britannica.com/plant/monocotyledon
  • Monocot stem diakses pada https://www.sciencetopia.net/biology/botany/ monocot-stem
  • Monocots vs dicots diakses pada https://www.holganix.com/blog/monocots-vs-dicots-what-you-need-to-know
  • Monocot root diakses pada https://www.biologydiscussion.com
  • What are cotyledons monocots and dicots diakses pada https://www.thespruce. com/

Baca juga