Home / Biologi / tumbuhan paku

Tumbuhan Paku

  • 8 min read
Loading...

Penulis : Aldira Dina Tutazqiyah, Institut Pertanian Bogor, FMIPA, Biologi Angkatan 2019

Tumbuhan paku merupakan divisi kuno dari tanaman vaskular, beberapa diantaranya pada Zaman Karbon (dimulai sekitar 358,9 juta tahun lalu) dan mungkin lebih tua dari itu. Jenis siklus hidup tumbuhan paku bergantung pada spora untuk penyeban lama mendahului siklus hidup tanaman-benih.

Sebagai tanaman tanpa bunga, tumbuhan paku memberikan bentuk dan tekstur untuk taman tanpa mengandalkan bunga untuk menarik perhatian.

Meskipun tumbuhan paku memiliki ikatan yang sama dengan tanaman berbunga karena sistem pembuluh darahnya, mereka memiliki ciri yang berbeda karena metode reproduksinya. Tumbuhan paku menghasilkan spora dari daunnya, sedangkan tanaman berbunga menghasilkan biji dari bunganya.

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Tumbuhan paku termasuk tanaman vaskular yang tidak berbunga.
  • Memiliki akar, batang, dan daun kompleks.
  • Terdapat xilem dan floem.
  • Memiliki ukuran berkisar dari tanaman kecil film hanya setinggi 1,1 cm (0,39-0,47 inci) hingga paku pohon besar setinggi 10 hingga 25 meter
    Loading...
    (30 hingga 80 kaki).
  • Memiliki klorofil.
  • Daun muda menggulung.
  • Bereproduksi dengan spora.
  • Memiliki jumlah bervariasi.

Struktur Tumbuhan Paku

struktur tumbuhan paku

Tumbuhan paku memiliki tiga bagian utama yaitu rimpang, daun, dan struktur reproduksi yang disebut sporangia. Karakteristik dari tiga bagian utama tersebut digunakan untuk klasifikasi dan identifikasi.

Rimpang adalah batang tumbuhan paku. Rimpang terbagi menjadi tiga bentuk dasar, yaitu:

  • Rimpang tegak: massa padat yang memunculkan seberkas daun. Jenis rimpang ini terdapat pada pakis raja atau mahkota tumbuhan paku.
  • Rimpang yang tumbuh lateral: rimpang yang merayap di sepanjang atau di bawah tanah. Bahkan mungkin memanjat pohon. Contoh dari rimpang yang tumbuh lateral atau merayap adalah pakis benang.
  • Rimpang vertikal: rimpang yang dapat tumbuh memendek atau meninggi. Contoh dari rimpang vertikal adalah pakis perak.

Daunnya adalah daun pakis. Daun mungkin sederhana dan belum terbagi atau dapat dibagi menjadi beberapa divisi (Pinnae). Daun-daun baru dihasilkan dari rimpang. Daun melingkar dengan erat menjadi spiral dan perlahan mengendur saat mereka dewasa. Daun memiliki fungsi ganda. Fungsi utamanya adalah untuk fotosintesis, tetapi juga untuk reproduksi.

Spora tumbuh di dalam selubung yang disebut sporangia. Tropofil merupakan daun tumbuhan paku yang digunakan untuk proses fotosintesis, sedangkan sporofil merupakan daun tumbuhan paku yang digunakan untuk memproduksi spora.

Sporangia ditemukan di bagian bawah daun. Namun, tidak semua daun memiliki sporangia di bawahnya. Daun yang memiliki sporangia disebut daun subur. Di sebagian besar tumbuhan paku, pakis sporangia ditemukan dalam kelompok yang disebut sori/sorus yang dapat ditemukan patch coklat, hitam, atau orange di bagian bawah daun. Sporangia terbuka untuk melepaskan spora.

Habitat Tumbuhan Paku

habitat tumbuhan paku

Tumbuhan paku mayoritas hidup di daerah yang hangat dan lembab. Tumbuhan paku dapat tumbuh subur di daerah tropis, tumbuhan paku berkurang jumlahnya dengan garis lintang yang semakin tinggi dan berkurangnya persediaan air. Sedikit tumbuhan paku yang ditemukan di daerah kering dan dingin.

Tampilan keanekragaman tumbuhan paku terbaik terlihat di hutan hujan tropis, di mana hanya dalam beberapa hektar lebih dari 100 spesies dapat ditemukan. Beberapa diantaranya mungkin merupakan elemen dominan dari vegetasi. Selain itu, banyak spesies tumbuh sebagai epifit pada batang dan cabang pohon.

Beberapa family yang hidup di iklim tropis diantaranya Marratiaceae, Gleicheniaceae, Schizaeaceae, Cyatheaceae, Blechnaceae, dan Davalliaceae. Sebagain besar family lain terjadi di daerah tropis dan beriklim sedang. Hanya genera tertentu terutama yang beriklim sedang dan Arktik diantaranya Athyrium, Cystopteris, Dryopteris, dan Polystichum, bahkan cenderung meluas ke daerah tropis yang ditemukan di ketinggian tinggi di pegunungan dan gunung berapi.

Beberapa tumbuhan paku berperan dalam suksesi ekologis, tumbuh di celah-celah eksposur batu gundul dan di rawa-rawa terbuka dan rawa-rawa sebelum munculnya vegetasi hutan. Genus tumbuhan paku yang paling terkenal di belahan dunia yaitu Pteridium yang secara khas ditemukan di ladang tua atau hutan terbuka, di mana di sebagian besar tempat tersebut sering digantikan oleh vegetasi kayu.

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku berdasarkan spora terbagi menjadi tiga jenis sebagai berikut:

Homospora (Isospora)

Homospora terdapat di dasar air. Memiliki daun yang tipis dan panjang seperti lokio, tumbuh dengan lebat di cabang pendek batang, spermatozoid memiliki banyak flagel serta menghasilkan satu jenis spora.

Heterospora

Heterospora terbagi menjadi dua jenis spora yaitu makrospora dan mikrospora. Makrospora merupakan heterospora yang memiliki ukuran besar, sedangkan mikrospora merupakan heterospora yang memiliki ukuran kecil.

Peralihan

Tumbuhan paku peralihan berkembang menghasilkan spora yang bentuk dan ukuran yang sama, namun berbeda jenis kelamin. Tumbuhan paku peralihan menjadi dua macam yaitu prothalium jantan dan prothalium betina. Spermatozoid merupakan hasil dari prothalium jantan, sedangkan ovum merupakan hasil dari prothalium betina.

Tumbuhan paku berdasarkan ciri tubuhnya terbagi menjadi empat jenis sebagai berikut:

Psilopsida

Psilopsida memiliki dua genera yang hidup yaitu Psilotum dan Tmesipteris. Spora hanya memiliki rhizoid daun mikrofil. Batang cabang dikotomis berkali-kali. Sporangium berada dekat dengan puncak sporofil, homospory, monoecism. Spermatozoid berbentuk spiral. Psilopsida memiliki banyak flagel.

Loading...
Gambar 2 Psilotum nudum
Gambar 2 Psilotum nudum

Lycopsida

Spora pada Lycopsida memiliki diferensiasi batang dan daun akar, daun tersebut mikrofil hanya satu pelepah serta tidak ada celah folial. Sporangium berkembang menjadi strobile dan sphorophylls spike.

Sphenopsida

Sphenopsida pada batangnya memiliki simpul dan ruas yang jelas. Berdaun kecil berbentuk skala. Sporangium berada di atas cabang. Petite, homospora, dan spermatozoid sudah banyak flagel.

Pteropsida

Pteropsida merupakan tumbuhan paku sejati yang memiliki daun yang lebar. Pteropsida dapat ditemukan di daerah sub tropis maupun tropis.

Tumbuhan paku berdasarkan habitatnya terbagi menjadi tiga jenis sebagai berikut:

Paku Epifit

Paku epifit merupakan tumbuhan paku yang menempel di permukaan pohon inang. Pohon inang dimanfaatkan untuk memperoleh kondisi lingkungan tertentu. Nutrisi dan air didapat dari deposit yang berada di sekitar permukaan pohon inang. Contohnya family Asplenium.

Paku Akuatik

Paku akuatik merupakan tumbuhan paku yang hidup di permukaan air. Contohnya family Marsileaciae.

Paku Tanah

Paku tanah merupakan tumbuhan paku yang hidup di tanah, tebing terjal, ataupun tembok. Contohnya family Lyndsaya.

Reproduksi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki dua struktur kehidupan yang terpisah dalam siklus reproduksinya yaitu sporofit dan gametofit. Tumbuhan paku berdaun yang menghasilkan spora adalah sporofit. Ketika spora dilepaskan oleh sporangia dan mendarat di lingkungan yang sesuai, mereka dapat tumbuh menjadi tanaman kecil-gametofit. Tanaman yang hidup memiliki dua jenis organ reproduksi yaitu antheridia dan archegonia. Dalam kondisi lembab, terjadi pembuahan yang baik secara gametofit. Pemupukan memunculkan yang baru yaitu sporofit.

Ekologi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Tumbuhan paku dapat ditemukan dengan jenis yang beraneka ragam di beberapa lingkungan sesuai dengan habitat masing-masing. Pertumbuhan tumbuhan paku dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan paku adalah kompetisi antara tumbuhan paku itu sendiri untuk mendapat makanan atau tempat hidupnya.

Faktor abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan paku adalah suhu, kelembaban, kecepatan angin, intensitas cahaya, dan pH tanah. Kanopi yang luas dapat meningkatkan kelembaban serta pengurangan intensitas sinar matahari, sehingga ruang di bawah kanopi memiliki temperatur rendah dan relatif basah. Kelembaban tersebut menyebabkan beberapa tumbuhan paku tumbuh dengan optimal. Pada dasarnya tumbuhan paku menyukai tempat-tempat yang teduh dengan derajat kelembaban yang tinggi.

Penyebaran tumbuhan paku di kawasan hutan tropis disebabkan karena keadaan temperatur yang sesuai. Intensitas cahaya juga mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan paku, di mana sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari yang menentukan suhu. Sinar matahari merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk proses fotosintesis.

Untuk dapat memperoleh energi bagi pertumbuhan dan perkembangannya, tumbuhan paku memerlukan sejumlah cahaya minimal. Pengaruh kecepatan angin adalah dapat mempengaruhi persebaran spora tumbuhan paku yang berpengaruh pada heterogenitas dan distribusi tumbuhan paku. pH tanah juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tumbuhan paku karena memberikan pengaruh terhadap penyerapan unsur hara.

Selain tiu, kelembaban tanah juga mempengaruhi penyerapan unsur hara. Tanah yang berfungsi sebagai media pertumbuhan memiliki struktur yang padat dan lebih rapat sehingga dapat menyimpan air di dalamnya. faktor abiotik lain yang juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan paku adalah curah hujan. Curah hujan merupakan salah satu faktor penentu terpenuhinya ketersediaan air bagi tumbuhan.

Manfaat Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut:

  • Tumbuhan paku dapat diproduksi menjadi pupuk hijau.
  • Tumbuhan paku dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan.
  • Tumbuhan paku dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias rumahan.
  • Tumbuhan paku juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok atau pembersih.
  • Tumbuhan paku yang telah lama terkubur dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambang bangunan.

Pertanyaan Umum

Apakah yang disebut Sporangium tumbuhan paku bertumpuk dalam satu organ?

Sorus, karena sorus merupakan kumpulan sporangium yang di bagian luar terdapat selaput tipis yang biasa disebut indusium.

Akan tumbuh menjadi apa Spora yang dihasilakn jika jatuh ke tempat yang sesuai?

Prothalium. Spora pada tumbuhan paku jika tumbuh akan menjadi prothalium, sedangkan spora pada lumut jika tumbuh akan menjadi protonema.

Apa yang diketahui tentang tropofil dan sporofil?

Tropofil merupakan daun tumbuhan paku yang digunakan sebagai tempat fotosintesis, sedangkan Sporofil merupakan daun tumbuhan paku yang digunakan untuk memproduksi spora.

Sebutkan klasifikasi tumbuhan paku berdasarkan ciri tubuhnya?

Berdasarkan ciri tubuhnya tumbuhan paku terbagi menjadi empat jenis yaitu Psilopsida, Lycopsida, Sphenopsida, Pteropsida.

Apa saja jenis tumbuhan paku berdasarkan habitatnya?

Berdasarkan habitatnya tumbuhan paku terbagi menjadi tiga jenis yaitu paku epifit, paku akuatik, dan paku tanah.

Daftar Pustaka

  • Fern|Description, Features, Evolution, & Taxonomy: https://www.britannica.com/plant/fern diunduh Senin, 4 Mei 2020 Pukul 08.58 WIB.
  • Agrawal T, Danai P, Yadav M. 2017. General Aspects of Pteridophyta-A Review.
  • International Journal of Current Research and Academic Review. 5(3): 80-85.
  • Mehltreter K, Walker LR, Sharpe JM. 2010. Fern Ecology. Cambridge (AS): Cambridge University Press.

Baca juga

Loading...